( POV : Rossalie )
2 Tahun yang lalu, Ketika Mikan Belum berada di Desa in. Entah bagaimana aku selalu mengalami perundungan dari anak lain?
Lahir sebagai Anak bungsu dari Keluarga pelindung desa ini, Mungkin menjadi sebuah kebanggan bagi seseorang.
Ayahku adalah seorang ksatria yang cukup hebat dalam tugasnya.
Ibu juga merupakan seorang Mage/Penyihir yang memiliki kemampuan yang cukup tersohor di desa ini.
Dan juga kakak laki-lakiku yang memiliki bakat sebagai pengguna pedang sihir dari warisan kedua orang tuaku.
ketiga orang di keluarga ku benar-benar sangat dihormati oleh orang lain. Karena dengan bantuan mereka, Desa ini menjadi tempat teraman yang aman dan juga tenang dari gangguan Monster jahat.
Meskipun begitu , berbeda dengan mereka semua. Aku bisa dikatakan sebagai seseorang yang ' tidak berbakat '.
Lahir sebagai anak perempuan dan tidak memiliki bakat sebagai penyihir ataupun Ksatria semenjak kecil.. membuatku menjadi berkecil hati atas prestasi yang ditoreh oleh keluarga kami.
Meskipun Bagi keluargaku, Mereka tidak terlalu mempedulikan hal ini karena ingin agar aku bisa hidup menjadi orang yang normal. Tetapi itu sangatlah menyakitkan bagi diriku......
Karena aku yang lemah ini, Anak-anak seusiaku Sering mengejekku dan mengatakan bahwa 'Aku adalah anak yang gagal' membuatku menjadi semakin tidak percaya kepada diriku sendiri.
Ejekan dan cemooh tersebut menjadi hal biasa bagi diriku.
Karena sebagai seorang anak perempuan yang dianggap lemah, Aku mungkin tidak lebih dari beban di keluargaku sendiri.
Setiap perilaku pembullyan yang terjadi pada diriku tidak pernah ku ceritakan kepada keluarga ku sendiri.
Karena aku cukup takut kepada mereka jika mereka tidak percaya pada diriku dan juga tidak ada seorangpun yang akan membenarkan apa yang aku katakan.
Disaat Perundungan telah mencapai batasannya, Ketiga anak laki-laki yang selalu merundung diriku mulai mengambil sesuatu yang berharga bagi diriku.
Mereka mulai berusaha untuk mengambil boneka beruang kesayangan milikku. Itu merupakan sebuah hadiah istimewa yang diberikan oleh Keluarga ku di hari ulang tahunku.
Saat boneka Sudah hampir direbut dan aku yang hampir menangis. Secara tiba-tiba seseorang datang dan menghentikan tindakan perundungan tersebut.
Dengan cukup berani dia menghentikan ketiga orang itu. Dia juga mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh ketiga orang itu adalah sebuah hal yang pengecut karena ingin merebut barang milik seorang anak perempuan.
Ketiga orang itupun tampak tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh anak laki-laki itu, dan tanpa menunggu waktu lagi. Ketiga orang itu kemudian mulai menjadikan anak laki-laki itu sebagai bahan Bullyan yang baru.
Seorang anak dengan rambut hitam dan juga mata Semerah darah misterius berusaha menghentikan tindakan pembullyan yang terjadi kepada diriku. Tetapi anak itu malah menjadi target pembullyan dari ketiga anak laki-laki.
Tanpa bisa berbuat apa-apa, aku yang hanya seorang anak perempuan hanya bisa menangis menyaksikan semua itu.
Anak itu mengorbankan dirinya untuk menjadi target pembullyan, Dia melakukan itu untuk menyelamatkan diriku.
Ini menjadi awal bagaimana aku bisa bertemu dan menjadi teman dari 'Mikan' anak itu.
Dia seorang anak yang cukup misterius yang baru saja pindah ke desa kami......
Sebelum semuanya berubah, Aku tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada Mikan!?
Setelah kepalanya terbentur oleh batu besar akibat pembullyan, sifat Mikan mulai berubah dari ketika aku kenal dulu.
Dia menjadi anak yang cukup berani untuk melakukan hal-hal baru, dia juga menjadi orang yang cukup rajin membaca buku ketika dalam masa pemulihan nya tersebut.
bibi/ibu Mikan yang merasakan perubahan pada Mikan tersebut, sepertinya cukup terkejut dengan hal itu.
Tetapi Bibi sepertinya terlihat senang dengan perubahan Mikan tersebut.
Perubahan dari Mikan ini benar-benar membuatku menjadi bingung? Mikan seharusnya menjadi anak yang cengeng ketika bertemu dengan tikus hutan.
Tetapi setelah sembuh dari cedera kepala, hal yang pertama yang dia lakukan adalah melakukan perburuan terhadap tikus hutan.
bagi orang dewasa, Menangkap tikus hutan adalah sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan. Karena tikus memiliki kelincahan yang bagus. Mereka bisa menghindari serangan senjata yang diarahkan oleh pemburu di desa.
Tetapi meskipun begitu, Mikan berhasil menangkap salah satu dari mereka dengan metode jebakan.
Meski jebakan yang dia gunakan cukup mengerikan menurutku, dan dapat dikatakan tidak patut di tiru.
Tetapi apa yang di lakukan oleh Mikan ini, aku tidak terlalu peduli dengan hal itu. Mikan berubah atas keinginannya sendiri dan aku harus menghargai keputusan itu.
Tidak lama berselang setelah hal itu. Mikan yang sudah berubah mulai menyelesaikan urusan kepada ketiga anak itu.
Dia ingin mengakhiri pembullyan yang mereka lakukan. dia tidak bisa terus diam dan membiarkan mereka semua begitu saja.
Merasa bahwa Mikan akan kalah melawan Pembully karena perbedaan jumlah.
Tampaknya ekspektasi ku mulai berubah. Karena pada kenyataannya, Mikan saat ini berhasil mengalahkan mereka bertiga dengan kekuatannya sendiri.
Meskipun mereka berusia 2 tahun lebih tua tetapi mereka berhasil dikalahkan oleh Mikan Seorang.
dia kemudian meminta bantuan ku untuk mengikat mereka bertiga. Hal ini dia lakukan agar ketiga orang itu tidak akan membully kami ini masa yang akan datang.
Metode yang digunakan oleh Mikan untuk memberi pelajaran pada mereka bertiga Tampaknya dapat membuatku mengalami mimpi buruk yang panjang.
dia menggunakan 'metode KECOAK' ini merupakan sebuah metode dimana seseorang yang diikat mulai didekat kan kepada Kecoak.....
Ketiga orang itu menangis saat Mikan memainkan kecoak di dekat wajah mereka.
Mereka yang ketakutan tidak dapat menahan air seni di celana mereka dan mulia mengompol di celana dalam.
Meskipun tampak normal tetapi bagiku ini adalah metode yang mengerikan.
Kecoak adalah serangga yang meresahkan. Meski ukuranya kecil tetapi mereka cukup berani untuk melawan manusia.
Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Mikan, bahwa setelah insiden kecoak itu mereka tidak lagi datang untuk mengganggu kami.
..............
" Ayah, ibu dan Abang " _( Rosse ).
Hari ini adalah hari yang sudah ku nanti setelah cukup lama.
Para pelindung desa yang berangkat untuk mengatasi masalah Monster kini telah kembali ke desa.
Orang-orang itu termasuk beberapa orang pensiunan ksatria yang ada di desa.
Mereka melakukan penaklukan Monster setiap Minggu untuk mengamankan desa dari serangan Monster yang berbahaya.
Itu juga termasuk Ayah , Ibu dan juga Abangku yang ikut dalam penaklukkan tersebut.
Waktunya adalah sekitar 1 Minggu semenjak mereka pergi, dan kini mereka sudah kembali.
Untuk menyambut kedatangan mereka, Aku , Mikan dan juga bibi menunggu di jalan desa bersama dengan penduduk yang.
Kami menjadi cukup senang ketika mereka kembali, Karena mereka telah berjasa melindungi desa selama ini.
" Ibu Mikan, Terima kasih ya Karena telah menjaga putri kecil kami ketika kami pergi " _ ( Sylt ibunya Rosse ).
" Tidak apa-apa nyonya, Bagi saya Rosse sudah seperti putri saya sendiri, Saya juga senang bisa terus menemaninya " _Elena.
Ketika pertama tiba di desa, hal pertama yang dilakukan oleh ibuku adalah mengucapkan rasa terimakasih nya kepada Ibu Mikan.
Dia berterima kasih kepada ibu Mikan yang telah menjaga diriku selama mereka pergi. Karena dia adalah seorang Mage/penyihir support dia tidak bisa menemaniku selama penaklukkan.
Disisi lain, ibu Mikan menjawabnya dengan ramah. dia tidak keberatan harus menjagaku selama mereka pergi.
Karena aku cukup dekat dengan Mikan, maka dia juga cukup baik kepada diriku.
" Anda terlalu rendah hati......Putri saya bisa saja membebani anda sehari-hari " _Sylt.
" Tidak tidak......Itu bukanlah masalah, Putra saya juga belakangan ini sedikit berbuat masalah, Saya cukup senang jika Rosse ada didekatnya " _Elena.
" Saya senang mendengarnya.....Saya merasa bahwa mereka berdua tampaknya cukup serasi ya " _Sylt.
" ya.....kita sepertinya harus memulai untuk acara besan "_Elena.
Perlahan tapi pasti, Kedekatan mereka sepertinya menjadi cukup akrab disini.
Ibuku dan ibu Mikan mengatakan sesuatu yang tidak kami mengerti? Aku tidak tahu apa itu, tetapi sepertinya itu untuk kami berdua!?
" Mi, Mikan, Besan itu apa ya!? " _Rosse.
Karena tidak mengerti perkataan orang dewasa. Aku kemudian mulai bertanya kepada Mikan tentang apa itu besan?
" Be,be besan.....Entahlah!? Sebaiknya kita melupakan saja soal itu "_Mikan.
Dengan ekspresinya yang aneh, Mikan mengatakan kepada diriku bahwa dia juga tidak tahu apa itu besan!?
Dia juga mengatakan kepada ku untuk melupakan apa yang dikatakan oleh ibu kami? Aku tidak tahu mengapa, tetapi ini terdengar mencurigakan?
Aku yakin Mikan pasti mengetahui sesuatu mengenai 'besan' , tetapi dia sepertinya tidak ingin mengatakannya karena takut itu bisa menjadi masalah.
" Be, Berbesan ya " ....
Saat obrolan kecil kami terjadi, Secara tiba-tiba terdengar suara orang dewasa di arah belakang.
saat kami berbalik dan melihatnya. Terlihat bahwa ayah dan juga Abang mulai menatap Mikan dengan tatapan yang cukup menakutkan.
mendengar kata Berbesan dari kedua ibu kami, Mereka sepertinya tampak tidak senang dengan hal itu.
Mikan yang melihat ekspresi mereka berdua tampak cukup ketakutan. Dia seperti melihat hantu di siang bolong.
" ....... "
mengetahui bahwa sepertinya terjadi kesalahpahaman disini, Abangku dengan cukup berani mulai memegang pundak Mikan yang sedang berdiri.
" Mikan kecil, Masih terlalu dini bagimu untuk menjadi bagian dari keluarga kami........ Sebaiknya kamu belajar lebih giat untuk menjadi lebih kuat, Karena seorang laki-laki harus belajar agar bisa diterima oleh keluarga lain " _( Zeck Abangnya Rosse ).
" Hm.....ba,baik " _mikan.
Memberikan sedikit kata-kata kepada Mikan, Abang mengatakan kepada Mikan bahwa masih terlalu dini bagi dirinya untuk di terima menjadi anggota keluarga kami.
Aku sendiri tidak mengerti apa maksud dari perkataan yang abangku katakan? Tetapi menjadi bagian jadi keluarga? Mikan sepertinya sudah cukup akrab dengan kami.
Disisi lain Mikan Hanya menunduk dan menuruti perkataan tersebut.
Apa yang dikatakan oleh Abang bisa jadi adalah sesuatu yang benar, Karena Mikan harus banyak belajar agar menjadi lebih kuat lagi!
( sementara itu di dalam pikiran Mikan " Serem, Serem, Serem , Serem , Serem........ Mereka ingin mengancamku dengan aura membunuh mereka......Serem, Aku takut " ).
" Yah, Tentu saja......Mikan yang kecil dan lembut ini tidak mungkin akan melakukan hal itu kan.....Hah hah hah, Paman dan Zeck hanya bercanda, jadi tolong jangan dimasukkan ke dalam hati ya " _( Caylist Bapaknya Rosse ).
Dengan cukup santainya , Ayah mulai melerai apa yang dilakukan oleh Abangku.
Dia juga dengan santainya mengatakan bahwa Mikan yang kecil dan lembut tidak akan melakukan sesuatu?
Dia kemudian tertawa dan menganggap itu hanya main-main saja.
" ba, Baik paman ......he he he he " _Mikan
( menurut sambil tertawa kecil ).
Mikan menuruti perkataan dari ayahku. Ayahku Hanya main-main dan tidak serius dengan apa yang dikatakannya.
" Aduh.....Kalian membuat anak kecil ini jadi takut.....Tolong jangan lakukan itu !!! " _Sylt.
Melihat bahwa Ayah dan Abang membuat Masalah, Ibu dengan ekspresi marah mulai membentak mereka berdua.
Di mata ibu , mereka sepertinya membuat Mikan ketakutan. Meskipun mereka hanya bercanda tapi itu bisa membuat ibuku marah.
" Baik!!! "
Dengan cukup singkat, Ayah dan Abang menuruti perkataan dari ibuku.
Melihat bahwa ibu menjadi marah, Mereka sepertinya menjadi ketakutan kepada dirinya.
Ibu mungkin adalah sosok yang baik, tetapi jika ibu marah, itu adalah hal yang berbeda.
Ayah dan Abang kemudian mulai membungkuk dan meminta maaf kepada Ibuku.
Mereka sepertinya cukup patuh dan menuruti apa yang dikatakan oleh ibu kepada mereka.
Hidup di keluarga ini membuatku benar-benar merasa sangat bahagia. Aku berharap kebahagiaan ini akan bertahan untuk selamanya.
Bersambung......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 107 Episodes
Comments