Episode 20 : Serangan balik II

...Note : Mandala Gank, gangster yang berkuasa di Sektor Timur bagian Utara meliputi seluruh Shouten dan wilayah Utara Houshen....

..."Di... Dia!! Dia yang keempat, Ayo keroyok!!"...

...Kerumunan tersebut menggasak Leon dan Ariz yang meladeni mereka dengan tenaganya....

...Walaupun bersenjata tongkat baseball, namun Leon dan Ariz tetap dengan mudah menjatuhkan mereka semua....

...Brukk!! Klakk!!!...

...Tangan Leon menangkis serangan dari seorang anggota yang melayangkan pukulan menggunakan tongkat baseball miliknya. Menggunakannya sebagai alat penyerang balik, memojokkan kelompok tersebut yang semakin berkurang semangat tempurnya....

..."Si... sial!! Akhh!!"...

...Salah seorang anggota mengerang kesakitan usai Leon mencengkram lehernya, mengangkatnya tinggi tinggi di udara....

...Ia terus menggelepar, sementara wajahnya mulai membiru karena kehabisan oksigen....

...Para anggota yang lain lari lintang pukang usai menyaksikan kejadian tersebut. Di lorong tersebut, kini hanya tersisa mereka bertiga....

..."Ku... Kumohon lepaskan aku" Pemuda tersebut memelas, nampak buliran cairan mulai mengucur dari sudut matanya....

...Leon menurunkannya dan melepas cengkramannya. Pemuda tersebut duduk di lantai sembari terbatuk-batuk, Ariz segera memberinya sebotol air mineral....

..."Uhuk Uhuk... terimakasih, terimakasih banyak, Empat pilar... terimakasih" Ia tak henti-hentinya berucap terimakasih pada Leon dan Ariz....

...Ariz hanya tersenyum disertai anggukan, sementara Leon tetap datar menampilkan sisi mengerikannya....

..."Aku.... Aku akan membantu kalian, asal kalian bisa membantu kami.." Pemuda tersebut beranjak dari duduknya....

...Leon hanya mengernyitkan dahinya, heran dengan apa yang dikatakan oleh pemuda tersebut....

..."Apa maksudmu??"...

..."Aku akan mengajak kawan-kawanku untuk membelot dari yudha, biar ku temui mereka" Pemuda tersebut mencoba meyakinkan Leon dan Ariz....

..."Membelot?? Apa aku bisa menjamin ucapanmu itu??" Leon kembali memasang wajah penuh tanya....

..."Anggota Mandala bukanlah loyal seutuhnya, ada beberapa yang memang mencoba untuk melawan tirani Yudha, dan menunggu waktu yang tepat"...

..."Jumlahnya juga tidak sedikit, dan saya yakin itu sudah sangat cukup untuk membantu melawan Yudha" Pungkasnya....

...Leon berpikir sejenak, menimbang-nimbang apa yang ditawarkan olehnya....

..."Terima saja" Bisik Ariz....

...Leon tetap diam dengan wajah datar, tak mengeluarkan sepatah katapun. Ia terus menatap lekat pemuda tersebut yang seakan tak gemetar ataupun takut berada di hadapan Leon....

..."Aku akan menerima apa yang kau tawarkan, jika kau mau membocorkan kemampuan Yudha dan wakilnya" Leon membuka penawaran....

..."Yudha dan wakil?? Farel?? Baiklah, Yudha memang sering bertarung saat kami berkumpul. Ia memiliki tenaga kuda dan kekuatan yang besar, teknikannya juga sangatlah mumpuni"...

..."Kelemahannya terletak di paha kiri... Karena saat SMP ia pernah kalah dalam pertempuran dengan luka di paha kiri yang menimbulkan kecacatan padanya" Lanjut Pemuda tersebut....

..."Untuk Farel sendiri... adalah..." Ucapannya terpotong oleh Leon yang tiba-tiba memerintahkannya untuk diam....

..."Cukup!!" Leon memberi Isyarat padanya untuk mengakhirinya....

..."Aku dan Ariz sudah percaya denganmu, sekarang pergilah dan buktikan tawaranmu tadi" Imbuh Leon....

..."Terimakasih, Aku akan memegang ucapanku... Aku bersumpah!!" Pemuda tersebut berbalik dan melenggang pergi menuju luar lorong yang tampak hening dan senyap....

..."Semoga berhasil..."...

...****************...

...Suasana di lorong kelas sepuluh menjadi penuh kepanikan, Ryan dan Damian terus menghajar mereka yang datang melawan....

...Tak ketinggalan Kevin dan Melvin juga turut membersihkan para Mandala yang berkeliaran dengan tongkat baseballnya....

...Bakk!! Bruakk!! Gradak!!...

..."Mundur!! Lapor ke Ketua!!"...

...Gerombolan tersebut mundur sejenak dari lorong kelas sepuluh, meninggalkan keempat tersebut yang semakin kesetanan....

..."Aku yakin lorong kelas sebelas sudah diratakan oleh Leon dan Ariz" Ucap Ryan....

..."Benar, kita bersihkan yang bersembunyi di lorong ini. Cek kelas, siapa tahu mereka berbaur dengan siswa wanita" Seru Ian....

...Mereka berempat mengecek kondisi ruangan yang berada di lorong. Hanya satu atau dua orang yang bersembunyi di kelas berbaur dengan para gadis....

...Bakk!!......

..."Akhhh!! Ampun, ampuni Aku!!"...

..."Ampuni kami, kami hanya menjalankan perintah atasan"...

...Mereka mengerang kesakitan usai Ryan dengan membabi buta menghajar mereka. Ryan begitu bernafsu melihat salah satu diantara mereka adalah kaki tangan Arga....

..."Kau... kau tak mengingatku??" Sapa Ryan sembari menghujamkan tendangannya tepat di perut....

..."Akh... b... bang Ryan, kumohon ampuni aku" Erangnya....

...Teriakan tersebut memenuhi sudut lorong yang awalnya sunyi. Anak-anak perempuan perlahan muncul dari kelasnya, usai mendapati bahwa kelompok Mandala sudah meninggalkan lorong tersebut....

..."Kau baru ingat kepadaku?? Tch menjengkelkan" Ryan melayangkan tinju penuh emosi yang menghantam telak wajah lawannya....

...Ia rebah ke tanah, selaras dengan para gadis yang mulai keluar dari kelasnya....

..."Kalian semua, seret anak ini menuju lobby!!" Pekik Ryan....

...Mereka yang sudah babak belur menuruti perintah dari Ryan. Sementara Ariz tengah membuyarkan kerumunan yang mulai memadati ruangan tersebut....

..."ini adalah akhir dari cerita kalian, Mandala!!"...

...****************...

...Para pasukan yang dihabisi oleh Ryan dkk berlarian menuju lorong jalan ke lobby. Tak ketinggalan kerumunan yang usai dihantam oleh Leon dan Ariz turut ngacir bersama mereka....

...Keadaan tersebut menarik kelompok yang berada di wilayah SMP. Perlahan mereka mulai meninggalkan bangunan SMP dan menuju arah lobby untuk mendengar penjelasan mereka....

...Diantara para pemuda tersebut, terdapat Sekitar 17 orang yang tengah bersembunyi di ruangan kamar mandi dekat taman....

...Mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang penting, sehingga dari raut wajahnya terlihat begitu tegang....

..."Ini adalah saat yang tepat untuk melepaskan diri dari cengkraman Mandala!!" Seru salah seorang pemuda yang tadi dicengkram oleh Leon....

..."Apakah kau dapat menjamin empat pilar bisa mengalahkan Mandala??" Cecar rekannya....

..."Aku sangat yakin, bahkan mereka mampu menjatuhkan puluhan orang hanya bermodalkan dua individu" Jawabnya....

..."Lagipula kita bisa bernaung pada kelompok tersebut... kita akan melindungi Shouten dengan cara apapun kan??" Pungkasnya....

..."Apakah kau yakin mereka lebih baik dari Mandala?? bagaimana jika ternyata lebih mengerikan"...

..."Mereka memberi belas kasihannya pada orang yang mencoba menyerangnya. Memberi minum dan beberapa bantuan, lalu kau masih meragukan kebaikannya??"...

..."Kalau kau memang tak mau, Aku sendiri yang akan membantu bang Leon" Berandal tersebut berbalik badan dan berniat keluar dari ruangan tersebut....

..."Tunggu... Baiklah kami setuju"...

...Si pemuda tampak berbinar binar karena kesenangan. Mereka segera menyiapkan rencana guna menyabotase rencana Mandala dari dalam....

..."Bagaimana?? kalian setuju??"...

..."Setuju!!"...

..."Baiklah, berpencar sesuai rencana!! hidup Ashura!!"...

...17 orang tersebut meninggalkan ruangan kamar mandi tersebut....

..."Bang Leon, aku akan menepati perkataan ku"...

...****************...

...Farel dan Arya terus beradu kekuatan. Farel terus berusaha melepas tendangannya ke Arya. Namun Arya begitu pandai menghindari dan berkelit....

...Bakk!!...

...Farel menendang bagian lengan kanan Arya. Arya membalasnya dengan sebuah pukulan di dagunya yang menyebabkan dirinya terpelanting....

..."Mampuss!!" Gumam Arya....

...Farel hanya mengerang lirih, disusul terjangan penuh tenaga darinya untuk Arya....

..."Aku akan menghabisimu sialan!!"...

...****************...

...Suasana hiruk pikuk perlahan menghilang, terbawa oleh senyapnya lorong yang menyelimuti. Di depan lobby yang dipenuhi siswa Shouten....

...Yudha CS masih asyik menikmati sebatang nikotin hingga gerombolan anak buahnya datang menemuinya....

...Mereka datang dengan langkah tergopoh-gopoh seperti usai melihat hantu, sementara sebagian dari mereka luka-luka dan membiru....

..."Apa yang terjadi pada kalian!! Dia keluar??" Hardik Yudha....

..."Ma... maafkan kami ketua, kami salah"...

..."Kami akan kembali kesana untuk mendapatkan empat pilar"...

..."Tak perlu!!" Sergah Yudha. "Mereka akan kembali datang" ....

...Yudha menampakkan seringainya, sementara Bastian, Brian, dan Arga menyusul Farel yang tengah berduel di dalam....

..."Aku akan menghancurkan kalian!!"...

...****************...

...Ariz dan Leon terus menyusuri lorong. Langkah mereka terhenti usai bertemu dengan Ryan & Ian CS yang juga tengah tergesa-gesa menuju lobby....

...Mereka juga bertemu dengan Fian yang tengah membereskan mereka di bibir lorong kelas 12. Fian menghajar mereka satu persatu dengan sisa tenaganya, hingga tak ada satupun dari mereka yang bisa bangkit....

..."Fian!!"...

...Drapp!! Drap!!...

..."syukurlah kita dapat berjumpa disini" Tukas Ryan....

..."Ya, kukira kalian sudah ke lobby duluan" Timpal Ariz....

...Bruakk!!......

...Suara nyaring kembali terdengar, kali ini sumber suaranya adalah lorong kelas 12 yang memang belum dicek oleh siapapun....

..."Apa itu tadi" Leon bertanya-tanya....

..."Itu... Arya!!" Pekik Fian....

..."Arya?? Apa maksudnya?" Timpal Ariz....

..."Arya... tengah berhadapan dengan Farel disana!!" Alfian tampak gelisah....

...Degg!! Leon kembali teringat pada janjinya untuk membimbing Arya. Ia kembali bersemangat untuk menghabisi berandal tersebut usai mendengar kabar Arya....

..."Kita harus menolongnya... Ayo!!"...

..."Heyy~"...

...Suara dari seseorang menghentikan pergerakan mereka sekali lagi. Ketujuh pemuda tersebut kembali mengedarkan pandangannya, mencari sumber suara....

..."Buru-buru banget, mau kemana?? hmm??"...

...Tampak di lobby, sekumpulan pemuda dengan kelompok petarungnya mencegat langkah mereka yang menuju lorong kelas dua belas....

..."Teman-teman!! Ini yang kita cari... Ayo serbu!!" Seru salah seorang anggota yang berada di tengah-tengah....

...Kelompok Mandala bercampur siswa sukarelawan tersebut menyerbu tujuh pemuda tersebut. Tentu saja dengan penuh nafsu dan amarah....

..."kapten, kami akan membantu Arya..." Seru Melvin dan Kevin....

..."Baik, kuserahkan pada kalian!!" Pekik Ian memberi restu....

..."Tunggu, Aku ikut" Sergah Leon ...

...mereka bertiga segera berlarian menuju lorong yang berusaha dikejar oleh Mandala yang sudah bernafsu....

..."Serang yang lari!!"...

..."Jangan sampai mereka lolos!!"...

...Mereka terus mendekat kearah empat pilar yang tersisa, dan tanpa aba-aba, sang pemuda yang berada paling depan berhasil mendapat hadiah berupa A Cobra dari Ian....

..."Ayo pesta, semuanya" Ian memekik, kemudian menghajar mereka habis-habisan....

...Ryan, Fian dan Ariz juga tak kalah sengitnya dalam bertarung. Mereka terus membabat habis petarung tersebut hingga tak mampu lagi untuk berdiri....

..."Ayo... petinggi!! lawan kami!!"...

...****************...

...Gerbang sekolah nampak dipenuhi oleh siswa Shouten dan siswa laki-laki yang tengah berjongkok di lapangan. Mereka terus merintih, sementara para pelajar tak menghiraukannya....

...Dari balik pandangannya, ia sedang memikirkan rencana besar yang tentu saja akan dilaksanakan beberapa hari nanti....

..."Baiklah.... Aku tak akan segan Lagi, Mandala!!"...

...----------------...

Terpopuler

Comments

putri cobain 347

putri cobain 347

kemana kakak yang dulu, kenapa sekarang jarang sapa aku

2024-11-01

2

putri cobain 347

putri cobain 347

absen kak Riu

2024-11-01

2

Atrocious

Atrocious

Hadirr aku thor

2024-10-31

1

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Siswa Culun
2 Episode 2 : Pentolan Sekolah I
3 Episode 3 : Amarah Arya
4 Episode 4 : Pentolan Sekolah II
5 Episode 5 : Mandala 1
6 Episode 6 : Mandala II
7 Episode 7 : Isi Hati Kirana
8 Episode 8 : Mandala III
9 Episode 9 : Invasi Mandala
10 Episode 10 : Invasi Mandala II
11 Episode 11 : Secercah Harapan
12 Episode 12 : Serigala Berbulu Domba
13 Episode 13 : Persiapan
14 Episode 14 : Impas
15 Episode 15 : Mandala menyerang??
16 Episode 16 : Serangan
17 Episode 17 : Serangan Balik Gagal
18 Episode 18 : Serangan II
19 Episode 19 : Serangan balik
20 Episode 20 : Serangan balik II
21 Episode 21 : Bala Bantuan
22 Episode 22 : Akhir dari Mandala.
23 Episode 23 : Kelompok Anti-Lotus
24 Episode 24 : Lotus & Malam kelam
25 Episode 25 : Kelompok Anti-Lotus II
26 Episode 26 : Menjelang pertempuran
27 Episode 27 : Malam berdarah
28 Episode 28 : Mereka datang
29 Episode 29 : Malam kelam
30 Episode 30 : Kelompok Radikal
31 Episode 31 : Perselisihan
32 Episode 32 : Keresahan Damian
33 Episode 33 : Berbaikan
34 Episode 34 : Menuju Shouten
35 Episode 35 : Rapat & penyelesaian
36 Episode 36 : Neo-Anthrax
37 Episode 37 : Sesuatu di Gaiken
38 Episode 38 : Anggota Baru
39 Episode 39 : Menuju Shouten II
40 Episode 40 : Menuju Shouten III
41 Episode 41 : Sisi kemanusiaan
42 Episode 42 : Kejutan dari Ashura
43 Episode 43 : Kondisi berbalik
44 Episode 44 : Menuju Shouten IV
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Episode 1 : Siswa Culun
2
Episode 2 : Pentolan Sekolah I
3
Episode 3 : Amarah Arya
4
Episode 4 : Pentolan Sekolah II
5
Episode 5 : Mandala 1
6
Episode 6 : Mandala II
7
Episode 7 : Isi Hati Kirana
8
Episode 8 : Mandala III
9
Episode 9 : Invasi Mandala
10
Episode 10 : Invasi Mandala II
11
Episode 11 : Secercah Harapan
12
Episode 12 : Serigala Berbulu Domba
13
Episode 13 : Persiapan
14
Episode 14 : Impas
15
Episode 15 : Mandala menyerang??
16
Episode 16 : Serangan
17
Episode 17 : Serangan Balik Gagal
18
Episode 18 : Serangan II
19
Episode 19 : Serangan balik
20
Episode 20 : Serangan balik II
21
Episode 21 : Bala Bantuan
22
Episode 22 : Akhir dari Mandala.
23
Episode 23 : Kelompok Anti-Lotus
24
Episode 24 : Lotus & Malam kelam
25
Episode 25 : Kelompok Anti-Lotus II
26
Episode 26 : Menjelang pertempuran
27
Episode 27 : Malam berdarah
28
Episode 28 : Mereka datang
29
Episode 29 : Malam kelam
30
Episode 30 : Kelompok Radikal
31
Episode 31 : Perselisihan
32
Episode 32 : Keresahan Damian
33
Episode 33 : Berbaikan
34
Episode 34 : Menuju Shouten
35
Episode 35 : Rapat & penyelesaian
36
Episode 36 : Neo-Anthrax
37
Episode 37 : Sesuatu di Gaiken
38
Episode 38 : Anggota Baru
39
Episode 39 : Menuju Shouten II
40
Episode 40 : Menuju Shouten III
41
Episode 41 : Sisi kemanusiaan
42
Episode 42 : Kejutan dari Ashura
43
Episode 43 : Kondisi berbalik
44
Episode 44 : Menuju Shouten IV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!