Episode 19 : Serangan balik

...Note : Mandala Gank, gangster yang berkuasa di Sektor Timur bagian utara meliputi seluruh Shouten dan bagian utara Houshen....

......................

...Suasana semakin panas karena matahari semakin meninggi, udara yang bersiulan seakan tak cukup untuk memberi kesejukan....

...Di Sekolah Rakyat Houshen, suasana hiruk pikuk terdengar bahkan hingga keluar sekolah....

...Nampak lapangan depan lobby dipenuhi oleh para siswa pria yang tengah berjongkok dengan tangan di tengkuk....

...Lima orang pemuda tengah duduk menikmati sebatang nikotin yang tinggal setengah tersebut....

..."Huftt, mereka lama sekali" Gerutu Farel....

..."Jangan-jangan mereka memukuli empat pilar terlebih dahulu sebelum membawanya kemari" Rutuk Brian yang sudah tak sabar....

..."Tunggulah, mungkin mereka juga perlu waktu" Sahut Bastian sembari menghisap rokoknya....

..."Menunggu?? sudah setengah jam berlalu sejak mereka masuk ke dalam, namun hingga kini belum ketemu juga" Sergah Farel....

..."Mencari empat orang di bangunan besar seperti ini tak semudah membalikkan telapak tangan, wakil" Ejek Bastian....

..."Ketua, izinkan saya bantu mencari, jika hanya mengandalkan bawahan, saya yakin hingga senja nanti mereka tetap belum ketemu" Pinta Farel....

..."Baiklah, kuserahkan padamu" Yudha memberi restu....

...Farel segera bergegas menuju bangunan SMA menyusul kelompok pencari yang sudah ada disana sedari tadi....

..."Teruslah bersembunyi, tikus tikus kecil!!"...

......................

..."Buka pintu ruangan itu, siapa tahu tikus tikus itu berada di dalam!!"...

..."Baik"...

..."Tak ada siapapun didalam"...

..."Cari di ruangan lain, cari hingga bertemu!!"...

...Derap langkah kaki yang nampak tergesa-gesa, di lorong sekolah tersebut sekelompok pemuda terus memeriksa setiap isi dari bangunan yang ada....

...Mereka terus memeriksa setiap bagian, hingga sampailah mereka di ujung lorong yang tak lain adalah ruangan Osis....

...Mereka saling melempar pandangan, salah seorang diantara mereka kemudian mendobrak pintu ruangan tersebut hingga menganga lebar, memperlihatkan apa yang ada di dalamnya....

..."Mercy~ Sudah datang ya~"...

...****************...

...Arya dan Alfian berusaha membuntuti mereka yang menuju lorong Kelas sebelas. Kelompok tersebut terlihat tengah sibuk mencari-cari orang yang mereka incar di setiap sudut ruangan....

..."Wakil ketua, bahkan kami sudah mencapai ujung. Dan tak ada apa-apa disana" Seru salah seorang anggota....

..."Tch sial, baiklah periksa lorong berikutnya..." Perintah sang pimpinan, yang tak bukan ialah Farel....

...Mereka kembali berpencar menuju ruangan selanjutnya. Mereka kembali memasuki lorong ruangan Kelas Sepuluh tersebut....

...Tak berselang lama seorang anggota datang dengan langkah tergesa-gesa menemui Farel....

..."Wakil ketua, di ujung lorong terdapat ruangan yang terkunci rapat"...

..."Apa kau sudah mengecek kondisi di dalamnya??" Timpal Farel....

..."Belum, tapi saya tidak yakin mereka akan bersembunyi disana" Jawab sang anggota....

..."Hmm??" Farel mengernyitkan dahinya, memang ruangan apa yang dimaksud....

..."Ruangan apa yang kau bicarakan itu??" Tanya Farel keheranan....

..."Ruang osis"...

...Degg!!...

...Tubuh Arya bergetar hebat mendengar percakapan antara keduanya. Ruang Osis adalah ruangan kakaknya, tentu saja Arya sangat khawatir bilamana terjadi hal yang tak diinginkan....

..."Baiklah, Aku yang akan mengeceknya sendiri" Farel mengayunkan kakinya menuju dalam lorong....

..."Oii Anj*ngnya Yudha!!"...

...Suara teriakan dari Arya menggema hingga ke ujung lorong. Farel segera berbalik arah mendengar sebuah cacian dimaksudkan untuknya....

...Arya dengan rahang menggertak, tengah berdiri dengan sorot mata berapi-api. Nampak emosi sudah menguasai kesadarannya....

...Di belakangnya, Fian dengan ragu ragu memperagakan pasang bertarung jika seandainya Farel langsung menerjang ke arah mereka....

..."Wahh lihat, siapa yang datang"...

..."Ada dua serangga yang lupa dibereskan ya"...

..."Ayo kita habisi mereka berdua"...

...Teriakan penuh hinaan dilontarkan begitu saja pada Arya dan Fian. Mengundang kelompok pencari lain yang sedang berkeliaran di bangunan SMA Houshen....

...Farel memberi isyarat pada kelompoknya untuk diam dan melanjutkan pencarian, sementara ia terus menatap lekat Arya yang terus memelototinya tanpa ada satupun yang terlewatkan....

..."Oii nak, apa kau mengenal empat pilar?? Tunjukan padaku persembunyian mereka, maka aku akan membebaskanmu" Seru Farel dengan tatapan merendahkan....

..."Aku kesini memang untuk mencari kalian, aku tak perlu memohon pada kalian untuk dilepaskan!!" Hardik Arya....

...Terlihat para berandal tersebut semakin emosi karena Arya berani menantang wakil ketua mereka. Namun Farel malah memerintahkan mereka untuk berperncar mencari letak persembunyian empat pilar....

..."Kalian fokus pada tujuan kita, untuk kedua keparat ini... biarkan menjadi urusanku"...

...****************...

...Gubrak!!...

..."Sial, lebih bertenaga lagi dong!!"...

..."Diam kau, berisik... ini juga sudah memakai tenaga!!"...

...Brakk!!......

...Pintu menganga luas usai didobrak oleh gerombolan tersebut. Nampak sebuah ruangan sunyi dan gelap yang tampaknya tak dihuni oleh siapa-siapa....

..."Ayo masuk" Ajak salah seorang anggota Mandala....

...Sekitar 23 anggota kelompok tersebut masuk ke dalam ruangan. Menyisakan kurang lebih 7 anggota yang tersisa di luar untuk berjaga-jaga....

...wushh!!......

...Gubrak!!...

...Sekelebat bayangan keluar dari ruangan sementara pintu yang tadinya terbuka lebar tiba-tiba tertutup rapat....

..."Woii sialan"...

..."Jangan iseng, cepetan buka!!"...

...Mereka yang berada di dalam terus menggedor pintu baja tersebut. Tak berselang lama, pintu dibuka perlahan, menimbulkan suara decitan yang menambah perasaan tegang terhadap kelompok tersebut....

...Di luar, seorang pemuda berjaket Aksara jawa tengah berdiri sembari menatap mereka dengan lekat. Tak lupa seringai mengerikan tersimpul di sudut bibirnya....

...Disekitar pemuda tersebut, tujuh anggota Mandala yang tersisa diluar sudah dalam keadaan terkapar lesu penuh dengan luka lebam yang membiru....

..."Si... sialan!! Dia.... Ryan!!"...

...Kelompok tersebut mundur beberapa langkah, sementara Ryan terus memburu dengan langkah kecil....

...Kriett!!...

...Pintu kembali ditutup, suasana hening kembali mencuat. Rasa takut dan gelisah membumbung di lubuk hati mereka. Ditambah Ryan yang tiba-tiba menghilang dari pandangan mereka....

..."Siall kemana dia!!"...

..."Tetap waspada semua!!"...

...Bakk!!...

..."Arkhh"...

..."Kakiku, akhh"...

...Satu persatu diantara mereka mulai diserang secara senyap. Entah darimana, tiba-tiba sebuah hantaman mendarat di tubuh mereka....

...Rasa nyeri memeluk raga mereka, keringat dingin membanjiri kening dan tubuh mereka. Sementara Ryan CS terus melepaskan serangannya yang cepat dan senyap....

...Bugg!!...

...Seorang pemuda berbadan tegap terjungkal usai menerima tendangan dari Damian yang langsung bersembunyi....

... Satu persatu dari 23 orang yang masuk mulai terluka dan kehilangan kemampuan tempurnya....

...Mereka hanya bisa menikmati serangan dan pukulan yang dilimpahkan pada mereka tanpa bisa melawan, karena serangan yang begitu cepat disusul suasana remang-remang yang mengganggu penglihatan....

..."Akhhh!!! Tolong siapapun yang diluar"...

..."Kumohon, bantuan!!"...

..."Selamatkan kami!! Wakil ketua!!"...

...Suara erangan tersebut perlahan menghilang, yang tersisa hanya hening. Ian, Melvin, Kevin dan Ryan segera keluar dari persembunyian dan mengikat tubuh 23 pengganggu tersebut....

...Brakk!!!...

...Gedoran kembali terdengar di pintu ruangan, disusul teriakan dari luar oleh beberapa orang. Tampaknya mereka mendengar lolongan dari kawan mereka yang berada di dalam....

..."Oii kalian!! Apa yang terjadi, buka pintunya!!"...

...Ian memberi isyarat untuk diam melalui telunjuknya, sembari bersiap dengan pasangannya guna menyambut kembali mereka yang datang....

..."Sttt... Mereka kembali datang"...

...****************...

...Brukk!!...

...Farel terus menerjang dengan membabi buta, sementara Arya terus mengelak dengan lihainya....

...Fian terpaksa meladeni perlawanan kelompok tersebut dan beberapa siswa Shouten yang masih tersisa di dalam....

...Fian menampilkan gerakan serkel yang mematikan. Setiap kepala dari para lawannya bertemu dengan tumit Fian yang berputar-putar di udara....

...Perlahan jumlah mereka terus berkurang, menyisakan beberapa orang yang dengan cepat dijatuhkan oleh Fian....

...Arya dan Farel terus bertukar serangan, Farel terus berusaha menerjang sementara Arya dengan kemampuan menghindari dan menyerang saat mendapat celah....

...Arya terus menggiring Farel untuk mengejarnya, Farel yang sudah dilanda emosi terus menerus mengejarnya....

...Bagg!!...

...Arya meninju tepat dada dari Farel, membuatnya terbatuk dan mundur sejenak untuk mengatur nafasnya....

..."Kau yang katanya wakil kan?? Aku yang akan menghabisimu disini!!" Gema pekikan lantang dari Arya bergaung hingga ujung lorong ruangan tempat persembunyian empat pilar....

......................

...Dibalik ruangan Osis yang berandanya dipenuhi oleh para serdadu Mandala, Leon dan Ariz terus mengamati gerak mereka yang masih mencari dimana keberadaannya....

...Berandal tersebut terus memeriksa semua ruangan di lorong hingga sampailah mereka di ujung lorong tersebut yang merupakan ruang Osis....

...Mereka segera menggedor pintu besi yang tengah terkunci, dan dengan ancang-ancangnya sekali lagi, mereka kembali mendobrak pintu ruangan tersebut....

...Bruakk!!...

..."Leon, mereka datang!!" Bisik Ariz....

..."Biarkan pintu terbuka" Perintah Leon....

...Brakk!!...

...Pintu ruangan menganga menampakkan benda benda yang ada di dalamnya....

...Para berandal tersebut terus mengedarkan pandangannya hingga bertemu dengan siluet dua pemuda yang tengah berdiri dengan tatapan datar....

..."Tunggu, kau.... Ariz??"...

...Para gangster terbelalak karena bahagia mendapati kalau salah satu diantaranya adalah Ariz yang tengah mereka cari-cari....

..."Akhirnya ketemu!!"...

..."Kita bawa dia ke hadapan Ketua"...

..."Cepat panggilkan wakil ketua kemari!!"...

...kumpulan berandal tersebut bersorak ria merayakan kemenangan yang tinggal menunggu waktu....

...Sementara Leon dan Ariz mulai melayangkan kakinya menuju luar, menghampiri kelompok tersebut yang masih berjingkrak-jingkrak....

..."Teman-teman!! Lihat, didepan kita si Musang Malam Arizal Maulana!! Ayo keroyok dan hadapkan ia pada ketua!!" Seru salah seorang anggota Mandala....

...Ia berlari sekencang-kencangnya menuju arah Ariz yang tetap diam dengan santainya. Sementara si penyerang melayangkan A terbangnya menuju arah Ariz....

..."Matilah kau, sialan!!"...

...Bugg!!...

..."Khhh... ka... kau"...

...Pemuda tersebut rebah ke tanah usai gagal menyerang Ariz, karena Leon dengan sigap menghadang dan membantingnya ke tanah....

..."Bantinganmu boleh juga Leon" Ariz bersiap menyerang dengan gerak pasangnya....

..."Jangan kau kira Lotus tidak diajari teknik bantingan" Leon menyusul dengan gerak pasang....

...Para petarung bergidik ngeri menyaksikan salah seorang rekannya dibanting oleh orang yang tak dikenal....

..."Si... Siapa sebenarnya dia"...

..."kenapa bisa sekuat itu"...

..."Inikah kekuatan empat pilar??"...

...Dengan wajah gelisah mereka terus bersiap untuk segera lari jika Ariz segera menyerang balik....

..."Izinkan aku memperkenalkan diri, Ketua Divisi utama Shinigami, Sang Teratai jalanan... !!"...

..."Akulah orang keempat yang belum kalian kantongi identitasnya!!"...

..."Aku Leon, Baron Leon!!... Aku yang akan menghancurkan kalian hingga akar akarnya!!"...

...----------------...

Terpopuler

Comments

putri cobain 347

putri cobain 347

absen kk

2024-10-30

1

🎧✏📖

🎧✏📖

hadir 😁 dukung juga ya judul nya Ku Berikan Ginjal Untuk Papah Mu Tetapi Ku Kau Tinggalkan ( KBGUPMTKKT) . di jamin nggak kalah seru dari Kristal Hati Egi.

2024-10-30

1

Atrocious

Atrocious

gw masih nungguin fight nya empat pilar ama petinggi Mandala

2024-10-30

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Siswa Culun
2 Episode 2 : Pentolan Sekolah I
3 Episode 3 : Amarah Arya
4 Episode 4 : Pentolan Sekolah II
5 Episode 5 : Mandala 1
6 Episode 6 : Mandala II
7 Episode 7 : Isi Hati Kirana
8 Episode 8 : Mandala III
9 Episode 9 : Invasi Mandala
10 Episode 10 : Invasi Mandala II
11 Episode 11 : Secercah Harapan
12 Episode 12 : Serigala Berbulu Domba
13 Episode 13 : Persiapan
14 Episode 14 : Impas
15 Episode 15 : Mandala menyerang??
16 Episode 16 : Serangan
17 Episode 17 : Serangan Balik Gagal
18 Episode 18 : Serangan II
19 Episode 19 : Serangan balik
20 Episode 20 : Serangan balik II
21 Episode 21 : Bala Bantuan
22 Episode 22 : Akhir dari Mandala.
23 Episode 23 : Kelompok Anti-Lotus
24 Episode 24 : Lotus & Malam kelam
25 Episode 25 : Kelompok Anti-Lotus II
26 Episode 26 : Menjelang pertempuran
27 Episode 27 : Malam berdarah
28 Episode 28 : Mereka datang
29 Episode 29 : Malam kelam
30 Episode 30 : Kelompok Radikal
31 Episode 31 : Perselisihan
32 Episode 32 : Keresahan Damian
33 Episode 33 : Berbaikan
34 Episode 34 : Menuju Shouten
35 Episode 35 : Rapat & penyelesaian
36 Episode 36 : Neo-Anthrax
37 Episode 37 : Sesuatu di Gaiken
38 Episode 38 : Anggota Baru
39 Episode 39 : Menuju Shouten II
40 Episode 40 : Menuju Shouten III
41 Episode 41 : Sisi kemanusiaan
42 Episode 42 : Kejutan dari Ashura
43 Episode 43 : Kondisi berbalik
44 Episode 44 : Menuju Shouten IV
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Episode 1 : Siswa Culun
2
Episode 2 : Pentolan Sekolah I
3
Episode 3 : Amarah Arya
4
Episode 4 : Pentolan Sekolah II
5
Episode 5 : Mandala 1
6
Episode 6 : Mandala II
7
Episode 7 : Isi Hati Kirana
8
Episode 8 : Mandala III
9
Episode 9 : Invasi Mandala
10
Episode 10 : Invasi Mandala II
11
Episode 11 : Secercah Harapan
12
Episode 12 : Serigala Berbulu Domba
13
Episode 13 : Persiapan
14
Episode 14 : Impas
15
Episode 15 : Mandala menyerang??
16
Episode 16 : Serangan
17
Episode 17 : Serangan Balik Gagal
18
Episode 18 : Serangan II
19
Episode 19 : Serangan balik
20
Episode 20 : Serangan balik II
21
Episode 21 : Bala Bantuan
22
Episode 22 : Akhir dari Mandala.
23
Episode 23 : Kelompok Anti-Lotus
24
Episode 24 : Lotus & Malam kelam
25
Episode 25 : Kelompok Anti-Lotus II
26
Episode 26 : Menjelang pertempuran
27
Episode 27 : Malam berdarah
28
Episode 28 : Mereka datang
29
Episode 29 : Malam kelam
30
Episode 30 : Kelompok Radikal
31
Episode 31 : Perselisihan
32
Episode 32 : Keresahan Damian
33
Episode 33 : Berbaikan
34
Episode 34 : Menuju Shouten
35
Episode 35 : Rapat & penyelesaian
36
Episode 36 : Neo-Anthrax
37
Episode 37 : Sesuatu di Gaiken
38
Episode 38 : Anggota Baru
39
Episode 39 : Menuju Shouten II
40
Episode 40 : Menuju Shouten III
41
Episode 41 : Sisi kemanusiaan
42
Episode 42 : Kejutan dari Ashura
43
Episode 43 : Kondisi berbalik
44
Episode 44 : Menuju Shouten IV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!