Episode 8 : Mandala III

..."Yoww... met siang Arya" Sapa Damian dengan senyum hangatnya....

..."Ba... bang damian??" Arya melongo, bagaimana bisa ia tahu tempat tinggal Arya....

..."Apa jangan-jangan Adit yang ngasih tau??" Gumam Arya....

...Wajah mereka masih saling beradu. Arya mematung di tempat memikirkan hal tersebut, sementara Ian keheranan melihat Arya bengong....

..."Kalau ada tamu tu dipersilahkan masuk, bukannya malah dianggurin gitu" Pekik kirana dari arah tangga....

...Lamunan arya buyar seketika, pandangannya beralih kearah tangga. Ia semakin terkejut saat melihat dibelakang kakaknya masih ada banyak orang yang ingin menjenguknya....

..."Astagaa kukira cuman bang Damian aja yang jenguk" Gerutu Arya dalam hati....

..."Anu, bang damian silahkan masuk, semuanya juga hehe" Arya membukakan jalan....

..."Panggil Ian aja ya, Damian mah kepanjangan. Aku masuk ya, permisi" Ian berjingkat masuk....

...Ian masuk ke kamar Arya yang memang sangatlah luas. Diikuti Kirana yang membawa nampan berisi air dan makanan, dibelakangnya Maudy, Naura, dan Wulan juga hadir....

...Mereka segera duduk melingkar diatas karpet bercorak bunga tersebut. Dengan gelas dan makanan ringan tersaji disana....

..."Wahh ramai ya, Arya kira tadi teman-teman Arya. Ternyata kakak-kakak dari SMA" Arya menggaruk-garuk kepalanya....

..."Masih ada yang belom dateng kok ya... tunggu aja" Timpal Ian....

...Tak berselang lama beberapa langkah kaki kembali terdengar dari ujung ruang tamu, semakin mendekat kearah tangga....

...Tapp... Tapp... Tapp......

..."Permisi" Ucap mereka bersamaan....

...Terlihat disana Leon, Ryan, Ariz. Tak ketinggalan Miko, Novan dan Adit juga hadir dibelakang mereka....

...Untung ruangan kamar Arya cukup untuk menampung banyak orang, sehingga tidak perlu berjejal jejalan....

..."Hahay mampus, kalian bertiga ntar nikah ama Waria" Ejek Ian pada ketiga kawannya....

..."Dih kamu menang juga karena curang" Sahut Ariz sembari mencari posisi duduk yang nyaman....

..."Kalian kenapa lama sekali??" Tanya Kirana....

..."Ciee Ciee baru ditinggal bentar aja udah kangen" Goda Wulan....

...Tak ketinggalan Naura dan Ian juga ikut menggodai Kirana. Sementara Arya melirik tajam ke kakaknya....

..."Apasih, kan cuman bertanya.. iya kan Leon" Kedua pipi kirana kembali memerah....

..."Iya Kiran, kami tadi pergi kerumah Adit dahulu. Ternyata dia juga bersiap kemari, ya sudah barengan sekalian" Jelas Leon....

...Adit merangkul Arya yang manyun, ia paham jikalau ia sedang cemburu kakaknya dekat dengan cowok....

..."Gimana lukamu dek Arya??" Tanya Naura....

..."Iya, masih sakit kah??" Sahut Wulan....

..."Ceritain juga dong pas kamu dikeroyok ama Libas" Imbuh Miko....

..."Aish satu satu atuh, ga kasian apa... orang lagi sakit kalian wawancarai seperti itu" Timpal Ariz....

..."Hehe maaf, jelaskan dek Arya" Pinta Wulan....

...Arya kemudian menjelaskan awal kisah bagaimana ia dan Adit memergoki Michael yang sedang menggoda kakaknya....

...Cerita terus berlanjut, ditambah keberadaan para gadis yang jago ngegibah itu, membuat ceritanya menjadi semakin berkembang kemana-mana....

...Sementara para Pria hanya mendengarkan gibahan mereka sembari mengunyah makanan yang disediakan....

...Arya sengaja tak bilang pada mereka kalau Leon lah yang menyelamatkan mereka dan membubarkan Libas. Karena memang Leon adalah pelajar yang misterius, sehingga ia berniat menjaga privasi Leon....

..."Akhirnya gerombolan itu berhasil dibubarkan, yang ngebubarin keren banget dehh" Cetus Wulan....

..."Uhukk uhukk" Leon terbatuk batuk saat mendengar pujian dilayangkan untuk dirinya....

..."Ehh kamu gapapa Leon??"...

..."Pelan pelan makanya kalo makan, nih air" Ian menuang air ke gelas....

...Leon meneguk air pemberian Ian. Sementara yang lain lanjut membicarakan keonaran yang dibuat Libas disekolah. Pembicaraan didominasi oleh para wanita, karena Leon dan kawan-kawannya tutup mulut....

...Sengaja agar para gadis tersebut tidak khawatir akan dampak pembubaran Libas yang mereka anggap menimbulkan dampak positif. Padahal ada beberapa dampak negatif yang ditimbulkan, salah satunya adalah sweeping dari Mandala....

...Tak terasa sudah hampir tengah hari, karena mereka keasyikan mengobrol. Teman-teman arya berpamitan pulang dengan alasan perut mereka keroncongan, namun segera ditahan oleh Kirana....

..."Makan disini saja, kami akan memasakkan makanan. kita makan bareng-bareng" Kirana berbalik menuju tangga dan menyusul teman-temannya yang sudah duluan ke dapur untuk memasak makanan....

..."Aduh ya, kami jadi gak enak" Adit kembali duduk....

..."Udah gapapa, toh jarang jarang kita bisa makan bareng bareng" Arya menepuk pundak Adit....

..."Nahh mumpung cewek-cewek Udah pada pergi... Kita ganti topik menjadi lebih luas" Ian berbisik....

..."Hah... apa maksudnya" Sahut semuanya kompak....

..."Hehehe... asal kalian bisa menjaga mulut, aku akan menjelaskan pada kalian" Tukas Ian....

...Teman-teman Arya begitu semangat mendengarkan, terutama Miko. Apalagi informasinya langsung dari orang sekelas Damian....

..."Anggap saja kita berdiskusi disini" Ian mengawali penjelasannya. "sweeping yang dilakukan Mandala kemarin?? kalian sudah mendengarnya??"...

...Mereka kompak mengangguk....

..."Ini semua ada kaitannya dengan pembubaran Libas. Aku harap kalian berjaga-jaga jikalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan" Imbuh Ian....

...Miko menelan salivanya, Ia begitu takut namun juga bersemangat. Dari keempat kawannya, Miko adalah yang paling lemah namun bila tentang informasi soal berandal, dia yang paling bisa diandalkan....

..."Apa kemungkinan mereka akan melakukan balasan?? atas pembubaran Libas??" Miko tampak penasaran....

..."Tentu saja, dan aku yakin mereka sudah menetapkan incarannya" Sahut Ryan....

..."Mereka sudah dari dulu menanti hal-hal seperti ini. Berusaha melebarkan sayap mereka di Kawasan Houshen... Namun terhalang oleh keberadaan empat pilar..." Jelasnya....

..."Empat pilar?? Apa itu??" Novan memotong pembicaraan....

..."Empat pilar itu kami... Aku, Leon, Ian, dan Ryan" Timpal Ariz....

...Novan mengangguk paham, kemudian Ryan melanjutkan pembicaraannya....

..."Namun karena identitas empat pilar yang misterius diawal kemunculannya, mereka mengurungkan niatnya. Satu informasi yang mereka dapat, empat pilar bersekolah di Sekolah Rakyat Houshen"...

..."Misterius?? Bukannya kalian begitu terkenal ya di sekolah Houshen??" Gantian Arya yang bertanya....

..."Benar, banyak yang mengenal kalian kok" Imbuh Adit....

..."Itu sekarang, diawal kemunculan kami, Mereka gagal mengantongi identitas kami berempat. Namun karena satu orang bodoh..." Ryan melirik kearah Ian....

..."Apa liat liat?? Suka ntar" Gerutu Ian....

..."Kini tinggal Identitas Leon yang belum terkorek, namun setelah tragedi kemarin kami berempat sudah ketahuan. Oleh karenanya mereka mulai melancarkan sweeping, untuk mencari kami di area Houshen maupun seluruh sektor timur" Jelas Ryan....

..."Mereka juga pasti akan melancarkan serangan skala penuh, dan satu yang harus kau tau... Arya. Kau masuk dalam daftar pencarian!!"...

...Degg!!...

...Jantung Arya berdetak sangat kencang, darahnya mendesir. Adrenalinnya meningkat, seperti orang yang sedang melihat hantu....

...Ia tahu, ini karena tindakannya kemarin. Semua tindakan memang memiliki resiko, dan ia sudah memilih untuk menantang resiko tersebut....

..."Aku tahu, oleh karenanya aku akan melatih ilmu beladiriku... bersama Adit, benar kan dit" Arya mencoba tenang, Adit hanya mengangguk pelan....

..."Oh ya... persoalan itu, kata kakakmu kau ingin ikut latihan Lotus kan?? Sahut Ian....

..."Bang Ian tahu darimana??"...

..."Aku menguping pembicaraannya dengan Leon tadi hehe" Ucap ian sembari nyengir....

..."Uhukk Uhukk.... sialan jadi tadi kalian beneran nguping??" Seru Leon....

..."Hehe dikit kok" Ian cengengesan....

...Leon geleng-geleng kepala melihat kelakuan minim akhlak kawan-kawannya itu. Sementara Ryan dan Ariz pura-pura tidak mendengar....

..."Benar bang. Aku ingin mempelajari beladiri tersebut untuk melindungi diriku, dan kakakku" Seru Arya....

..."Bila kejadian seperti kemarin terulang, setidaknya aku bisa melawan!!"...

...Leon terkesima. Ia tak menyangka jika Arya mempunyai niat dan hati yang tulus....

..."Untuk latihan Lotus kau bilang saja pada pelatih tetapnya" Timpal Ian....

..."Siapa memangnya??...

..."Dia tuh" Ian melirik kearah Leon....

...Arya kembali melamun, tak menyangka jika Leon termasuk anggota Aliran Lotus....

..."Oh iya, sebenarnya untuk aliran beladiri ada apa saja sih??" Miko mengunyah bakwan di tangannya....

..."Iya, setahuku ya cuman Lotus" Tambah Novan....

..."Aliran beladiri ya... Leon, kau sedari tadi diam kan... coba jelaskan gantian" Perintah Ian....

..."Benar, kami ingin gantian makan camilan" Ariz menjumput kacang yang tersedia di piring....

...Leon menghela nafas, sementara keempat pemuda awam tersebut tampak semangat ingin mendengar penjelasannya....

..."Untuk aliran, sebenarnya ada banyak selain aliran Lotus. Ada Aliran cempaka, Petir, Matahari, Bintang, dan lain lain"...

..."Hanya saja yang terkenal adalah Lotus... Dalam dunia persilatan terdapat Empat kelompok besar diseluruh negeri, yang disebut Empat Utama. Yang pertama Aliran Lotus, kedua Yaitu Matahari, tiga aliran Mawar dan keempat adalah trisula"...

..."Jika dahulu keempat aliran tersebut sering berbenturan, sekarang sudah ditandatangani deklarasi perjanjian damai antara keempatnya"...

..."Kurang lebih seperti itu yang ku tahu" Leon menutup penjelasannya....

...Keempat pemuda tersebut hanya manggut manggut mendengar penjelasan dari Leon....

..."Hanya itu yang kau tahu?? Alah boong nihh" Cerocos Ian menyeruput air es....

..."Iya, hanya itu. Lain kali akan kujelaskan lagi" Leon meraih cangkir dan menuang es teh yang sudah disiapkan....

...Arya kini sedikit paham tentang aliran perguruan tersebut. Hanya satu yang ia tak pahami, kenapa harus berbenturan?? bukankah mereka semua sama?? seorang pesilat / pendekar??....

...Arya mengusap kepalanya yang pening. Mungkin ia akan bertanya pada Leon saat sudah aktif mengikuti latihan....

...Tapp!! Tapp!! Tapp!!...

..."Oyy makanannya jadi nich, bantuin bawa atuh!!" Teriak Wulan dari tangga....

...Mereka segera melompat kegirangan karena memang sudah kelaparan. Semuanya segera bergegas menuju dapur, bahu membahu membawa makanan yang sudah disiapkan....

...Kegiatan hari itu berakhir ditutup dengan acara makan bersama. Arya begitu bahagia karena kawan kawannya sudah menjenguknya....

...Usai membereskan peralatan makan, mereka semua berpamitan untuk pulang, termasuk Novan....

...****************...

...Novan memperlaju motornya karena hari semakin sore. Ia khawatir kalau Mandala kembali melakukan sweeping seperti kemarin sore....

...Dari kawan-kawannya, rumah Novan adalah yang paling jauh. Jika rumah Arya, Adit dan Miko berada di utara sekolah maka rumah Novan berada di selatan. ...

...Dengan kata lain, ia harus melewati sekolah Houshen lagi jika pulang dari rumah salah satu temannya. ...

...Di tengah tengah perjalanan, kemacetan melanda kawasan jalanan Houshen tersebut. Padahal jarang sekali terjadi kemacetan seperti ini....

..."Apakah ada kecelakaan??" Gumamnya....

...Lama kelamaan, perlahan ia bisa bergerak maju. Ia terperangah saat melihat apa yang membuat jalanan itu menjadi macet....

..."Ma.... Mandala!!"...

...----------------...

Terpopuler

Comments

Atrocious

Atrocious

Penasaran ama aliran alirannya, tapi ceritanya masih fokus di gang nya

2024-10-31

2

Atrocious

Atrocious

Ga kebayang klo dijadiin sinetron "Aku menikahi Warrior karena kalah balapan motor"

2024-10-28

1

putri cobain 347

putri cobain 347

semangat juga, sekarang sekolah sambil kerja,jadi pasti telat,soryy

2024-10-20

2

lihat semua
Episodes
1 Episode 1 : Siswa Culun
2 Episode 2 : Pentolan Sekolah I
3 Episode 3 : Amarah Arya
4 Episode 4 : Pentolan Sekolah II
5 Episode 5 : Mandala 1
6 Episode 6 : Mandala II
7 Episode 7 : Isi Hati Kirana
8 Episode 8 : Mandala III
9 Episode 9 : Invasi Mandala
10 Episode 10 : Invasi Mandala II
11 Episode 11 : Secercah Harapan
12 Episode 12 : Serigala Berbulu Domba
13 Episode 13 : Persiapan
14 Episode 14 : Impas
15 Episode 15 : Mandala menyerang??
16 Episode 16 : Serangan
17 Episode 17 : Serangan Balik Gagal
18 Episode 18 : Serangan II
19 Episode 19 : Serangan balik
20 Episode 20 : Serangan balik II
21 Episode 21 : Bala Bantuan
22 Episode 22 : Akhir dari Mandala.
23 Episode 23 : Kelompok Anti-Lotus
24 Episode 24 : Lotus & Malam kelam
25 Episode 25 : Kelompok Anti-Lotus II
26 Episode 26 : Menjelang pertempuran
27 Episode 27 : Malam berdarah
28 Episode 28 : Mereka datang
29 Episode 29 : Malam kelam
30 Episode 30 : Kelompok Radikal
31 Episode 31 : Perselisihan
32 Episode 32 : Keresahan Damian
33 Episode 33 : Berbaikan
34 Episode 34 : Menuju Shouten
35 Episode 35 : Rapat & penyelesaian
36 Episode 36 : Neo-Anthrax
37 Episode 37 : Sesuatu di Gaiken
38 Episode 38 : Anggota Baru
39 Episode 39 : Menuju Shouten II
40 Episode 40 : Menuju Shouten III
41 Episode 41 : Sisi kemanusiaan
42 Episode 42 : Kejutan dari Ashura
43 Episode 43 : Kondisi berbalik
44 Episode 44 : Menuju Shouten IV
Episodes

Updated 44 Episodes

1
Episode 1 : Siswa Culun
2
Episode 2 : Pentolan Sekolah I
3
Episode 3 : Amarah Arya
4
Episode 4 : Pentolan Sekolah II
5
Episode 5 : Mandala 1
6
Episode 6 : Mandala II
7
Episode 7 : Isi Hati Kirana
8
Episode 8 : Mandala III
9
Episode 9 : Invasi Mandala
10
Episode 10 : Invasi Mandala II
11
Episode 11 : Secercah Harapan
12
Episode 12 : Serigala Berbulu Domba
13
Episode 13 : Persiapan
14
Episode 14 : Impas
15
Episode 15 : Mandala menyerang??
16
Episode 16 : Serangan
17
Episode 17 : Serangan Balik Gagal
18
Episode 18 : Serangan II
19
Episode 19 : Serangan balik
20
Episode 20 : Serangan balik II
21
Episode 21 : Bala Bantuan
22
Episode 22 : Akhir dari Mandala.
23
Episode 23 : Kelompok Anti-Lotus
24
Episode 24 : Lotus & Malam kelam
25
Episode 25 : Kelompok Anti-Lotus II
26
Episode 26 : Menjelang pertempuran
27
Episode 27 : Malam berdarah
28
Episode 28 : Mereka datang
29
Episode 29 : Malam kelam
30
Episode 30 : Kelompok Radikal
31
Episode 31 : Perselisihan
32
Episode 32 : Keresahan Damian
33
Episode 33 : Berbaikan
34
Episode 34 : Menuju Shouten
35
Episode 35 : Rapat & penyelesaian
36
Episode 36 : Neo-Anthrax
37
Episode 37 : Sesuatu di Gaiken
38
Episode 38 : Anggota Baru
39
Episode 39 : Menuju Shouten II
40
Episode 40 : Menuju Shouten III
41
Episode 41 : Sisi kemanusiaan
42
Episode 42 : Kejutan dari Ashura
43
Episode 43 : Kondisi berbalik
44
Episode 44 : Menuju Shouten IV

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!