Acara sarapan menjadi acara terbaik dan terheboh pagi ini, tanpa memikirkan akan kejadian tadi malam. Sepertinya tang xuan agak sibuk hari ini pagi ini dia hanya menjelaskan beberapa kalimat saja setelah itu pergi. Ya! Begitu membosankan, seperti biasa.
Pagi hari telah berganti menjadi siang hari, dan tempat ini begitu gitu saja. Bing fei duduk di kursi sambil memejamkan matanya, setelah sekitar 10 menit dia duduk. Bing fei tiba-tiba berdiri dengan berlari cepat ke arah taman, di taman, zhang xiao fan duduk termenung diam entah apa yang dia pikirkan tetapi dia hanya duduk diam memandangi taman.
Tidak akan ada yang tahu berapa sebenarnya ukuran asli dari taman ini, tentu saja! Ini adalah sebuah ilusi, ilusi ini mampu menutupi mata seseorang dengan keindahannya yang tidak tertandingi. Walaupun tempat ini begitu indah tapi bagi orang-orang yang berkultivasi mungkin ini adalah sebuah siksaan yang bertubi-tubi yang dapat merobek dan menghancurkan tubuh mereka dalam sekejap mata jika bukan karena bing fei dan zhang xiao fan diijinkan untuk tinggal mereka pasti sudah lama mati tepat setelah mereka datang ke tempat ini.
"Zhang xiao fan!" dari arah belakang, bing fei berlari dengan begitu tergesa-gesa.
Zhang xiao fan memandang jijik, "ada apa? Mengapa kamu begitu tergesa-gesa? Seperti habis dikejar hantu saja."
Bing fei mengabaikan ucapan zhang xiao fan dia berkata, "mari bertarung!"
Seketika zhang xiao fan melongo mendengar ini, tidak disangka kalau anak sepolos ini mampu memikirkan hal-hal lain yang diluar pemikirannya dan dia memikirkan "bertarung?"
Zhang xiao fan berkata dengan marah, " hei, apakah kamu sudah gila? Jika kita bertarung di tempat seperti ini kita akan di marahi oleh guru tau!"
"Kenapa?" bing fei bertanya, sebagai seorang anak-anak wajar jika dia begitu penasaran karena ini normal bagi anak-anak.
Zhang xiao fan menjelaskan, "Apakah kamu pernah berpikir kita akan mati dipukuli guru kerena bertarung di tempat ini? Ini adalah tanah ilusi semua disini tidak nyata dan kita masih anak-anak, dan kamu berpikir "bertarung?" orang dewasa juga akan tertawa mendengar pernyataan bertarung konyolmu itu."
"Tapi aku ingin bertarung! Guru pernah menjelaskan kalau kita harus bertarung agar dapat mempertahankan hidup." bing fei tetap kekeh untuk bertarung.
Zhang xiao fan mendengus jijik, "pernahkah kamu dengar kalau sesama anak-anak berusia enam tahun bertarung habis-habisan dengan pria dewasa? Kita masih kecil dan kamu malah berpikir yang tidak-tidak tentang bertarung. Kembalilah ke kamar! Berbicara denganmu akan menghabiskan tenagaku dengan sia-sia."
Bing fei tersentak sejenak, mengangguk, lalu pergi menuju kamarnya dengan kesal.
Zhang xiao fan kembali duduk memperhatikan memperhatikan taman lagi. Mendengarkan pernyataan konyol bing fei benar-benar menghabiskan tenaganya.
Sebenarnya, zhang xiao fan memiliki firasat buruk mengenai tang xuan belakangan ini entah kenapa perasaan ini semangkin kuat setiap waktu, ada apa ini?
Sore hari menjelang malam
Zhang xiao fan sedang memasak makan malam di dapur, kali ini tang xuan membawa beberapa makanan yang enak tadi sore dan meminta zhang xiao fan untuk zhang xiao fan untuk memasak.
Menu masakan hari ini benar-benar mewah, ayam goreng panggang dan sup daging yang enak beserta beberapa sayuran dan buah-buah yang sangat enak.
Tang xuan duduk dan makan dengan lahap diikuti dengan bing fei, berbeda dengan tang xuan dan bing fei, zhang xiao fan makan dengan tenang, bersih dan tanpa minyak.
Firasat tidak enak zhang xiao fan menjadi sangat kuat, dia memberanikan diri bertanya, "guru apakah kamu tidak merasa aneh beberapa hari ini?"
Tang xuan menggelengkan kepalanya, "tidak, ada apa?"
Zhang xiao fan, "tidak apa-apa."
bing fei tiba-tiba bertanya, "guru, mengapa kamu membawa banyak makanan enak kali, biasanya kamu adalah orang yang pelit yang bahkan tidak mau membeli makanan ini.
Tang xuan menyesap tehnya dengan tidak puas, "mengapa? Apakah aku tidak bisa baik terhadap murid-muridku sendiri."
Bing fei tersenyum lebar, "tidak apa-apa sih."
"yaudah."
"baiklah."
Makan malam yang begitu enak berakhir dalam sekejap, dan semua piring telah dibersihkan dan dilap meja semua orang kembali ketempat tidur masing-masing.
Di kamr tang xuan
tang xuan sedang membaca sebuah buku sambil menyesap tehnya dengan tenang, sesaat setelah itu sebuah suara terdengar.
"bagaiman kabarmu kakak?" seorang pria paruh baya yang begitu mirip dengan tang xuan berjalan perlahan kemudian dia berhenti sejenak dena menyisahkan jarak 10 meter dari tempat tang xuan.
"Kamu kembali, bagaimana perasaanmu saat berada di sekte adik?"
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments