Keesokkan Paginya
Zhang xiao fan membuka matanya dan melihat a-fei yang sedang duduk melihatnya. A-fei memiliki mata yang bagus dan dia memperhatikan zhang xiao fan sambil tersenyum.
Saat ini zhang xiao fan, hendak mencoba berdiri, dia memperhatikan sekeliling dan menyadari kalau ini adalah sebuah ruangan yang berukuran 3x3 meter. Rungan ini memiliki satu kasur dengan 1 lemari di kirinya dan sebuah meja.
A-fei, yang melihat nya bangun buru-buru mendukungnya. Zhang xiao fan masih kelihatan bingung, dia berkata, "kita sekarang berada dimana?"
A-fei berkata, "guru bilang ini adalah kamarmu, kamarin setelah lari 100 putaran kamu pingsan. Dan guru buru-buru membantumu dan membawamu ke sini."
Zhang xiao fan hanya mengangguk, dia kemudian mengubah topik pembicaraan, " kamu baru saja datang, dan aku tidak sempat menanyakan siapa namamu? Siapa kamu?"
"Ohh, tidak masalah, namaku bing fei." Bing fei kemudian tersenyum manis.
"Bing fei, itu nama yang bagus." Zhang xiao fan kemudian berpikir sebentar, dan kemudian dia mengangguk.
Bing fei kemudian melanjutkan, "guru mengatakan setelah kamu bangun dia menyuruhku untuk membawamu ke lapangan."
Zhang xiao fan menghela napas panjang, "orang tua itu benar-benar menjengkelkan." Dia dengan marah memukul meja kecil disampingnya, "ayo!"
Dia kemudian berlari ke lapangan. Di lapangan, tang xuan sedang menjentikkan qin di depannya dia membawakan sebuah lagu yang sepertinya mengandung aura kerinduan dan kesedihan mendalam.
Saat ini, zhang xiao fan sudah berada di lapangan bersama dengan bing fei yang mengikutinya.
Zhang xiao fan dengan marah berkata, "hei orang tua, mengapa anda begitu galak? Aku baru saja bangun dari kelelahan akibat penyiksaan beratmu semalam. Dan kamu ingin memberinya lagi."
Tang xuan hanya menggelengkan kepalanya dan berkata, "xiao fan, kamu masih saja tidak memiliki sopan santun di depan gurumu, Apakah kamu ingat siapa yang telah membawamu kemari dan memberimu tempat tinggal sebagus ini?"
Zhang xiao mendengus marah, "bagus apanya! Lihat, tempat ini hanya sebuah ilusi belaka dan tidak memiliki keindahan sama sekali! Dari mana jalannya bagus kalau hanya sebuah ilusi."
Tang xuan hanya menggelengkan kepalanya, meskipun dia telah dimarahi dan tidak dihormati sama sekali, dia masih mengangguk, "kau benar, ini hanya ilusi tetapi, ini juga merupakan sebuah latihan untuk mu agar membedakan sebuah ilusi atau tidak disaat kamu sedang menjelajah dunia silat suatu hari nanti."
"Latihan darimana?!" Zhang xiao fan mencibir.
Tang xuan tersenyum, "tutup mata kalian, rasakan anginnya."
Bing fei yang menurut, melakukan apa yang dikatakan oleh gurunya. Tetapi, zhang xiao fan yang masih marah hanya mendengus dan menutup matanya.
Angin datang, tang xuan tersenyum dan berkata, "inilah perbedaan."
Zhang xiao fan benar-benar bingung, dia menoleh, bing fei dengan semangat berkata, "benar, ada perbedaannya. Terima kasih guru." dia buru-buru membungkuk hormat.
Zhang xiao fan yang benar-benar tambah bingung bertanya, "maksudnya, aku benar-benar bingung."
Tang xuan malah terkikik, "lihat, orang yang bodoh aku tahu lebih cepat, daripada orang yang sombong."
"apakah kamu mencoba mengejekku?!" zhang xiao fan berkata dengan marah.
Tang xuan malah tertawa semangkin keras, dan bing fei hanya tersenyum melihat zhang xiao fan.
Tang xuan berkata, "kamu tetap disini sampai besok, rasakan angin nya dan perbedaannya."
Tang xuan pergi meninggalkannya dengan membawa bing fei bersamanya, dia dengan sengaja mengunci kamar zhang xiao fan agar dia tidak melarikan diri.
Zhang xiao fan berdiri disitu dengan dan bergumam
Dasar orang tua sialan!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments