Bab 6. keberangkatan

"Ayo kita temui dia, kita bisa buat sekutu untuk menghancurkan Yunsi, kenapa nama itu sangat mirip dengan penghianat itu, tidak disini dan disana dia adalah seorang perebut milik orang" ucap Ming Yue

"Iya kau benar Yue, aku juga Sangat membenci dia, kenapa disini ada Nama itu juga. Ayo kita ke putra mahkota" ucap Ai

Setelah itu mereka pun pergi dari sana menuju kediaman putra mahkota yang sedang sendirian di kamar.

Sedangkan putra mahkota sedang duduk sendirian dengan menahan amarahnya,

"Tidak ada gunanya menahan kemarahan itu, lebih baik lampiaskan kemarahan itu pada hal lain, membunuh misalnya" ucap Ming Yue tiba tiba dan itu membuat putra mahkota kaget.

"Ming Yue.... Apa benar kau Ming Yue?" Tanya putra mahkota

"Tentu saja aku ini Ming Yue, apa kau lupa dengan wajah adikmu sendiri atau karena kau sudah terpesona dengan kecantikan iblis Yunsi itu" ucap Ming Yue kesal

"Jadi benar kau adikku Ming Yue," ucap putra mahkota lalu memeluk Ming Yue erat

"Ssss...kak, apa kau ingin aku mati, sesak kau terlalu erat" ucap Ming Yue

"eh...maaf dek, tidak sengaja Kakak terlalu senang bisa melihat mu dari dekat" jawab putra mahkota

"Baiklah aku maafkan, ayo duduk aku lelah" ucap Ming Yue

"Dek bagaimana bisa kau keluar dari sana, dan kau tau dimana kediaman ku?" Tanya putra mahkota heran

"Itu hal mudah, tidak usah bahas itu aku ingin bicara padamu soal pernikahan ku besok. Aku minta biarkan aku pergi dari sini" ucap Ming Yue

"Aku bersedia menikah dengan pangeran itu, aku minta kakak besok tidak perlu berbuat apa apa, biar aku yang mengatasinya percaya lah padaku" ucap Ming Yue

"Tapi dek disana sangat berbahaya, kakak Tidak mau kau kenapa napa" ucap putra mahkota

"Lalu apa kau pikir aku di sini aman, jawaban nya tidak kak, karena disini juga sama dan apa kau tau jika aku baru sadar dari kematian akibat di racun oleh dua wanita iblis itu" ucap Ming Yue, dan itu membuat putra mahkota sangat kaget.

"Apa maksud mu dek, siapa yang meracunimu?" Tanya putra mahkota marah

"Siapa lagi jika buka pelayan dan anaknya itu, sudah biarkan saja, aku akan membalas mereka tapi tidak sekarang jadi biarkan aku pergi besok untuk menikah. Aku janji akan membuat mereka menyesal, dan aku minta kakak tetap lah di sini untuk mengawasi keadaan di sini tapi berhati hati lah dengan kedua wanita itu, jika kau ingin bertemu dengan ku kakak bisa datang kesana" ucap Ming Yue meyakinkan putra mahkota

Putra mahkota pun berpikir keras dan akhirnya ia pun menyetujui nya.

"Baiklah jika begitu tapi aku mohon jaga dirimu, aku akan sering datang kesana dan kirimkan surat pada ku" ucap putra mahkota.

"Terima kasih kak, tentu aku tidak akan membiarkan diriku mati sia sia disana jadi tenang lah" jawab Ming yue.

Setelah itu mereka pun banyak cerita lalu saat sudah larut, Ming yue dan Ai pun pergi dari sana kembali ke istana dingin.

Saat sampai di istana dingin Meraka melihat seorang pelayan dari selir agung ada disana.

Melihat kedatangan Ming Yue dan Ai, ia pun memberikan hormat dengan sopan.

"Salam yang mulia putri pertama, hamba adalah Pei pelayan pribadi selir agung untuk mengantar surat untuk putri pertama dari selir agung" ucap Pei

"Oh begitu baiklah terima kasih, tolong sampaikan salam ku untuk ibu selir dan permohonan maaf ku padanya serta terima kasih ku untuk nya" ucap Ming Yue

Sedangkan pelayan Pei sangat kaget melihat cara bicara putri pertama yang selama ini sangat diam dan tidak berani

"Baik putri jika begitu hamba permisi, putri berhati hati lah" ucap pelayan Pei lalu pergi dari sana

\*

\*

\*

Keesokan harinya,

Benar saja pagi hari semua orang istana kerajaan merak sangat sibuk, mengurus keberangkatan Ming Yue untuk pergi ke kaisaran awan.

Pagi pagi saat masih sangat gelap Kasim Kun dan para pelayan datang ke istana dingin yang di tempati oleh Ming Yue untuk menyampaikan perintah dari raja untuk Ming yue.

Tanpa peduli mau atau tidak Ming Yue untuk pergi, raja dan permaisuri tidak memikirkan itu, tanpa datang sendiri ini justru menyuruh Kasim dan pelayan tanpa ada pembiaran apapun.

Dengan mudah Ming Yue menerima semua nya tanpa tanya dan protes, Kasim Kun yang melihat itu sangat iba tapi ia tidak memiliki kuasa apa pun.

"Putri semoga anda selalu bahagia setelah keluar dari sini" ucap kasim Kum pelan sebelum pergi dari sana dan itu membuat Ming Yue memandang Kasim Kun rumit.

Semua orang tidak ada yang tau jika wajah dari Ming Yue sudah sembuh dan cantik, saat melihat Kasim pergi pelayan mulai semena mena melempar baju yang akan di pakai oleh Ming begitu saja lalu pergi.

Tinggalah hanya Ming Yue dan Ai disana

"Awas saja akan ku balas kalian" ucap Ai marah

"Sudah biarkan saja, ada waktunya untuk membayar semua ini bagi mereka, jadi ayo bantu aku menggunakan baju jelek ini" ucap Ming Yue.

Lalu tanpa bicara lagi Ai membantu Ming Yue untuk ganti baju dan setelah satu jam semua sudah selesai, dan terdengar suara di luar ternyata itu adalah putra mahkota yang membawakan kereta untuk Ming Yue dan Ai.

Karena raja dan permaisuri tidak menyediakan kereta untuk Ming yue pergi, mereka memang sudah gila.

"Adik ayo pergi kakak akan mengantar mu, tidak usah pedulikan mereka semua dan mereka ini adalah orang-orang ku bukan orang istana" ucap Putra mahkota zang Ming

"Baik kak, terima kasih kakak ku semakin tampan saat dilihat siang hari" ucap Ming Yue dan itu membuat Zang Ming memerah malu.

"Sudah diam kau jangan menggodaku" ucap Zang Ming Malu.

"Baik baik kak, ayo Ai kita naik kereta ini" ucap Ming Yue duduk di dalam kereta sedang kan Ai duduk di depan dekat dengan kusir, sedangkan putra mahkota Zang Ming menaiki kuda miliknya bersama pengawal pribadinya Xiaoli.

Saat sampai di depan istana mereka melihat beberapa barang yang menjadi mahar untuk pernikahan Ming Yue yang di bawa oleh Dua kereta barang.

Tanda pamit dan tanpa turun dari kereta, Ming Yue pergi dari istana yang membuat semua orang kaget.

Karena mereka pikir jika pengantin wanita akan turun dan meminta restu untuk pergi atau sekedar memberi hormat.

Ini justru mereka di kagetkan dengan benda yang di lempar dari dalam kereta dan jatuh tepat di kaki raja dan permaisuri.

Bersambung

Terpopuler

Comments

Shinta Dewiana

Shinta Dewiana

bagus2 ngapain pula izin sm orang tua biadap...huh

2024-11-20

0

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕

𝒃𝒂𝒈𝒖𝒔 𝑴𝒊𝒏𝒈 𝒀𝒖𝒆 𝒔𝒂𝒚𝒂 𝒔𝒖𝒌𝒂 𝒈𝒂𝒚𝒂𝒎𝒖 👏👏

2024-11-28

0

lily

lily

baru in penyebutan adik dengan kata "dek" dalam kerajaan biasanya nggak

2024-11-16

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. mencari tanaman obat
2 Bab 2. Penghianatan
3 Bab 3. Kematian dan kehidupan baru
4 Bab 4. Danau ajaib
5 Bab 5. Pertukaran
6 Bab 6. keberangkatan
7 BAB 7. Pernikahan
8 Bab 8. Membuat heboh dapur
9 Bab 9. Makan Bersama
10 Bab 10.Mengobati
11 Bab 11. Hadiah
12 Bab 12. Hutan malam
13 Bab 13. Rencana
14 Bab 14. Rencana Baru
15 Bab 15.Desa selatan
16 Bab 16.Membangun aliran air
17 Bab 17.kembali
18 Bab18.Perintah penangkapan
19 Bab 19.Datang ke Pesta
20 Bab 20. Pesta
21 Bab 21. Bakat
22 Bab 22. kemarahan
23 Bab 23. Kebahagiaan Ming Yue dan kemarahan pangeran kedua
24 Bab 24.penangkapan
25 Bab 25. Persiapan pembukaan Kekaisaran Baru
26 Bab 26. pembukaan
27 Bab.27 makan malam bersama
28 Bab 28. Kedatangan ibu selir Manlu dan taruhan
29 Bab.29 pertandingan
30 Bab.30 hadiah
31 Bab 31. keadaan pangeran kedua
32 Bab 32. pergi
33 Bab 33. fakta
34 Bab 34. Kebenaran
35 Bab 35. keputusan
36 Bab 36. Kebenaran Ming Yue dan Ai
37 Bab 37. kembali Kekaisaran Kaili
38 Bab 38.persiapan
39 Bab 39.Perperangan dan kematian
40 Bab. 40 Berita Baik
41 Bab 41. Yun Utara
42 Bab 42
43 Bab 43 kehancuran Yun utara
44 Bab 44.
45 Bab 45. kelahiran tripel
46 Bab 46 Triple dan tamu
47 Bab 47
48 Bab 48
49 Bab 49. pasukan
50 Bab 50.Mendatangi musuh
51 Bab 51
52 Bab 52 Tian Ji dan Bai Luo
53 Bab 53.Sekolah
54 Bab 54.
55 Bab 55. Mentri Rong
56 Bab 56
57 Bab 57 kebagian kebersamaan
Episodes

Updated 57 Episodes

1
Bab 1. mencari tanaman obat
2
Bab 2. Penghianatan
3
Bab 3. Kematian dan kehidupan baru
4
Bab 4. Danau ajaib
5
Bab 5. Pertukaran
6
Bab 6. keberangkatan
7
BAB 7. Pernikahan
8
Bab 8. Membuat heboh dapur
9
Bab 9. Makan Bersama
10
Bab 10.Mengobati
11
Bab 11. Hadiah
12
Bab 12. Hutan malam
13
Bab 13. Rencana
14
Bab 14. Rencana Baru
15
Bab 15.Desa selatan
16
Bab 16.Membangun aliran air
17
Bab 17.kembali
18
Bab18.Perintah penangkapan
19
Bab 19.Datang ke Pesta
20
Bab 20. Pesta
21
Bab 21. Bakat
22
Bab 22. kemarahan
23
Bab 23. Kebahagiaan Ming Yue dan kemarahan pangeran kedua
24
Bab 24.penangkapan
25
Bab 25. Persiapan pembukaan Kekaisaran Baru
26
Bab 26. pembukaan
27
Bab.27 makan malam bersama
28
Bab 28. Kedatangan ibu selir Manlu dan taruhan
29
Bab.29 pertandingan
30
Bab.30 hadiah
31
Bab 31. keadaan pangeran kedua
32
Bab 32. pergi
33
Bab 33. fakta
34
Bab 34. Kebenaran
35
Bab 35. keputusan
36
Bab 36. Kebenaran Ming Yue dan Ai
37
Bab 37. kembali Kekaisaran Kaili
38
Bab 38.persiapan
39
Bab 39.Perperangan dan kematian
40
Bab. 40 Berita Baik
41
Bab 41. Yun Utara
42
Bab 42
43
Bab 43 kehancuran Yun utara
44
Bab 44.
45
Bab 45. kelahiran tripel
46
Bab 46 Triple dan tamu
47
Bab 47
48
Bab 48
49
Bab 49. pasukan
50
Bab 50.Mendatangi musuh
51
Bab 51
52
Bab 52 Tian Ji dan Bai Luo
53
Bab 53.Sekolah
54
Bab 54.
55
Bab 55. Mentri Rong
56
Bab 56
57
Bab 57 kebagian kebersamaan

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!