...Ayura hanya bisa menghela nafasnya saja ketika Bu Wati terus menjelekannya, Sudah bertahun tahun lamanya dirinya tidak tinggal di kampung itu tapi ternyata kelakuan dan sifat Bu Wati masih sama saja....
Setibanya di tempat yang dia tuju yaitu di tempat kang bubur yang dari dulu sudah ada dari zaman Ayura masih tinggal di kampung itu dan merantau jauh sampai bertahun tahun, Ternyata tempatnya masih sama dan itu adalah bubur langganan Ayura.
" Mang satu porsi ya makan disini." ucap Ayura, Dan setelahnya dia langsung duduk di tempat yang sudah di sediakan. Sedangkan si mang bubur langsung melihat siapa yang memesan. Dia sedikit terkejut dan agak ragu dengan penglihatannya saat melihat Ayura.
" Eh, Kamu teh Neng Ayura ya?" ucap mang bubur bertanya ingin memastikan kalau memang benar itu adalah Ayura.
" Hahaha... Apa sih mang ini memang Ayura." ucap Ayura sambil tertawa karna dirinya merasa lucu dengan ucapan si mang bubur yang bertanya tentang dirinya benar Ayura atau bukan. Memang mungkin karna dirinya yang sudah lama merantau di negeri orang mungkin jadinya si mang bubur agak pangling.
" Iya mamang pangling banget sama Neng Ayura, Udah bertahun tahun soalnya gak lihat Neng Ayura. Sekarang udah gede aja dan makin cantik." puji Mamang bubur.
" Bisa aja si amang mah ah, Iya ya mang dah bertahun tahun Yura gak tinggal di kampung ini dan udah banyak perubahan banget di kampung bahkan warung Mang Ujang juga udah berubah ya. Hehehe..." ucap Ayura pada mamang bubur.
..." Oh ya tentu atuh Neng, Kira kira Neng balik kesini kapan kok mamang baru lihat." ucap mang ujang sambil membuat pesanan milik Ayura....
" Baru kemarin mang." Jawab Ayura seadanya karna memang dirinya hanya bisa menjawab itu saja.
" Oh pantesan atuh yah baru ngeliat, Ini silahkan di nikmati ya Neng bubur spesial buat neng Ayura." ucap si Mang Ujang.
" Hahaha ada ada aja Mang Ujang mah, Yaudah Ayura makan dulu ya mang." ucap Ayura. Lalu dirinya menikmati bubur itu tanpa terburu buru, dia ingin mengenang dimana dirinya yang selalu memakan bubur itu bersama sang Ayah semasa Ayahnya masih ada. Dan ya semua itu bisa sedikit mengobati rasa rindu Ayura pada sang Ayah. Tempat itu memang selalu di kunjungi oleh Ayura dan Ayahnya ketika sang Ayah sedang libur bekerja, Dan saat itu juga dia selalu di ajak untuk pergi sarapan bubur di tempat mang ujang. Meteka memang selalu berdua karna meskipun keluarga tirinya sudah di ajak mereka selalu menolak entah apa alasannya.
Ayura sangat menikmati makanannya sampai sampai bubur yang ada di dalam mangkuk sudah habis saja, Ayura makan dengan santai karna disana pun hanya dirinya saja yang makan di tempat kebanyakan mereka hanya membungkusnya untuk di bawa pulang ke rumah.
" Mang, Jadi berapa buburnya?" tanya Ayura pada Mang Ujang.
" Masih lima ribu rupiah saja Neng." jawab Mang Ujang mengatakan harga buburnya. Memang di kampung itu makanan masih pada murah murah tidak seperti di kota yang kebanyakan makanannya itu serba mahal.
" Wah masih sama aja ya ternyata dari dulu, Masih murah meriah padahal enak loh buburnya Mang." ucap Ayura yang terkejut karna bubur yang di makan olehnya masih murah padahal rasanya enak dan porsinya juga tidak sedikit.
" Yang penting dagangan laris manis walaupun batinya ya cuman dikit tapi Alhamdulillah, Yang penting pelanggan pada puas." ucap si Mang Ujang.
" Wah iya sih ya Mang apalagi kan ini di kampung, Yaudah mang ini uangnya ambil aja kembaliannya. Ayura pulang ya Mang, dadah mang ujang. Hihihi..." ucap Ayura memberikan uang dan langsung berlalu dari tukang bubur untuk langsung pulang.
...Di perjalanan seperti biasa ada banyak para tetangga yang ber papasan dengannya selalu menyapanya entah itu menyapa dengan baik atau juga menyapanya dengan jutek dan melontarkan hinaan pada Ayura....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments