...Di malam harinya, Sekarang sudah waktunya untuk makan malam. Dan Ayura yang berada di dalam kamar juga sudah merasa perutnya sangat lapar....
...Saat sampai di ruang makan, terlihat di sana keluarga tirinya sudah berada di sana semuanya yang tidak ada hanyalah dirinya saja. Terlihat mereka sangat menikmati makanan mereka sampai sampai kedatangan Ayura pun tidak mereka sadari sampai Ayura berada di depan mereka....
Srettt... Suara kursi yang di dorong ke belakang. Mereka menengok ke asal suara dan mereka melihat Ayura dengan perasaan yang beragam ada yang marah dan benci dan ada juga yang menatap Ayura dengan tatapan yang sangat menjijikan.
" Oh ternyata ada babu disini ya, Kapan dia pulang Bu?" tanya Iksan kepada Dewi, Iksan adalah anak Dewi satu satunya. Sifatnya itu tidak beda jauh dengan keluarganya itu. Ayura yang mendengar ucapan dari keponakannya itu kaget, Tapi ke kagetan itu segera terhapus dengan segera Ayura kembali bersikap dingin.
" Iya dia baru balik tadi, Ya gak bakal tau lah Kamu orang dia di sini juga gak gina malah diem aja di kamar kayak yang punya rumah aja." jawab Dewi, Sedangkan Bu Suryati sudah mengkode agar Dewi tidak sembarangan dalam berbicara. Karna bisa kacau rencana mereka jika Dewi tidak bisa berakting untuk bersikap baik pada Ayura, Tapi sayang kode darinya hanya di hiraukan oleh Dewi. Bu Suryati hanya bisa memijat pelipisnya karna kelakuan anaknya yang tidak bisa di ajak kompromi.
...^^^" Eh, Jangan di dengarkan ya Ayura kata mereka. Kamu mau makan ya Ayo sini duduk." ucap Bu Suryati mengalihkan suasana dengan dirinya yang mempersilahkan Ayura untuk duduk dan makan, Padahal lauk pauk yang ada di meja makan sudah hampir habis semuanya.^^^...
Ayura melihat ke arah Bu Suryati lalu melihat ke arah meja makan. Ayura tersenyum sinis melihat ke arah meja makan lalu dirinya berkata.
" Terimakasih atas tawaran basa basi nya Bu, Dan untuk Kamu Iksan memangnya kenapa dengan diriku yang seorang babu hah?" ucap Ayura dengan tenang.
" Cih tentu saja pekerjaan mu itu rendahan, Lagi pula Aku tidak percaya jika kau di sana hanya bekerja di pabrik saja saja. Tapi Aku yakin jika Kamu di sana juga bekerja selayaknya jal*ng bukan kah benar begitu?" ucap Iksan tanpa ada rasa sopan dan segan kepada Ayura.
" Jaga ucapan mu itu Iksan, Meskipun pekerjaan Ku rendahan di matamu. Tapi karna diriku lah Kamu di biayai, Kamu bisa makan dan sekolah di sekolahan yang layak karna diriku. Aku yang menghidupi keluarga Mu termasuk diri mu Iksan. Ingat, Jika tanpa Aku kalian sekarang hanya hidup pas pasan mengandalkan uang gaji dari Ayah Mu itu. Coba tanya padanya, Apakah dia membiayai sekolah Mu? Apa dia yang memberikan uang untuk semua fasilitas mu itu. Apa dia yang memberikan semua ke inginan mu itu? Coba tanya kan pada dirinya dan juga keluarga mu itu." ucap Ayura dengan nada yang penuh penekanan.
Sedangkan mereka semua sudah mengepalkan tangan mereka karna Ayura berani mengungkit masalah dirinya yang menghidupi keluarga mereka.
..." Jangan belagu Kamu Ayura, tahu apa Kamu tentang Kami hah? Kamu itu hanya orang luar yang di besarkan oleh Ibu Ku. Wajar jika sekarang Kamu harus membiayai Kami karna Ibu Ku telah merawat Mu jangan lupa untuk berbalas budi, Dan cara balas budi kepada Kami adalah dengan Kamu yang memberikan Kami uang setiap bulannya. Asal Kamu tau SuamiKu selalu bertanggung jawab atas rumah dan keluarga ini tidak semuanya selalu mengandalkan uang mu itu. Lagi pula memang benar kata anak Ku kalau pekerjaan mu itu R E N D A H A N, tidak seperti pekerjaan Suami Ku yang sangat bagus di banding dirimu." ucap Dewi tak terima lalu mengejek Ayura....
" Oh begitu ya, Aku ini orang luar. Kalau begitu silahkan kalian keluar dari rumah ini, Karna rumah ini adalah milik Ayah Ku dan artinya rumah ini adalah rumah Ku. Jadi di sini yang orang luar itu kalian bukan diri Ku, Seharusnya kalian lah yang balas budi kepada Ku karna Aku sudah berbaik hati menampung kalian dan Aku sudah berbaik hati tidak meminta uang kerugian yang di alami resto milik Ayah yang di buat oleh kalian. Dan kalau begitu jika Suami Mu itu selalu bertanggung jawab dari dulu kalian tidak usah meminta ini itu harus Aku yang memberikan uang kepada kalian, Dan mana buktinya saat kalian meminta uang untuk merenovasi rumah tapi nyatanya rumah ini masih sama saja seperti dulu yang terlihat hanyalah kalian yang seperti toko emas berjalan saja oh dan ya apa mobil di luar sana juga hasil dari uang Ku?" ucap Ayura panjang lebar. Mereka geram dan terkejut karna Ayura bisa menyebutkan semua itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 52 Episodes
Comments