Kepulangan Ayura

..."Iya Mbak, Aku banyak banyak berterimakasih sama Mbak. Karna Mbak sudah sangat baik kepada Ayura." ucap Ayura dengan tulus berterimakasih karna memang Mbak Yani selalu baik dan selalu ada untuk dirinya....

" Sama sama Ra, Mbak udah anggap Kamu sebagai adik Mbak sendiri jadi Kamu jangan sungkan ke Mbak. Yaudah ya Ra, Mbak pamit pergi duluan karna keluarga Mbak sudah menanti Mbak. Dan untuk Kamu jaga diri ya." ucap Mbak Yani pada Ayura berpamitan.

" Hmm Mbak, hati hati di jalan ya. Sampai jumpa lagi, Bakal kangen sama Mbak." ucap Ayura dan memeluk Mbak Yani. Mereka memang layak di sebut sebagai adik dan kakak karna memang mereka sangat serasi apalagi mereka juga sama sama dekat.

" Kamu juga Ra, Bye Assalamualaikum." ucap Mbak Yani tak lupa mengucap salam sebelum dirinya pergi.

" Waalaikumsalam." jawab Ayura dan dirinya melihat kepergian Mbak Yani yang sudah di tunggui oleh kerabatnya.

Sekarang hanya tinggal Ayura saja disana.

' Hah... Sekarang tinggal Aku yang pulang untuk membawa barang barang Ku, dan setelahnya lihat saja dulu nanti untuk ke depannya. Sekarang Aku hanya harus pulang dan harus kuat dan siap untuk menghadapi keluarga Tiri Ku, Karna pasti setidaknya mereka akan mencerca dan murka kepada Ku.' gumam Ayura.

' Ayah, Semoga keputusan Ayura ini yang terbaik untuk Ayura ya Yah. Maaf kalau Ayura tidak bisa terus bersama mereka.' gumam Ayura lagi.

Setelah menguatkan dirinya dan meyakinkan dirinya, Ayura sekarang memutuskan untuk langsung pulang ke rumah Ibu tirinya. Tidak tapi itu adalah rumah peninggalan Ayah Ayura yang sekarang sudah di kuasai oleh Ibu tiri dan keluarganya, Tapi meskipun begitu Ayura hanya akan mengambil barang barang nya dan peninggalan sang Ayah yang masih bisa di bawa oleh Ayura. Urusan rumah, Mungkin dia harus merelakannya karna kalau pun ingin merebutnya sudah percuma karna rumah itu sudah di ambil alih oleh keluarga tirinya.

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh, Sekarang Ayura sudah berada di depan rumah peninggalan sang Ayah. Rumah yang begitu banyak kenangan tentang dirinya dan keluarganya yang masih utuh sampai sang Ibu meninggal dan Ayahnya menikah lagi setelah lama Ibu nya tiada, Ayahnya membawa keluarga baru dan Ayura pun kembali mendapatkan keluarga yang utuh sampai sang Ayah meninggal baru lah hal buruk menimpa pada Ayura. Setelah mengingat semua itu Ayura pun memberanikan diri untuk mengetuk pintu.

Tok... Tok... Tok...

" Sebentar." teriak orang yang ada di dalam rumah.

Cek klek... Orang yang membuka pintu mematung sebentar dan dirinya melihat penampilan Ayura dari bawah sampai atas lalu dia berkata...

" Oh masih berani nampakin wajah Kamu anak gak tahu di untung!!" sinis orang itu, Dia adalah Dewi kakak tiri dari Ayura.

" Bu, Lihat nih siapa yang datang." lanjut Dewi berteriak memanggil sang Ibu.

" Aduh apa sih Wi, Kamu tuh ya malah teriak teriak." omel Bu Suryati sembari berjalan ke arah luar untuk melihat siapa yang datang.

Bu Suryati berjalan untuk melihat siapa yang datang karna sampai anaknya berteriak untuk memanggilnya. Saat sudah sampai dimana anaknya berada, Bu Suryati terdiam karna dirinya kaget melihat siapa yang datang. Tapi ke kagetannya itu langsung hilang di gantikan dengan amarah.

" Masih ingat kesini Kamu Ayura!! Dasar anak gak tahu di untung. Setelah berbulan bulan tak bisa di hubungi dan Kamu hanya memberikan Kami uang setengahnya saja dari pada biasanya, Dan sekarang Kamu berani menampakan diri Kamu di sini hah!!" bentak Bu Suryati, Dia sangat marah pada Ayura karna jatah bulanannya di kurangi dan dirinya tidak bisa memoroti anak tirinya itu.

" Apa kabar Bu?" tanya Ayura tidak menanggapi ucapan Bu Suryati.

" Gak usah basa basi Kamu Ayura, Sudah lupa Kamu untuk balas budi pada Ku hah!! Kalau bukan karna Aku, Kamu itu sudah jadi pengemis di luaran sana atau bahkan Kamu sudah mati!!" ucap Bu Suryati sambil berteriak.

" Kurang apa Aku Bu, Aku sudah merantau ke negeri orang hanya untuk memenuhi kebutuhan kalian disini. Lantas balas budi apa lagi Bu, Disini Aku pun merelakan sekolah Ku tidak tamat demi kalian tapi apa yang Aku dapat. Kalian hanya sekedar memanfaatkan Ku saja, Bukan Aku tidak tahu di untung tapi kalian lah yang tidak tahu di untung!!" ucap Ayura yang sudah terpancing emosi.

Terpopuler

Comments

Morna Simanungkalit

Morna Simanungkalit

ya bagus Ayura tegas jangan mau dipermainkan harus dapat mandiri selama ini kamu sudah dimanfaatkan.

2024-12-18

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!