"Kita tunggu ditepi hutan, kita tidak dapat ditengah lahan terbuka seperti ini, karena akan memudahkan musuh mengincar kita," Darmadi mengingatkan, lalu berjalan menuju tepi hutan.
"Tetapi bagaimana jika disana juga ada musuh yang sudah menunggu?" Yudi menyela.
Kini mereka terlihat sangat kacau, sebab apa yang akan mereka lakukan bagaikan buah simalakama.
"Aku ke tepi hutan, jika kalian ingin bertahan disini, itu pilihan," Darmadi menegaskan, lalu tampak kedua wanita yang tadi tampak ragu, akhirnya mengikuti pria tersebut, dan meninggalkan Yudi sendirian.
"Sialan!" maki Yudi dengan cepat, lalu dengan terpaksa mengikuti ketiga rekannya memasuki tepi hutan dengan perasaan kesal.
Darmadi berdiri memandangi hutan bakau yang sangat rimbun. Segala resiko pasti ada, bahkan ancaman ular yang sering bertengger didahan pohon tersebut juga merupakan ancaman, apalagi ini malam gelap gulita.
Mereka tiba ditengah hutan, lalu mencoba mencari tempat yang bisa dijadikan untuk beristirahat. "Berhati-hatilah. Biasanya ular tali wangsa banyak dipepohonan bakau," pesan Darmadi.
"Apakah bisanya banyak dan berbahaya?" tanya Emy yang merasa serba salah dengan keadaan yang sedang mereka hadapi.
"Banyak bisanya, bisa nyuci piring, bisa ke mall, bisa masak, bisa nyuci," Yudi menyela.
"Bisa jadi istri kamu juga!" sahut Indira menimpali, dan Yudi mendengus kesal karena diserang dua wanita itu.
Darmadi tampak bingung. Jika mereka dibawah pohon, ancaman bintang lainnya juga banyak, dan diatas juga tak kalah sama.
Kita ditanah berpasir ini saja, kalau ke dahan pohon juga beresiko," Darmadi mencoba mencari solusi yang minim resikonya.
Mereka tak punya pilihan, dan akhirnya tidur saling duduk berpunggungan untuk tetap saling menjaga dan juga waspada.
Sesaat sebuah asap hitam mengepul diudara dan membungkus mereka. Seketika mereka merasakan kantuk yang sangat luar biasa.
Ditempat lain, Oi dan pemuda bernama Lee sedang mengemudikan kapal mereka untuk menuju pulau yang dimaksud. Ditengah perjalanan mereka, tampak puing-puing kapal yang mengalami kecelakaan mengapung dipermukaan air laut.
"Apakah ada yang buruk sedang terjadi?" tiba-tiba Oi merasa sedikit baikan dari rasa gugupnya.
"Bisakah kau melambatkan sedikit laju kapal ini?" pinta Oi pada pria tampan itu.
Pemuda bernama Lee melambatkan laju kapal mereka, dan Oi mendekat ke pinggiran kapal, lalu menyambar sesuatu yang hanyut dan mengapung diatas permukaan air dan....
Sreeeeek...
Ia mengangkat sebuah tas ransel berwarna maron dan menaikkannya keatas kapal. Ia mencoba mencermati tas tersebut, dan ia merasa dejavu.
"Ini tas milik Syahfitri," gumannya dengan lirih. "Hah! Astaghfirullah...," ucapnya spontan.
"Ada apa?" tanya pria itu dingin.
"Kapal yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan," Oi menjawab.
Pria itu terlihat diam. Ia mengamati semua serpihan-serpihan kapal yang terlihat mengapung. "Berhati-hatilah," pesan pria itu, lalu menambah laju kapalnya.
Tampak dar kejauhan sebuah kapal mengejar mereka.
Oi belum sempat bertanya, tetapi pemuda itu sudah terlebih dahulu menambah kecepatan kapalnya.
Dooooor... Dooor.... Dooor...
Sebuah tembakan peluru mengudar. Seketika Oi merasa sangat takut.
"Kemudikan kapalnya," ucap pria itu, lalu meberanjak bangkit, dan Oi tanpa bantahan mengambil alih kemudi, sedangkan Lee membuka isi tasnya dan terlihat beberapa senjata api ada didalamnya.
Seketika Oi yang melirik tampak gemetar, namun ia harus fokus mengemudikan kapal. Ia merasa sial ataukah beruntung satu kapal dengan pemuda itu, sebab kejadian mengerikan selalu saja terjadi selama mereka melakukan perjalanan.
Pemuda itu mengambil sebuah senjata api laras panjang dan membidikkan ujung senapan, lalu....
Doooor...
Pemuda itu melakukan serangan balasan dan ini membuat suara tembakan peluru terdenga baku hantam dan....
Wuuuuusssh...
Satu peluru melesat cepat disisi kanan badan kapal dan hampir saja membuat kapal hancur. Untungnya Oi dapat dengan cepat menghindar ke kiri.
Pemuda itu tampak mengokang senjatanya, lalu kembali membidik kapal lawan yang hampir dekat dengan mereka, dan...
Doooooor....
Suara tembakan membumbung diudara, dan sebuah peluru melesat cepat menuju sasaran.
Wuuuuuuuusssh....
Peluru menghantam badan kapal milik lawannya.
Buuuuuummm.....
Sebuah ledakan terdengar begitu kuat dan menghantam kapal hingga terbakar dan awak kapal berhamburan melompat kedalam laut.
Oi semakin menambah laju kapalnya dan mereka melihat sebuah pulau dikejauhan, meskipun tidak mengetahui itu pulau apa, tetapi ia begitu sangat pensaran.
"Ada pulau disepan kita?" ucap Oi pada pemuda tampan itu yang saat ini sedang menyimpan senjatanya.
"Menepi lah, sebab tujuan kita kesana," jawabnya dengan datar.
"Bukannya tujuan kita ke pulau destinasi yang indah?" Oi menyela.
Jika puing-puing kapal berada disekitar sini, maka kemungkinan sebagian penumpang yang selamat terdampar disana," jawabnya. "Mungkin juga pulau yang mereka janjikan itu tidak ada, dan hanya sebuah alibi saja," Pemuda itu menimpali.
Seketika Oi merasa bergidik. "Maksudnya para pelancong ditipu dan dijebak?" tanyanya dengan nada gemetar.
"Kemungkinan seperti itu, dan bersiaplah," ucap Sang pemuda saat mereka akan mendarat disana.
Terlihat pasir putih membentang luas dilangit malam dan itu sangat indah. Mereka merapat kedaratan dan menambatkan kapal agar tidak terbawa ombak.
Bawa ini," ucap pemuda itu dengan memberikan senjata api pada Oi.
Seketika Oi merasa gemetar menerimanya, sebab baru kali ini ia melihat sebuah pistol soft gun yang asli, karena selama ini yang ia lihat hanyalah pistol mainan yang ia beli saat masih kecil.dahulu tak kala lebaran tiba dengan peluru mainan dan mereka pakai untuk memburu capung.
"I-ini beneran?" tanya Oi dengan gemetar saat menerima senjata tersebut.
"Iya, emangnya mainan," jawab.pemuda itu dengan cepat, lalu melangkah menyusuri pasir putih.
"Apakah kau yakin mereka terdampar ditempat ini?" tanya Oi berbisik.
"Sangat yakin, lihatlah bekas api unggun itu, pasti seseorang baru saja menyalakannya," Lee menunjuk kearah kepulan asap dan juga bara api yang tampak memerah.
Oi semakin resah. Ia berharap jika para sahabatnya masih dalam kondisi selamat.
Sementara itu, Syahfitri bersembunyi dibalik semak saat ia melihat segerombolan orang membawa keempat sahabatnya. Ia terlihat gemetar dan ini sangat menakutkan.
Ingin rasanya ia menyelamatkan keempat rekannya, tetapi ia tak memiliki kekuatan untuk melawan, apalagi jumlah mereka cukup banyak.
Setelah rombongan itu menjauh. Ia mengendap-endap mencapai pantai, dan ia tak menyadari jika kakinya saat ini terdapat banyak goresan dari tumbuhan berduri yang tidak sengaja ia pijak.
Ia terus berlari dari kenyataan yang sangat mengerikan, ia hanya dapat berharap.dan berdoa jika ada seseorang yang menyelamatkannya dan juga rekan-rekannya.
Aku belum mau mati, ya Rabb..., dan berilah jalan keselamatan untukku dan juga para sahabatku," gumannya dalam hati.
Sesaat ia merasakan jika rasa takut perlahan menghilang begitu saja. Semua peristiwa yang baru saja dialaminya, membuatnya menjadi lebih kuat, ia kembali menuju tepian pantai dengan mengikuti cahaya api unggun yang tampak ditepi pantai.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 30 Episodes
Comments
Heri Wibowo
lanjut Thor
2024-08-16
1
🍵𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎🦈
kemana lah perginya tiba2 aja yah dan tersisa si Fitri tp SMG aja bantuan datang secara kan lee dan yamink udh Deket yah
2024-08-15
1
V3
tggl syahfitri yg msh selamat ,,, smg ja Dia jumpa dg Lee dan Kang Oi
2024-08-15
2