Duke Armand telah mendengar kabar dari salah satu prajurit yang pergi memberantas pemberontak di wilayah Selatan bersama Duke Heliot jika sahabatnya itu terluka karena melindungi seorang wanita yang baru melahirkan dengan bayi dalam dekapannya dari para pemberontak sehingga dia menjadikan tubuhnya tameng untuk ibu dan bayi tersebut dari serangan musuh.
Duke Heliot sama sekali tak menyangka jika panah yang berhasil ditahan dengan tubuhnya itu beracun sehingga membuatnya langsung tumbang ditempat.
Untung saja para pemberontak berhasil ditumpas sehingga pengorbanan Duke Heliot pun membawa hasil
Duke Armand masih terpaku di tempatnya dengan pikiran rumit, membuat Dunchess Liona yang sejak tadi ingin berbicara menepuk bahunya pelan.
“Duke, apakah kita bisa bicara sebentar ?”, tanya Dunchess Liona penuh harap.
Melihat tatapan sendu dari Dunchess Liona, Duke Armand yang semula berdiri pun ikut duduk.
“Apa ada yang bisa saya bantu Dunchess ?”, tanya Duke Armand lembut.
Melihat Dunchess Liona tampak ragu-ragu menjawab pertanyaannya, Duke Armand pun memberanikan diri untuk menatapnya dengan intens.
“Maaf jika permintaan saya ini terlalu berlebihan hanya saja, jika bukan kepada Duke saya tak tahu lagi harus meminta tolong pada siapa”, ucap Dunchess Liona sambil menunduk dan berurai air mata.
Melihat kesedihan diwajah Dunchess Liona, Duke Armand pun bertekad akan membantu apapun yang wanita itu inginkan agar tak lagi bersedih hati.
“Dunchess ingin meminta bantuan apa ?”
“Jika bisa, maka saya tak akan segan untuk membantu Dunchess”, ucap Duke Armand tulus.
Mendengar jawaban Duke Armand yang sesuai harapannya, hati Dunchess Liona merasa senang dan diapun kembali melanjutkan sandiwaranya.
“Bisakah Duke membawa Harry tinggal dimansion Bernard”, ucapnya sedikit ragu.
Meski ada keterkejutan dihati Duke Armand atas permintaan Dunchess Liona tapi setelah mendengar alasan kenapa wanita itu menitipkan Harry kepadanya membuat Duke Armand pun bersedia membantunya.
Dunchess Liona yang merasa jika upayanya untuk membuat Harry masuk dan tinggal dimansion Bernard berhasil merasa senang karena sekarang dia tak perlu lagi memusingkan masalah hidup mereka seandainya nyawa Duke Heliot tak bisa terselamatkan.
***
Di Mansion Bernard ketegangan terjadi ketika Duke Armand telah tiba dan membicarakan keinginan Dunchess Liona kepada istrinya.
“Aku tak setuju dia tinggal disini”, ucap Dunchess Roselyn dengan nada datar dan dingin
Meski hanya sementara tapi dia tak ingin Harry tinggal disini karena tak ingin melukai hati anaknya.
Jika untuk dirinya, Dunchess Roselyn sudah membuang jauh-jauh rasa cinta yang sempat singgah dihatinya karena menurutnya Duke Armand tak pantas mendapatkannya.
Wajah Duke Armand tampak mengerut tak senang mendengar penolakan yang dilayang istrinya tersebut.
“Kenapa kamu bisa berhati dingin seperti itu ?”
“Duke Heliot sedang kritis dan Dunchess Liona harus menjaganya dirumah sakit sehingga tak ada yang merawat Harry jadi apa salahnya dia tinggal dirumah kita untuk sementara waktu hingga kondisi ayahnya membaik”, ujar Duke Armand kekeh pada pendiriannya.
Dunchess Roselyn yang mendengar ucapan suaminya menatap Duke Armand tajam sambil terkekeh miris melihat betapa perdulinya sang suami terhadap Harry dibandingkan Nathan yang merupakan anak kandungnya sendiri.
“Kudengar tuan dan nyonya Damaris ada disini, jadi mereka bisa merawat Harry selama Dunchess Liona menjaga suaminya dirumah sakit”
“Dan apa tadi anda bilang, saya berhati dingin ?”
“Apakah anda hilang ingatan ?”
“ Anda lupa jika anda sendiri memiliki istri dan anak yang tak pernah anda hiraukan dan perdulikan”
“Lihat kondisi anakmu sekarang ! ,bahkan apa yang dialami Harry saat ini ini tak ada seujung kuku penderitaan yang Nathan alami selama ini dan itu masih kamu anggap aku yang berhati dingin !!!”, ucap Dunchess Roselyn dengan nada tinggi.
Tubuh Dunchess Roselyn bergetar karena amarah, bahkan kedua matanya memerah menunjukkan betapa dia sangat marah dan kecewa atas ucapan yang dilontarkan Duke Armand kepadanya.
Mendengar ucapan sang istri diam-diam Duke Armand meruntuki dirinya sendiri apalagi ketika matanya melirik Nathan yang masih terbujur lemas diatas ranjang melawan racun ular es yang dideritanya, membuat rasa bersalah dalam hatinya semakin besar karena pada saat penyerangan itu terjadi dia malah sedang asyik bersenang-senang dengan Dunchess Liona dan Harry.
“Duke Heliot beberapa kali telah menyelamatkan nyawaku dalam peperangan sehingga aku sangat berhutang budi padanya”, ucap Duke Armand pelan.
“Wak hebat, anda sangat perduli atas nasib orang lain namun abai terhadap anak dan istri sendiri. Sungguh hebat. Prokkk...prokkk....prokkk....”, ucap Dunchess Roselyn sambil bertepuk tangan dengan wajah penuh kekecewaan.
Tepuk tangan dan tatapan Dunchess Roselyn membuat harga diri Duke Armand jatuh sehingga diapun mulai menggunakan kekuasaannya.
“Mansion Bernard adalah milikku jadi siapapun yang tinggal disini adalah kuasaku”, ucapnya penuh penekanan.
Melihat bahwa sang suami masih bersikukuh untuk membawa Harry tinggal di mansion Bernard maka Dunchess Roselyn pun merasa jika ini adalah waktu yang tepat untuknya pergi dari kediaman ini.
“Baiklah jika itu menjadi keputusanmu”, ucap Dunchess Roselyn mengalah.
Melihat istrinya pada akhirnya mengijinkan ada kelegaan dalam hati Duke Armand sebelum kata-kata Dunchess Roselyn selanjutnya membuat hatinya terbakar.
“Karena anda sangat menginginkan anak dari Dunchess Liona tinggal disini maka aku dan Nathan yang akan mengalah dengan keluar dari rumah ini”, ucap Dunchess Roselyn penuh ketegasan.
Duke Armand yang mendengar hal tersebut merasa marah dan tak terima, namun Dunchess Roselyn dengan cepat mengangkat satu tangannya keatas menunjukkan jika dia sudah benar-benar tak ingin lagi berdebat dengan suaminya.
“Sebaiknya sekarang anda keluar dan menjemput keluarga baru anda itu karena saya dan Nathan akan mempersiapkan diri untuk pergi”, ucap Dunchess Roselyn yang membuat kedua tangan Duke Armand mengepal menahan amarah yang berkobar didadanya.
“Sudah pernah kukatakan bahwa kamu dan Nathan tak akan pernah kemana-mana karena aku tak akan membiarkan kalian pergi dari sini !!!”, eram Duke Armand penuh kemarahan.
Namun Dunchess Roselyn yang sekarang bukanlah wanita yang mudah untuk dibujuk dan diintimidasi seperti sebelumnya sehingga diapun kukuh dengan keputusannya.
Melihat anaknya mulai bergerak gelisah, Dunchess yang sadar jika pertengkaran mereka membuat Nathan terganggu.
“Sebaiknya anda keluar sekarang Duke karena Nathan memerlukan waktu untuk beristirahat”, usir Dunchess Roselyn secara halus.
“ROSELYN !!!”,eram Duke Armand penuh amarah hingga giginya bergemelatuk.
“Sebaiknya anda keluar sebelum kesabaran saya habis”, Dunchess Roselyn juga tak mau kalah sambil menatap nyalang sang suami.
Dunchess Roselyn yang kesabarannya sudah hilang pun tak lagi bisa menutupi kemarahannya melihat Duke Armand masih juga diam tak bergeming sehingga melayangkan pukulan diwajah tampan Duke Armand sekuat tenaga seolah menyalurkan semua kemarahannya selama ini.
BUGHHH !!!
Dunchess Roselyn membogem wajah Duke Armand beberapa kali untuk melampiaskan amarah dalam hatinya melihat jika lelaki itu masih saja keras kepala tak mau pergi dari hadapannya meski sudah dia peringatkan.
“Brengsek !!!”
“Apa telingamu tuli, sudah aku katakan untuk keluar dari ruangan ini karena aku tak ingin mendengar apapun darimu !!!”
BUGHHH !!!
BUGHHH !!!
Dunchess Roselyn masih saja membogem wajah Duke Armand hingga bengkak dan berdarah.
Bahkan dia juga menendang perut Duke Armand dengan kekuatan penuh hingga membuat tubuh lelaki itu mundur beberapa langkah dengan mulut memuntahkan darah karena kuatnya tendangan yang dilancarkan oleh sang istri kepadanya.
Uhuk...uhuk....
Melihat suaminya muntah darah, tak ada sedikitpun rasa kasihan dalam diri Dunchess Roselyn karena Duke Armand memang pantas mendapatkan itu semua.
Apa yang Duke Armand alami saat ini masih belum sebanding dengan penderitaan yang Dunchess Roselyn alami selama ini.
Duke Armand menatap Dunchess Roselyn dengan tatapan rumit, seolah mencari tahu apa yang membuat istrinya ini tiba-tiba berubah menjadi bar-bar dan liar seperti ini.
“Apa kepribadiannya memang seperti ini, seperti apa yang Arnold katakan ?”, batin Duke Armand penuh kecurigaan.
Dunchess Roselyn yang melihat Duke Armand masih belum ada niat untuk keluar pun dengan cepat menarik lengannya dan membanting tubuh sang suami kelantai hingga suara jatuhnya tubuh Duke Armand yang cukup keras membuat beberapa pelayan yang kebetulan berada disekitar kamar Nathan datang menghampiri.
“Apa yang kamu lakukan !!!”, pekiknya kesakitan.
Punggung Duke Armand yang masih basah akibat insiden pada pesta ulang tahun Harry yang masih belum sembuh benar kembali berdarah hingga membuat kemeja putih yang dikenakannya berubah warna menjadi merah.
Meski begitu, Dunchess Roselyn sama sekali tak merasa iba dan justru semakin menatapnya dengan dingin.
Bahkan dengan kasar dia menyeret tubuh Duke Armand dan melemparnya keluar kamar dengan kasar sambil menatap lelaki itu dengan tatapan jijik seolah dia baru saja membuang sampah yang sangat bau.
“Mulai sekarang jangan ganggu aku dan anakku karena sejak saat ini kamu sudah bukan siapa-siapaku lagi”, ucapnya tegas dan tanpa sedikitpun berkedip
BRAKKK !!!
Dunchess Roselyn menutup pintu kamar dengan keras, mengabaikan suara riuh para pelayan yang iba dengan kondisi Duke Armand yang menyedihkan.
Dibalik tembok ada salah satu pelayan yang diam-diam pergi diantara kekacauan yang sedang terjadi di mansion Bernard dengan wajah panik dan berniat melaporkan semuanya kepada majikannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Kartika Lina
buat babak belur ja roselyn tu suami laknat
2024-08-28
0
Uti Enzo
bagus suami tk guna buang saja
2024-07-21
1
Sulati Cus
puasss pokoknya sm kelakuan duchess
2024-07-17
0