FLASH BACK ON
Duke Armand yang baru saja kembali dari istana setelah mendapatkan panggilan dari kaisar Orlando bergegas menuju mansion Damaris begitu dia mendengar jika Dunchess Liona terluka.
Begitu tiba di mansion Damaris, Duke Armand disambut oleh pelayan pribadi Dunchess Liona yang langsung membawanya ke rumah kaca dimana wanita itu biasanya menghabiskan waktu jika tak ada kegiatan diluar.
Melihat wanita yang dicintainya duduk sambil membaca buku dengan wajah pucat dan lengan diperban membuat amarah dalam diri Duke Armand berkobar dan diapun bersumpah akan memberi hukuman atas kelancangan sang istri hingga membuat wanita yang dicintainya dalam diam terluka seperti itu.
Dunchess Liona yang menyadari kehadiran Duke Armand tersenyum lembut dan segera meletakkan buku yang sedang dibacanya.
“Anda datang, Duke”, sapa Dunchess Liona lembut.
Melihat sorot mata teduh yang terpancar dari mata Dunchess Liona membuat hati Duke Armand menghangat.
“Bagaimana kondisi anda, Dunchess ?”
“Atas nama istri saya, saya meminta maaf atas semua hal yang menimpa anda hari ini dan saya pastikan ini tak akan terjadi lagi”, ucap Duke Armand penuh penyesalan.
“Seperti yang anda lihat Duke, aku baik-baik saja”
“Dunchess Roselyn bukan wanita jahat, semua ini hanya kecelakaan saja jadi jangan terlalu keras kepadanya”, ucapnya lembut.
Mendengar jika Dunchess Liona masih membela perbuatan buruk sang istri membuat amarah dalam hati Duke Armand semakin berkobar.
“Anda terlalu baik hati Dunchess, wanita jahat seperti istri saya tak pantas untuk anda bela”, ucap Duke Armand penuh emosi.
Melihat Duke Armand emosi membuat Dunchess Liona bersorak kegirangan dalam hati karena usahanya untuk membuat hubungan keduanya memburuk kembali berhasil.
Namun dipermukaan dia terlihat begitu mengkhawatirkan Dunchess Roselyn sehingga dia berusaha membujuk Duke Armand agar tak memarahi sang istri begitu kembali ke kediaman.
Melihat bagaimana Dunchess Liona membela sang istri membuat api kemarahan dalam hati Duke Armand semakin berkobar, dan hal itulah yang memang wanita itu inginkan, menuang bensin dalam kobaran api kemarahan Duke Armand.
Setelah berbincang sejenak, Duke Armand yang melihat jika Dunchess Liona tampak kelelahan pun pamit undur diri dan tak lupa mengingatkan untuk meminum suplemen yang tadi dibawanya agar bisa mempercepat pemulihannya.
Duke Armand yang pulang dalam kondisi emosi pun segera masuk kedalam kamar sang istri dengan penuh amarah.
BRUAAAK !!!
PLAKKK !!!
“Apa yang kamu lakukan kepada Dunchess Liona, ROSELYN !!!”, teriaknya penuh amarah.
Dunchess Roselyn yang masih terkejut atas kedatangan sang suami yang tiba-tiba menamparnya hanya bisa menangis sambil memegangi pipinya yang terasa nyeri akibat pukulan sang suami.
Melihat Dunchess Roselyn menangis, bukannya iba Duke Armand malah kembali menamparnya berulang kali hingga tubuh sang istri tersungkur dilantai dengan sudut bibir robek akibat tamparan keras yang Duke Armand berikan kepadanya.
Bukan hanya tak memberikan kesempatan kepada sang istri untuk menjelaskan kejadian yang ada, Duke Armand pun tanpa ragu mulai menghajar sang istri dengan menendang perut dan tubuhnya secara membabi buta
Nathan yang melihat sang ibu dipukuli oleh ayahnya pun datang menghalangi sambil memukul tubuh Duke Armand dengan tangan mungilnya.
“Ayah jahat !!!”
“Ayah jahat !!!”
“Nathan benci ayah !!!”, Nathan terus memukuli Duke Armand dengan penuh amarah sambil terus berteriak.
Duke Armand yang masih dikuasai emosi pun tak tahan lagi dengan suara berisik Nathan dan segera menghempaskan tubuh bocah kecil tersebut dengan kasar hingga terpental dan punggungnya membentur tembok.
Dunchess Roselyn yang melihat anaknya terluka pun segera bangkit dan langsung menerjang Duke Armand dengan penuh amarah.
“Demi j****g itu kamu tega melukai anakmu !!!”, teriak Dunches Roselyn lantang.
Melihat wanita yang dicintainya dihina, Duke Armand yang hendak kembali menampar sang istri namun gagal karena tangannya berhasil ditahan oleh Dunchess Roselyn membuatnya tambah murka.
Tanpa ampun Duke Armand menendang kembali perut sang istri dengan sekuat tenaga hingga tubuhnya terpental kebelakang dan kepalanya mengenai ujung meja dan berdarah.
Akibat kejadian tersebut, Dunchess Roselyn tak sadarkan diri selama satu minggu penuh.
Alih-alih membawa sang istri kerumah sakit, Duke Armand malam membiarkannya tergeletak didalam kamar setelah diperiksa dokter Arnold yang merupakan dokter keluarganya karena tak ingin ada rumor buruk berkembang diluar sana.
FLASH BACK OFF
Mengingat hal tersebut, rasa bersalah muncul dalam hati Duke Armand karena setelah sang istri tak sadarkan diri dia pada akhirnya mengetahui kebenaran atas peristiwa yang membuat Dunchess Liona terluka setelah bertemu dengan beberapa saksi yang memang melihat kejadian tersebut secara langsung.
Semua seperti yang diucapkan oleh Dunchess Liona bahwa apa yang terjadi murni kecelakaan.
Tapi Duke Armand yang selama ini selalu berprasangka buruk terhadap istrinya justru mengira jika Dunchess Roselyn lah yang menyerang Dunchess Liona namun istri sahabatnya itu berusaha untuk membelanya.
Nasi sudah menjadi bubur, menyesal pun hanya bisa dia rasakan dalam hati.
Kata maaf yang sudah ingin dia ucapkan beberapa hari terakhir kembali menyangkut di tenggorokannya sehingga tak bisa keluar dan hanya bisa menatap wajah Dunchess Roselyn dengan nanar.
“Tak perlu merasa bersalah, aku justru berterimakasih akan hal itu. Berkat tindakan anda malam itu, ingatanku kembali dan aku sadar jika keberadaanku disini sangat tak diharapkan jadi mari kita bercerai”,ucap Dunchess Roselyn sambil menolehkan kepalanya kebelakang dengan nada santai..
Wajah Dunchess Roselyn yang tenang dan tak ada emosi apapun saat mengatakan hal tersebut, seolah perceraian yang dia lontarkan bukan hal penting untuknya membuat hati Duke Armand berkecamuk hebat.
Kedua tangan Duke Armand terkepal kuat sambil mengertakkan giginya menahan amarah akan ucapan sang istri.
Meski dia sangat membenci Dunchess Roselyn karena telah menjebaknya dalam pernikahan yang tak diinginkan ini, namun mendengar kata cerai yang begitu mudah diucapkan oleh sang istri hatinya merasa tak senang.
“Apa aku sudah mulai mencintainya ?”
“Tidak, itu tidak mungkin terjadi”, batin Duke Armand menolak keras pemikiran yang baru saja terlintas dikepalanya.
Melihat Nathan menggeliat, Duke Armand yang tak ingin berdebat dengan Dunchess Roselyn dikamar sang anak memilih pergi meninggalkan kamar dengan penuh amarah.
Dunchess Roselyn yang melihat suaminya pergi dengan penuh emosi hanya mengangkat bahunya acuh dan melangkah menuju almari untuk mengambil pakaian dan bersiap sebelum Nathan bangun.
Sementara itu, Duke Armand yang sedang emosi kini berada di barak prajurit dan sedang latihan dengan anak buahnya untuk melampiaskan kekesalan hatinya.
BUGHHH !!!
BUGHHH !!!
BUGHHH !!!
Prajurit yang menjadi lawan latihannya hari ini hanya bisa pasrah ketika Duke Armand terus menyerangnya secara membabi-buat.
Semua prajurit yang berada di pinggir lapangan hanya bisa menatap rekannya itu dengan pandangan iba.
Entah apa yang diperbuat pemuda itu hingga hari ini dia bernasib sangat sial dengan ditunjuk menjadi rekan latihan Duke Armand yang suasana hatinya sedang tak baik-baik saja.
***
Dunchess Liona pulang dari pelelangan malam dengan wajah ditekuk karena semua barang yang diincarnya malam ini gagal dia dapatkan, termasuk seekor ular es yang rencananya akan dia pergunakan untuk bisa mengendalikan Duke Armand sepenuhnya juga tak bisa dia peroleh.
Meski abai terhadap Nathan, namun bocah lelaki kecil itu adalah pewaris sah keluarga Bernard yang tentunya tak akan mudah Duke Armand lepaskan meski dia menceraikan Dunchess Roselyn.
Dunchess Liona yang mengetahui jika Nathan terkena racun ular es pun berusaha mencarikan penawarnya dengan harapan Duke Armand memiliki hutang budi kepadanya dan hal itu tentu saja bisa dimanfaatkan dengan baik oleh Dunchess Liona dimasa depan.
Tapi kini semua harapannya sirna ketika ular es tersebut gagal dia dapatkan sehingga rencana besar yang telah disusunnya dengan matang tak bisa dia realisasikan.
Tampaknya kesialan yang dialami oleh Dunchess Liona malam ini masih belum berakhir karena begitu dia masuk kedalam mansion, ibu mertuanya sudah berdiri menunggunya.
“Jadi begini kelakuanmu ketika suamimu tidak ada dirumah”, hardik Margareth, ibunda Duke Heliot sinis.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Kartika Lina
greget ma kelakuan si armand,, pengem ta getok pake pali 😡
2024-08-28
0