Didalam kamar Nathan, setelah memeriksa kondisi bocah kecil tersebut dokter Arnold pun menyuntikkan obat ketubuh Nathan.
“Obat ini hanya bisa menahan agar racun ular es dalam tubuh Natha tak sampai menyebar dengan cepat karena hingga detik ini masIh belum ada orang yang bisa membuat penawarnya”, ucap dokter Arnold sedih.
“Racun ular es dok ?!!!”, tanya Dunchess Roselyn syok.
Kedua tangannya terkepal dengan kilat amarah terlihat jelas dari kedua matanya membuat dokter Arnold dan Jesi serta nenek Ji’en merasa sesak untuk bernafas akibat aura yang sangat kuat itu.
“Apakah ini masih Dunchess yang lemah itu ?”
“Kenapa dia sangat berbeda dari sebelumnya ?”,batin dokter Arnold mengernyit binggung.
Meski hanya bertemu beberapa kali namun Arnold bisa merasa jika Dunchess Roselyn berbeda dari sebelumnya.
Bukan hanya sikap dan cara bicaranya saja yang berbeda, bahkan cara dia menatap orang lain sangat jauh berbeda dari Dunchess Roselyn yang selama ini dia kenal dimana wanita itu akan selalu menatap orang lain dengan penuh kelembutan dan ketulusan bukan tatapan garang dan penuh ketegasan seperti ini.
Apa yang dokter Arnold rasakan juga dirasakan oleh Duke Armand yang mencuri lihat dari balik pintu kamar yang tak tertutup rapat.
Duke Armand sama sekali tak menyangka jika istrinya bisa mengeluarkan aura intimidasi sekuat itu.
“Apa benturan dikepalanya waktu itu sangat keras hingga membuatnya menjadi seperti ini ?”, batin Duke Armand binggung.
Duke Armand pun kembali mengingat peristiwa satu minggu sebelumnya dimana keduanya bertengkar sangat hebat hingga pada akhirnya Duke Armand yang terbawa emosi memukul sang istri dengan keras hingga membuatnya jatuh dan kepalanya terantuk meja sehingga mengalami pendarahan yang hebat meski begitu dengan bodohnya dia tak membawa sang istri kerumah sakit karena takut akan rumor yang akan beredar dan membiarkan Dunchess Roselyn berbaring diatas ranjang tak sadarkan diri selama satu minggu penuh dan hanya ditemani oleh Nathan, Jesi dan nenek Ji'en.
Dan ketika Dunchess Roselyn sadar, dia malah mendapatkan serangan percobaan pembunuhan yang membuat perilaku dan sikapnya berubah seperti apa yang dia lihat saat ini.
Kriettt....
Akibat larut dalam pemikirannya, tanpa sadar tubuh Duke Armand condong kedepan dan membuat pintu kamar Nathan terbuka yang langsung disambut oleh tatapan semua orang kepadanya.
“Ehem...”
Untuk menetralkan suasana canggung yang ada, Duke Armand berdehem sambil berdiri tegak setelah jatuh akibat menguping pembicaraan yang ada dan kembali memasang wajahnya dalam mode datar seperti biasanya.
Agar tak merasa canggung, Duke Armand yang sempat mencuri dengar pembicaraan sang istri dengan dokter Arnold pun mulai bergabung.
“Lalu, solusi apa yang bisa anda tawarkan untuk bisa menyembuhkan anak saya dok ?”, tanya Duke Armand datar.
“Untuk sementara saya hanya bisa memberi obat untuk menahan racun agar tak menyebar dengan cepat, namun itu juga tak bisa berlangsung lama dan tuan muda harus cepat mendapatkan penawarnya”, ucap dokter Arnold kembali menjelaskan apa yang tadi dia ucapkan kepada Dunchess Roselyn.
Duke Armand yang ingin bertanya pada akhirnya harus mengalah ketika sang istri menginterupsinya.
“Saya pernah mendengar jika racun ular es hanya bisa dihilangkan dengan membiarkan ular es menghisap kembali racun yang dimilikinya di luka yang terkena racun, apakah itu benar ?”, tanya Dunchess Roselyn penasaran.
“Apa yang anda ucapkan memang tidak salah Dunchess tapi yang harus kita pikirkan sekarang adalah bagaimana cara mendapatkan ular es tersebut secara hidup-hidup. Selain keberadaannya yang hanya bisa ditemukan di wilayah pegunungan utara yang sangat dingin, populasi ular tersebut juga sangat sedikit sehingga sangat sulit bagi kita untuk mendapatkannya”, ucap dokter Arnold terlihat sedikit frustasi waktu menjelaskan semuanya.
Duke Armand dan Dunchess Roselyn terdiam mendengar ucapan dokter Arnold karena mereka sangat tahu bagaimana kondisi wilayah utara tersebut.
Selain sangat dingin disana juga merupakan tempat tinggal para monster sehingga hanya pemburu berilmu tinggi saja yang bisa menginjakkan kaki disana.
Itupun jika beruntung mereka bisa mendapatkan bangkai ular es dan mengambil bisanya serta menjual daging dan kulitnya yang sangat berharga.
Namun semua itu masih belum bisa dijadikan penawar racun ular es yang disebabkan oleh bisa hewan melata tersebut karena racun yang ditinggalkan oleh ular es hanya bisa dihisap kembali oleh ular tersebut.
sementara bisa, daging dan kulitnya biasanya dipergunakan untuk bahan obat dan penawar racun tingkat rendah yang bisa didapatkan dipasaran meski sang pembeli harus merogoh kocek dalam-dalam karena langkahnya bahan yang digunakan.
Dunchess Roselyn yang mengingat jika kakaknya kenal dengan salah satu Duke yang menguasai wilayah Utara pun segera membuat keputusan demi keselamatan anaknya.
“Baiklah, aku akan membawa Nathan ke mansion Lunox, kakakku mengenal salah satu penguasa wilayah utara dan aku akan meminta bantuannya”, ucap Dunchess Roselyn tenang.
Semua orang sangat terkejut akan keputusan yang Dunches Roselyn termasuk Duke Armand yang langsung menatap nyalang sang istri dengan penuh amarah.
Ada rasa nyeri dalam hatinya begitu dia mendengar jika istri dan anaknya akan meninggalkan mansion Bernard.
“TIDAK !!!”
“SAMPAI KAPANPUN KAMU DAN NATHAN TAK AKAN PERNAH BISA KELUAR DARI MANSION BERNAD KARENA AKU TAK AKAN MENGIJINKANNYA !!!”, eramnya penuh amarah.
“Kenapa ?”
“Bukankah kamu seharusnya bersyukur aku dan Nathan keluar dari mansion ini sehingga kamu bisa leluasa untuk membawa wanita itu dan anaknya kesini, bukan secara sembunyi-sembunyi seperti yang kamu lakukan selama ini”, ucap Dunchess Roselyn sinis.
Deg,
Duke Armand cukup terkejut jika Dunchess Roselyn mengetahui jika dia diam-diam sering mengajak Dunchess Liona dan Harry datang ke mansion Bernard karena desakan dari anak sahabatnya itu yang kadang tak mau lepas darinya jika sang ayah pergi bertugas membasmi pemberontak seperti sekarang ini.
Melihat sang suami terdiam, Dunchess Roselyn merasa jika ucapannya tepat sasaran dan dia merasa sangat puas.
“Kenapa diam ?”
“Anda pasti cukup terkejut karena saya mengetahui semuanya”, ucap Dunchess Roselyn dengan senyum sinis.
“Selama ini saya diam bukan berarti saya buta tak mengetahui jika anda sering membawa Dunchess Liona masuk kedalam kamar yang seharusnya menjadi kamar kita”
“Kamar yang tak boleh saya masuki sebagai istri sah anda namun bebas dimasuki oleh wanita lain yang merupakan istri dari sahabat anda sendiri berkali-kali tanpa ada sedikit pun rasa malu”
“Jadi sekarang, jangan sok perhatian karena hal itu sudah tak dibutuhkan lagi”,Dunchess Roselyn kembali berucap dengan penuh penekanan diakhir kalimat.
Kali ini dokter Arnold yang terlihat sangat syok karena tak menyangka jika sahabatnya akan melakukan tindakan sejauh itu.
“Kam-kamu salah sangka, hubunganku dan Dunchess Liona tak seperti yang kamu bayangkan”,ujar Duke Armand mengelak.
Melihat wajah Duke Armand yang seolah menjadi korban padahal disini dialah pelaku utamanya membuat Dunches Roselyn semakin muak.
“Berhentilah bersandiwara Duke...semua sudah terbaca dengan jelas”,Dunchess Roselyn berdecih sinis melihat bagaimana lihainya lelaki itu bersandiwara.
Melihat keduanya bertengkar tanpa henti, dokter Arnold yang tak ingin terus menjadi patung pun berdehem untuk mengalihkan atensi semua orang.
“Saya rasa,tuan muda Bernard perlu beristirahat jadi jika tak ada hal lain maka saya pamit undur diri”, ucap dokter Arnold ramah.
Jesi yang hendak pergi untuk mengantarkan dokter Arnold menghentikan langkahnya begitu Duke Armand bersuara.
“Kamu temani Dunchess disini, dokter Arnold biar aku yang mengantar”, perintahnya tegas.
Kemudin pintu kamar pun ditutup pelan oleh Jesi karena tak ingin menganggu istirahat tuan mudanya.
“Jesi, beri kabar kepada kakak jika aku ingin pulang kerumah malam ini juga”, perintahnya tegas.
“Baik nyonya, akan saya kabarkan”, jawab Jesi patuh.
Jesi pun segera pergi untuk menjalankan perintah dari nyonyanya sebelum Duke Armand mencurigai pergerakannya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Puji Rahayu
cepetan jesy....
lelaki yang g jelas itu tak usah di perdulikan.... /Drowsy//Drowsy/
2024-08-20
2