...Cerita berlanjut....
Episode sembilan belas.
Ruang putih. Yang teramat sangat luas bagai tidak memiliki batas. Mau seberapapun jauh Astin memandang, hanya itu pemandangan yang dapat ia lihat...
Dan beberapa saat setelahnya. Suara seorang gadis kecil menggema di seluruh ruang.
[Master telah memasuki zona Endless White. Silahkan berikan perintah.]
Astin menyeringai ketika mendengarnya. Tanpa membuang waktu, ia lantas segera memberi perintah...
"Hubungkan penyimpanan energi padaku. Dan aktifkan sistem keamanan tahap awal."
[Perintah diterima. Memulai... Menjalankan perintah...]
[Menghubungkan penyimpanan energi...]
[Selesai.]
Astin lantas semakin menyeringai. Sebab dengan ini dia tidak lagi perlu memikirkan mengenai pasokan energi.
[Mengaktifkan sistem keamanan tahap awal.]
[Peringatan!!! Terdeteksi makhluk asing...]
[Menunggu perintah Master untuk melakukan penanganan...]
Pandangan Astin lantas beredar menjelajahi sekitar. Di kejauhan, samar terlihat cahaya hijau gelap yang ter-gradasi oleh putihnya ruang. Sudah pasti kalau itu adalah Osshten.
Setelah mengetahui posisi lawan, Astin lantas kembali memberikan perintah...
"Serap dan konversi energi negatif miliknya menjadi energi murni. Dan salurkan pada penyimpanan artefak."
[Perintah diterima. Memulai... Melakukan penanganan...]
Kemudian Astin segera mengambil Revolver miliknya sembari mengalirkan energi...
...(Magnum Reload).♪.♪.♪...
Dan beberapa saat setelah Astin bersiap...
Suara jeritan yang agak menggema, terdengar dari kejauhan di mana Osshten berada...
.
"Kagh... Akh... Berengsek! Apa yang sebenarnya terjadi?! Kenapa energiku... Agh?!"
Sekujur tubuh Osshten serasa dikuliti, saat energi negatif dari tubuhnya ditarik keluar secara paksa. Membuat dia kehilangan akal, dan lantas mengamuk tanpa terkendali...
"Aaargghhh... Bajingan berengsek! Di mana kau?! Akan ku bunuh... Bunuh bunuh bunuh!"
Kobaran api serta kilatan hijau bercampur hitam, memancar dan menyambar area luas di sekelilingnya.
Tanduk hitam besar mencuat di tengah kepala Osshten. Dua taring besar mencuat di kedua sisi mulutnya. Dan cakar hitam yang sangat tajam menghiasi jemarinya. Beberapa duri runcing nan tajam juga tumbuh di beberapa bagian tubuh...
Membuat sosoknya terlihat jauh lebih mengerikan dari sebelumnya...
Mata zamrud-nya yang kini berjumlah empat segera beredar, mengobservasi di mana posisi musuh berada. Tidak butuh waktu lama untuk ia menemukan. Tanpa peringatan...
Swuuuzzz... "Graaaaa..."
Osshten lantas melesat secepat kilat sembari meraung keras. Menyambar Astin yang kini matanya melebar...
Sraaatt... Wussh... Cakar runcing Osshten berhasil menggores pipi Astin, yang segera menghindar merunduk sembari mengutuk...
"Bedebah! Sekarang kau benar-benar menjadi monster tak berakal...!"
Tanpa menghiraukan, Osshten lantas berbalik untuk kembali melancarkan serangan. Astin segera mengelak memutar tubuh ke samping.
Namun ia begitu kewalahan, sehingga tidak memiliki kesempatan melakukan serangan balasan, sebab ritme tempo pertarungan yang sangat intens...
-
Walau demikian, sejauh ini rencana Astin masih berjalan dengan cukup lancar.
Dia tahu jelas mengenai kemampuan Osshten dari ingatan kehidupan sebelumnya. Ia juga sudah mengawasi pergerakan Osshten untuk memastikan informasi tersebut...
Kemudian melakukan tindakan. Dengan cara memancing bajingan yang terus melancarkan serangan secara membabi-buta ini, agar dia menunjukkan wujud aslinya.
Dengan begitu akan lebih mudah untuk Astin mengeksekusi, tanpa terlalu membebani hati nuraninya sebagai sesama manusia.
Setelah itu, Astin mengisolasi makhluk tercela ini di dalam artefak grade Mythic dengan fitur domain. Dengan wewenang sebagai Master pemilik artefak, Astin dapat memperkuat diri sendiri dan juga melemahkan lawan.
Belum lagi di dalam dimensi yang terisolasi dari dunia luar ini, tidak akan ada kekacauan yang terjadi selama proses eksekusi.
Dan keterlibatan Astin juga tidak akan dapat diketahui, sebab tidak ada yang mengawasi.
Terlebih dari pengawasan para bedebah, yang merupakan atasan organisasi penjahat. Serta majikan dari bajingan yang meraung sembari menyemburkan asap beracunnya ini...
"Grauuuu...!" Swooooozzz...
Wushh... Sreeett... Swooooosh... Astin lantas merunduk memutar haluan untuk menjaga jarak cukup jauh. Setelah mendapat peluang sepersekian detik, ia lantas segera menarik pelatuk Revolver yang siap melesatkan peluru plasma cahaya...
Pewww!✧✧✧
"Graaaaa...!" Sraaatt...
Itu tepat mengenai salah satu matanya.
Wush... Dengan sedikit gerakan, Astin menghindari cakar tajam Osshten yang kehilangan ritme serangan...
Swiish... Duak! Dengan cepat Astin memutar tubuh, dan melakukan tendangan memutar ke arah rahang Osshten yang terbuka...
"Graaaaa..." Membuat monster itu terhuyung ke belakang, saat darah hijau gelap merembes dari lidahnya yang hampir putus tergigit...
Pewww!✧✧✧ Pewww!✧✧✧ Pewww!✧✧✧...
Tidak membuang kesempatan, Astin segera menghujani Osshten dengan peluru plasma.
Kemudian...
"Keluarkan sebagian persediaan peledak dari penyimpanan!"
Dengan suara lantang, Astin memberikan perintah. Dan suara seorang gadis kecil yang terdengar kaku segera menyahuti...
[Perintah Master diterima... Memulai... Menjalankan perintah...]
Tanpa waktu lama, ribuan bola kecil hitam beraksen merah muncul entah dari mana.
Melayang berputar mengelilingi Osshten yang hampir jatuh terjerembab, dengan beberapa lubang dangkal di sekujur tubuhnya... Dan tanpa ampun...
Bam! Bam! Bam! Bam! Bam!.. "Groaaaa...!"
Ribuan peledak membombardir Osshten yang semakin meraung kerass! "Graaaaaaaa...!!!"
...(Magnum Reload).♪.♪.♪...
Astin dapat sedikit menarik napas. Sembari Revolver di tangannya mengisi ulang peluru, ia juga segera mengambil sebuah botol kecil berisi ramuan pemulih stamina...
Gluk. Gluk.♪.♪.♪ "Haah... Bajingan berengsek ini ternyata lebih tangguh daripada yang aku kira."
.
Kulit hitam nan keras Osshten yang seperti cangkang terlihat retak di beberapa bagian, dan darah hijau kehitaman merembes dari setiap celahnya...
"Graaaaaa!" Swuuuzzz... Dengan satu tarik raungan kerasnya, Osshten kembali melesat. Menuju Astin yang sudah siap membidik...
Pewww!✧✧✧ Pewww!✧✧✧ Pewww!✧✧✧...
Peluru plasma kembali menghujani Osshten, namun makhluk itu tidak mempedulikan luka di sekujur tubuhnya.
Dan terus melanjutkan serangan terhadap Astin, yang tentu segera menghindari, dengan sedikit gerakan efisien ke samping... Wussh... Sraaatt...
Ini bukanlah gerakan yang biasa Astin pakai, melainkan gerakan bela diri laki-laki dalam ingatannya. Tidak perlu melakukan gerakan besar yang cukup menguras stamina, hanya dengan gerakan kecil yang tepat...
Astin dapat menghindari segala serangan dengan cukup mudah. Ia hanya perlu sedikit mengalirkan energi, dan juga menyesuaikan tempo pertarungan dengan lawan.
Dengan begitu, jeda dari setiap bidikan akan ter-cover dengan sempurna...
Pewww!✧✧✧
"Graaaaa!"
Sekali lagi bidikan Astin dapat mengenai mata Osshten. Sraaat... Namun kali ini Osshten terus menyabetkan cakar tidak membiarkan ritmenya terganggu. Kemudian...
Swooooozzz... Tanpa jeda Osshten kembali menyemburkan asap beracunnya. Pada Astin yang segera memutar haluan dan segera bermanuver di udara... Sreeett... Swussh... Menghindari semburan Osshten yang terus terarah padanya...
Tidak cukup sampai di situ. Merasa serangan yang ia lancarkan tidak kunjung mengenai target, Osshten lantas segera menanggalkan duri-duri tajam di punggungnya.
Gas beracun menyemprot keluar, mengambil bentuk banyak ular yang mendesis dan segera menerjang serta melilit ke arah Astin...
Yang sudah selesai melakukan...
...(Magnum Max Reload).♪.♪.♪...
Pengisian maksimal. Peluru plasma putih yang sebelumnya hanya sebesar kelereng, kini terus mengembang sampai sebesar bola golf. Sebelum kemudian...
Pewww!✧✧✧ Shoooot...
Melesat dengan kecepatan cahaya. Mengenai kepala Osshten yang meraung marah,
"Graaaaahh!!!"
Setelah gagal melilitkan ular gas beracunnya. Pada Astin yang segera mendarat sembari ia...
Shot shot shot... Menyebarkan bola crystal bening berukuran kecil di sekelilingnya, membuat gas beracun yang menyebar jadi terhisap.
Itu merupakan item yang hampir serupa dengan batu pemurnian, yaitu batu pembersih...
Walau demikian, Osshten tidak juga tumbang. Ia kembali mengeluarkan ular gas beracun.
Astin lantas segera menghindar kemudian membidik. Seperti itu dalam beberapa waktu. Sampai akhirnya Astin memutuskan untuk...
...Bersambung....
...Osshten. Pinterest....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 34 Episodes
Comments