Selesai mengajak Echa kesalon , Pandu segera membawa Echa pulang ke mansion ayah Matheo .
Sesampainya disana , Pandu bergegas memarkirkan mobilnya digarasi setelah itu ia turun dan membukakan pintu untuk Echa .
"Cha ayo turun ..." ajak Pandu karena Echa masih diam tak bergeming .
"Mas , Echa takut ..." ucap Echa lirih seraya meremat tangannya yang sudah berkeringat dingin .
Pandu langsung menarik Echa pelan agar keluar dulu dari dalam mobil , setelah itu ia menggenggam kedua tangan Echa . Lalu menariknya kedalam pelukan dan mengecup sekilas kening Echa .
Bola mata Echa membulat sempurna diperlakukan hal sedemikian rupa oleh Pandu .
"Tenang Cha , ada saya .. Ibu sama ayah juga orang baik kok percaya sama saya hm?" kata Pandu lembut seraya mengusap Surai panjang Echa .
Sedang tubuh Echa diam tak bergeming , tak tau harus bersikap bagaimana ? Dirinya terlalu syok dengan perlakuan lembut Pandu .
Pandu segera mengecup kembali kening Echa dan mengurai pelukannya.
"Sekarang kita masuk ,hm.." kata Pandu lalu menggenggam tangan Echa dan menarik nya masuk kedalam mansion .
.
"Assalamu'alaikum..." sapa Pandu saat masuk kedalam mansion dan melihat kedua orang tua nya sedang bersantai diruang keluarga .
"Waallaikuamsalam ..." Sahut ibu Sari lalu menolehkan kepala nya dan melihat Pandu masuk dengan menganggandeng seorang wanita cantik yang ibu Sari sangat mengenal wanita itu .
Kemudian Pandu mengajak Echa untuk memberi salam dengan mencium takzim tangan kedua orang tua nya . Echa menurut dan mengikuti nya .
"Sudah pulang le?" tanya ibu Sari saat Pandu mencium takzim tangannya , lalu beralih mencium takzim tangan ayah Matheo . dibelakang nya Echa juga melakukan hal yang sama .
"Sudah Bu .." jawab Pandu kemudian menarik Echa agar duduk disamping nya .
"Bu ada yang ini Pandu bicaraka dengan ayah dan juga ibu ", imbuh Pandu dengan nada serius
Ayah Matheo yang tadi sedang membaca majalah bisnis langsung menutup majalahnya dan menaruhnya diatas meja .
"Mau bicara apa ?" kini ayah Matheo yang berbicara .
Pandu menolehkan kepalanya menatap wajah cantik Echa , lalu menarik nafas pelan .
"Kenalin yah , ibu . Ini Echa calon istri Pandu .."
Ayah Matheo dan Ibu Sari saling pandang mendengar ucapan Pandu .
"Apa ibu gak salah dengar le ?" tanya ibu Sari
Deg ...
"Apa aku ditolak ? Sudah ku duga ..." batin Echa
"Tidak Bu , Echa memang calon istri Pandu ". Sahut Pandu lugas
"Kapan kalian menikah ?" sela Ayah Matheo
Echa membulatkan mata nya mendengar pertanyaan ayah Matheo , kemudian ia melirik Pandu yang masih bersikap tenang seolah pertanyaan ayah Matheo tak mengusik pikirannya .
"Iya kapan kalian menikah ?" Kini giliran ibu Sari yang bertanya dengan perasaan yang antusias
"Secepatnya yah Bu .." sahut Pandu tegas seraya menatap wajah kedua orang tua nya
Echa meremat paha Pandu , tapi pria itu justru menarik jemari mulus Echa dan menggenggam nya erat .
"Bagaimana kalo satu bulan lagi ? Bukankah lebih cepat lebih baik ?" kata Ibu Sari
"Sebentar ibu mau telepon Kakung sama uti dulu pasti mereka juga bahagia dengar kabar ini ...." bergegas ibu Sari melangkahkan kaki nya menuju kamar untuk mengambil ponsel .
Echa sudah ketar-ketir melihat semua kejadian ini terlalu cepat bahkan diluar ekspetasi nya .
"Mas .." panggil Echa lirih
Pandu langsung menoleh menatap Echa seraya menyunggingkan senyum tampan nya .
"Sejak kapan kalian menjalin hubungan ?" tanya ayah Matheo
"Setelah perayaan ulang tahun perusahaan yah ". Jawab Pandu
Ayah Matheo mengangkat sebelah alis nya .
"Cha ?" panggil ayah Matheo pada Echa
"Iy-iya tuan ?" sahut Echa terbata-bata karena nervous
"Jangan panggil tuan , sebentar lagi saya akan menjadi mertua mu..." kata Ayah Matheo datar
"I-iyya om .."
Jujur saja Echa gugup jika berhadapan dengan ayah Matheo . Bagaimana Echa tidak gugup jika Ayah Matheo memiliki wajah yang garang dan juga tegas , apalagi beliau ini orang yang irit bicara . Berbanding jauh dengan anak nya yang cerewet sekali . Bahkan diusia nya yang sudah hampir 60 tahun , aura wibawa pemimpin masih melekat kuat di tubuh Ayah Matheo .
"Kenapa kamu ingin menikah dengan putra saya ?" tanya Ayah Matheo datar seraya matanya menatap tajam kearah Echa .
Jangan tanya gimana gugupnya Echa ditatap tajam sedemikian tajam oleh calon ayah mertua nya .
Sedang Pandu memutar bola matanya jengah ,"Ayah , bisakah teduhkan sedikit tatapan mu ? Calon istriku takut yahhh ". Tegur Pandu
"CK!" Ayah Matheo berdecak sebal , bukankah anak nya itu tau jika ia memang memiliki tatapan yang tajam seperti ini ? .
Tak berselang lama Ibu Sari turun dari lantai atas dan segera kembali bergabung dengan mereka .
"Yah , Kakung bilang lusa akan kesini membahas pernikahan Pandu .. " kata Ibu Sari dengan girang nya
"Hm.. Kau yang atur saja Bu " sahut ayah Matheo
"Chaa .. Pan .. Kapan kalian akan melakukan pernikahan ?" tanya ibu Sari seraya menatap dua calon pasangan suami istri itu .
"Kalo Pandu terserah Echa aja bu, Echa kapan siap nya buat Pandu nikahin". Ujar Pandu
Echa langsung membulatkan mata nya melirik kearah Pandu . Kenapa dengan gampang sekali mereka menerima Echa tanpa ada seleksi khusus . Bukankah setiap konglomerat ketika memilih menantu pasti akan ditanya tentang latar belakang dan lain sebagai nya . Tapi kenapa dikeluarga Ayah Matheo dan Ibu Sari ini dengan mudah nya langsung menerima nya ? Ini bukan jebakan kan ?
Pikiran Echa berkelana membayangkan jika benar ia akan menikah dengan Pandu , bagaimana Echa akan menjalani kehidupan rumah tangga nya nanti . Bahkan perasaan insecure mulai Echa rasakan , dia yang dari golongan keluarga broken home dan tak kaya raya justru diterima dengan tangan terbuka oleh keluarga terpandang seperti keluarga ayah Matheo .
"Kamu siap saya nikahin sayang ?" tanya Pandu lembut seraya mengusap punggung tangan Echa .
Echa terpaku tak bisa menjawab pertanyaan Pandu . Bahkan matanya sudah memerah ingin menangis .
"Nduk .." panggil ibu Sari kemudian beranjak dari duduknya dan mendekati Echa lalu mengelus Surai panjang Echa .
"Kamu pasti syok dengan semua ini . Kenapa kami dengan mudah nya menerima kamu , iya kan ?" ucap Ibu Sari
Tanpa sadar Echa menganggukkan kepala nya seraya menatap wajah cantik ibu Sari , meskipun usia nya sudah tak muda tapi aura kecantikan nya masih menguar dari dalam diri nya .
Ibu Sari tersenyum tipis lalu menggenggam tangan Echa.
"Kami sudah lama menantikan ini nduk , menantikan Pandu memperkenalkan seorang wanita sebagai calon istri nya . Dan kini Pandu sudah membawa calon menantu untuk ibu .."
"Kami tak akan mempersalahkan latar belakang calon istri Pandu nduk , mau status sosial ataupun keluarga dia bagaimana , kami tak pilih-pilih nduk . Asalkan wanita itu memiliki adab sopan santun dan tau kewajiban nya sebagai istri kami akan dengan senang hati menerima nya ..." terang Ibu Sari lembut
Echa terhadu mendengar penuturan ibu Sari , bagaimana bisa ada wanita berhati malaikat seperti ibu Sari ini ? Tak hanya pintar dan cantik tapi juga memiliki hati yang baik seluas samudra .
"Mau ya nduk nikah sama Pandu , kami sudah lama menginginkan cucu dari Pandu ..." kata Ibu Sari
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
Erna Wati
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
2025-01-21
0
🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84
terhadu => terharu thoorr😁
2024-10-19
1