3. Teman Laknat

Tepat pukul 5 sore , semua karyawan berhamburan untuk segera pulang kerumah . Sehari bekerja membuat mereka butuh mengistirahatkan otak dan juga tubuhnya .

Tapi hal itu tak berlaku untuk Echa . Pasalnya atasannya itu memutuskan untuk lembur , jadi mau tidak mau Echa harus tetap stay dikantor sampai Pandu pulang , barulah dia juga akan ikut pulang .

"Pak Pandu ngapain harus lembur sih . Padahal ini bukan akhir bulan , gak ada acara meeting lain juga kok ". Gumam Echa sambil terus melirik kearah arloji nya . Tadi pagi dirinya sudah ada janji dengan Mitha untuk mengantarkan adiknya itu pergi ke toko buku .

Tak lama pintu ruangan CEO terbuka , nampaklah Pandu dengan penampilan acak-acakan dan dasi yang sudah tersampir dibahu nya .

"Pak Pandu ..." sapa Echa

Pandu hanya meliriknya sekilas lalu melangkah menuju lift .

"Pak Pandu tunggu .." teriak Echa berlari mengejar langkah kaki Pandu ."Pak bukankah bapak mengatakan jika akan lembur malam ini ?" tanya Echa ketika berhasil mengejar Pandu .

"Gak jadi .." jawab Pandu singkat

"Kenapa pak ?" tanya Echa penasaran . Tumben-tumbenan atasannya ini tiba-tiba membatalkan acara lemburnya , biasanya jika sudah mengatakan akan lembur pasti bisa sampai larut malam . Tapi coba lihat sekarang ? Dengan mudah nya membatalkan acara lembur . Ada apakah gerangan ?

"Yes..." gumam Echa lirih saat Pandu sudah masuk kedalam lift . Buru-buru Echa mengemasi meja kerja nya serta mengambil tas nya .

.

.

Sesampainya diapartemen , Echa melihat adiknya sudah bersiap dan sedang menunggu nya sambil menonton tv .

Mitha menoleh saat mendengar pintu apartemen terbuka . "Kak , kok baru pulang ?" tanya Mitha

"Iya kakak lembur , ini pun juga udah pulang awal dari jam lembur ", jawab Echa

"Jadi anterin Mitha ke toko buku kan kak ?"

"Jadi , kakak bersihin diri dulu . Kamu tunggu bentar ". Sahut Echa lalu masuk kedalam kamar .

Mitha mengangguk .

.

.

Pandu tiba di apartemen miliknya . Malam ini dirinya tak berniat untuk pulang ke mansion karena tadi sore ibu nya memberi kabar jika nenek Tara yang status nya ibu dari ayah Sagara datang berkunjung .

Pandu tak ingin bertemu dengan nenek Tara , karena menurut nya Nenek Tara adalah tipe orang tua yang toxic . Suka mengatur dan juga mengomentari hidup keluarga nya , dia tak suka hal itu .

Pandu menghempaskan tubuhnya pada kursi sofa ruang tamu sambil memejamkan matanya dan memijat pelipis nya .

"Ah sudah lama aku tak berkencan .." gumamnya

Tingg ...

Ponsel mahalnya berbunyi . Pandu segera meraih nya dan melihat siapa yang mengirim pesan.

(Bagas : Bro ke club yukk ..)

(Pandu : Ah ! Malas aku kalo gak dijemput )

(Bagas : kayak anak prawan aja lu minta dijemput segala . Ya udah sharelok gue jemput sekarang )

Pandu segera mengaktifkan GPS lalu ia masuk ke kamar untuk membersihkan diri sebelum Bagas sahabatnya itu menjemput .

.

Saat Pandu baru saja keluar dari kamar mandi , dirinya dibuat terkejut dengan kedatangan Bagas yang tiba-tiba sudah duduk anteng dikursi samping ranjang nya .

" Eh b*ngs*t !, bikin gue jantungan aja .. Udah kayak s*Tan aja lu nongol tiba-tiba". Gerutu Pandu dan langsung masuk ke walk in Closet untuk berganti pakaian .

"Lagian loe lama amat mandi nya , gue udah nungguin dari tadi . Luluran dulu loe ?" Ejek Bagas dengan gaya khas tengil nya .

Pandu keluar dari walk in Closet dengan pakaian casualnya , tak bisa dipungkiri semua orang yang melihatnya pasti mengira Pandu masih berusia 32 tahunan padahal sebenarnya 2 tahun lagi dirinya berusia 40 tahun .

Hanya menggunakan celana jeans hitam panjang dan juga kaos polo yang ketat hingga menampakkan dada bidang nya justru malah membuat Pandu semakin terlihat tampan dan menawan . Tak heran jika banyak wanita yang tergila-gila dengannya .

"Udah jangan banyak omong , jadi ke club gak ?" tanya Pandu yang merasa jengah dengan tingkah kawannya itu , padahal dirinya pun juga banyak bertingkah jika dihadapan wanita-wanita sexy .

.

Saat keduanya tiba diclub banyak pasang mata yang memandang kearah keduanya . Tak heran jika mereka menjadi pusat perhatian karena aura ketampanan dan juga kekayaan menguar dari dalam diri mereka .

"Wishkey satu .." pinta Pandu pada bartender saat keduanya sudah duduk dikursi .

Bartender itu mengangguk dan segera mengambil botol wishkey lalu menuangkannya kegelas .

Suara dentuman musik dari disjoki begitu memekakkan telinga. Tapi tidak bagi para pengunjung didalam club tersebut , seolah alunan musik itu mampu menghilangkan segala beban yang mereka rasakan meskipun hanya sesaat .

"Sst .. Pan coba kau tengok kebelakang ". Pinta Bagas

Pandu menurut lalu menolehkan kepala nya kebelakang .

"Seksi bro , body nya behhh m*NT*k . CK! tapi sayang dahinya udah mulai keriputan " , seloroh Bagas seraya berdecak

"Halo ganteng .. Boleh Tante ikut duduk disini ?" kata wanita yang dipanggil Tante itu dengan suara menggoda sembari mencolek dagu Pandu .

"Apasih colek-colek , wajah ku ini aset gak sembarangan orang boleh nyentuh ". Sentak Pandu merasa risih dengan tindakan Tante tadi .

"Uhh ganteng-ganteng tapi sayang galak banget ". Ucap si wanita

Pandu dan Bagas tak menggubrisnya , seolah-olah tak menganggap wanita itu ada disamping mereka . Sedangkan si wanita terus saja mengoceh mengajak keduanya berbicara .

Hingga Pandu yang sudah merasa jengah pun langsung bangkit dari duduknya dan berjalan pergi meninggalkan Bagas sendirian didalam club .

"Woy .. Mau kemana loe ?" teriak Bagas ketika melihat Pandu sudah diambang pintu keluar club

"Cabuttt , risih gue lihat begituan . Nafsu kagak loyo iyaa ". Celetuk Pandu dengan santai nya seraya mendorong pintu keluar .

"Ahh tuh bocah , pergi gak ajak-ajak .." gerutu Bagas hendak bangkit menyusul Pandu tapi pergelangan tangannya dicekal wanita tadi .

"Mau kemana ganteng ? Sini aja temenin Tante .." kata si wanita itu dengan suara mendayu-dayu

"Maaf Tante , anak kecil ini mau pulang dulu takut dicariin mama ". Ujar Bagas seraya berusaha melepaskan cekalan tangannya .

"Tapi-..." belum selesai wanita itu bicara , Bagas sudah ngacir berlari keluar dari club dan mencari keberadaan Pandu .

Dilihatnya kawannya itu tengah menyulut rokok sambil bersandar pada pintu mobil .

"Sialan loe Pan , sengaja kan ninggalin gue biar digodain sama tuh tante-tante ?" sungut Bagas menuduh Pandu .

Bukannya marah , pria itu justru dengan santai nya menguarkan asap rokok dari sela hidungnya . "Kalo loe minat juga gapapa kan ? Rejeki itu namanya ". Sahut Pandu

"Dasar edan . Mendadak impoten gue kalo sampe kena tuh tante-tante ". Keluh Bagas

Mendengar itu Pandu pun tertawa , bagaimana bisa temannya itu bisa impoten kalo setiap malam saja miliknya selalu keluar masuk sarang kenikmatan .

Berbeda dengan dirinya , diusianya yang sudah tak muda lagi dirinya belum pernah melepaskan keperjakaan nya . Meskipun banyak rumor yang mengatakan jika ia sering melakukan one night stand dengan wanita bayaran tapi Pandu tak memperdulikan rumor itu , selagi tak mengganggu karir nya ia abaikan saja .

.

.

.

Terpopuler

Comments

jumirah slavina

jumirah slavina

anak kecil yg bisa bikin anak kecil ya Gas🤪🤪🤣🤣🤣

2024-12-21

2

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

Pandu & Bagas bener2 somplak emg/Joyful//Joyful/

2024-10-19

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!