10.Ide Gila

Pandu terpaksa meminjam kamar mandi ruang tamu yang ada diapartemen Bagas . Jemari kekar nya bermain lincah menuntut pelepasan dengan ditemani film dewasa yang ditampilkan dilayar ponsel nya.

"Ahh .. Eemmm .." Rintihan desahan keluar dari bibir Pandu .

"Aarggghh ..." Akhirnya erangan panjang lolos bersamaan dengan meleleh nya mayonais dari dari sela paha nya.

"Arrghhh Bagas sialan !" Pandu mengumpati teman laknat nya itu . Gara-gara dia , Pandu harus melepas keperjakaannya dengan cara solo ria .

Pandu segera membersihkan diri dan kembali memakai pakaiannya . Kemudian ia keluar dari kamar mandi .

"Ohooo ... Solo ria bos ". Ejek Bagas seraya duduk dikursi ruang tamu dengan bertelanjang dada dan handuk yang melilit dipinggang nya .

"Bangs*t loe , temen laknat !" umpat Pandu lalu berjalan mendekati Bagas dan duduk disampingnya

"Makanya dulu tuh kalo gue nawarin sewa wanita langsung sikat aja , pake sok-sokan nolak segala. Nyesel kan loe sekarang solo ria ". Ucap Bagas dengan jumawa .

"Gue kagak kayak loe yaa , sembarangan masukin sosis kepenggilingan ". Sahut Pandu sewot .

"Gak tau aja loe . Ahh .. Ahhh .. Nikmat nya lubang betina ". Ledek Bagas seraya menirukan suara desahan

"Kampret loe !" Pandu melempar bekas bungkus snack kearah Bagas , dan pria itu justru tertawa lebar karena berhasil membuat teman nya itu kesal .

"Lagian loe kenapa sih , tengah malem kesini mengganggu waktu istirahat gue aja ". Tanya Bagas

Pandu berdecak kesal , waktu istirahat bagaimana yang Bagas maksud ? Bermain dan menghabiskan malam dengan wanita sewa nya ?

"Pusing gue .." keluh Pandu seraya menyandarkan kepala nya disofa dan memijat pelipis nya .

"Pusing kenapa , disuruh kawin lagi ?" tanya Bagas . Pasal nya ia sudah hapal betul dengan tabiat teman nya ini , jika ada masalah pasti lari nya kesini .

"Ya terus apalagi kalo bukan kawin, justru Kanjeng Romo Kakung juga ikut-ikutan nyuruh gue kawin . Mana ada cari calon secepat kilat ". Ucap Pandu

"Sewa cewek aja bro .." saran Bagas

Pandu membuka mata nya dan menegakkan badannya. "Gak mau gue, takut bukan tipikal calon istri idaman". ujar nya

"Lah loe banyak mau nya sih ". Timpal Bagas

"Sebenar nya gue ada rencana sih ". kata Pandu

"Rencana apaan ?" tanya Bagas Penasaran .

"Loe tau Echa sekretaris gue kan ?".

 Bagas mengangguk.

"Eh bentar , jangan bilang loe mau jadiin itu sekretaris sebagai calon istri ?" tebak Bagas seraya menyipitkan matanya menatap kearah Pandu .

"Nah itu loe tau maksud gue .."

"Emang itu orang mau sama loe ?" Ledek Bagas

"Sial ! Siapa yang gak mau sama gue , tampan nan rupawan juga kaya tujuh turunan ". Ucap Pandu dengan sombong nya .

"Ck! .." Bagas berdecak seraya memutar bola matanya jengah .

Kedua nya terdiam sejenak dengan pikirannya masing-masing .

"Gas .." panggil Pandu dan dijawab deheman oleh Bagas .

"Gue minta tolong .." kata Pandu

"Apaan , kagak gratis yaa ". Ucap Bagas

"CK! Sama temen sendiri perhitungan amat loe !" gerutu Pandu

"Teman ya teman , bisnis ya bisnis . Jangan dicampur adukkan ". Ucap Bagas

"Mau minta tolong apaan ?" sambung nya

"Bikinin surat pernyataan buat tanda tangan nikah kontrak sama sekretaris gue ". Kata Pandu

"Percaya diri sekali anda tuan Pandu . Ingat loe belum bilang sama dia , mau nikah kagak sama loe . Jangan asal bikin surat pernyataan ". Ujar Bagas mengingatkan .

"Besok pagi lah , gue ngomong nya sekalian pas dikantor ". Ucap Pandu .

Bagas menganggukkan kepala nya paham ."Ya udah lah Sono loe balik "

"Loe ngusir gue ?"

"Iya lah , kasihan cewek yang masih terkapar dikamar gue berisik denger suara loe ".

"Sial ! Bilang aja loe masih mau garap tuh cewek . Inget umur udah tua takut gak kuat lama-lama ". Ejek Pandu lalu bangkit dari duduknya dari segera berlari kearah pintu .

"Bang*** loe , dasar bujang lapuk !" teriak Bagas mengumpati Pandu .

Sedang Pandu tertawa tergelak saat sudah berada diluar unit apartemen Bagas .

.

.

.

Pagi masih buta , dan Echa sudah berkutat didapur membuatkan sarapan untuk Mitha dan juga dirinya .

Hari ini rencana nya ia akan izin masuk siang karena semalam Mitha tiba-tiba demam tinggi dan belum turun hingga pagi ini , jadi dia berencana ingin membawa Mitha periksa kerumah sakit setelah sarapan .

"Aahh .. Selesai , aku bangunin Mitha dulu deh sekalian cek demamny udah turun belum ". Gumam Echa lirih , kemudian ia berjalan menuju kamar Mitha .

Tokk ..

Tokk ...

Tokk ...

"Dekk ... Udah bangun ? Kakak masuk yaa " , teriak Echa dari luar kamar Mitha

"Masuk aja kak , pintunya gak Mitha kunci " .

Mendengar sahutan adiknya , Echa segera meraih handle pintu dan membuka nya .

"Dek .." panggil Echa seraya melirik kearah ranjang dan melihat Mitha masih bergulung dibawah selimut .

Echa mendekat dan duduk disisi ranjang , tangannya terangkat menyentuh kening Mitha .

"Masih panas , demamnya belum turun ". Monolognya sendiri .

"Dek , bangun dulu kakak udah masak sop daging kesukaan kamu . Mau kakak ambilin ?" tawar Echa .

Mitha mengangguk dengan mata masih terpejam .

"Ya udah kamu tunggu sini biar kakak ambil sarapannya dulu ". Kemudian Echa kembali kedapur untuk mengambilkan sarapan setelah itu ia kembali masuk kekamar Mitha .

"Bangun dulu dek .."pinta nya seraya membantu Mitha duduk . Lalu Echa menyuapi adiknya makan .

"Pahit kak .." keluh Mitha karena lidah nya terasa pahit untuk merasakan makanan .

"Ya tapi tetep harus makan dek , dihabiskan setelah itu kita periksa kedokter ". Kata Echa

Dengan telaten wanita itu menyuapi adiknya , hingga sarapannya habis . Setelah itu ia menyodorkan air minum pada Mitha .

"Kamu istirahat lagi aja , kakak mau mandi dulu setelah itu kakak antar kamu periksa ". Ucap nya seraya membereskan piring dan gelas yang dipakai makan Mitha tadi .

Mitha mengangguk lalu kembali membaringkan tubuhnya diranjang dan membenahi selimut nya .

.

.

.

Berbeda dengan keadaan dimansion Ayah Matheo . Putra nya itu kini tengah uring-uringan karena Echa izin tidak masuk kantor pagi hari nya .

"Pandu .." sentak ayah Matheo melihat Pandu terus saja mengomel tak jelas

"Bisa diam tidak ! Ayah pusing dengar kamu terus saja mengoceh tak jelas seperti itu . Sudah macam anak ayam ditinggal induk nya ". Kata Ayah Matheo

"Ayah gak tau kalo Pandu sudah ada janji sama klien , dan Echa malah izin masuk siang ".

"Kamu kan CEO apa tidak bisa menghadapi klien itu sendiri ?!" tanya Ayah Matheo

"Pandu geli yah .. Klien kali ini orang nya agak bertulang lunak ". Ucap Pandu mengungkapkan kegelisahannya.

Ibu Sari yang mendengar perdebatan kedua nya pun menghela nafas panjang .

"Le .." panggil ibu Sari

Pandu menoleh dan menatap ibu nya .

"Kamu kan masih ada Asisten pribadi , minta saja dia yang menangani kalo kamu keberatan ". Ujar Ibu Sari memberikan saran

"Oh iyaa . Pandu lupa Bu .." Lalu Pandu menelpon Asisten Gara dan meminta nya untuk menggantikan dirinya bertemu klien itu , sedang dia ingin masuk ke kantor siang biar barengan sama Echa .

Ibu Sari menggelengkan kepala nya melihat tingkah putra nya yang masih seperti anak kecil .

.

.

.

Terpopuler

Comments

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

bener tuh Bagas/Joyful//Joyful/aplg di jaman skrg kan gk ada yg gratis 😁

2024-10-19

1

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

gua bru denger nih Pandu ada istilah kyk gini/Facepalm//Facepalm/

2024-10-19

0

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

hadeeehhh kasian kau Pandu harus bermain solo/Joyful//Joyful/makanya buruan nikah biar gak main 5 jari 😁😁

2024-10-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!