20. Pembahasan Pernikahan

Kini Echa duduk disamping Pandu dan berhadapan dengan keluarga besar dari calon suami nya itu , sejujurnya Echa sangat canggung dan gugup bila dihadapkan dengan situasi yang begitu mendadak dan tak pernah ia pikirkan sebelum nya .

"nduk.." panggil Ibu Sari . "Kenalkan ini kakung Agung dan Uti Tami , kakek dan nenek nya Pandu yaitu orang tua saya " sambung ibu Sari memperkenalkan .

"Kami ini berasal dari Jogja nduk .." sela Uti Tami

"Jadi jangan kaget ya , jika kami bicara nya campur-campur bahasa Jawa dan Indonesia . Nanti minta Pandu yang ngajarin , karena dikeluarga Kakung Agung harus bisa bicara bahasa Jawa ". Kata Uti Tami menjelaskan dengan suara lemah lembut .

"Iya uti .." sahut Echa gugup

"Yo uwes , Saiki bahas kapan rabi ne Pandu ?(Ya sudah sekarang bahas kapan Pandu nikah ?)" ujar Kakung Agung dengan tidak sabar

"Kung sabar , Echa nembe mawon kenal kaliyan panjenengan , paringi waktu rumiyen .(Kung sabar , Echa baru saja kenal sama kalian . Kasih waktu sebentar)" . Ucap Pandu

Kakung Agung menghela nafas panjang . Dia terlalu semangat mendengar cucu nya menikah hingga tak sadar jika calon cucu mantu nya perlu beradaptasi dengan keluarga nya .

Echa yang sedari tadi memperhatikan interaksi dikeluarga Pandu pun merasa rendah diri seraya tersenyum getir. Keluarga Pandu begitu terlihat harmonis dan saling mendukung satu sama lain , tidak seperti keluarga nya yang terpecah berai tak tau arah dan tujuan .

"nduk .." panggil Uti Tami

"iya uti ?" jawab Echa sopan

"Boleh uti tanya sesuatu ?" kata Uti Tami

"Silahkan Uti .." sahut Echa

"Ibu bapak masih ada ?" tanya Uti Tami dengan hati-hati

Deg ...

Hati Echa seperti diremas mendengar pertanyaan uti Tami , bibir nya seketika Kelu hanya sekedar untuk menjawab nya . Echa langsung menundukkan kepala nya , ia malu jika harus menjawab yang sejujurnya .

"Utiii ..." seru Pandu seraya menggelengkan kepalanya pelan seolah meminta Uti Tami untuk jangan bertanya hal seperti itu .

Uti Tami yang paham akan maksud Pandu pun langsung beranjak dari duduknya dan menghampiri Echa lalu duduk disamping nya .

Kemudian Uti Tami mengangkat dagu Echa agar menatap kearah nya .

"Lihat Uti nduk .. " titah Uti Tami

Echa menuruti nya . Demi apapun Echa seperti sedang disidang didalam sana , seolah karena memiliki strata sosial yang amat jauh dibawah Pandu .

"Uti tidak akan membahas tentang keluarga atau pun status sosial mu asal kamu bisa menuruti permintaan uti nduk ..." ucap Uti Tami

"Ibu ..." seru ibu Sari menegur Uti Tami agar tak membuat Echa tertekan .

Tapi Uti Tami tak menggubris nya , ia tetap menatap dalam wajah cantik Echa .

"Insyaallah akan Echa penuhi permintaan Uti .." sahut Echa sopan

Uti Tami tersenyum simpul mendengar nya . "Baiklah , setelah kalian menikah jangan tunda momongan . Langsung berikan Uti seorang cicit dari Pandu , apa kamu sanggup nduk?" tantang Uti Tami

"Uti .." pekik ibu Sari dan Pandu bersamaan .

Sedang ayah Matheo yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis , dan Kakung Agung langsung menepuk dahi nya saat melihat tingkah istri nya yang selalu mempersulit setiap calon pasangan yang akan masuk dalam keluarga nya .

Echa menelan ludah nya susah payah mendengar permintaan nenek dari calon suami nya ini . Bagaimana saat mereka tau jika pernikahannya dengan Pandu hanyalah pernikahan kontrak ? Apa harus ada anak diantara mereka ? Pikir Echa

Sejenak Echa menarik nafas dan menghembuskan nya pelan sebelum menjawab pertanyaan Uti Tami .

"Saya akan penuhi permintaan uti " Ucap Echa lugas

Pandu yang mendengar itu seketika membulatkan matanya tak percaya jika Echa akan menerima permintaan dari utinya .

Tapi tunggu dulu , bukankah itu juga menguntungkan untuk Pandu sendiri ? Ia tak perlu mencari alasan jika ingin meminta hak nya nanti .

Diam-diam Pandu tersenyum licik didalam hati nya seraya mengucapkan terimakasih pada Uti Tami .

Uti Tami langsung melepaskan tangannya dari dagu Echa , lalu mengelus puncak kepala calon cucu mantu nya itu .

"Terimakasih nduk sudah mau memenuhi permintaan uti ..." ucap Uti Tami tulus .

.

"Ya uwes Saiki awakdewe bahas kapan tanggal rabi dinggo Pandu ..(Ya sudah sekarang kita bahas kapan tanggal nikah untuk Pandu )" sela Kakung Agung .

"2 minggu lagi bagaimana kung ? Kini Ayah Matheo yang memberikan usulan

"Yo rapopo , luweh cepet luweh apik ( ya gapapa , lebih cepat lebih baik)" kata Kakung Agung

"Pandu mboten setuju , niku terlalu cepet kung ( Pandu gak setuju , itu terlalu cepat kung)" ujar Pandu

"Nggih kung , Sari setuju kalih Pandu . Mangkeh Echa taseh pados baju lan mahar ( Iya kung , Sari setuju sama Pandu . Nanti Echa masih cari baju dan mahar)" ucap Ibu Sari

"Sar , kan kamu ada teman yang punya usaha butik . Minta Pandu antar Echa kesana saja ". Saran Uti Tami

"Sabar ti , Pandu mau tanya baju pernikahan yang Echa pingin yang bagaimana dulu . Kamu pingin weeding dream yang bagaimana Cha ?" tanya Pandu seraya menatap wajah cantik Echa .

Echa langsung menatap wajah semua orang yang ada disana ."Boleh Echa pilih sesuai keinginan Echa sendiri ?" ucap Echa hati-hati

"Tentu .. Bilang saja mau weeding dream yang bagaimana biar nanti aku yang urus ". Ujar Pandu

"Echa mau pas akad pakai adat Jawa , boleh ?" kata Echa

"Tentu boleh dong nduk , uti malah seneng kalo kamu mau pakai adat Jawa . Uti sebagai orang Jawa justru bangga ". Tutur Uti Tami

Ibu Sari yang mendengar itu juga mengangguk setuju .

"Pan , kamu sudah tentukan mahar nya belum ?" tanya Ayah Matheo

"Sudah yah , Pandu berikan mahar 500juta . Apa itu cukup Cha ?" kata Pandu meminta pendapat Echa

"Apa duit mu kurang Pan ? Sampai memberikan mahar hanya segitu ? Jika iya biar ayah yang tambahin ". Ucap Ayah Matheo

"Maaf ayah , Echa rasa mahar dari mas Pandu sudah lebih dari cukup ". Sela Echa sopan

"Iyo , Kakung setuju Karo ayah mu Pan . Nek kurang Kakung tambahi duite ( iya , Kakung setuju sama ayah mu Pan . Kalo kurang biar Kakung tambahi uang nya )" ujar Kakung Agung .

Pandu menghela nafas kasar. "Ya sudah , mahar nya Pandu tambahin jadi 2 milyar. Apa itu cukup ?"

Echa membulatkan matanya mendengar nominal mahar yang Pandu sebutkan . Astaga uang segitu baru bisa dia dapatkan setelah 10 tahun bekerja dengan Pandu , tapi sekarang ia mendapatkannya dengan begitu mudah hanya mau menikah dengan pria itu.

"Nah itu baru anak ayah , itu sudah sebanding dengan perawan yang akan kau nafkahi nanti ". Ucap Ayah Matheo

Kakung Agung langsung mengangguk setuju . Kakung Agung tau jika Echa masih perawan , bisa dilihat bagaimana wanita itu begitu sopan dan tak banyak tingkah .

.

.

.

Terpopuler

Comments

Erna Wati

Erna Wati

gila benar mahar 2miliar . klu didunia ada nga ya maaf canda/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-01-21

0

min dii💭

min dii💭

ga waras😭😭👊🏻

2025-01-05

0

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

🍒⃞⃟🦅🟡Rivana84

orang kaya mah beda ya😅😅500jt aja kurang bagi mereka 😁

2024-10-19

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!