Bab 16

Mata semua orang terbelalak dan tertuju pada satu titik yaitu Rami.

"Ya anda semua tidak salah dengar, nyonya selir di racun oleh nyonya marchioness karena sedang mengandung anak kedua dengan usia kandungan empat bulan, saat tuan pergi berperang nyonya selir tidak tau kalau sedang hamil, saat nyonya selir tau, nyonya berniat mengirim surat ke medan perang untuk memberi tau tuan kondisi nya,saat itu lah nyonya besar membaca surat tersebut dan marah, di hari itu adalah neraka untuk kami para pelayan, total ada 12 pelayan yang di cambuk hari itu tanpa melakukan kesalahan, sampai akhir nya nyonya memutuskan untuk meracun nyonya Sofia" terang Rami panjang lebar.

"bohong...." teriak Rosalia.

"sayang nya itu lah kebenaran nya nyonya, hari itu saat saya kembali Dari dapur bersama Nona bungsu dengan mata kepala saya sendiri saya melihat nyonya yang tersenyum bahagia saat nyonya sofia kejang kejang dan memohon untuk nyawa putra di dalam rahim nya, tapi anda bertiga hanya tertawa saat melihat nya memohon" Baroness Richter keluar dari kelompok dengan mata merah menahan tangis.

"Ha... wanita jelata yang naik tingkat sosial karena di nikahi seorang baron pedesaan berani sekali melawan saya seorang Marchioness, apa kau tidak takut putra mu satu satu nya yang saat ini sedang di akademi mengalami kecelakaan?" tanya Rosalia dengan kemarahan membuncah.

"ha... ha... ha... masih mengatakan hal yang sama nyonya... ya itulah ketakutan saya selama ini hingga saya terpaksa diam selama satu tahun terakhir. Saya diam demi nyawa putra saya satu satu nya, dan saat ini saya sudah bisa berbicara karena putra saya sudah di tempat yang aman" teriak Nella Richter dengan penuh kemarahan.

"Jadi saat meninggal Sofia sedang hamil" tanya Liam dengan suara dingin yang menusuk tulang.

"ayahanda..." ucap Bian sambil mengusap lembut bahu yang ayah.

"Iya tuan, saya sudah memastikan kehamilan nyonya dan saya juga yang memeriksa nyonya sesaat setelah di racun, sama seperti Baroness Richter saya juga di paksa bungkam demi putra saya yang saat ini sedang di akademi medis kerajaan. Dan saya juga di paksa mengeluarkan diagnosa kalau nyonya Sofia mengalami serangan jantung" ucap dokter August.

Bian menatap ayah dan paman nya secara bergantian mendengar ucapan dokter mansion.

Duke Balace kakak kandung Rosalia menatap adik nya dengan pandangan tak terbaca.

"Rose..." lirih suara nya tersangkut di tenggorokan.

"Suami ku... Sabar... tenang" bisik duchess yang duduk di samping nya.

"Saya tidak menyangka kalau Rosalia jadi semakin menjadi jadi, Dia bahkan tidak mencampuri wanita hamil, Istri ku, hukuman apa yang akan di terima adik ku" bisik Duke Balace lirih.

"Maaf kan aku suami ku, walaupun aku adalah adik yang mulia raja tapi aku tidak bisa membantu jika berhubungan dengan biro hukum kerajaan, kau tau sendiri kan tidak ada yang bisa menginterupsi keputusan mereka" ucap Duchess Balace sambil mengusap bahu sang suami.

Saat hakim sedang berbicara dengan beberapa orang di sisi nya, pintu Aula terbuka, dua pria yang tadi memeriksa kamar Rosalia kembali dengan nampan berisi beberapa barang.

Dua buah botol kaca, satu berisi cairan ungu kental dan satu lagi berisi cairan bening seperti air putih.

dua buah cambuk pendek dan panjang, dan satu buah lidi panjang bergerigi.

"Tim farmasi cek kandungan kedua cairan tersebut, apa isi nya?" ucap hakim pada dua orang nya yang berdiri di bagian belakang.

"baik ketua" jawab nya.

Di hadapan semua orang , kedua ahli farmasi dari biro hukum tersebut mengecek cairan tersebut menggunakan beberapa cairan tambahan yang mereka keluarkan dari dalam peti kayu yang mereka bawa.

Hanya dalam lima belas menit kedua ahli farmasi itu saling pandang sebelum salah satu dari mereka mulai berbicara untuk menerangkan.

"Cairan Ungu ini adalah racun mematikan yang mengandung campuran bisa beberapa jenis ular, serta tambahan beberapa jenis jamur beracun yang banyak tumbuh di daerah selatan, sedangkan cairan bening adalah penawar racun nya"

"Kau punya penawar nya juga? ha ha ha... kau wanita gila entah kenapa dulu orang tua saya memilih kamu jadi istri saya, Apa mereka tidak tahu jika mereka membawa ular beracun ke rumah mereka. wanita yang tidak cuma kejam pada orang lain bahkan sangat kejam pada putri kandung nya sendiri. cambuk mana yang kau gunakan untuk memukuli kaki putri ku Melissa hingga bisa menghasilkan luka hingga dia demam, cuma karena pelajaran etika nya tidak sesempurna yang kau harapkan" ucap Liam dengan gigi di gertak kan.

"Melissa di pukul juga? Etika tidak sempurna? tidak mungkin Marquess etika kerajaan Melissa sangat sempurna, dia adalah calon putri mahkota maka nya saya sendiri yang mengajari nya etika kerajaan karena dia adalah calon ratu masa depan," ucap duchess Balace sambil menatap Liam Winfrey.

"Itulah kenyataan nya duchess, saat ini Melissa masih demam, di betis nya penuh bekas luka yang masih segar" ucap Liam Winfrey.

"Bagian mana dari etika Melissa yang tidak sempurna Rosalia, semua orang di kerajaan tau betapa berbakat nya Melissa bahkan diusianya yang masih 10 hampir 11 tahun etika nya mengalahkan gadis yang sudah debutante." tanya duchess dengan suara bergetar, dia menyayangi keponakan yang sudah seperti putri bagi nya itu, mendengar jika Melissa di pukuli dengan alasan yang tidak masuk akal ada sedikit kemarahan dalam suara nya.

"Maaf kan aku suami ku, aku tidak akan mengikuti sidang ini lagi, aku akan menemui Melissa" ucap duchess sambil berdiri.

"Anda akan di antar kan oleh pelayan Melissa ke kamar nya duchess" ucap Liam sambil memberi kode pada pelayan Neta yang berdiri di bagian belakang.

"tuan Hakim, sebagai tambahan pertimbangan nyonya Rosalia juga melempar butler tua elias dengan botol parfum hingga kepala nya bocor dan saat ini sedang berada di ruang perawatan mansion" ucap salah satu pria yang tadi pergi ke kamar Rosalia.

"Baik lah saya mulai dengan pelayan Rami, anda di hukum 10 tahun kurungan di penjara ibu kota atas percobaan pembunuhan atas Nona muda Beatrice Winfrey, serta mendukung kejahatan nyonya Marchioness Winfrey" ucap hakim.

"tidak tuan, saya hanya melakukan perintah, ini semua salah nyonya, nyonya yang memerintah kan semua itu" ucap nya sambil berteriak sambil menangis sesegukan.

"Bawa dia" perintah hakim pada pengawalan dari biro hukum kerajaan.

"Selanjut nya, Nyonya Marchioness Rosalia Winfrey, dengan semua tuduhan yang di berikan pada anda dan bukti serta saksi yang mendukung tuduhan tersebut, kami biro hukum kerajaan memutuskan anda bersalah atas pembunuhan nyonya Sofia dallas dan dua orang pelayan wanita, menganiaya banyak pelayan, mengintimidasi, dan mengancam,anda akan dijatuhi hukuman....."

***

Terpopuler

Comments

Naraa 🌻

Naraa 🌻

HUKUMAN MATI lah kejahatan udh banyak gitu

2024-11-17

1

YuWie

YuWie

hukuman matiii atau hanya di kurung

2024-08-20

3

Moh Rifti

Moh Rifti

up kkk

2024-06-12

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!