Bab 03

Beatrice berjalan bersama Mia menyusuri lorong panjang dari kamar nya di lantai tiga menuju kantor sang ayah.

Beatrice berencana untuk mendekati ayahnya, sejak pulang dari medan perang hubungan Beatrice dengan sang ayah menjadi kaku, itu karena Beatrice yang seakan menjaga jarak dengan sang ayah, Padahal tuan marquess udah berulang kali mencoba untuk mendekati sang putri.

Itu semua karena dulu Beatrice yang polos percaya dengan kata marchioness bahwa ayah nya membenci diri nya karena jadi penyebab kematian ibunya dulu.

Beatrice memutuskan untuk kembali dekat dengan sang ayah, satu satu nya orang tua kandung yang dia punya.

Saat akan sampai di depan kantor sang ayah seorang pelayan menghentikan langkahnya.

"Anda mau kemana nona, bukan anda tau lorong ini terlarang untuk anda" pelayan itu menatap Beatrice dengan pandangan menghina yang terlihat jelas.

Beatrice meringis melihat pelayan itu, ingatan dia melayang saat tangan besar pelayan itu dengan sengaja mendorong nya di balkon lantai dua, dada Beatrice bergetar ada amarah yang ingin meledak keluar.

"kalau kau tidak ingin aku memberi tahukan pada ayahanda kejadian di balkon waktu itu jangan pernah menghalangi langkah ku. jangan pikir marchioness akan membela mu jika ayahanda tau kau dengan sengaja mendorong ku dari balkon" ucap Beatrice mencoba untuk mengeluarkan aura mengintimidasi.

Wajah pelayan itu memucat, ketakutan terlihat jelas di matanya.

Mia yang berdiri di belakang Beatrice sedikit heran melihat ekspresi pucat dan ketakutan dari pelayan pribadi marchioness tersebut.

Mia tidak sempat mendengar apa yang Beatrice ucapkan karena jaraknya yang sedikit jauh dan suara Beatrice yang sengaja di rendah kan.

"Aku akan melaporkan pada nyonya besar marchioness jika anda bermain di lorong terlarang" ucap pelayan itu.

"Silahkan saja, saya juga ingin melaporkan semua kelakuan mu selama ini pada ayahanda" ucap Beatrice tidak mau kalah.

pelayan itu berlalu dari hadapan Beatrice dengan langkah sengaja di hentakan.

Beatrice tersenyum karena merasa senang bisa mengalahkan pelayanan yang selama ini menindasnya.

"Rami masih sombong saja mentang mentang dia pelayan kesukaan nyonya besar" ucap Mia saat melihat tingkah Rami yang menurutnya Mia tidak sopan sebagai pelayan.

"Ayo Mia," ajak Beatrice sambil melanjutkan langkahnya.

"Sesampai di depan pintu besar yang di tunjuk kan oleh Mia Beatrice melihat seorang ksatria berdiri menjaga pintu.

Beatrice yang tau betapa cantiknya wajah baru nya karena itu dia berniat menggunakan itu untuk membuat semua orang memihaknya setidaknya ada saksi jika ada seseorang yang mencoba membunuh lagi.

"Paman... apa ayahanda ada di dalam apa boleh aku masuk? aku ingin bertemu ayahanda" Ucap Beatrice dengan wajah malaikat nya.

"Tuan besar sedang rapat nona, ada beberapa perwakilan keluarga yang datang untuk membahas masalah wilayah" terang knight tersebut.

""Oh apa boleh Bea tunggu di sini? Bea bisa duduk di lantai" ucap Beatrice dengan mata berkaca kaca.

"Tapi nona..." jawab knight itu tidak selesai karena mendadak pintu besar itu terbuka lebar.

Sosok besar Liam Winfrey muncul dari dalam ruang kerjanya.

"tuan besar," ucap knight tersebut sambil membungkukkan tubuh nya.

Mata abu abu pucat nya menatap sang putri bungsu dengan pandangan penuh cinta. wajah cantik yang seperti wajah wanita yang paling dia cintai tapi dengan warna mata dan rambut yang sangat mirip dengan mata dan rambutnya sendiri. Rambut putih selembut awan dan mata abu abu besar berpijar seindah berlian.

Siri khas yang dimiliki oleh sebagian besar anggota keluarga Winfrey.

"Beatrice... Apa kamu datang mencari ayah?" tanya Liam sambil berlutut untuk menyesuaikan tinggi tubuhnya dengan sang putri yang berusia empat tahun itu.

"Tidak apa apa ayahanda aku bisa datang lagi besok, sepertinya ayahanda sibuk" Ucap Beatrice saat melihat enam orang pria duduk di meja besar di ruang kerja sang ayah.

"Dulu kamu selalu memanggil ayah ayah sebelum ayah pergi berperang kenapa sekarang sejak ayah pulang kamu memanggil ayahanda?" tanya Liam Winfrey pada sang putri.

"Kata nyonya besar aku bukan anak kecil lagi, jadi tidak boleh memanggil ayah, tapi harus memanggil ayahanda, orang orang tidak akan menghormati ayahanda jika ada yang mendengar aku memanggil ayah bukan ayahanda." terang Beatrice dengan cara bicara seperti anak manja.

"Omong kosong, siapa bilang nggak boleh, Kedua princess ayah tidak harus memanggil ayahanda, cukup ayah saja?" ucap Liam Winfrey dengan nada tegas.

Beatrice tau siapa dua princess yang di sebut oleh sang ayah, siapa lagi kalau bukan dia dan kakak tiri nya Melissa.

Liam Winfrey menggendong Beatrice dan berjalan masuk ke dalam kantor nya kembali.

"Silahkan lanjutkan laporan nya," ucap Liam sambil duduk dan memangku Beatrice dengan santai.

Enam pria yang duduk di sekeliling meja saling tatap. mereka menatap Beatrice sebelum melanjutkan laporan nya.

"Tuan, ini tentang tinggi nya tingkat kriminal di perbatasan barat wilayah di dekat daerah baron olivier serta banyak imigran gelap dari kerajaan tetangga yang masuk melalui daerah baron olivier, Karena kerajaan tetangga sedang konflik internal perebutan kekuasaan sejak yang mulia raja mereka jauh sakit" terang seorang pria.

"Baiklah saya akan berkunjung secara langsung ke sana dalam waktu dekat" jawab Liam Winfrey dengan tegas.

"Selanjutnya," ucap Liam.

"ini tentang bendungan timur, kita tidak bisa meneruskan perbaikannya, entah siapa yang pertama menyebarkan rumor jika perbaikan bendungan itu bisa merugikan para petani, rumornya berkata kalau bendungan di perbaiki air tidak akan di alirkan berbulan bulan ke lapang petani membuat petani menolak perbaikan" terang seorang Pria lainnya.

"Apa Kalian udah menjelaskan kalau bendungan sudah terlalu tua dan punya banyak retakan? akan sangat berbahaya jika musim hujan nanti curah hujan terlalu tinggi? bendungan bisa jebol dan akan menyebabkan banjir bandang?" tanya Liam Winfrey.

"Saya sudah menjelaskan yang mulia, tapi penduduk tidak peduli dan tetap melarang perbaikan bendungan tersebut." ucap pria itu.

"Ayah, Kenapa ayah tidak membangun saluran air sementara saat dilakukan perbaikan bendungan tersebut, jadi ladang petani tetap ada air nya dan pembangunan bendungan tetap berjalan" ucap Beatrice yang membuat semua orang di sana menjadi terdiam saling pandang.

***

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

wow..bea yg cerdik

2024-08-20

2

eva

eva

hadiiirrr

2024-08-10

1

liyyy

liyyy

/Chuckle//Chuckle/

2024-06-30

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!