Bab 10

Rosalia kembali ke kamar nya dengan wajah penuh kemarahan, saat keluar dari pintu ruang makan dia langsung di ikuti kedua pelayan kepercayaan nya Rami dan Elly.

Kedua pelayan tipe penjilat itu hanya diam melihat ekspresi kemarahan di wajah nyonya mereka.

Kedua saling pandang mencari tau apa yang terjadi. Sesampai nya di depan kamar Rami dengan cepat membuka pintu kamar tersebut agar marchioness bisa segera masuk.

Rosalia berdiri di depan jendela besar berlapis tirai berwarna coklat gelap dengan pandangan tajam menatap ke lantai bawah.

Dia menggigit kuku, Rami dan Elly langsung terlihat panik, jika Rosalia sudah menggigit kuku nya hal buruk pasti akan terjadi di kamar ini, entah nyonya memukuli seseorang atau nyonya membuat seseorang memukuli orang lain sebagai pelampiasan emosi.

"Panggil dokter mansion ke sini. Saya sedikit pusing" ucap Rosalia tanpa memandang siapa pun baik Rami maupun Elly yang berdiri di depan pintu.

"Baik nyonya..." Ucap Elly dengan cepat.

Elly keluar dari kamar. Dia sedikit lega karena bukan dia hari ini yang akan menerima pelampiasan kemarahan sang nyonya, buka sekali dua kali nyonya melampiaskan kemarahan dan emosi nya pada dia dan Rami tapi harta yang dia dapatkan dengan menjilat si nyonya sangat besar hingga bisa menghilangkan rasa sakit akibat cambukan dari Rosalia.

Elly berjalan menuju bagian sisi barat mansion menuju klinik, di mana dokter keluarga selalu standby di sana, keluarga Winfrey memiliki dua dokter di mansion, dokter donald yang bertanggung jawab dengan kesehatan dan kecelakaan kerja para staf mansion dan dokter August yang berlangsung jawab untuk kesehatan seluruh keluarga Winfrey dan tamu tamu bangsawan keluarga.

Dan Elly tau yang di panggil nyonya saat ini adalah dokter August.

 

"Nyonya bagaimana jika meminum teh hangat terlebih dahulu sementara menunggu Elly kembali bersama dokter August?" tanya Rami mencoba menjilat pada sang nyonya.

"Ide bagus Rami, siap kan dua cangkir teh buat saya dan dokter August," perintah Rosalia pada Rami.

"baik nyonya" ucap Rami sambil berjalan keluar dari kamar Rosalia dan menuju dapur untuk membuat teh.

Rami kembali dengan troli berisi teh dan camilan bersamaan dengan kemunculan Elly di ikuti lelaki yang berusia pertengahan tiga puluh dari arah barat.

Dia mengikuti Elly sambil membawa sebuah tas hitam yang cukup besar.

Elly mengetuk pintu kamar Rosalia,

"saya sudah kembali bersama dokter August nyonya" ucap nya.

"masuk" ucap Rosalia dari dalam kamar.

Elly membuka pintu dan mempersilahkan dokter August untuk masuk sedangkan dia tetap berdiri memegang pintu agar Rami dan troli nya bisa masuk.

"Teh nya nyonya" ucap Rami.

"Hidangan," perintah Rosalia tanpa memandang pad Rami, pandangannya bertujuh pada dokter August, tajam dan mengancam, dokter August langsung tau jika dia di panggil bukan buat mengobati sang nyonya.

"silahkan duduk dokter" ucap Rosalia sambil mempersilahkan dokter August duduk di sofa depan nya.

Dokter August duduk di depan Rosalia menunggu hal buruk apa yang akan terjadi pada nya kali ini.

"Kalian berdua keluar" ucap Rosalia pada Rami dan Elly, kedua gadis itu bergegas keluar dari kamar Rosalia tanpa menunggu untuk di perintah kedua kali nya.

"Dokter..." sapa Rosalia.

"iya nyonya..." tanpa dokter August sambil menundukkan wajah nya, perasaan takut membuat keringat dingin keluar dari pori pori kulit nya.

"Saya dengan anak anda hampir lulus dari akademi, o iya tentu saja, dia seusia tuan pertama Bian Winfrey kan? Dia akan lulus dalam enam bulan" ucap Rosalia dengan nada mengancam.

dokter August tidak sanggup menjawab pertanyaan Rosalia, rasa nya lidah nya sangat kelu.

"Dia anak yang sangat berbakat dalam jurusan Medis, sayang saja jika anak yang sangat berbakat seperti itu keracunan bahkan sebelum dia lulus dari akademi" ucap Rosalia sambil mengeluarkan sebuah botol kecil berisi cairan kental berwarna ungu gelap.

Wajah dokter August langsung pucat pasi karena dia sangat tau apa isi dari botol tersebut.

botol itu berisi racun tujuh ular berbisa, racun yang bahkan tidak ada penawaran ya karena akan membunuh orang dalam hitungan detik.

racun yang satu tetes nya saja bisa membuat makhluk sebesar gajah harus merelakan hidupnya.

Dan racun itulah yang mengakhiri hidup nyonya Sofia Dallas satu tahun yang lalu. Sebagai dokter saat melihat kulit mata dan kuku Sofia dallas yang berubah ungu dokter August langsung tau jika selir tuan nya itu di racun, tapi dengan kuasa tunggal sang nyonya saat itu di mansion Marquess dia terpaksa merubah diagnosa nya menjadi serangan jantung.

Dengan kemampuan nya itu lah akhir nya Rosalia berhasil membungkam mulut seluruh orang di mansion, bahkan mulut Nella Richter teman baik nyonya Sofia sekali pun berhasil di bungkam oleh Rosalia.

Hingga sang ajudan Baron Edward sekalipun tidak bisa menyelidiki kematian nyonya Sofia dallas.

Melihat racun tersebut dokter August segera berlutut di lantai, tubuh nya gemetaran dengan wajah pucat pasi.

"Apa yang sudah saya lakukan hingga membuat nyonya marah?" tanya dokter August dengan kepala hampir berlutut, dia benar benar tidak bisa kehilangan putra tunggal nya.

Dia akan melakukan apapun bahkan jika itu harus menjilat sepatu seseorang sekali pun.

Rosalia menyeringai menatap dokter August yang hampir mencium kaki nya di bawah.

"Anda memang belum melakukan apa pun Dokter August, tapi... bisa saja kan Anda akan mengkhianati saya jika anda di bawah ancaman" ucap Rosalia.

"Saya tidak akan pernah mengkhianati anda nyonya, saya akan menjaga rahasia hingga saya mati, bahkan jika malaikat maut sekalipun yang bertanya saya akan tetap di pihak anda, asalkan anda tidak mengganggu putra saya" ucap dokter August.

"Bagus lah kalau begitu, karena saya paling membenci pengkhianatan, bagi saya harga sebuah pengkhianatan itu sebanding dengan nyawa si pengkhianat beserta seluruh anak keturunan nya, benar bukan dokter August?" tanya Rosalia sambil mengelus pipi dokter August dengan ujung jari nya yang berkuku merah dan runcing.

"tentu saja nyonya, seorang pengkhianat itu harus di hancur kan sampai ke anak dan cucu nya" ucap Dokter August.

Rosalia tertawa keras, dia melepaskan jari nya dari pipi Dokter August dan menyisakan goresan cukup panjang dari arah telinga hingga dagu dokter August.

dokter August sedikit meringis karena merasa perih akibat goresan dari kuku sang nyonya.

"ha ha ha ha ha" Rosalia segera berdiri dan berjalan dari depan Dokter August dia dengan sengaja menginjak tangan Dokter August yang masih di lantai.

Dokter August tidak berani bahkan hanya untuk meringis, dia hanya bisa mengusap tangan nya yang memerah bekas injakan Rosalia Winfrey.

"Keluar..." usir Rosalia setelah tawa nya berhenti.

"baik nyonya" dengan cepat dokter August mengambil tas nya dan berlari keluar.

Tanpa menoleh kebelakang dia langsung melangkah cepat menuju sisi barat mansion meninggalkan neraka yang baru saja membakar nya.

"Rami..." teriakan keras Rosalia bahkan masih terdengar oleh telinga Dokter August saat nyonya besar itu memanggil pelayan nya.

***

Terpopuler

Comments

YuWie

YuWie

critanya 1 kastil nih si nenek sihir dg sofia..kok dokternya sama

2024-08-20

1

sasip

sasip

dih kog bisa²nya seorang dokter ga punya harga diri gitu? /Doubt//Speechless/

2024-06-16

5

Murni Dewita

Murni Dewita

next

2024-06-01

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!