"Nona... kue anda ini..." ucap baron Louis dengan mata terbelalak.
suapannya terhenti dia menatap mata Beatrice dengan pandangan tidak percaya.
"kenapa...?? apakah tidak enak?" tanya Beatrice dengan wajah sedih.
"tidak... Justru kebalikannya, ini sangat enak Nona, tidak enek, manis nya pas, dan sangat lembut, kue nya juga sangat lembab" ucap Baron Louis.
"benar kah...??" tanya Beatrice dengan mata berbinar.
"selamat Nona percobaan pertama nya berhasil" ucap Baroness Richter sambil memeluk Nona kesayangan nya.
"terima kasih bibi, bibi lah yang sudah capek mengocok telur nya tadi jadi ini keberhasilan kita berdua" ucap Beatrice.
"Baron Louis tolong potong kan tiga lagi ya, satu buat Bea satu buat bibi pengasuh, sana satu lagi buat Mia" ucap Beatrice.
"baik Nona" ucap Baron Louis sambil memotong kan tiga buah kue coklat tersebut dan meletakkan masing masing di piring kecil lalu di susun di atas enam pak kayu sebelum di serahkan pada Baroness Richter.
"terima kasih Baron, ayo bibi kita kembali ke kamar" ucap Beatrice.
Baroness Richter mengangguk kan kepala nya dan melangkah mengikuti Beatrice dengan membawa nampan berisi tiga piring berisi kue coklat dengan toping potongan strawberry tersebut.
"besok bea datang lagi ya Baron, Bea mau bikin cookies," ucap Beatrice sambil melambaikan tangannya pada Baron Louis.
"seperti nya kekacauan ini akan sering terjadi" ucap Baron Louis dengan ketus tapi wajah nya mengeluarkan rona bahagia dengan senyum kecil di sudut bibir nya.
dia memandang kue buatan Beatrice,
"bagaimana bisa Nona yang belum genap lima tahun bisa membuat kue dengan tekstur selembut ini? rasa nya juga sangat dinamis" ucap Baron Louis sambil mencomot kue tersebut.
Baroness Richter memanggil Mia untuk datang ke kamar Beatrice, tak lama gadis ceria itu muncul dengan wajah tersenyum.
"ayo kita makan kue Mia" ajak Beatrice.
"ini kue buatan nona sendiri, Mia, kamu beruntung bisa mencicipi kue pertama yang di buat nona" bisik Baroness Richter.
"Benarkan nyonya pengasuh?" tanya mia dengan ekspresi tidak percaya.
Baroness Richter mengangguk dan tersenyum melihat antusias pelayan pribadi Beatrice tersebut.
Baru saja mereka akan menikmati kue tersebut ketukan di pintu menghentikan kegiatan mereka.
Baroness Richter segera berdiri untuk membuka pintu besar tersebut.
"Baron Edward..." sapa Baroness Richter dengan ekspresi penuh tanya, tidak biasa nya ajudan Marquess tersebut berkunjung ke kamar Nona nya.
"Baroness Richter, saya membawa pesan dari tuan besar, tuan besar bilang makan siang hari ini di lakukan bersama, nona pertama dan tuan kedua baru saja sampai di kediaman, karena sudah lama maka nya tuan besar berharap keluarga bisa makan bersama," terang baron Edward menjelaskan maksud kedatangannya.
"baik baron Louis, saya akan mempersiapkan Nona untuk datang ke ruang makan" jawab Baroness Richter.
"kapan kakak Melissa dan kak Juan datang? kenapa Aku tidak tau?" tanya Beatrice.
"subuh tadi nona, Nona pertama dan tuan kedua berangkat dari duchy tengah malam tadi dan sampai di march subuh tadi" ucap baron Edward.
"sungguh...?? Syukurlah... Bea sangat merindukan mereka berdua. kali ini mereka terlalu lama di duchy" sungut Beatrice.
Edward pamit setelah sedikit membungkuk pada Beatrice sebagai tanda salam.
"Mia, makan kue nya kita pending dulu ya... kita harus mempersiapkan Nona untuk makan siang pertama setelah Nona sadar dari koma nya" ucap bibi pengasuh.
"baik nona..." ucap Mia sambil berjalan menuju pintu ruang walk in closet pribadi Beatrice, tak lama dia sudah keluar sambil membawa satu gaun berwarna snow blue, penuh renda.
gaun yang di hiasi pita di bagian belakang nya itu terlihat cocok dengan tone kulit dan rambut Beatrice yang terkesan pucat.
"bagaimana dengan baju ini nyonya?" tanya Mia.
"Perfect Mia" jawab Baroness Richter.
"bibi apa ini tidak terlalu mewah?" tanya Beatrice.
"tentu saja tidak nona, semua baju ini harus sering di pakai, karena sebentar lagi semua baju ini Tidak akan muat lagi" ucap Baroness Richter.
"baik lah" ucap Beatrice yang akhir nya mengalah juga.
dengan cepat Mia mengganti pakaian Beatrice dengan gaun tersebut.
rambut panjang Beatrice yang berwarna abu abu muda keputihan di jalin dua kiri dan kanan. kepala nya tidak di hiasi apapun cuma ujung rambut nya yang di jalin di beri pita dengan warna senada.
"Sudah selesai nyonya" ucap mia dengan bangga saat melihat tampilan sang nona yang terlihat cantik dengan gaun biru salju nya.
"Nona siap?" tanya bibi pengasuh.
Beatrice mengangguk.
"ayo kita menuju ruang makan, mia tolong simpan kue kita dulu, tapi kalau kamu mau makan dulu alm silahkan tidak Apa apa" ucap bibi pengasuh.
"tidak nyonya, mari kita makan bersama nanti saat Nona kembali" ucap Mia.
***
saat Beatrice masuk ke ruang makan dia melihat kedua kakak nya sudah duduk di kursi masing masing.
saat mereka melihat Beatrice Melissa yang terlihat seperti foto kopi marchioness tapi dengan versi ramah itu langsung berdiri diikuti oleh adik nya.
dengan penuh kasih sayang dia memeluk tubuh mungil Beatrice.
"maaf kan kakak ya tidak ada di saat kamu sakit, bagaimana kondisi kamu sekarang bebe?" tanya Melissa.
"bea sudah baik baik saja kakak, bea cuma merindukan kalian saja, Kalian terlalu lama di duchy, padahal bea berharap saat membuka mata pertama kali bea akan melihat kalian" ucap Beatrice.
"oh bebe maaf kan kami" ucap Melissa sambil mengeratkan pelukan nya.
setelah lepas dari Melissa pelukan Beatrice berpindah pada Juan Winfrey, bocah tujuh tahun itu terlihat ingin menangis saat memeluk Beatrice.
"apa kakak menangis?" tanya Beatrice.
"siapa yang menangis? aku tidak menangis" sentak nya dengan cemberut.
"ayo kita duduk, Baroness bisa kembali dulu, nanti biar saya yang mengantar bebe ke kamar nya" ucap Melissa.
"baik Nona" jawab Baroness Richter.
Melissa menggandeng Beatrice dan membantunya duduk di samping kiri nya.
Tak lama Marquess dan marchioness memasuki ruangan.
"anak anak kalian udah berkumpul?" tanya Marquess dengan nada penuh cinta.
"sudah ayahanda" jawab Mereka kompak.
Liam membunyikan bel kecil di atas meja sebagai pertanda bahwa sudah waktu nya makan mereka di hidangkan.
"apa kabar bunda?" tanya mereka pada marchioness.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 98 Episodes
Comments
Oi Min
apa kakak2 Bea pada baek 2 semuanya, ato cuma topeng???
2024-09-21
5
Moh Rifti
lanjut kk
2024-06-12
4
Murni Dewita
dobel up thor
2024-05-30
4