Suga berusaha menelpon Yana tapi sayang nya no nya tidak aktif.
"Ahhkkkk pasti dia sangat marah pada ku,"ucap Suga.
"Sebaik nya aku harua menemui nya sekarang dan meminta maaf pada nya."
Saat sudah ada di ruang tamu ia melihat Seokjin yang baru masuk.
"Mau kemana lagi dan dari mana saja kau hari ini?"ucap Seokjin menatap tajam.
"Hyung aku ingin bertemu yana hyung."ucap Suga yang ingin keluar namun di cegat.
"Tak perlu malam sudah sangat larut ia pasti sudah tidur,"ucap Seokjin.
"Tapi hyung aku ingin minta maaf pada nya,"ucap Suga.
..."Untuk apa kau minta Maaf, yoongi aku peringat kan lagi pada mu jangn terlalu mengabaikan nya, sebab banyak pria yang mengingin kan nya jadi ubah lah sikap dan sifat mu sebelum kau menyesal,"ucap Seokjin lalu pergi meninggal kan nya....
Skip esok hari.
Pagi ini Suga memutus kan untuk menjemput Yana. ia sangat merasa bersalah dengan ke jadian kemarin, ia benar benar ingin meminta maaf pada tunangan nya itu. Ia menunggu di dalam mobil menunggu seseorang yang ingin ia temui.
"Oppa kenapa Ada di sini kenapa tidak ke kampus?"ucap yana.
"Aku menjemput mu masuk lah,"ucap Suga yang di angguki.
Selama di perjalanan yana mereka hanya diam, tak ada yang bicara sampai akhir nya Suga lah yang memecah kan keheningan itu.
"Maaf kan aku,"ucap Suga tulus.
"Maaf untuk apa Oppa memang Oppa punya salah apa pada ku?"ucap Yana berpura pura tenang.
"Maaf kemarin aku tak hadir di acara ulang tahun mu,"ucap Suga menatap Yana.
"Tidak masalah Oppa aku bisa mengerti pasti Oppa Sibuk kan kemarin,"ucap Yana.
"Kau tidak marah pada ku,"ucap Suga bingung dengan expresi yana.
"Tidak Oppa aku tidak akan pernah marah pada mu,"ucap Yana.
"Terimaksih,"ucap suga.
Tak terasa mobil mereka sudah masuk di area kampus, mereka keluar dari mobil segera masuk bersama.
"Oppa aku masuk ke kelas ku dulu ya,"pamit nya.
"Gak mau aku antar ni?"ucap Suga.
"Gak perlu Oppa aku bisa sendiri, udah sana Oppa juga masuk kelas Oppa yang semangat ya sayang belajar nya,"ucap yana lalu berjalan.
Namun baru beberapa langkah ada seorang wanita yang menghampiri Suga, dan memanggil nya dan membuat Yana menghentikan langkah nya.
"Oppa,"ucap Serli.
"Kenapa sher?"ucap Suga.
"Gak papa Oppa aku cuma mau ngucapin terimaksih lagi, karna kemarin Oppa memberi kejutan ulang tahun untuk ku dan ini aku benar benar sangat menyukai hadiah pemberian dari mu,"ucap Serli.
DEEEEEGGGGGG.
jantung yana terasa ingin lepas, dari tempat nya mendengar pengakuan Serli membuat mata nya berkaca kaca.
"Ternyata kau lebih memilih merayakan ulang tahun nya, dari pada merayakan ulang tahun ku Oppa!"ucap Yana dalam hati.
Dengan sadar Suga menyadari jika yana mendengar semua itu, ia takut jika yana akan marah padahal mereka baru saja terlihat baik baik saja.
"Sher kenapa kau datang di saat yang tidak tepat lihat lah tunangan ku masih ada di sini?"ucap Suga pelan.
"Maaf Oppa aku tidak tau,"ucap Serli.
Dengan mata yang terus menatap Suga rasa kekecewaan itu datang lagi. yana segera memutar balik melangkah menuju kelas nya. Tampa sadar ternyata Jimin, Jungkook, Taehyung, lisa, dan Hera mendengar itu semua melihat yana yang melangkah Hera dan lisa memutus kan untuk menyusul nya.
"Hyung aku sangat kesal pada mu lagi dan lagi kau telah membuat nya kecewa,"ucap Jungkook.
"Aku tak percaya kau lebih memilih merayakan ulang tahun wanita lain, dari pada memilih merayakan ulang tahun tunangan mu sendiri,"ucap Taehyung.
"Dan kau selalu membuat nya patah hati,"ucap Jimin.
Mereka lalu pergi meninggal kan Suga dan Serli.
"Oppa maaf kan aku ini semua salah ku?"Ucap Serli.
"Sudah lah lupa kan saja sekarang kau masuk kelas biar ini menjadi urusan ku,"ucap Suga.
Kemabli ke Yana
Ia duduk di kursi belajar nya memegang kepala yang sedikit sakit, ia menangis terisak melihat teman nya sedang sedih Hera dan Lisa langsung menghampiri nya.
"Yana kau baik baik saja kan?"ucap Lisa.
"Tidak lis hik hik a aku tidak baik sakit lis sakit,"ucap Yana sambil memegang dada nya dan trus menangis.
"Kamu yang kuat ya, aku yakin kamu pasti bisa karna kamu wanita hebat wanita kuat,"ucap Hera.
Mereka berdua pun memeluk yana, untuk memberi kekuatan dan memberi semangat.
Skip sore hari.
Seperti biasa sepulang dari kampus yana mem baring kan tubuh nya sejenak, sebelum kembali ke ruang kerja nya ia trus menatap di atas langi langit dinding kamar nya, hingga tak terasa air mata nya kembali keluar.
"Oppa apa kah pengorbanan ku belum cukup, untuk membuktikan ketulusan cinta ku,"ucap yana.
"Kenapa kau selalu menyakiti ku Oppa hikkk sakit sekali Oppa sakit,"tangis nya sambil memegang dada yang terasa sejak.
Skip 2 hari kemudian
Setelah kejadian waktu lalu, yana dan Suga sudah terlihat baik baik saja Suga sudah meminta maaf kembali atas kejadian itu ya seperti biasa yana selalu memaaf kan nya.
Saat ini mereka sedang berada di sebuah taman, yang berada di kota Seol indah nya malam dengan lampu yang berkelap kelip, menambah kesan keindahan di taman itu.
"Oppa terimaksih sudah mengajak ku kesini tempat ini sangat indah Oppa,"ucap Yana.
"Syukur lah kalo kau suka,"ucap Suga.
"Oppa aku berharap akan trus seperti ini aku hanya ingin kita terlihat baik baik saja,"ucap Yana.
"Sekali lagi maaf kan aku yang trus membuat mu kecewa,"ucap Suga.
"Aku sudah memaaf kan Oppa sekarang aku ingin menikmati malam indah ini bersama mu,"ucap Yana yang di angguki Suga.
Dear Yana
Banyak yang percaya,
Bahwa satu genggaman menuai sejuta cara
Bagiku, aku lebih dari cukup.
Untuk membalik punggung mimpi
Aku selalu percaya
Hidup memiliki porosnya
Selama aku berputar di dalamnya
Aku dapat mengindera yang sudah sepatutnya
Aku masih bernapas
Dengan alasan sesederhana itu
Iris menjelajah satu-persatu lapis hari
Di antaranya kutemukan senyum yang berbeda
Walau sekuat tenaga kuhidupkan nyawaku
Di penghujung hari akan ada rahasia yang terbuka
Aku nyaris menyerah
Namun semesta tak mengizinkanku
Ia wangi bebungaan, walau samar di haluan hidungku
Berbisik: bahwa mimpi tak sejauh itu
Pun dunia tak akan sekejam itu
Apa yang kukecap adalah apa yang kulontarkan
Apa yang kuraba adalah apa yang kulemparkan
Apa yang kuhirup adalah apa yang kuhempaskan
Karena itulah di tengah pundak yang melandai
Aku tahu bahwa apa yang kuraih,
Adalah apa yang setengah mati kukejar
Akan ada hari yang lebih indah
Dibandingkan hari yang redup ini.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments