Skip kampus
Saat ini Suga sedang asik mengobrol bersama Serli. ya sekarang Serli kuliah di kampus yang sama dengan suga, saat sedang asik mengobrol seorang wanita menghampiri mereka.
"Oppa!"panggil yana.
"Hey knapa kemari tidak langsung masuk ke kelas mu?"ucap Suga.
"Aku sangat merindukan mu Oppa, karna kemarin kita tidak bertemu aku sangat sangat Rindu,"ucap yana manja.
"Maaf kemarin aku sibuk,"alasan Suga.
"Ne tak apa aku mengerti Oppa,"ucap yana tersenyum.
Baru menyadari di depan nya ada sosok wanita yang sedari tadi melihat mereka, dan ia mengingat nya wanita ini lah yang membuat Suga berbohong kepada nya kemarin.
"Oppa siapa dia, kenapa aku baru melihat nya di kampus ini?"ucap yana yang pura pura tidak tau.
"Oh ini Serli dia murid baru di kampus ini. dan dia juga temanku dan Serli ini yana dia...... ,"ucap Suga terpotong.
"Hay aku yana TUNANGAN Oppa Suga,"ucap yana yang sengaja menekan kata tunangan.
"Ah ia aku Serli,"ucap Serli.
Ada rasa sesak di dada, setelah mendengar pengakuan yana. yang ia kira Suga masih sendiri namun ternyata sudah memiliki tunangan pupus lah sudah harapan.
"Oppa aku sangat lapar ke kantin yuk,"ucap yana manja.
Ia sengaja ingin bermanja manja, ia ingin menunjuk kan pada Serli kalo Suga adalah milik nya.
"Sendiri saja lagi pula di kantin ada lisa dan Hera mereka sedang sarapan juga bersama Jungkook dan Jimin,"ucap Suga.
"Aaaakkk aku mau nya dengan mu Oppa, aku tidak ingin bersama mereka mau ya Oppa plis."ucap yana memohon.
"Aahhh baik lah sher apa kau juga ingin ikut ke kantin?"ajak Suga yang membuat Yana memendam amarah.
"Tidak Oppa aku ingin langsung ke kelas saja,"ucap Serli.
"Oh baik lah,"ucap Suga.
"Oppa ayoooo aku sudah sangat lapar,"ucap yana menarik tangan Suga.
Serli menatap punggung mereka yang semakin jauh, ia merasa kecewa ia kira Suga masih memiliki rasa pada nya namun ternyata tidak.
"Ternyata kau sudah memiliki Tunangan Oppa, padahal aku sengaja pindah kuliah dari jepang ke Seol hanya untuk memperbaiki Hubungan kita,"ucap Serli lirih.
Kembali ke Suga dan Yana
Suga bingung, kenapa yana malah membawa nya ke taman belakang yang cukup sepi. bukan kah tadi yana ingin mengajak nya ke kantin karena ia lapar.
"Mari duduk Oppa,"ucap yana.
"Yan bukan kah tadi kau bilang lapar,tapi kenapa kau mengajak ku ke sini?"ucap Suga bingung.
"Lapar ku sudah hilang Oppa saat ini aku hanya ingin berdua dengan mu,"ucap yana.
"Tapi kita tidak bisa berlama lama di sini sebentar lagi dosen akan datang,"ucap Suga.
"Para Dosen sedang Rapat Oppa. dan itu bisa jadi membuat mereka tak hadir,"ucap yana.
"Plis Oppa aku mohon aku hanya ingin menghabis kan waktu berdua bersama mu,aku sangat merindukan mu Oppa."
"Baiklah."
Ia juga baru pertama kali nya melihat sifat manja yang berlebihan, dan sekarang baru pertama kali nya juga yana memohon.
"Oppa aku sangat mencintai mu, aku rela mengorbankan perasaan ku untuk kebahagian mu,"ucap yana memejamkan mata menahan air mata yang akan jatuh.
"Aku tau kau juga sudah berulang kali mengatakan itu pada ku,"ucap suga.
Lalu yana mengubah posisi nya menghadap ke Suga, entah dorongan apa tiba tiba saja yana mencium bibir Suga Sekilas lalu beralih mencium kening Suga. dan itu membuat Suga Syok akan perlakuan yana terhadap nya karna ini baru pertama kali nya, nya mereka berciuman.
"Oppa aku sangat berharap kau yang terahir untuk ku, namun jika kita tidak di takdir kan untuk berjodoh aku harap Oppa bahagia dengan pilihan Oppa,"ucap Yana.
Degggg
Jantung Suga berdetak sangat cepat, setelah mendengar pengakuan yang di ucap kan yana. entah mengapa seperti ada sebuah pisau yang menancap di dada nya, membuat dada nya menjadi sesak entah yang terjadi ia trus menatap mata yana yang seakan ingin menangis. namun tak mengelurkan air mata sebegitu kuat kah ia, ya itulah yang ada di fikiran Suga.
Ia baru sadar ternyata benar apa yang di katakan teman teman nya, Ia terlalu mengbaikan perasaan yana ia terlalu cuek terhadapa tunangan nya itu. entah udah berapa kali ia menyakiti perasaan nya namun tunangan nya tetap bertahan, dan penuh kesabaran untuk menghadapi nya.
Beberapa hari berlalu.
"Tae kau bisa membantu ku,"ucap Namjoon.
"Ada apa hyung tidak seperti biasa nya kau meminta bantuan ku?"ucap Taehyung.
"Em begini sekarang aku sedang berusah ingin mendekati seseorang, apa kau mau membantu ku,"ucap Namjoon.
"Yang benar kau hyung, jadi sial wanita itu pintar sekali dia bisa meluluh kan hati mu?"ucap Taehyung.
"Dia rekan kerja ku aku sangat mengagumi nya, dia wanita mandiri dewasa dan sukses dalam semua pekerjaan nya,"ucap Namjoon membayang kan wajah wanita tersebut.
"Trus apa yang bisa ku bantu hyung?"ucap Taehyung.
"Ah kau kan sudah banyak pengalaman tentang wanita, bisa kau ajarkan pada ku,"ucap Namjoon.
"Hahah makanya hyung jangan kelamaan menjomblo, kerja trus yang kau fikir kan,"ucap Taehyung mengejek.
"Kau jangn mengejek ku Tae, aku bekerja juga untuk mu,"ucap Namjoon kesal.
"Hahah bercanda hyung jangan kesal begitu, ok nnti aku akan membatu mu dan memberi tau bagaimana cara menghadi wanita,"ucap Taehyung.
Siapa kah wanita tersebut ya siapa lagi kalo bukan Anatasya. yang sudah membuat jantung Namjoon berdebar debar setiap bertatapan mata dengan wanita itu. Membuat ia selalu salah tingkah di hadapan nya.
Di Apartemen yana tepat nya di malam hari.
Sebuah mobil baru saja memasuki di halaman Apartemen Yana dan di dalam mobil itu adalah Suga, yang mengntar Yana karena tadi siang ia meminta Suga untuk menemani nya pergi ke mall untuk membeli sesuatu.
"Terimakasih Oppa sudah menemani ku berbelanja,"ucap Yana.
"Itu sudah tugas ku bukan?"ucap Suga.
"Hahaha benar juga tumben calon suami ku ini pintar,"ucap yana dengan canda nya.
"Emang selama ini aku bodoh?"ucap Suga.
"Iya kadang kadang,"ucap yana yang tertawa.
"Ah kau ini suka sekali menggoda ku,"ucap Suga.
"Apa Oppa ingin mampir dulu?"ucap yana.
"Tidak usah aku ingin segera pulang malam juga sudah sangat larut,"ucap Suga.
"Oh ya udah hati hati ya Oppa di jalan kalo gitu aku turun ya muahhhhh,"ucap yana.
mencium sekilas pipi Suga. setelah itu langsung turun dari mobil membuat suga syok atas perlakuan yana, yang akhir akhir nya suka men cium nya.
Sejak awal memulai mengenal dunia
Sejak itu juga memulai memahami arti hidup
Banyak kisah yang telah di lewati,
Demi mengejar impian.
Semua kisah itu tak dapat di lupakan dari memori
Tentang perjuangan kehidupan untuk meraih impian
Walau banyak rintangan yang harus dihadapi
Namun bukan itu yang membuat harus menyerah.
Karna kehidupan ini butuh kerja keras dan pengorbanan yang luar biasa
Maka itu tak ada kata menyerah sebelum mencapai impian yang penuh harapan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments