Di malam hari tepat nya pukul 10 malam sebuah mobil melintas di jalan. yang agak sedikit sepi entah mengapa malam ini tidak begitu ramai, kendaraan yang lewat sedang kan di kursi belakang Yana sedang fokus dengan hp nya. sedang membalas chat dengan Suga namun tiba tiba saja ada beberapa motor menghalangi jalan mereka, sampai supir tersebut mengerem secara tiba tiba dan membuat yana kaget dan kepala nya terbentur kursi depan.
Ciiiitttttt......
"Aaaakkkkk aw kepala ku,"ucap Yana sambil memegang kepala nya.
"Nona nona tidak papa maaf kan saya nona?"ucap Supir.
"Ada apa pak kenapa ngerem mendadak?"ucap yana bingung.
"Itu nona ada yang menghalangi kita."
Yana pun langsung melihat kearah depan memang benar ada yang menghalangi perjalan mereka, ada 6 pria bertubuh besar dengan penampilan mengerika serti preman.
Tok tok tok
Tap tap tap
Suara pukulan kaca terdengar merka memukul berulang ulang karana pemilik mobil tak mau keluar.
"Buka cepat atau akan saya bakar mobil ini,"triak salah satu preman.
"Bagai mana ini nona saya tidak brani menghadapi meraka Nona tau sendiri saya tidak ahli dalam seni bela diri?"ucap supir yang ketakutan.
"Bapak tenang ya sekrang babak hubungi BG untuk membantu kita,"ucap yana.
"Baik Non,"ucap supir yang segera meraih ponsel nya.
Sedang kan yana ingin keluar menemui mereka.
"Nona mau kemana non jangn non mereka bukan lawan nona?"ucap supir yang mulai panik.
"Saya harus menghadapi mereka pak,"ucap yana.
"Tapi non bapak takut nona kenapa napa,"ucap supir
"Saya harus keluar pak kalo saya diam saja saya takut bapak juga kena,"ucap yana yang langsung keluar dari mobil.
"Hati hati non,"ucap supir.
Saat keluar ia langsung di hadangi ke 6 pria itu yana hanya bersikap santai sebenar nya ia takut tapi ia harus melawan rasa takut nya.
"Siapa kalian dan mau apa?"ucap yana tegas.
"Hahahah tenang lah cantik kita hanya ingin bermain main dengan mu,"ucap pereman.
Dan tak butuh waktu lama salah satu preman menge luar kan pisau dan segera menyerang nya syukur nya yana bisa dengan mudah melawan salah satu pereman itu dengan kekuatan bela diri nya dia berhasil membuat preman itu tersungkur di aspal.
Tap tap brak tak tap tum
yana memukul dan meninju menendang pereman tersebut sampai terjatuh.
"Kurang ajar serang dia yaaaaaa,"ucap preman yang langsung di setujui teman teMan nya.
Curang itu lah mereka 6 pria bertubuh besar melawan 1 orang gadis saat ini yana sudah mulai kewalahan melawan mereka dan itu kesempatan untuk para preman preman.
Namun saat per kelahi an itu terjadi ada sebuah mobil di sebrang yang tak sengaja melihat pertengkaran itu.
Ada apa di depan 6 pria melawan 1 wanita sungguh tidak adil?"ucap J-Hope yang belum sadar.
siapa wanita itu karna ia melihat dari jarak jauh namun semakin dekat mobil nya nya ia baru sadar wanita yang di hadapan siapa dan itu membuat nya kaget.
"Yana astaga!"ucap J-Hope yang segera turun.
Dengan tenaga yang sudah mulai terkuras yana hampir saja jatuh saat di tendang salah satu preman tapi untung nya ada J-Hope yang menangkap nya.
Yana kau tak apa apa yang terjadi mengapa mereka menyerang mu?"ucap J-Hope.
"Aku tidak tau Oppa aku tidak mengenal mereka,"ucap Yana.
"Brengsek berani sekali kalian menyerang wanita ku,"ucap J-Hope dengan emosi.
"Hahahah ternyata ada yang mau jadi pahlawan cepat serang mereka,"ucap preman memerintah.
Saat perkelahian itu terjadi beberapa BG datang membatu J-Hope dan yana dan karna ada bantuan itu lah mereka bisa membuat preman preman itu tersungkur lemas karna tubuh mereka sudah bonyok babak belur.
"Ampun tuan kami hanya di perintah kan seseorang tuan,"ucap preman yang menyerah.
"Siapa yang menyuruh kalian untuk menyakiti wanita ku hahhh cepat katakan?"ucap J-Hope emosi.
Nama nya nama nya,"ucap preman yang lupa.
Cepat katakan sialan?"triak J-Hope.
"Yuri tuan nama nya Yuri,"ucap preman.
"Yuri,"ucap yana pelan.
"Cepat pergi dari sini atau kalian akan mati,"ucap J-Hope.
dan preman pun segera pergi dari sana.
Saat mereka sudah menjauh dengam tak sengaja yan melihat pergelangan tangan J-Hope terluka karna sayatan pisau.
"Oppa tangan mu terluka,"ucap yana panik.
"Ow tak apa ini hanya luka kecil,"ucap J-Hope santai.
"Luka kecil apa lihat lah darah nya banyak sekali sini aku obati,"ucap yana.
Dengan segera ia mengobati luka J-Hope. dengan obat yang di berikan supir pribadi nya dengan sangat telaten ia mengobati Luka itu, dan segera Menutupi dengan perban untuk nya luka yang di dapat tidak begitu parah jadi yana bisa mengatasi nya.
Skip esok hari di kampus sesampai nya yana di parkiran kampus, ia segera turun dari mobil nya dengan sikap yana yang begitu dingin membuat sang supir was was karena ia tau jika majikan nya seperti itu tanda nya ia sedang mencari mangsa yang sudah mencelakai nya.
Yana tidak peduli dengan tatapan siswa siswi yang memperhatikan nya. yang saat ini di fikiran nya adalah mencari seseorang yaitu Yuri ia trus menelusuri area perkampusan tak sengaja ia berpapasan dengan Suga dan ke 3 teman. nya dan ia hanya melewati nya saja membuat mereka ber 4 bingung dengan sifat nya karna biasa nya ia segera menegur Suga, tapi tidak dengan pagi ini dengan kebingungan mereka memutar balik Jungkook segera bertanya apa yang terjadi.
"Nuna ada apa dengan mu?"ucap Jungkook tapi tak ada jawaban.
"Nuna tak seperti biasa nya kau bersikap seperti ini?"ucap Jimin.
dan sama aja yana hanya diam Ia trus berjalan tampa menanggapi mereka Tapi karna di tanya tanya trus yana akhir nya menghentikan langkah nya dan menatap mereka satu per satu Sampai Suga angkat bicara.
"Ada apa dengan mu apa yang terjadi?"ucap Suga.
"Apa kalian melihat Yuri?"ucap Yana dingin.
"Untuk apa kau mencari nya?"ucap Suga bingung.
Tampa menjawab pertanyaan Suga ia beralih menatap murid murid yang sejak tadi melihat nya.
"Yuri ya aku melihat nya di sedang berada di taman belakang kampus dengan Rose,"ucap Taehyung memberi tau.
"Terima kasih Tae,"ucap Yana dengn senyum mengerikan nya.
"Untuk apa ia mencari Yuri apa yang terjadi sebenar nya?"ucap Suga menatap kepergian tunangan nya.
"Hyung mengapa kau malah diam saja cepat ikuti Nuna,''ucap Jungkook.
Mereka pun langsung mengejar langkah yana dan di ikuti murid lain nya karna mereka juga penasaran, setelah sampai di halaman kampus yana dengan mudah bisa melihat yuri yang sedang duduk di bangku dan sedeng menerima telpon.
"Ah kalian terlalu payah hanya melawan 1 wanita aja kalian kalah,"ucap yuri.
.".......
"Dasar pengecut kalian,"lanjut nya memarahi orang yang sedang bicara di telpon.
"Apa kau sedang mem bicara kan ku wanita iblis?"ucap Yana Dengan tatapan tajam nya.
Yang membuat yuri Dan rose kaget akan kedatangan Nya.
"A apa ma Mak sud mu?"ucap Yuri terbata bata.
"Jangan berpura pura tidak tau karna aku bukan orang bodoh,"ucap Yana.
"Yuri bagaimna ini ia sudah tau rencana mu,"ucap rose mulai panik.
"Diam lah,"ucap Yuri.
"Trus kalo kau sudah tau kau mau apa hah,"lanjut Yuri
"Dasar wanita iblis,"ucap yana dengan emosi nya.
"Ya kau benar aku memang wanita iblis yang bisa menghabisi mu,"ucap yuri tertawa.
Yuri kemarin aku sudah memberi kesempatan untuk mu, tapi sekarang kesempatan itu sudah hilang kesabaran ku sekarang sudah habis, dan waktu nya untuk menghukum mu,"ucap yana lalu menghampiri.
Plakkkkk
"Ini untuk membalas perbutan mu,"ucap yana.
Plakkkk
"Ini karena kau sudah menyuruh orang orang bayaran mu untuk mencelakai ku semalam."
Plakkkkk
"Dan ini gara gara orang suruhan mu sudah melukai pergelangan tangan teman ku."
"Akhhhhhh lepaskan sakit,"ucap Yuri kArna rambut nya di tarik sangat kencang oleh yana dan itu membuat nya kesakitan.
"Lepas kan Yuri yana kasihani lah dia dia sudah kesakitan,"ucap Rose membela.
"Diam apa kau mau seperti ini juga?"bentak yana membuat rose menciut.
"Sakit bukan tapi ini belum cukup kau harus di hukum lebih dari ini,"ucap yana.
Yana segera mengambil hp yang ada di tas nya dan menelpon seseorang.
Tut tut
"Kalian masuk lah datang kehalaman belakang kampus,"ucap yana.
.".......
Tak menunggu lama 2 BG datang dan langsung menghampiri majikan mereka.
"Urus perempuan ini bawa dia ke kantor polisi pastikan dia di hukum seberat berat nya,"ucap yana pada BG nya
"Baik nona,"ucap BG yang lansung manarik paksa yuri.
"Lepas kan aku kalian jangan macam macam dengan ku,"ucap Yuri memberontak.
"Diam atau kepala mu bocor dengan satu tembakan,"ucap BG.
Dengan kepergian anak buah nya yang sudah membawa yuri yana segera mengatur nafas nya yang sudah mengebu dengan amarah nya.
Setelah tenang ia langsung menghampiri Suga dan teman nya dengan tersenyum membuat mereka yang melihat bingung dengan perubahan yana.
"Oppa aku sangat merindukan mu,"ucap yana yang mulai manja.
"Ada apa sebenar nya kau dan yuri?"ucap Suga.
"Aku hanya bermain main dengan nya Oppa karna semalam Calon istri mu ini hampir saja mati karana ulah nya,"ucap yana.
"Maksud mu tapi kamu gak kenapa napa kan? "ucap Suga khawatir
"Aku tidak papa Oppa tapi teman ku tangan nya terluka kena sayatan pisau karena tadi malam dia membatu ku,"ucap yana.
.Coba jelas kan apa yang terjadi,"ucap Suga.
Pada akhir nya yana bercerita pada mereka apa yang terjadi semalam di mana ia di halangi preman suruhan yuri dan di bantu oleh J-Hope
"Jadi jadi begitu Oppa cerita nya,"ucap yana.
"Kurang ajar berani skali dia,"ucap Suga emosi.
"Tenang saja Oppa aku sudah menghukum nya,"ucap Yana.
"Tapi aku sangat bersyukur kau tak apa,"ucap Suga sambil mengelus kepala yana.
"Oppa boleh kah aku bersandar di bahu mu aku sangat lelah Oppa?"ucap yana yang di angguki Suga.
Berbeda dengan Jungkook seakan dia sedang memikir kan sesuatu dengan cerita yana kenapa mirip dengan cerita hyung nya.
"Kenapa cerita nuna hampir mirip dengan hyung atau jangan jangn nuna adalah?"ucap Jungkook dalam hati.
"Ah aku harus bertanya pada hyung nanti,"lanjut nya dalam hati.
"Hey jung kenapa kau melamun?"ucap Taehyung yang membuat nya kaget.
"Kau membuat ku kaget saja Tae apa kau mau wajah mu itu bonyok dengan tangan ku,"ucap Jungkook.
"Yang di katakan Taehyung benar apa yang sedang kau pikir kan kenapa bengong?"ucap Jimin membela.
"Tidak apa mungkin perasaan kalian saja,"ucap jungkook.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 72 Episodes
Comments