Sampai di rumah, perasaan Bang Seno sungguh tidak tenang. Ada rasa bersalah dalam hatinya saat dirinya tidak bisa mengakui pernikahan nya pada Nanda.
"Maaf ya Kinan, Abang tidak sanggup menyakiti hati Nanda. Pernikahan kita begitu mendadak. Abang tidak mungkin mengagetkan Nanda dengan semua kenyataan ini." Gumam Bang Seno kemudian segera berganti pakaian dan menggantung di tempatnya.
Saat ini Bang Seno dan Kinan hidup seadanya di mess perwira. Rumah dinas yang dimintanya belum rampung dalam renovasi.
"Hhkkk.."
Bang Seno tersentak kaget, ternyata Kinan terbangun karena dirinya kembali merasa mual.
"Kinan?? Mau muntah??" Tanya Bang Seno.
Kinan mengangguk, aku segera mencari wadah agar Kinan tidak perlu bangun lagi menuju kamar mandi tapi Kinan menolaknya.
"Kinan ke kamar mandi saja." Jawabnya datar.
"Bukan Abang tidak mau membantumu, tapi mualmu terlalu sering. Kalau Abang tidak di tempat, kamu pasti kesulitan naik turun tempat tidur." Kata Bang Seno.
Mau tidak mau Kinan menurut saja, lagipula rasa mual sudah begitu menyerangnya. Kinan pun muntah hingga seluruh isi rongga perutnya terasa kosong tak bersisa.
Dengan cekatan Bang Seno mengurusnya tanpa rasa geli ataupun jijik, Bang Seno juga memijat tengkuk Kinan hingga istri kecilnya itu tidak lagi mual dan muntah.
//
Annel melipat kedua tangan di depan dada setelah mendengar kejujuran Bang Sakti. Kekasihnya itu sudah membuat keributan dua keluarga hingga nyaris baku hantam.
"Jangan marah lagi, Abang lakukan semua ini demi kebaikan kita bersama. Coba setiap hari kamu tidak urus cemburu saja, pasti Abang tidak akan seperti ini. Sekarang Abang buktikan sayangnya Abang hanya sama kamu." Jawab Bang Sakti.
"Abang lupa, Abang juga laki-laki pencemburu. Sekarang gara-gara Abang, Annel jadi putus sekolah." Kata Annel kesal dengan kelakuan Bang Sakti.
"Putus sekolah apanya, kamu bisa tetap kuliah. Abang tidak melarang. Hanya saja.. ingat, kalau sekarang kamu sudah punya suami. Jangan harap ada praktikum atau KKN yang jauh dari jangkauan mata Abang..!! Jelas, dek??" Ucap tegas Bang Sakti langsung di hadapan Annel.
"Abang melanggar hak asasi manusia."
"Kalau kamu yang tidak menurut dan melanggar apa kata suami. Hukumnya di laknat malaikat." Jawab Bang Sakti menghentikan ucap Annel.
Rasanya Annel ingin berteriak kencang mendengar jawaban Bang Sakti, tapi inilah kenyataannya. Terkadang hatinya berontak, bagaimana bisa dirinya mencintai pria sedingin, segarang dan sekaku Letnan Silas Sakti.
Annel meremas ujung pakaiannya dengan kesal, wajahnya cemberut setiap kali berdebat dengan pria tersebut.
"Awas saja, Annel bakal menyiksa Abang habis-habisan..!!" Ancam Annel.
"Oyaaa?? Cepat masuk ke dalam mobil..!! Kita lihat siksaan apa yang bisa kamu buat..!! Tapi ingat dulu, sayang. Sebelum kamu menyiksa Abang, malam ini Abang yang akan menyiksamu lebih dulu..!!" Bang Sakti pun balik mengancam Annel.
Bang Sakti melenggang santai sambil memutar kunci mobil di jari telunjuknya. "Uugghh.. nggak sabar menantikan malam ini. Siksa kasur..!!" Gumamnya ringan saja.
"Dasar om-om stress..!!!!!!"
-_-_-_-_-
Tidak terjadi hal apapun hingga pagi ini. Bang Sakti masih bisa menahan diri, ia berharap semua akan baik-baik saja hingga dirinya bisa membawa Annel ke tempat tugasnya di daerah Pulau P nanti.
POV Bang Sakti On..
Rasa bersalah itu ada dalam hatiku, tapi tidak ada yang bisa kulakukan selain mengusahakan cara yang spesial untuk menghalalkan mu, Hanania Almas. Amarah dan kecemburuanmu juga kecemburuanku bisa mengakibatkan hubungan kita terancam hancur dan aku tidak ingin itu terjadi.
Aku memahami usiaku dan Annel terpaut jauh, tapi kamulah satu-satunya wanita yang bisa menaklukkan hatiku. Kamu mampu membuatku berpaling dari pesona Nanda yang nyaris membutakan mata dan hatiku. Tetaplah menjadi bidadari ku yang cantik dan lugu.
"Abang akan berusaha keras untuk menjagamu hingga sampai saat pengajuan nikah kita selesai, tapi kamu juga harus maklum jika Abang tidak sanggup menahan diri di hadapanmu. Itu berarti tingkah lakumu sudah melampaui batas kemampuan dan kesabaran Abang sebagai laki-laki." Ucapku jujur.
Tak lama Annel terbangun dari tidurnya dan melihatku sedang menatapnya, nampak saat ini Annel merasa risih.
"Kenapa Abang lihat Annel begitu?? Sebegitu jatuh cintanya ya??" Tanya Annel padaku. "Ingat ya Bang, kita masih bertengkar..!!"
"Jelas donk..!! Kalau Abang nggak sayang, nggak mungkin Abang nikahi."
"Kalau begitu, apa ada penjelasan.. siapa JJ????" Annel menginterogasi diriku bagai seorang tahanan.
"Inilah sebabnya Abang nggak mau kamu banyak tau tentang isi ponsel Abang. Kamu pasti salah paham."
"Salah paham apa? Dia selalu panggil Abang dengan panggilan sayang. Bilang Abang tambah ganteng lah, tambah kekar lah, kangen lah. Buat apa??? Ternyata Abang pasang foto di status medsos untuk pamer body dan menarik perhatian si JJ itu ya??" Oceh Annel mulai menjadi.
"Bukaan.. kamu tau sendiri, foto Abang yang di status hanya untuk background tulisan motivasi. Mana ada Abang pamer body? Kamu tuh yang banyak gaya, sok cantik sampai di komentari polisi kebon kopi." Protesku tak kalah dongkol dengan jawaban Annel.
"Kebon jeruk, Bang..!!"
"Aahh terserah. Mau kebon kopi, kebon jeruk.. berani dia dekati kamu.. habislah dia, Abang tanam di kebon." Ancamku murka.
Masih dalam perdebatan mereka, tiba-tiba ada dering telepon dari ponsel Bang Sakti.
Annel pun melirik, seketika wajahnya kembali di tekuk melihat pesan singkat masuk atas nama JJ.
'Selamat pagi sayang, sedang apa kamu disana?'
.
.
.
.
.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
🍀 chichi illa 🍒
bang JJ bisa aja
2024-10-15
0
Nabil abshor
,😅😅😅😅😅😅😅
2024-04-26
0
mudahlia
anak Nadia jdi ya sebelas dua belas dg ibu nya
2024-04-25
0