Pertemuan Kedua Dengan Huang Yan Yan

Xia Lin semakin larut dalam perenungan, dia mencoba untuk mempraktekkan satu persatu teknik kultivasi yang telah berhasil diserapnya. Namun sepertinya teknik itu tidak terlalu berguna untuk Xia Lin, karena struktur tulang emas ditambah 5 elemen bawaan dan tubuh cermin, membuat dia sedikit kesulitan.

Meskipun telah mengkonsumsi begitu banyak pil-pil tingkat tinggi, namun hanya mendapatkan efek yang sebentar dan tidak terlalu efektif, mengingat jumlah elemennya yang terlalu beragam, sehingga membuat energi yang terus diraup akan diedarkan sama besar.

Humpt...

Xia Lin mengusap wajahnya dengan kasar, dia hampir saja frustasi, karena tidak mendapatkan teknik yang jauh lebih baik dibandingkan teknik bunga emas merambat. Namun setelah dia mencapai peringkat element gathering tier, teknik itu juga sedikit lebih melemah, bahkan membuat dahinya berkali-kali berkerut.

Setelah merasa tidak berhasil menemukan celah, akhirnya Xia Lin berpikir untuk meningkatkan teknik berpedang, dia kembali ke lapangan yang terletak di depan kediaman besar miliknya, kemudian bersiap untuk mengeksekusi beberapa jurus tingkat tinggi.

Pemahaman Xia Lin cukup cepat, bahkan dalam satu atau dua kali membaca, gadis itu langsung bisa menangkap inti dari kata-kata yang tertuang dalam kitab.

Kali ini dia ingin mencoba untuk mengeksekusi jurus terbaru, jurus yang mengharuskan dia memiliki kekuatan pada telapak tangan, membuat Xia Lin sedikit tertantang.

Dalam sebuah pertempuran, tidak selamanya seorang praktisi beladiri mempergunakan senjata, bahkan ada segelintir orang yang menggunakan kekuatan tubuhnya sendiri untuk melakukan penyerangan.

Pedang hanyalah sebuah simbol, namun kekuatan yang sebenarnya berasal dari hati. Xia Lin mencoba untuk membangkitkan niat pedang, dia berdiri dengan sangat tenang, tiba-tiba saja terbentuk lengkungan berwarna biru yang melesat cepat keluar dari tubuhnya.

Aura pedang tingkat tinggi meningkat semakin terang, Xia Lin merasakan adanya niat pedang dalam tubuhnya, sehingga dia berhasil mengeluarkan kekuatan tersebut, meskipun tanpa senjata.

Namun setelah keterampilan itu, dia kembali mengasah tubuh pedang, untuk sementara waktu, hati pedang masih belum sepenuhnya dia kuasai, ada beberapa hal yang membuatnya menunda, bukan karena dia tidak memiliki pemahaman, namun jika sampai dirinya berhasil mengeksekusi jurus tersebut, akan ada ketidakseimbangan di dalam setiap elemen yang ada di tubuhnya.

Xia Lin baru saja berada di tingkat 1 element gathering tier, dia dapat melesat lebih tinggi lagi hingga menembus peringkat gushing spring tier. Karena itulah dia mencoba untuk tidak terlalu fokus pada tingkat kultivasinya terlebih dahulu, dia tidak ingin orang lain menganggapnya sebagai seorang monster, karena baru saja menerobos ke tingkat element gathering tier, namun dalam beberapa hari dia kembali mendapatkan penerobosan hingga beberapa kali.

Ini bukan berita yang baik, bahkan orang yang mendengarnya bisa saja langsung muntah darah. Seperti apa Xia Lin? Dia bahkan baru saja membuka pangkalan roh miliknya 1 tahun yang lalu dan kini semakin jauh meninggalkan para pembudi daya yang telah terlebih dahulu di akui.

Xia Lin membuka telapak tangannya, dia mencoba untuk mengeksekusi jurus pedang menggunakan telapak tangan, menyalurkan energi asal dengan sedikit penekanan.

Xia Lin mencoba untuk mematahkan sebatang pohon besar yang berada di depan kediaman, namun sepertinya kekuatan tapak masih belum sempurna, sehingga pohon itu masih tetap tegak berdiri meskipun mengalami beberapa kali penyerangan yang sangat mengejutkan.

Kali ini Xia Lin tidak bisa tidak membatu, dia kembali mencoba namun menggunakan jurus yang berbeda.

Jurus tapak anak surga!

Pa!

Pohon besar itu langsung tumbang, setelah sebelumnya tapak Xia Lin meraung, menunjukkan dengungan tajam. Hanya dengan satu kali dorongan, jurus itu berhasil di eksekusi dengan sempurna. Dia akan terus mencoba hingga kekuatan tapak tersebut bisa di jadikan kartu truf untuk pertempuran selanjutnya.

Xia Lin berjalan menuju mata air, dia berniat untuk membersihkan diri sebelum kembali menuju kediaman. Goa itu sebelumnya memiliki bagian kolam kecil dengan air yang jernih, namun setelah terjadi perombakan, kolam itu tiba-tiba saja menghilang.

Xia Lin hanya bisa cemberut, sepertinya dia harus benar-benar berkeliling terlebih dahulu, agar mengetahui tempat-tempat barang yang di carinya. Namun untuk sementara, dia akan pulang ke rumah sederhananya dan beristirahat disana.

Memikirkan rumah, gadis itu menjadi sangat cemas. Bisakah dia langsung berteleportasi dari dunia kecil? Karena sebelumnya dia berada di tempat lain. Untuk muncul kembali di tempat itu, Xia Lin masih belum memiliki cukup keberanian, pertarungan terakhirnya dengan pengikut raja hantu membuat dia harus lebih berhati-hati lagi, ketika berhadapan dengan seseorang yang memiliki tingkat kultivasi lebih tinggi.

"Rumah!" Xia Lin membayangkan kediaman sederhananya, dalam sekejap, tubuh gadis itu langsung menghilang dan muncul kembali tepat di depan pintu kediamannya.

"Tidak buruk!" ucap gadis itu sambil melengkungkan senyuman tipis, dia bergegas masuk untuk membersihkan diri.

Setelah berlatih selama beberapa waktu, membuat keringat membanjiri tubuhnya. Dia merasa sedikit tidak nyaman karena lengket.

Setelah menyiapkan air, Xia Lin segera memasukan wewangian, gadis itu segera masuk dan bersantai di dalamnya. Membutuhkan waktu hampir setengah batang dupa, hingga akhirnya tubuh gadis itu kembali fresh, dia juga telah berganti pakaian menggunakan yang lebih nyaman.

Xia Lin mendudukkan dirinya di kursi sambil mengingat-ingat kembali kehidupannya di masa lalu. Ada begitu banyak perbedaan yang gadis itu rasakan, namun dia masih tetap bersyukur karena di kehidupan keduanya masih bisa merasakan ketenangan.

Swosh...

Swosh...

Tap...

Tap...

Tap...

Telinga tajam Xia Lin mendengar gerakan beberapa orang yang terus mendekat ke arah kediamannya, dia juga merasakan aura yang begitu menindas, sepertinya saat ini ada begitu banyak pembudidaya yang tengah melakukan pengejaran terhadap sesuatu.

Brak...

Seseorang tiba-tiba saja menabrak jendela kamarnya, hingga membuat Xia Lin langsung memelototkan mata. "Siapa kau?"

Seorang gadis dengan hanfu berwarna merah muda, tubuhnya dipenuhi dengan luka-luka muncul sambil tersenyum manis.

"Tolong bantu aku, nona muda. Mereka mengejarku!" ucap gadis itu, namun wajah Xia Lin langsung berubah menjadi sangat dingin.

"Kenapa kau mendatangi kediamanku? Bukankah ada begitu banyak tempat untuk bersembunyi?" tanya Xia Lin datar.

Gadis itu langsung menggelengkan kepala, namun sudut matanya tanpa sengaja menatap ke arah Xia Lin, hingga akhirnya dia menundukkan wajah sambil berkata dengan sangat pelan. "Nona muda, mohon maafkan kelancangan hamba karena menerobos masuk ke dalam kediamanmu, hamba juga berterima kasih karena nona muda pernah menolong hamba di masa lalu,"

Xia Lin terdiam sesaat, "Kau seorang pembunuh?"

Gadis itu menggelengkan kepala, "Bukan!"

"Lalu kenapa mereka mencarimu?" tanya Xia Lin kembali.

Gadis itu terdiam, dia berniat untuk keluar dari kediaman milik Xia Lin, namun pergelangan tangannya segera ditarik. "Tetap di sini jika kau masih sayang dengan nyawamu!"

Xia Lin menutup jendela dengan sangat tenang, sambil memasang kewaspadaan. Orang-orang yang mengejar gadis itu jelas memiliki tingkatan kultivasi yang sangat tinggi.

Xia Lin membawa dua cangkir teh ke meja dan satu piring kue yang baru saja dibuatnya, dia menyodorkan kepada gadis itu. "Makanlah, sepertinya kau sangat kesulitan."

"Terima kasih banyak, nona muda." jawab gadis itu sambil menunduk, dia segera meraih cangkir kemudian menghembusnya perlahan, setelah beberapa saat, gadis itu menyesapnya dengan sangat elegan. Xia Lin masih terus memperhatikannya, namun dia memilih untuk tidak bersuara.

"Siapa namamu?" tanya Xia Lin.

Gadis itu terdiam, dia tak langsung menjawabnya.

"Ada apa?" tanya Xia Lin. Gadis itu menggelengkan kepala.

"Huang Yan Yan," ucapnya sambil menunduk. Xia Lin hanya mengangguk, dia segera menyerahkan sebutir pil pemulihan, hingga membuat mata gadis itu berkaca-kaca.

"Minumlah, agar keadaanmu cepat membaik." ucap Xia Lin, dia segera menyiapkan 1 kamar tamu untuk gadis itu beristirahat.

Malam berlalu dengan sangat cepat, pagi harinya Xia Lin memasak beberapa menu yang sangat variatif, kali ini dia ingin mencoba untuk mengetes kemampuannya dalam memasak.

Pada saat mencari kediaman, tanpa sengaja Xia Lin menemukan beberapa rempah-rempah yang dijual di pasar, dia membelinya dengan penuh sukacita. Selama tinggal di dunia yang baru, dia sering kali merasakan makanan yang sangat tidak enak di lidahnya, selain rasa yang kurang pas, terkadang mereka juga tidak mempergunakan garam ataupun penyedap untuk melezatkan makanan.

Huang Yan Yan bergegas ke dapur, dia berniat untuk membantu Xia Lin, namun gadis itu telah menyelesaikan semua pekerjaannya, dia bahkan tengah duduk sambil menunggu Huang Yan Yan untuk makan bersama.

"Nona muda, maafkan aku karena terlambat." ucap Huang Yan Yan.

"Duduklah!" jawab Xia Lin, dia segera mengambil nasi, beberapa macam lauk dan juga sayur agar Huang Yan Yan mencobanya.

"Cepat makan dan beri tahu aku apakah masakan ini layak untuk dijual?" ucap Xia Lin, Huang Yan Yan menganggukan kepala, dia segera mencoba satu persatu hidangan yang disuguhkan oleh Xia Lin, matanya langsung berbinar, rasa yang benar-benar sangat lezat seolah meledak di dalam mulutnya. Gadis itu berkali-kali mengacungkan jempolnya untuk memuji kemampuan Xia Lin dalam mengolah berbagai macam makanan.

"Ini benar-benar sangat lezat, nona muda." ucap Huang Yan Yan memberikan pujian.

"Kalau begitu, makanlah yang banyak!" jawab Xia Lin sambil menumpuk makanan di atas mangkuk nasi milik Huang Yan Yan hingga membuat mulut gadis itu menganga lebar.

"Nona muda, ini terlalu banyak." ucap Huang Yan Yan, namun Xia Lin langsung menggelengkan kepala.

"Kau harus makan yang banyak," ucapnya dengan sangat santai sambil menyuapkan beberapa macam sayuran ke dalam mulutnya.

Huang Yan Yan tak lagi protes, dia mengikuti keinginan gadis itu dan terus melahap semua makanannya hingga habis tak bersisa.

Terpopuler

Comments

Aray Boim

Aray Boim

ganti surgawi kecil thor

2024-11-18

0

Nayla Nazafarin

Nayla Nazafarin

bgmna dg putra mahkota?

2024-09-29

2

Syahrudin Denilo

Syahrudin Denilo

hmmm

2024-07-26

3

lihat semua
Episodes
1 Transmigrasi
2 Pertemuan Pertama
3 Yuan Shen Li
4 Teknik Kultivasi
5 Teknik Kultivasi Tingkat Surga.
6 Jurus Baru
7 Membangkitkan Niat Pedang
8 Meminjam Uang
9 Tidur Bersama
10 Masa Lalu
11 Bertemu Raja Hantu
12 Menjelajah Dunia Kecil
13 Pertemuan Kedua Dengan Huang Yan Yan
14 Membuka Restoran
15 Gadis Baik Hati Dan Tidak Sombong
16 Persaingan Ketat
17 Rumah Bunga Dan Arena Judi
18 Identitas Asli Terbongkar
19 Elit Tingkat Ɓunga Mekar
20 Menuju Hutan
21 Naik 7 Tingkat
22 Melawan Monyet Api
23 Mencari Hadiah Untuk Kaisar
24 Ulang Tahun Kaisar
25 Putra Mahkota Yang Posesif
26 Menerima Tantangan
27 Pembalasan
28 Memberi Tahu Xia Lin
29 Mengunjungi Raja Hantu
30 Hadiah Untuk Qing Xiang Dan Raja Hantu
31 Pemilik Dunia Abadi
32 Elit Tingkat Samudera Spiritual
33 Peringatan Kecil
34 Menjemput Bawahan
35 Melarikan Diri
36 Selir Pangeran Kedua
37 Kegilaan Pangeran Kedua
38 Peningkatan Yang Sempurna
39 Raja Hantu Dan Qing Xiang Kembali
40 Rencana Pangeran Kedua
41 Pertunjukkan
42 Dunia Mistis
43 Kemunculan Para Jenius Dan Elit Tingkat Tinggi
44 Hutan Iblis Menghilang
45 Kebencian Penatua Lu
46 Keajaiban Bela Diri
47 Kelinci Iblis
48 Qing Xiang VS Murid Sekte Pedang Abadi
49 Qing Lin VS Yue Yin
50 Seribu Pijakan Bukit Batu
51 Menara Sepuluh Lantai
52 Menjelajahi Menara
53 Lantai 10 Menara Terbuka
54 Keluar Dari Spiritual Realm
55 Putera Mahkota Kembali
56 Makhluk Iblis
57 Pertempuran (1)
58 Pertempuran (2)
59 Pertempuran (3)
60 Kematian Pangeran Kedua Dan Pangeran Ketiga
61 Pengakuan Pangeran Ke Empat
62 Selir Dong Vs Selir Agung Dan Selir Kehormatan
63 Kaisar Iblis Kembali
64 Sepuluh Raja Dan Lima Jenderal
65 Kemunculan Kembali Hutan Iblis
66 Kekuatan Mental
67 Formasi
68 Kau Harus Bangun
69 Mengunjungi Sekte Pedang Abadi
70 Melawan Para Jenius Beladiri
71 Pria Tua Yang Bau
72 Bertempur Dan Bertempur
73 Aksi Sepuluh Raja Kecil
74 Lu Feng Vs Raja Hantu
75 Kutukan Garis Keturunan
76 Lu Ba
77 Putra Mahkota Kembali Ke Istana
78 Dimana Putra Mahkota?
79 Munculnya Kelinci Iblis
80 Kematian Pangeran Ke Empat dan Selir Dong
81 Mundurnya Pasukan Klan Dong
82 Peti Mati Menghilang
83 Pewaris Sang Naga Sejati
84 Teknik Terlarang Klan Dong
85 Mengunjungi Putera Mahkota
86 Teknik Surgawi
87 Anggota Klan Dong
88 Menabur Racun
89 Kekacauan Qi
90 Rumor Terus Beredar
91 Penyergapan
92 Putra Mahkota Mengirim Pasukan
93 Rencana Permaisuri Dan Selir
94 Pertemuan Dengan Huang Yan Yan
95 Murid Sekte Naga Api
96 Melawan Murid Sekte Naga Api
97 Putra Mahkota Bengkok?
98 Pertemuan Antar Sekte
99 Sayembara Di Mulai
100 Diskusi Para Elit Di Depan Hutan Iblis
101 Penyerangan Sekte Aliran Hitam
102 Kehancuran Sekte Bulan Darah
103 Yang Mulia Putra Mahkota
104 Qing Lin Sakit
105 Jiwa Qing Lin Memudar
106 Luo Lin
107 Memurnikan Pil
108 Mengikuti Perjamuan Istana
109 Menerima Pembatalan Pertunangan
110 Menghilangnya Anggota Keluarga Luo
111 Orang-Orang Suci
112 Keluarga Wei
113 Melarikan Diri
114 Pembunuh Bayaran
115 Alam Abadi Kecil
116 Pertemuan
117 THE END
118 Pengumuman
Episodes

Updated 118 Episodes

1
Transmigrasi
2
Pertemuan Pertama
3
Yuan Shen Li
4
Teknik Kultivasi
5
Teknik Kultivasi Tingkat Surga.
6
Jurus Baru
7
Membangkitkan Niat Pedang
8
Meminjam Uang
9
Tidur Bersama
10
Masa Lalu
11
Bertemu Raja Hantu
12
Menjelajah Dunia Kecil
13
Pertemuan Kedua Dengan Huang Yan Yan
14
Membuka Restoran
15
Gadis Baik Hati Dan Tidak Sombong
16
Persaingan Ketat
17
Rumah Bunga Dan Arena Judi
18
Identitas Asli Terbongkar
19
Elit Tingkat Ɓunga Mekar
20
Menuju Hutan
21
Naik 7 Tingkat
22
Melawan Monyet Api
23
Mencari Hadiah Untuk Kaisar
24
Ulang Tahun Kaisar
25
Putra Mahkota Yang Posesif
26
Menerima Tantangan
27
Pembalasan
28
Memberi Tahu Xia Lin
29
Mengunjungi Raja Hantu
30
Hadiah Untuk Qing Xiang Dan Raja Hantu
31
Pemilik Dunia Abadi
32
Elit Tingkat Samudera Spiritual
33
Peringatan Kecil
34
Menjemput Bawahan
35
Melarikan Diri
36
Selir Pangeran Kedua
37
Kegilaan Pangeran Kedua
38
Peningkatan Yang Sempurna
39
Raja Hantu Dan Qing Xiang Kembali
40
Rencana Pangeran Kedua
41
Pertunjukkan
42
Dunia Mistis
43
Kemunculan Para Jenius Dan Elit Tingkat Tinggi
44
Hutan Iblis Menghilang
45
Kebencian Penatua Lu
46
Keajaiban Bela Diri
47
Kelinci Iblis
48
Qing Xiang VS Murid Sekte Pedang Abadi
49
Qing Lin VS Yue Yin
50
Seribu Pijakan Bukit Batu
51
Menara Sepuluh Lantai
52
Menjelajahi Menara
53
Lantai 10 Menara Terbuka
54
Keluar Dari Spiritual Realm
55
Putera Mahkota Kembali
56
Makhluk Iblis
57
Pertempuran (1)
58
Pertempuran (2)
59
Pertempuran (3)
60
Kematian Pangeran Kedua Dan Pangeran Ketiga
61
Pengakuan Pangeran Ke Empat
62
Selir Dong Vs Selir Agung Dan Selir Kehormatan
63
Kaisar Iblis Kembali
64
Sepuluh Raja Dan Lima Jenderal
65
Kemunculan Kembali Hutan Iblis
66
Kekuatan Mental
67
Formasi
68
Kau Harus Bangun
69
Mengunjungi Sekte Pedang Abadi
70
Melawan Para Jenius Beladiri
71
Pria Tua Yang Bau
72
Bertempur Dan Bertempur
73
Aksi Sepuluh Raja Kecil
74
Lu Feng Vs Raja Hantu
75
Kutukan Garis Keturunan
76
Lu Ba
77
Putra Mahkota Kembali Ke Istana
78
Dimana Putra Mahkota?
79
Munculnya Kelinci Iblis
80
Kematian Pangeran Ke Empat dan Selir Dong
81
Mundurnya Pasukan Klan Dong
82
Peti Mati Menghilang
83
Pewaris Sang Naga Sejati
84
Teknik Terlarang Klan Dong
85
Mengunjungi Putera Mahkota
86
Teknik Surgawi
87
Anggota Klan Dong
88
Menabur Racun
89
Kekacauan Qi
90
Rumor Terus Beredar
91
Penyergapan
92
Putra Mahkota Mengirim Pasukan
93
Rencana Permaisuri Dan Selir
94
Pertemuan Dengan Huang Yan Yan
95
Murid Sekte Naga Api
96
Melawan Murid Sekte Naga Api
97
Putra Mahkota Bengkok?
98
Pertemuan Antar Sekte
99
Sayembara Di Mulai
100
Diskusi Para Elit Di Depan Hutan Iblis
101
Penyerangan Sekte Aliran Hitam
102
Kehancuran Sekte Bulan Darah
103
Yang Mulia Putra Mahkota
104
Qing Lin Sakit
105
Jiwa Qing Lin Memudar
106
Luo Lin
107
Memurnikan Pil
108
Mengikuti Perjamuan Istana
109
Menerima Pembatalan Pertunangan
110
Menghilangnya Anggota Keluarga Luo
111
Orang-Orang Suci
112
Keluarga Wei
113
Melarikan Diri
114
Pembunuh Bayaran
115
Alam Abadi Kecil
116
Pertemuan
117
THE END
118
Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!