Xia Lin berjalan dengan sangat tenang, setelah selesai membersihkan diri dan berganti pakaian menggunakan hanfu yang sebelumnya diberikan oleh Yuan Shen Li, dia segera berjalan ke sisi lain goa, dimana catatan bela diri tingkat tinggi berada. Dia akan kembali melatih kemampuan berpedangnya, dengan menggunakan jurus-jurus yang sangat kuat.
Tempat itu terakhir kali dipijak oleh Xia Lin 6 bulan yang lalu, namun terlihat tidak seluas hari ini. Kali ini dia benar-benar membelalakkan matanya, karena tempat itu berkali-kali lipat lebih besar dari sebelumnya.
Apa yang sebenarnya terjadi di tempat ini dan kenapa seluruh tempat terlihat semakin luas dan luas? Apakah masih ada misteri yang harus dia pecahkan? Xia Lin menggelengkan kepala, dia berniat untuk berlatih pedang, jadi hal-hal yang lainnya akan dia pikirkan nanti.
Xia Lin mulai terlihat khusyuk, dia tenggelam dalam jurus-jurus pedang tingkat tinggi. Meski pada awalnya gerakan yang dia tunjukkan terlihat sangat kasar dan asal-asalan, namun semakin lama gerakannya semakin luwes dan lincah, dia bergerak dengan begitu indah, berputar sangat ringan seperti kapas, namun pada saat genggaman pedang itu semakin meningkat, aura yang dikeluarkan oleh tubuhnya benar-benar bisa menekan siapapun yang berada tak jauh dari tempatnya.
"Jurus 1000 pedang"
Setelah sebelumnya Xia Lin hanya berhasil mengeksekusi jurus pertama dengan tingkat keterampilan yang lebih lambat dan rendah, namun saat ini jurus itu semakin meningkat, dia yang awalnya hanya bisa mengeluarkan serpihan-serpihan pedang kecil dari pedang besar yang digunakannya, membentuk kristal tajam sebanyak 300, kini mulai mengalami peningkatan.
Dia berhasil mengeluarkan nyawa aslinya, kekuatan dari jurus seribu pedang benar-benar sangat menakjubkan. Jika sampai ada orang yang mengetahui Xia Lin memiliki jurus tersebut, kemungkinan mereka akan segera jatuh dalam kegilaan.
Seribu pedang meluncur dengan sangat cepat, memotong dan mengoyak angin, mengibaskan kekuatan yang sangat luar biasa. Xia Lin berdiri dengan tenang, kilatan pedang tajam terlihat, dia menatap ke arah kejauhan dimana berdiri beberapa pohon besar, tanpa ragu, dia bergerak, melompat dengan kecepatan penuh dan segera mengibaskan pedangnya, hingga 1000 pedang meluncur dan langsung menghancurkan tempat itu hingga tak tersisa.
Pepohonan terpotong dalam satu kali lesatan dan pedang yang tercipta, benar-benar terlihat sangat tajam dan mengerikan. Xia Lin bergidik, jika sampai dia mempergunakan jurus itu kepada manusia, entah seperti apa keadaan lawannya nanti.
Bahkan pepohonan berhasil dipotong-potong dengan irisan yang begitu kecil, padahal jarak diantara dirinya dengan tempat itu masih bersisa sekitar 25 meter panjangnya.
'Benar-benar luar biasa!' gumam Xia Lin dalam hati, dia tidak bisa tidak menunjukkan rasa takjubnya, kali ini tidak hanya kultivasinya yang meningkat drastis, namun kemampuan berpedangnya juga semakin elegan.
Dia akan mencoba untuk mengeksekusi jurus kedua, yang merupakan kebalikan dari jurus pertama. Seribu pedang yang telah dilemparkan harus dia ubah menjadi satu buah pedang besar yang siap menghunus lawan.
Namun permasalahannya saat ini, seribu pedang meluncur tidak menuju ke satu titik serangan, namun berpendar melewati tempat-tempat yang lain. Lalu bagaimana cara gadis itu menyatukan ke 1000 pedang, agar bisa berubah menjadi satu pedang besar yang mampu menekan pergerakan lawan?
Xia Lin jatuh dalam ketidakstabilan, dia duduk sambil berusaha mencerna penjelasan yang didapatkannya. Bagaimana cara agar mengubah 1000 pedang menjadi satu pedang besar? Sedangkan ke 1000 pedang tersebut hanya merupakan bayangan dari pedang yang sebenarnya.
Mungkinkah dia harus mempergunakan sesuatu yang lain? Ataukah memang ada cara yang hingga saat ini masih belum ditemukan oleh Xia Lin?
Xia Lin masih terus merenungkan jurus kedua, dia tidak menyadari keberadaan guru Ma yang mulai mendekat ke arahnya, bahkan pria tua itu tersenyum puas melihat muridnya frustasi, karena masih belum menemukan jalan untuk penyelesaian jurusnya.
Batuk!
Batuk!
Xia Lin melirik dengan ujung mata, jelas saat ini ada seorang pria tua yang seolah tengah menertawakan dirinya, hingga membuat dia langsung cemberut.
Xia Lin bangkit dari tempat yang didudukinya, kemudian pergi sambil menghentak-hentakkan kaki. Walau bagaimanapun tubuh yang di tempatinya ini masih belia, berusia 15 tahun, maka wajar jika dia berbuat seperti itu, reaksi tubuh alamiah bagi seorang gadis muda, meski jiwa yang ada di dalamnya telah dewasa.
Guru Ma tertawa puas, hingga ujung matanya menyipit dan mengeluarkan setitik bening air mata. Setelah penantian selama ribuan tahun, akhirnya dia mendapatkan kesempatan menjadi seorang guru dari gadis muda yang tangguh dan sangat jenius.
Sedangkan Xia Lin langsung pergi menuju sumber air, dia akan merendam tubuhnya di sana sambil merenung, memikirkan cara pengeksekusian jurus yang sejak tadi masih saja samar-samar.
Guru Ma seakan sengaja tidak memberikan petunjuk, dia malah bersantai dengan secangkir teh hangat di depannya. Setelah sekian lama, akhirnya dia bisa tertawa, padahal selama ini dirinya hidup dalam kesepian.
Setelah mencapai tingkat tertentu, seorang kultivator akan mendapatkan pilihan, tetap hidup dalam kesepian ataukah bereinkarnasi, namun hanya memiliki setengah dari kekuatan sebelumnya dan guru Ma memilih yang kedua, namun alih-alih dia benar-benar meninggalkan dunia ini, serpihan jiwanya terus berkelana mencari seorang murid yang akan mewarisi seluruh kekuatannya.
Xia Lin tersentak, dia mencoba untuk merenungkan teknik kultivasi yang dimilikinya, setelah itu sudut bibirnya langsung berkedut, sebuah pencerahan masuk.
Tidak semata-mata 1000 pedang yang dilemparkan akan bergerak secara tidak teratur, dia bisa mengontrolnya dengan teknik bunga merambat, kemudian menarik kembali dan menggabungkannya menjadi satu kekuatan besar. Gadis itu segera melompat, kemudian bersiap untuk melakukan pelatihan.
Wush...
Pusaran angin berkumpul, Xia Lin memulai aksinya dengan mengeluarkan 1000 pedang, namun masih di bawah pengontrolan teknik bunga emas merambat. Dia bergerak dengan kecepatan angin, kemudian menghempaskan pedang-pedangnya menuju sasaran yang telah dia tentukan.
Namun dalam sekejap mata, pedang-pedang itu kembali berputar kemudian bergerak menuju satu arah, yaitu telapak tangan Xia Lin. Gadis itu melambai, kemudian mengkonsolidasikan seluruh elemen miliknya dengan kekuatan asal, pedang-pedang itu bertubrukan hingga akhirnya membentuk satu pedang besar. "Pedang Maha Kuasa".
Hosh...
Hosh...
Nafasnya memburu, namun bibirnya melengkungkan senyum, dia cukup puas dengan apa yang dilakukannya. Teknik pedang dari jurus yang kedua benar-benar menguras seluruh energinya, namun jika dalam keadaan yang sangat kepepet, kekuatan dari 1000 pedang yang dia keluarkan bahkan bisa merobohkan satu wilayah kekaisaran.
Ssst...
Mendesis!
Wajah gadis itu meringis, sesuatu terjadi pada telapak tangan kanannya, sebuah pola berwarna merah muncul dalam lingkaran yang samar.
Bergerak!
Benar-benar sangat menyakitkan, dia berusaha untuk menyerap energi sebanyak-banyaknya dan menghilangkan rasa sakit, namun telapak tangan kanannya hampir sepenuhnya terbakar. Benar-benar panas hingga gadis itu berusaha untuk menekannya.
Dia mengendalikan elemen es miliknya, namun ketika kekuatannya ditarik, seolah ada sebuah penolakan tegas, membuat Xia Lin lagi-lagi harus mengerutkan dahi. Apa yang sebenarnya terjadi?
Gadis itu segera duduk, dia mulai mempergunakan energi mentalnya untuk melihat pada lautan kesadaran, sebuah api kecil muncul pada telapak tangan, bergerak dengan sangat lincah kesana kemari, hingga membuatnya kesakitan dan membakar beberapa organ tubuhnya.
Namun tak lama kemudian, sudut bibir Xia Lin lagi-lagi menyunggingkan sebuah senyuman, dia baru saja mendapatkan api istimewa, yang tanpa sengaja tertangkap pada saat akan menyatukan seluruh pedang.
Xia Lin mengedarkan elemen api miliknya, dengan cepat api itu membesar hingga menelan api kecil yang sebelumnya telah melakukan pemberontakan, penyerapan berlangsung lama, wajah Xia Lin mulai pucat, keringat keluar dari seluruh pori-pori.
Tubuhnya kian bergetar, setelah proses yang melelahkan dan hampir memakan waktu satu kali pembakaran dupa, akhirnya api itu pun terdiam, namun dalam tubuh Xia Lin saat ini, api itu telah bertransformasi menjadi elemen api yang lebih besar dan berwarna biru.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Wulan Dari
keren banget anjayy serasa nonton dracin,malah lebih seru ini
2025-01-09
0
Adiposuwiryo
ciamiiik
2025-02-28
0
Nur Tini
lanjutkan
2024-08-09
4