#4 Karang abang.

Sementara itu Wisanggra Kinangkin yg terus berlari mengejar hewan ternak nya masih saja ketinggalan, sudah sejauh itu ia berlari namun tidak menemukan nya.

Ah , sebaiknya aku melihat jejak -jejaknya , agar tidak salah jalan, berkata dalam hati Wisanggra Kinangkin.

Sebab menurut nya ia pasti sudah salah jalan dengan yg dilalui oleh binatang ternak itu.

Heh, ternyata benar, tidak ada jejak nya di sebelah sini, berkata lagi Wisanggra Kinangkin.

Ia pun terpaksa mundur cukup jauh lagi, baru lah menemukan jejak -jejaknya.

Heh, ternyata mereka berbelok ke arah timur,.kata Wisanggra Kinangkin dalam hatinya.

Ia pun segera bergerak cepat membuntuti bekas jejak jejak tersebut.

Dan tidak terlalu lama , ditemukan nya lah hewan ternak itu.

Ah, Syukurlah, ucapannya dengan gembira.

Bocah itu kemudian menggiring kembali hewan itu ke arah yang di tunjukkan oleh Aji Saka tadi.

Padahal sebenarnya arah tersebut adalah arah yang cukup berbahaya bagi mereka yg ada di padepokan Elang Canggah ini.

Selain di dekat Lembah itu banyak terdapat binatang buas yg siap memangsa kambing -kambing itu, wilayah itu pun termasuk ke dalam wilayah padepokan Kedung Jati yg masih bermusuhan dengan padepokan Elang Canggah, sehingga akan menjadi hal biasa , bagi siapa saja yang akan masuk.ke dalam wilayah seseorang tanpa izin maka mereka akan di kenai hukuman.

Tetapi Wisanggra Kinangkin dengan polosnya terus saja menggiring hewan ternak nya menuju lembah tersebut.

Sebab menurut perintah dari Aji Saka, setelah angon, ia pun harus memberi minum kambing -kambing itu disana.

Setelah melewati sebuah ara -ara yg cukup luas dan memang di peruntukkan untuk menggembalakan ternak, bocah dari Dusun Winanga ini berusaha mengarahkan nya ke bawah menuju lembah, yang lumayan jauh juga dari tempat itu.

Sebenarnya kalau Wisanggra Kinangkin mengerti, tentu ia tidak akan melakukan hal tersebut, sebab seluruh kambing -kambing nya tidak mau bergerak ke arah tempat itu, seolah mereka pun tahu tempat itu bukan untuk mereka.

Tetapi bocah dari Dusun Winanga ini tetap memaksakan nya, dengan keahliannya dalam hal menggembalakan ternak pun ia pergunakan untuk menghalau kambing -kambing yg banyak jumlahnya itu menuruni lereng menuju lembah yang cukup jauh dari tempat nya ini.

Meski dengan susah payah, dan mentari pun sudah mulai condong ke arah barat, bergeraklah mereka menuruni lereng itu hingga mencapai lembah.

Sesungguhnya kambing -kambing ini pun menjadi sangat senang sekali setelah mencapai dasar lembah ini, selain mereka mendapatkan air yg sangat bersih untuk di minum, rumput di sekitar tempat itu sangat baik sekali untuk menjadi makanan.

Dan sejenak Wisanggra Kinangkin pun dapat melepaskan penat nya dengan tertidur di bawah sebuah batang pohon, ditambah dengan semilirnya angin yg berhembus.

Tanpa disadari oleh sang bocah, sepasang mata indah tengah memperhatikan nya yg tampak tertidur pulas akibat di belai semilirnya angin yg berhembus.

Siapakah bocah itu , apakah dia adalah murid-murid padepokan Elang Canggah , berkata seorang gadis remaja yang berwajah cantik dan sedang mengintai keberadaan dari Wisanggra Kinangkin.

Dengan ringan nya gadis itu berjalan dan mendekati tubuh bocah berusia sebelas tahun ini yg masih terlelap dalam tidurnya.

Pertanda bahwa gadis itupun memiliki ilmu peringanan tubuh, meski tidak terlalu tinggi.

Dengan cepat ia pun menghampiri Wisanggra Kinangkin , dengan sebuah ranting kayu, gadis remaja yang berparas cantik ini pun mulai membangunkan nya.

" He, bangun, lihat lah kambing -kambing mu itu!" seru gadis remaja ini sambil menusukkan ranting kayu itu ke tubuh Wisanggra Kinangkin.

Bocah lelaki itu pun terkejut bukan kepalang ketika ada seseorang yg tengah menghampiri seraya membangunkan nya.

" U, ah, ada apa?" ucap bocah itu sambil mengucek kedua matanya.

Memang sesuai dengan gelar yg telah di berikan oleh Aji Saka tadi, bocah lelaki yang berasal dari dusun Winanga ini memiliki banyak belek, apalagi setelah ia terjaga dari tidurnya.

" Sana cuci dahulu wajah mu!" terdengar suara gadis remaja itu berkata kepada Wisanggra Kinangkin.

Agak bingung juga bocah itu mendapatkan perintah tadi, namun setelah si gadis memberikan penjelasan dengan menggunakan isyarat barulah ia mengerti.

Dengan cepat bocah ini berlari mendekati air yg ada di lembah.

Ia pun segera memasukkan kepalanya ke dalam air yg sangat jernih tersebut dan bahkan kemudian meminumnya.

Baru setelah nya ia kembali lagi mendekati gadis remaja yang memiliki paras cantik ini.

" Ada apa mbak, membangunkan ku?" tanya nya kepada gadis itu.

Sambil melihat ke arah sekeliling tempat itu , gadis remaja yang cantik ini pun bertanya,

" Apakah kamu berasal dari padepokan Elang Canggah?"

Sambil melihat ke arah Wisanggra Kinangkin, ia ingin memastikan apakah benar bocah itu adalah salah seorang murid dari padepokan Elang Canggah.

" Benar, mbak , Kinangkin memang murid dari Eyang Smurup!" jawab Wisanggra Kinangkin polos.

Sungguh ia tidak tahu siapa sebenarnya perempuan yang ada dihadapannya ini, jika dia menyadarinya tentu tidak akan berkata demikian.

" He, berarti kamu lah yg telah mencuri jagung dan ketimun milik kami itu, kau mesti di beri hukuman, cepat bangkit!" seru Gadis remaja itu kepada Wisanggra Kinangkin.

Tiba tiba saja amarah nya meledak tatkala mengetahui bahwa bocah yg ada dihadapan nya ini adalah murid Ki Ajar Smurup.

Dengan menarik daun telinganya , gadis itu berusaha untuk membawa Wisanggra Kinangkin dari tempat.

" Aduh, aduh, Mbak, mohon maaf, apakah ada yg salah jika Kinangkin memang berasal dari padepokan Elang Canggah?

Tanya bocah lelaki itu sambil meringis kesakitan akibat di jewer daun telinganya dengan sangat keras sekali oleh gadis remaja ini.

" Tentu , kamu harus dihadapkan kepada eyang Guru guna mempertanggungjawabkan seluruh perbuatan mu itu!" seru gadis itu dengan sangat geram nya.

Ia memang tengah mengejar beberapa orang bocah lelaki yang telah berani mencuri tanaman jagung dan ketimunnya hingga sampai di lembah itu.

Bersamaan itu pula ia menemukan bocah lelaki yang tampak sedang tertidur pulas.

Setelah dikorek keterangan nya bahwa ia memang merupakan murid padepokan Elang Canggah, hati gadis ini pun menjadi sangat berang sekali.

Ingin sekali rasanya menghajar bocah itu akan tetapi begitu ia menarik daun telinganya, bocah lelaki ini mengaduh dan merasa kesakitan, tidak bagi mereka yg pernah ia tangkap sebelum nya, pasti akan melakukan perlawanan , meskipun akhirnya harus melarikan diri, tidak dengan bocah yg satu ini.

Apalagi ketika sang bocah memohon -mohon untuk di lepaskan, sebab ia memang tidak melakukan apa yang di tuduhkan oleh gadis itu.

" Mbak, tolong lah lepaskan aku , Kinangkin tidak pernah berdusta, bukan Kinangkin yg telah mengambil jagung dan ketimun itu, sedari tadi Kinangkin pun belum makan!" ucap bocah itu dengan polosnya.

Bahkan ia menunjukkan perutnya yang terasa ber keroncongan karena memang hampir seharian ini ia belum makan.

Dan gadis itu pun melihat nya,

Aneh, begitulah yg ada di pikiran gadis remaja itu.

Ia pun melepaskan jeweran nya pada bocah itu sambil berkata

" Apakah kau angon seorang diri?" tanya gadis itu kepada Wisanggra Kinangkin.

Menggeleng kepala bocah itu menjawab pertanyaan tadi.

" Lalu kemana perginya teman teman mu itu?" tanya nya lagi.

" Aku tidak tahu mbak, diriku diperintahkan untuk menjaga kambing -kambing ini seorang diri sedangkan mereka pergi entah kemana meninggalkan ku!" jelas Wisanggra Kinangkin.

Dan dari penjelasan ini tahulah gadis itu bahwa memang bukan bocah ini pelakunya, akan tetapi teman temannya.

Karena kejujuran dari si bocah gadis itu pun menjadi tertarik untuk lebih mengenali nya.

Ia pun memperkenalkan diri nya sebagai Pramesthi Dyani dan merupakan murid dari padepokan Kedung Jati yg berada di sebelah barat itu.

Sedangkan bocah polos itu pun menceritakan kepada gadis yg mengaku bernama Pramesthi Dyani itu bahwa dirinya baru saja tiba di padepokan Elang Canggah ini setelah dusun nya musnah terbakar.

" Darimana asalmu sebenarnya Kinangkin?" tanya Pramesthi Dyani penasaran.

" Dari dusun Winanga, mbak!" sahut Wisanggra Kinangkin.

Terpopuler

Comments

anggita

anggita

iklan☝like👍 untuk novel silat lokal. semoga lancar novelnya thor👌.

2024-08-11

0

Umar Muhdhar

Umar Muhdhar

2

2024-05-06

1

Aang Aang anwari

Aang Aang anwari

semangat💪

2024-03-30

2

lihat semua
Episodes
1 1 Karang abang.
2 #2 Karang abang.
3 #3 Karang abang
4 #4 Karang abang.
5 #5 Karang abang.
6 #6 Karang abang.
7 #7 Karang abang.
8 #8 Karang abang.
9 pengumuman
10 #9 Karang abang.
11 #10 Karang abang.
12 #1 Di Permoni.
13 #2 Di Permoni.
14 #3 Di Permoni.
15 #4 Di Permoni.
16 #5 Di Permoni.
17 #6 Di Permoni.
18 #7 Di Permoni.
19 #8 Di Permoni.
20 #9 Di Permoni.
21 #10 Di Permoni.
22 #1 Terluka dalam.
23 #2 Terluka dalam.
24 #3 Terluka dalam.
25 #4 Terluka dalam.
26 #5 Terluka dalam.
27 #6 Terluka dalam.
28 #7 Terluka dalam.
29 #8 Terluka dalam.
30 #9 Terluka dalam.
31 #10 Terluka dalam.
32 #1 Ada apa di puncak Merapi.
33 #2 Ada apa di puncak Merapi.
34 #3 Ada apa di puncak Merapi.
35 #4 Ada apa di puncak Merapi.
36 #5 Ada apa di puncak Merapi.
37 #6 Ada apa di puncak Merapi.
38 #7 Ada apa di puncak Merapi.
39 #8 Ada apa di puncak Merapi.
40 #9 Ada apa di puncak Merapi.
41 #10 Ada apa di puncak Merapi.
42 #1 Ki Barok.
43 #2 Ki Barok.
44 #3 Ki Barok.
45 #4 Ki Barok.
46 #5 Ki Barok.
47 #6 Ki Barok.
48 #7 Ki Barok.
49 #8 Ki Barok.
50 #9 Ki Barok.
51 #10 Ki Barok.
52 #1 Terbalaskan.
53 #2 Terbalaskan.
54 #3 Terbalaskan
55 # 4 Terbalaskan.
56 #5 Terbalaskan.
57 #6 Terbalaskan.
58 #7 Terbalaskan.
59 #8 Terbalaskan.
60 #9 Terbalaskan.
61 #10 Terbalaskan.
62 #1 Yang paling di cari.
63 #2 Yang paling di cari.
64 #3 Yang paling di cari.
65 #4 Yang paling di cari.
66 #5 Yang paling di cari.
67 #6 Yang paling di cari.
68 #7 Yang paling di cari.
69 #8 Yang paling di cari.
70 #9 Yang paling di cari.
71 #10 Yang paling di cari.
72 Maaf
73 #1 Terpisah.
74 #2 Terpisah.
75 #3 Terpisah.
76 #4 Terpisah.
77 #5 Terpisah
78 #6 Terpisah.
79 #7 Terpisah.
80 #8 Terpisah.
81 #9 Terpisah.
82 #10 Terpisah.
83 #1 Perasaan ini.
84 #2 Perasaan ini.
85 #3 Perasaan ini.
86 #4 Perasaan ini.
87 #5 Perasaan ini.
88 #6 Perasaan ini.
89 #7 Perasaan ini.
90 #8 Perasaan ini.
91 HUT RI 79.
92 #9 Perasaan ini.
93 #10 Perasaan ini.
94 #1 Pengkhianatan.
95 #2 Pengkhianatan.
96 #3 Pengkhianatan.
97 #4 Pengkhianatan.
98 #5 Pengkhianatan.
99 #6 Pengkhianatan.
100 #7 Pengkhianatan.
101 #8 Pengkhianatan.
102 #9 Pengkhianatan.
103 #10 Pengkhianatan.
104 #1 Kekacauan.
105 #2 Kekacauan.
106 #3 Kekacauan.
107 #4 Kekacauan.
108 #5 Kekacauan.
109 #6 Kekacauan.
110 #7 Kekacauan.
111 #8 Kekacauan.
112 #9 Kekacauan.
113 #10 Kekacauan.
114 #1 Rasa itu semakin dalam.
115 #2 Rasa itu semakin dalam.
116 #3 Rasa itu semakin dalam.
117 #4 Rasa itu semakin dalam.
118 #5 Rasa itu semakin dalam.
119 #6 Rasa itu semakin dalam.
120 #7 Rasa itu semakin dalam.
121 #8 Rasa itu semakin dalam.
122 #9 Rasa itu semakin dalam.
123 #10 Rasa itu semakin dalam.
124 #1 Kian Tinggi.
125 #2 Kian Tinggi.
126 # Kian Tinggi.
127 #4 Kian Tinggi.
128 #5 Kian Tinggi
129 #6 Kian Tinggi.
130 #7 Kian Tinggi.
131 #8 Kian Tinggi.
132 #9 Kian Tinggi.
133 #10 Kian Tinggi.
134 #1 Tidak terkalahkan.
135 #2 Tidak terkalahkan
136 #3 Tidak terkalahkan.
137 #4 Tidak terkalahkan.
138 #5 Tidak terkalahkan.
139 #6 Tidak terkalahkan.
140 #7 Tidak terkalahkan.
141 #8 Tidak terkalahkan.
142 #9 Tidak terkalahkan.
143 #10 Tidak terkalahkan.
144 #1 Kesandung hati.
145 #2 Kesandung hati.
146 #3 Kesandung hati.
147 #4 Kesandung hati.
148 #5 Kesandung hati.
149 #6 Kesandung hati.
150 #7 Kesandung hati.
151 #8 Kesandung hati.
152 #9 Kesandung hati.
153 #10 Kasandung hati.
154 #1 Tangguh tanggon.
155 #2 Tangguh tanggon.
156 #3 Tangguh tanggon.
157 #4 Tangguh tanggon.
158 #5 Tangguh tanggon.
159 Special,****
160 #6 Tangguh tanggon.
161 #7 Tangguh tanggon.
162 #8 Tangguh tanggon.
163 #9 Tangguh tanggon.
164 #10 Tangguh tanggon.
165 #1 Tarian kematian.
166 #2 Tarian kematian.
167 #3 Tarian kematian.
168 #4 Tarian kematian.
169 #5 Tarian kematian.
170 #6 Tarian kematian.
171 #7 Tarian kematian
172 #8 Tarian kematian.
173 #9 Tarian kematian.
174 #10 Tarian kematian.
175 #1 Runtuh nya kekuasaan.
176 #2 Runtuhnya kekuasaan.
177 #3 Runtuhnya kekuasaan.
178 #4 Runtuhnya kekuasaan.
179 #5 Runtuhnya kekuasaan.
Episodes

Updated 179 Episodes

1
1 Karang abang.
2
#2 Karang abang.
3
#3 Karang abang
4
#4 Karang abang.
5
#5 Karang abang.
6
#6 Karang abang.
7
#7 Karang abang.
8
#8 Karang abang.
9
pengumuman
10
#9 Karang abang.
11
#10 Karang abang.
12
#1 Di Permoni.
13
#2 Di Permoni.
14
#3 Di Permoni.
15
#4 Di Permoni.
16
#5 Di Permoni.
17
#6 Di Permoni.
18
#7 Di Permoni.
19
#8 Di Permoni.
20
#9 Di Permoni.
21
#10 Di Permoni.
22
#1 Terluka dalam.
23
#2 Terluka dalam.
24
#3 Terluka dalam.
25
#4 Terluka dalam.
26
#5 Terluka dalam.
27
#6 Terluka dalam.
28
#7 Terluka dalam.
29
#8 Terluka dalam.
30
#9 Terluka dalam.
31
#10 Terluka dalam.
32
#1 Ada apa di puncak Merapi.
33
#2 Ada apa di puncak Merapi.
34
#3 Ada apa di puncak Merapi.
35
#4 Ada apa di puncak Merapi.
36
#5 Ada apa di puncak Merapi.
37
#6 Ada apa di puncak Merapi.
38
#7 Ada apa di puncak Merapi.
39
#8 Ada apa di puncak Merapi.
40
#9 Ada apa di puncak Merapi.
41
#10 Ada apa di puncak Merapi.
42
#1 Ki Barok.
43
#2 Ki Barok.
44
#3 Ki Barok.
45
#4 Ki Barok.
46
#5 Ki Barok.
47
#6 Ki Barok.
48
#7 Ki Barok.
49
#8 Ki Barok.
50
#9 Ki Barok.
51
#10 Ki Barok.
52
#1 Terbalaskan.
53
#2 Terbalaskan.
54
#3 Terbalaskan
55
# 4 Terbalaskan.
56
#5 Terbalaskan.
57
#6 Terbalaskan.
58
#7 Terbalaskan.
59
#8 Terbalaskan.
60
#9 Terbalaskan.
61
#10 Terbalaskan.
62
#1 Yang paling di cari.
63
#2 Yang paling di cari.
64
#3 Yang paling di cari.
65
#4 Yang paling di cari.
66
#5 Yang paling di cari.
67
#6 Yang paling di cari.
68
#7 Yang paling di cari.
69
#8 Yang paling di cari.
70
#9 Yang paling di cari.
71
#10 Yang paling di cari.
72
Maaf
73
#1 Terpisah.
74
#2 Terpisah.
75
#3 Terpisah.
76
#4 Terpisah.
77
#5 Terpisah
78
#6 Terpisah.
79
#7 Terpisah.
80
#8 Terpisah.
81
#9 Terpisah.
82
#10 Terpisah.
83
#1 Perasaan ini.
84
#2 Perasaan ini.
85
#3 Perasaan ini.
86
#4 Perasaan ini.
87
#5 Perasaan ini.
88
#6 Perasaan ini.
89
#7 Perasaan ini.
90
#8 Perasaan ini.
91
HUT RI 79.
92
#9 Perasaan ini.
93
#10 Perasaan ini.
94
#1 Pengkhianatan.
95
#2 Pengkhianatan.
96
#3 Pengkhianatan.
97
#4 Pengkhianatan.
98
#5 Pengkhianatan.
99
#6 Pengkhianatan.
100
#7 Pengkhianatan.
101
#8 Pengkhianatan.
102
#9 Pengkhianatan.
103
#10 Pengkhianatan.
104
#1 Kekacauan.
105
#2 Kekacauan.
106
#3 Kekacauan.
107
#4 Kekacauan.
108
#5 Kekacauan.
109
#6 Kekacauan.
110
#7 Kekacauan.
111
#8 Kekacauan.
112
#9 Kekacauan.
113
#10 Kekacauan.
114
#1 Rasa itu semakin dalam.
115
#2 Rasa itu semakin dalam.
116
#3 Rasa itu semakin dalam.
117
#4 Rasa itu semakin dalam.
118
#5 Rasa itu semakin dalam.
119
#6 Rasa itu semakin dalam.
120
#7 Rasa itu semakin dalam.
121
#8 Rasa itu semakin dalam.
122
#9 Rasa itu semakin dalam.
123
#10 Rasa itu semakin dalam.
124
#1 Kian Tinggi.
125
#2 Kian Tinggi.
126
# Kian Tinggi.
127
#4 Kian Tinggi.
128
#5 Kian Tinggi
129
#6 Kian Tinggi.
130
#7 Kian Tinggi.
131
#8 Kian Tinggi.
132
#9 Kian Tinggi.
133
#10 Kian Tinggi.
134
#1 Tidak terkalahkan.
135
#2 Tidak terkalahkan
136
#3 Tidak terkalahkan.
137
#4 Tidak terkalahkan.
138
#5 Tidak terkalahkan.
139
#6 Tidak terkalahkan.
140
#7 Tidak terkalahkan.
141
#8 Tidak terkalahkan.
142
#9 Tidak terkalahkan.
143
#10 Tidak terkalahkan.
144
#1 Kesandung hati.
145
#2 Kesandung hati.
146
#3 Kesandung hati.
147
#4 Kesandung hati.
148
#5 Kesandung hati.
149
#6 Kesandung hati.
150
#7 Kesandung hati.
151
#8 Kesandung hati.
152
#9 Kesandung hati.
153
#10 Kasandung hati.
154
#1 Tangguh tanggon.
155
#2 Tangguh tanggon.
156
#3 Tangguh tanggon.
157
#4 Tangguh tanggon.
158
#5 Tangguh tanggon.
159
Special,****
160
#6 Tangguh tanggon.
161
#7 Tangguh tanggon.
162
#8 Tangguh tanggon.
163
#9 Tangguh tanggon.
164
#10 Tangguh tanggon.
165
#1 Tarian kematian.
166
#2 Tarian kematian.
167
#3 Tarian kematian.
168
#4 Tarian kematian.
169
#5 Tarian kematian.
170
#6 Tarian kematian.
171
#7 Tarian kematian
172
#8 Tarian kematian.
173
#9 Tarian kematian.
174
#10 Tarian kematian.
175
#1 Runtuh nya kekuasaan.
176
#2 Runtuhnya kekuasaan.
177
#3 Runtuhnya kekuasaan.
178
#4 Runtuhnya kekuasaan.
179
#5 Runtuhnya kekuasaan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!