{jalan bersama}

    Valen sudah disibukkkan dengan pekerjaan hari ini, setumpuk lembaran memenuhi meja kerjanya.

  Valen pun mengerjakan satu-persatu pekerjaan hingga tak terasa waktu menunjukkan waktu siang.

  Valen benar-benar lelah setelah dia bekerja didepan komputer, Valen keluar dari ruang kerjanya.

  Valen duduk dikursi dekat kaca dengan, Dia menundukkan kepala dimeja itu.

  "Lelah juga hari ini." batin Valen yang mulai merasa sedikit pusing.

  Dari kejauhan Aldo dan teman-temannya berada ditempat kerja Valen yang sedang mengantri didepan meja kasir.

  "Bukannya dia Valen." tunjuk Rio kearah Valen yang saat itu terlihat duduk dengan menundukkan kepala.

  "Dia kenapa, sepertinya dia sedang sakit begitu." ucap Riko, sontak saja Aldo melihat Valen duduk sendiri dengan posisi menundukkan dengan tangan dikepalanya.

  "Apa mungkin dia sakit?" tanya Aldo sedikit khawatir dengan kondisi Valen.

  "Mungkin saja,biarkan dia duduk istirahat. Mungkin saja dia kelelahan." jawab Arif yang sudah siap akan keluar dari tempat itu.

  Nampak wajah Aldo yang begitu khawatir dengan kondisi Valen. Dia ingin menemui Valen, tapi dia merasa malu.

  Valen pun kembali ke ruang kerjanya, dengan minuman kopi disamping komputernya.

  Baru saja setengah jam dia duduk, tiba-tiba saja ada yang mengetuk pintu.

  "Tok... Tok..."

  "Masuk." jawab Valen yang masih fokus didepan komputer.

  Datanglah Lily yang membawa kantong plastik di tangan kanannya.

  "Mbak, ini ada paket makanan buat mbak." jawab Lily yang langsung meletakkan kantong plastik itu di meja kerjanya.

  Sontak saja Valen kaget. " makanan?"

  "Iya mbak, kata untuk mbak Valen ." Valen mengeryitkan dahinya.

  "Perasaan aku tidak memesan makanan, lalu siapa yang pesan?" batin Valen yang bingung siapa yang memesan.

  Tiba-tiba saja Handphone miliknya berdering.

  "Hallo selamat siang."

  "Siang , bagaimana makanannya sudah datang belum?" tanya Aldo pada Valen.

  "Jadi kamu yang pesan?" balik tanya Valen pada Aldo.

  "Iya, itu untuk makan siang kamu." jawab Aldo yang membelikan makan siang untuk Valen.

  "Kamu itu ya, kenapa kamu beli makanan untuk aku." ucap Valen yang tak ingin merepotkan seseorang.

  "Sudahlah, yang penting kamu makan ." jawab Aldo begitu santai.

  "Ya sudah, terima kasih." jawab Valen yang membalas dengan senyuman.

  "Kamu sedang apa?" tanya Valen pada Aldo.

  "Aku sedang ada diluar kantor, sengaja aku hubungi kamu jika aku membelikan makan siang untukmu." jawab Aldo yang begitu sayang pada Valen.

  "Oh begitu ya." jawab Valen yang tak menyangka jika Aldo membelikan makan siang untuknya.

  "Ya sudah, aku mau kerja lagi." pamit Aldo yang ingin kembali ke tempat kerjanya.

  Sambungan telepon langsung terputus, Valen terlihat begitu bahagia. Valen pun mencoba membuka makanan itu, ternyata isinya sebungkus nasi padang dengan minuman teh hangat.

  Valen pun menikmati makan siang itu. "Ternyata enak juga." batin Valen yang benar-benar suka makanan itu.

  Setelah selesai barulah dia mengerjakan pekerjaan yang sempat tertunda.

  Sore hari

Valen sudah siap untuk pergi, waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore. Saatnya dia pulang ke kostnya, Valen langsung kedepan yang kebetulan Anita yang berjaga dimeja kasir.

"Anita."

" Iya mbak. " jawab Anita yang sibuk merapikan kantong plastik.

" Aku mau pulang dulu, jika nanti ada barang masuk kamu letakkan disamping pintu. Nanti Mira yang bertugas mengeceknya." perintah Valen pada karyawannya.

"Baik mbak." jawab Anita, Valen segera pulang.

Akhirnya dia bisa pulang, kini waktunya dia pulang ke kostnya setelah dia tinggal sehari untuk pulang kerumah.

Setelah dia sampai di kost, suasana masih keadaan sepi. Mereka belum ada yang pulang, Valen pun istirahat dikamarnya. Dia tiduran sembari bermain Handphone miliknya.

Tiba-tiba diluar terdengar suara ribut, Valen pun. Langsung keluar dari kamar.

"Eh kalian baru pulang."kata Valen yang menyapa mereka berempat.

" Ya ampun len, kamu kemana saja. " ucap Bunga pada Valen yang nampak khawatir.

" Maaf, aku lupa ngabari kalian. Sebenarnya kemarin itu aku pulang ke rumah."

"Ya ampun len, kami semua bingung setelah kemarinnya kamu tidak ada dikost. Mana lagi kamu tidak ada ngabari , kami semua takut ada apa-apa sama kamu." jawab Resty.

"Ya maaf, masalahnya mendadak aku harus ke rumah sakit." jawab Valen yang menjelaskan kepergian dia.

"Ke rumah sakit, memangnya siapa yang sakit len?" tanya Almira pada Valen.

"Mamaku sakit mir, maka dari itu aku buru-buru pergi tanpa memberitahu kalian semuanya." jawab Valen pada mereka.

"Oh begitu ya, jadi mamamu sedang sakit ya." ucap Dini yang mulai mengerti kenapa Valen seperti itu.

"Iya Din." balas Valen yang membalas dengan senyuman.

Mereka pun masuk ke kamar mereka masing-masing. Valen pun masuk kedalam kamarnya lagi.

"Oh iya aku lupa." batin Valen yang sudah janjian dengab Aldo tentang rencana mereka berdua pergi ke pasar malam hari ini.

Valen pun Sibuk memilih baju yang akan dia pakai untuk acara malam nanti.

Malam hari

Valen pun sudah siap, tidak lupa dia memakai jaket dan topi. Valen segera keluar dari kamarnya, yang biasanya ramai dengan suara mereka kini kondisi diluar terlihat sepi.

Valen pun segera keluar dengan membawa sepeda motor miliknya. Valen begitu antusias, setelah 2 hari tidak bertemu dengan Aldo.

Akhirnya Valen sampai diarea pakiran. Di pakiran paling ujung, Valen melihat Aldo yang baru saja tiba.

"Aldo." batin Valen yang melihat langsung Aldo yang berjalan kearahnya.

"Valen." sapa Aldo pada Valen.

"Aldo." mereka saling menyapa hingga mereka berjalan bersama hingga memasuki diarea tengah yang dipenuhi dengan permainan .

"Kamu mau tidak main permainan itu." Valen pun membalas dengan anggukkan, akhirnya mereka pergi kearea mainan.

Mereka begitu asyik menikmati permainan mereka, hingga Valen mendapatkan hadiah dari permainan itu.

"Mau coba yang itu?" tanya Aldo menunjukkan permainan yang lainnya.

"Mau, setelah ini kita cari minum ya. Aku haus." Aldo membalas dengan anggukkan.

Setelah mereka selesai bermain permainan dipasar malam itu, barulah dia istirahat dengan duduk santai dengan menikmati minuman dingin.

"Oh iya, bagaiman kabar mamamu?" tanya Aldo pada Valen.

"Syukurlah mamaku sudah sembuh, dan tadi siang mamaku bisa pulang ke rumah." jawab Valen yang menceritakan tentang keadaan mamanya saat ini.

"Ya syukurlah, jadinya kamu tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan mamamu saat ini." jawab Aldo yang merasa lega akhirnya mamanya Valen sembuh juga.

Valen pun membalas dengan senyuman pada Aldo , mereka begitu asyik mengobrol sambil menikmati suasana malam ini.

Terpopuler

Comments

Zeny Zen

Zeny Zen

maaf ya Thor kalimatmu terlalu berat Thor buat kata' yg ringan Thor cerita pun datar' aja ga ada gregetnya pula Thor padahal ceritanya bagus🙏

2024-06-03

3

lihat semua
Episodes
1 {awal tinggal dikost} ****
2 { kesibukan awal}
3 { hari santai berkumpul teman}
4 {Curhatan mereka}
5 {Bekerja keras}
6 {keputusan yang tepat}
7 {Diawal perkenalan}
8 {Mengenal lebih dekat}
9 {Bertemu kedua kalinya}
10 {Rasa kagum dari seseorang}
11 {perhatian}
12 {mengungkapkan cinta}
13 {Lebih dekat}
14 {Menemani mama tercinta}
15 {Kejujuran Valen}
16 {Rindu berat}
17 {jalan bersama}
18 {Kedatangan Gio dikost Valen}
19 {Pertemuan Gio dengan Aldo}
20 {rencana ingin melamar}
21 {melamar Valen}
22 {menerima lamaran dari Aldo}
23 {Kejujuran Valen pada keluarganya}
24 {keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25 {pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26 {pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27 {Segera cepat menikah}
28 {jalan-jalan berdua}
29 {rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30 {kehangatan suasana di panti asuhan}
31 {Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32 {makan malam berdua}
33 {Aldo bertemu dengan mantannya}
34 {Rasa khawatir Aldo}
35 {pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36 {berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37 {Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38 {lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39 {kasih sayang seorang ibu}
40 {pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41 {cinta yang begitu besar untuk Valen}
42 {Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43 {berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44 {hari pernikahan Aldo dan Valen}
45 {hari bahagia kedua pengantin}
46 {perasaan gugup dari Valen}
47 {melayani suami tercinta}
48 {bulan madu}
49 {ke romantis pengantin}
50 {pulang dari bulan madu}
51 {keputusan tinggal dirumah Valen}
52 {keputusan aldo berhenti bekerja}
53 {waktu bersama istri}
54 {mencari identitas Aldo}
55 {awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56 {pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57 {Hadiah mobil untuk Aldo}
58 {perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59 {ke kost Aldo}
60 { Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61 { dendam yang terpendam}
62 {ketulusan Aldo membantu}
63 {kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64 {perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65 {Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66 {kepulangan tuan Daniel}
67 {kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68 {Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69 {Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70 {curhat tuan Kevino pada Aldo}
71 {kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72 {kabar bahagia kehamilan Valen}
73 {kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74 {Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75 {tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76 {kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77 {pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78 {Rencana rahasia tuan Kevino}
79 {Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80 {perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81 {berkunjung kemakam mama Aldo}
82 {pertemuan pertama Aldo}
83 {kejadian kelam}
84 {kelicikkan nyonya Angel}
85 {rencana gagal }
86 {tidak tinggal diam}
87 {pertemuan 2 keluarga}
88 {Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89 {Identitas Aldo terbongkar}
90 {Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91 {tragedi mengenaskan}
92 {Aldo mengalami koma}
93 {kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94 {Sisi kejam dari Gio}
95 {terbongkar kejahatan tuan Bara}
96 {kematian Bianca}
97 {Aldo akhirnya sadar dari koma}
98 {Rindu seorang istri pada suaminya }
99 {akhirnya Aldo bisa pulang}
100 Akhir cerita
Episodes

Updated 100 Episodes

1
{awal tinggal dikost} ****
2
{ kesibukan awal}
3
{ hari santai berkumpul teman}
4
{Curhatan mereka}
5
{Bekerja keras}
6
{keputusan yang tepat}
7
{Diawal perkenalan}
8
{Mengenal lebih dekat}
9
{Bertemu kedua kalinya}
10
{Rasa kagum dari seseorang}
11
{perhatian}
12
{mengungkapkan cinta}
13
{Lebih dekat}
14
{Menemani mama tercinta}
15
{Kejujuran Valen}
16
{Rindu berat}
17
{jalan bersama}
18
{Kedatangan Gio dikost Valen}
19
{Pertemuan Gio dengan Aldo}
20
{rencana ingin melamar}
21
{melamar Valen}
22
{menerima lamaran dari Aldo}
23
{Kejujuran Valen pada keluarganya}
24
{keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25
{pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26
{pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27
{Segera cepat menikah}
28
{jalan-jalan berdua}
29
{rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30
{kehangatan suasana di panti asuhan}
31
{Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32
{makan malam berdua}
33
{Aldo bertemu dengan mantannya}
34
{Rasa khawatir Aldo}
35
{pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36
{berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37
{Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38
{lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39
{kasih sayang seorang ibu}
40
{pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41
{cinta yang begitu besar untuk Valen}
42
{Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43
{berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44
{hari pernikahan Aldo dan Valen}
45
{hari bahagia kedua pengantin}
46
{perasaan gugup dari Valen}
47
{melayani suami tercinta}
48
{bulan madu}
49
{ke romantis pengantin}
50
{pulang dari bulan madu}
51
{keputusan tinggal dirumah Valen}
52
{keputusan aldo berhenti bekerja}
53
{waktu bersama istri}
54
{mencari identitas Aldo}
55
{awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56
{pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57
{Hadiah mobil untuk Aldo}
58
{perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59
{ke kost Aldo}
60
{ Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61
{ dendam yang terpendam}
62
{ketulusan Aldo membantu}
63
{kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64
{perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65
{Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66
{kepulangan tuan Daniel}
67
{kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68
{Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69
{Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70
{curhat tuan Kevino pada Aldo}
71
{kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72
{kabar bahagia kehamilan Valen}
73
{kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74
{Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75
{tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76
{kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77
{pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78
{Rencana rahasia tuan Kevino}
79
{Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80
{perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81
{berkunjung kemakam mama Aldo}
82
{pertemuan pertama Aldo}
83
{kejadian kelam}
84
{kelicikkan nyonya Angel}
85
{rencana gagal }
86
{tidak tinggal diam}
87
{pertemuan 2 keluarga}
88
{Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89
{Identitas Aldo terbongkar}
90
{Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91
{tragedi mengenaskan}
92
{Aldo mengalami koma}
93
{kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94
{Sisi kejam dari Gio}
95
{terbongkar kejahatan tuan Bara}
96
{kematian Bianca}
97
{Aldo akhirnya sadar dari koma}
98
{Rindu seorang istri pada suaminya }
99
{akhirnya Aldo bisa pulang}
100
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!