{ hari santai berkumpul teman}

 "Baik-baik saja ma." jawab Valen yang sedang menikmati waktu santainya.

 "Mama dirumah kesepian sayang, papamu tadi malam pergi keluar kota. Kakakmu juga sibuk di kantornya juga, sekarang giliran kamu meninggalkan mama juga." ucap Mama monica yang merasa kesepian dia rumah.

  "Kan dari awal Valen sudah bilang ma, valen melakukan itu semuanya ada alasannya." jawab Valen yang berulang kali dirinya berkata seperti itu pada mamanya.

  "Iya sayang, mama tahu." jawab Mama Monica yang sadar apa yang sedang putrinya lakukan.

  "Tapi kenapa mama menaruh uang tunai sebanyak itu didalam tas Valen?" tanya Valen pada mamanya yang diam-diam memasukkan uang tunai didalam tasnya.

  "Itu uang untuk jaga-jaga kamu selama disana." jawab mama Monica.

  "Kan Valen sudah memiliki uang sendiri ma, dari hasil kerja keras Valen sendiri."

  "Anggap saja itu bonus dari mama. bagaimana sayang, disana apa kamu punya teman baru?" tanya mama Monica yang penasaran dengan kehidupan putrinya sekarang ini.

  "Punya ma, dan kebetulan saja mereka karyawan mama sendiri." jawab Valen yang menceritakan profesi mereka.

  "Beneran, siapa namanya?" tanya Mama Monica.

  "Mereka Almira, Bunga, Dini dan Resty, mereka semua 1 kost dengan Valen ma." jawab Valen yang memperkenalkan nama mereka satu-persatu.

  "Oh mereka,kalau karyawan yang bernama Almira itu mama kenal. Kebetulan mama sudah pernah bertemu langsung." jawab Mama Monica.

  "kalau memang begitu mama tidak salah memilih mereka bekerja diperusahaan mama. Mereka semuanya orangnya baik-baik, setelah Valen berkenalan tanggapan mereka sangat baik pada Valen." kata Valen yang menceritakan semuanya pada mamanya.

  "Syukurlah nak, akhirnya kamu memiliki teman disana." kata Mama Monica.

  "Mama."

  "Apa sayang?" tanya Valen pada mamanya.

  "Mama bisa bantu tidak. teman-teman Valen, yang Valen sebutkan tadi tolong tempatkan mereka ke posisi pekerjaan yang lebih baik lagi?" permintaan Valen pada mama Monica dengan niat menolong mereka.

  "Baiklah, mama mengerti apa yang kamu mau sayang. Akan Mama wujudkan permintaanmu, Selama apa yang kamu lakukan memang tulus untuk menolong mereka ." jawab Mama Monica yang sedikit bangga dengan putrinya.

  "Makasih ma, sudah mengabulkan permintaan Valen." Valen begitu bahagia sekali.

  "Iya sayang." jawab Mama Monica.

  "Ya sudah, Valen mau istirahat dulu." pamit Valen pada mamanya.

  "Iya sayang." jawab Mama Monica yang langsung menutup sambungan teleponnya.

  Valen langsung tiduran dengan segala pikirannya yang masih berantakkan, apalagi pengalaman dia tinggal di kost adalah pengalaman pertama dalam hidupnya.

  "Sepertinya aku harus membeli beberapa perabotan barang." Valen mulai mencatat apa yang harus dia beli.

  Setelah sudah dia catat dia segera keluar membeli sesuatu untuk mengisi barang didalam kamar kostnya.

  Beberapa jam kemudian Valen datang membawa dengan barang belanjaannya.

  "Capek juga." Valen meminum air putih yang ada di dalam botol.

  Valen langsung menata Dispenser dengan galon yang dia beli,dengan beberapa piring dan gelas.

  Setelah selesai barulah dia bekerja di depan laptopnya, menyelesaikan beberapa data yang harus dia cek.

  Sore hari

  Valen baru saja selesai menyelesaikan tugasnya,Dia bergegas untuk mandi sore.

  Setelah selesai mandi, Tiba-tiba dari arah pintu depan terlihat mereka berempat baru saja pulang dari kantor tempat kerja mereka.

  "Kalian baru pulang?" tanya Valen pada mereka berempat.

  "Iya kami baru saja pulang." jawab Bunga yang terlihat lesu.

  "Bukannya kamu kerja, kenapa kamu masih ada dikost?" tanya Dini pada Valen.

  "pagi tadi aku ditelepon sama temanku untuk menggantikan posisi kerjanya, jadinya aku masuk kerja shift pagi." jawab Valen yang sengaja berbohong pada mereka, Valen belum siap jika dia mengatakan siapa dirinya sebenarnya.

  "Oh jadi begitu." jawab Dini, akhirnya mereka masuk ke kamar mereka masing-masing.

  Setelah itu barulah dari mereka mulai bergantian untuk mandi sore sedangkan Valen ada didalam kamarnya.

  Valen pun segera menemui mereka berempat yang ada dilorong dekat kamar mereka.

  "Resty, bunga." Valen memanggil mereka.

  "Ada apa?" tanya Resty pada Valen.

  "Nanti kalian semua kumpul di kamarku ya, ada roti banyak dikamarku sekalian kita makan bareng - bareng." ajak Valen pada mereka berdua.

  "Cocok itu." jawab Resty yang langsung dapat pukulan dari bunga.

  "kamu itu ya, kalau masalah makan semangatnya luar biasa." kata bunga yang malu dengan tingkah satu orang ini.

  "Kan teman kita sendiri yang menawarkan, bukan aku yang minta." jawab Resty yang tak terima dia dimarahi bunga.

  Mulailah mereka berdua saling bertengkar, Valen yang mendengarnya hanya bisa membalas dengan menggelengkan kepala melihat keduanya saling ribut.

  "Sudahlah yang penting beritahu Almira dan Dini. Aku tunggu dikamar." kata Valen pada mereka berdua.

  "Siap boss." jawab Resty yang begitu semangat.

  Valen pun masuk kedalam kamarnya lagi, dia merapikan beberapa barang yang masih berantakan.

  Tiba-tiba saja pintu kamarnya diketuk.

  "Hai Via Vallen ." teriak Resty, sontak saja punggung Resty dipukul bunga dan Dini.

  "Aduh, kenapa hobi kalian itu mukul aku terus. " Resty terlihat kesal pada mereka berdua.

" Kamu kira tempat ini hutan, teriakmu itu buat tetangga pada marah. Suara berisikmu itu benar-benar buat telinga kami sakit semua. " jawab Dini orang yang pertama yang selalu mengomel dengan Resty.

" Kan aku menyapa teman besti kita." jawab Resty yang langsung masuk kedalam kamar Valen.

Almira hanya bisa menggelengkan kepalanya. Mereka pun berkumpul di kamar Valen dengan menikmati cemilan roti dengan makanan ringan.

"Wah banyak sekali cemilanmu." kata Resty yang melihat banyak makanan di lemari miliknya.

"Sebagian makanan itu dari temanku, kebetulan boss aku baik sekali. Kadang - kadang kami sering diberi bonus karena kinerja kami baik. Dari itu kami semua betah bekerja di tempat itu." jawab Valen yang sengaja mengarang cerita dengan apa yang dia katakan.

"Oh begitu, kalau begitu kamu beruntung, ternyata masih ada boss seperti itu." jawab Bunga yang merasa kagum dengan kebaikan boss dari Valen.

"Tentunya kamu juga banyak bersyukur, masih ada boss seperti itu. Berbeda dengan kami." ucap Resty pada Valen.

"Memangnya kenapa?" tanya Valen yang diam-diam penasaran apa yang mereka katakan.

"Lebih baik kamu diam, jangan mengumbar berita-berita yang tidak benar." pesan Almira pada Resty.

"Tapi itu kenyataan, aku lihat sendiri." jawab Resty yang berkata jujur.

"Memangnya ada apa?" tanya Valen untuk kedua kalinya.

Akhirnya Resty mengungkapkan semua, dari awal Resty sudah diperingati oleh Almira untuk diam,Tapi kenyataan tak bisa ditutupi.

"Sebegitunya dia melakukannya." Valen masih kaget ternyata di kantor tempat kerja mereka masih ada seperti itu.

"Memang begitu ceritanya , kami pun sering ribut dengan wanita itu. Tapi Almira selalu bilang untuk menghindari wanita." ucap Resty yang begitu kesal.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

ooh jd judulle valen kerja ditempat nya sendiri toh...kuylah

2024-11-12

0

awesome moment

awesome moment

dpt brita p n

2024-11-15

0

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

semangat thor

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 {awal tinggal dikost} ****
2 { kesibukan awal}
3 { hari santai berkumpul teman}
4 {Curhatan mereka}
5 {Bekerja keras}
6 {keputusan yang tepat}
7 {Diawal perkenalan}
8 {Mengenal lebih dekat}
9 {Bertemu kedua kalinya}
10 {Rasa kagum dari seseorang}
11 {perhatian}
12 {mengungkapkan cinta}
13 {Lebih dekat}
14 {Menemani mama tercinta}
15 {Kejujuran Valen}
16 {Rindu berat}
17 {jalan bersama}
18 {Kedatangan Gio dikost Valen}
19 {Pertemuan Gio dengan Aldo}
20 {rencana ingin melamar}
21 {melamar Valen}
22 {menerima lamaran dari Aldo}
23 {Kejujuran Valen pada keluarganya}
24 {keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25 {pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26 {pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27 {Segera cepat menikah}
28 {jalan-jalan berdua}
29 {rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30 {kehangatan suasana di panti asuhan}
31 {Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32 {makan malam berdua}
33 {Aldo bertemu dengan mantannya}
34 {Rasa khawatir Aldo}
35 {pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36 {berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37 {Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38 {lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39 {kasih sayang seorang ibu}
40 {pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41 {cinta yang begitu besar untuk Valen}
42 {Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43 {berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44 {hari pernikahan Aldo dan Valen}
45 {hari bahagia kedua pengantin}
46 {perasaan gugup dari Valen}
47 {melayani suami tercinta}
48 {bulan madu}
49 {ke romantis pengantin}
50 {pulang dari bulan madu}
51 {keputusan tinggal dirumah Valen}
52 {keputusan aldo berhenti bekerja}
53 {waktu bersama istri}
54 {mencari identitas Aldo}
55 {awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56 {pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57 {Hadiah mobil untuk Aldo}
58 {perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59 {ke kost Aldo}
60 { Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61 { dendam yang terpendam}
62 {ketulusan Aldo membantu}
63 {kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64 {perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65 {Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66 {kepulangan tuan Daniel}
67 {kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68 {Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69 {Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70 {curhat tuan Kevino pada Aldo}
71 {kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72 {kabar bahagia kehamilan Valen}
73 {kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74 {Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75 {tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76 {kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77 {pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78 {Rencana rahasia tuan Kevino}
79 {Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80 {perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81 {berkunjung kemakam mama Aldo}
82 {pertemuan pertama Aldo}
83 {kejadian kelam}
84 {kelicikkan nyonya Angel}
85 {rencana gagal }
86 {tidak tinggal diam}
87 {pertemuan 2 keluarga}
88 {Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89 {Identitas Aldo terbongkar}
90 {Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91 {tragedi mengenaskan}
92 {Aldo mengalami koma}
93 {kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94 {Sisi kejam dari Gio}
95 {terbongkar kejahatan tuan Bara}
96 {kematian Bianca}
97 {Aldo akhirnya sadar dari koma}
98 {Rindu seorang istri pada suaminya }
99 {akhirnya Aldo bisa pulang}
100 Akhir cerita
Episodes

Updated 100 Episodes

1
{awal tinggal dikost} ****
2
{ kesibukan awal}
3
{ hari santai berkumpul teman}
4
{Curhatan mereka}
5
{Bekerja keras}
6
{keputusan yang tepat}
7
{Diawal perkenalan}
8
{Mengenal lebih dekat}
9
{Bertemu kedua kalinya}
10
{Rasa kagum dari seseorang}
11
{perhatian}
12
{mengungkapkan cinta}
13
{Lebih dekat}
14
{Menemani mama tercinta}
15
{Kejujuran Valen}
16
{Rindu berat}
17
{jalan bersama}
18
{Kedatangan Gio dikost Valen}
19
{Pertemuan Gio dengan Aldo}
20
{rencana ingin melamar}
21
{melamar Valen}
22
{menerima lamaran dari Aldo}
23
{Kejujuran Valen pada keluarganya}
24
{keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25
{pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26
{pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27
{Segera cepat menikah}
28
{jalan-jalan berdua}
29
{rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30
{kehangatan suasana di panti asuhan}
31
{Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32
{makan malam berdua}
33
{Aldo bertemu dengan mantannya}
34
{Rasa khawatir Aldo}
35
{pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36
{berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37
{Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38
{lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39
{kasih sayang seorang ibu}
40
{pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41
{cinta yang begitu besar untuk Valen}
42
{Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43
{berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44
{hari pernikahan Aldo dan Valen}
45
{hari bahagia kedua pengantin}
46
{perasaan gugup dari Valen}
47
{melayani suami tercinta}
48
{bulan madu}
49
{ke romantis pengantin}
50
{pulang dari bulan madu}
51
{keputusan tinggal dirumah Valen}
52
{keputusan aldo berhenti bekerja}
53
{waktu bersama istri}
54
{mencari identitas Aldo}
55
{awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56
{pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57
{Hadiah mobil untuk Aldo}
58
{perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59
{ke kost Aldo}
60
{ Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61
{ dendam yang terpendam}
62
{ketulusan Aldo membantu}
63
{kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64
{perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65
{Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66
{kepulangan tuan Daniel}
67
{kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68
{Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69
{Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70
{curhat tuan Kevino pada Aldo}
71
{kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72
{kabar bahagia kehamilan Valen}
73
{kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74
{Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75
{tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76
{kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77
{pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78
{Rencana rahasia tuan Kevino}
79
{Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80
{perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81
{berkunjung kemakam mama Aldo}
82
{pertemuan pertama Aldo}
83
{kejadian kelam}
84
{kelicikkan nyonya Angel}
85
{rencana gagal }
86
{tidak tinggal diam}
87
{pertemuan 2 keluarga}
88
{Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89
{Identitas Aldo terbongkar}
90
{Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91
{tragedi mengenaskan}
92
{Aldo mengalami koma}
93
{kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94
{Sisi kejam dari Gio}
95
{terbongkar kejahatan tuan Bara}
96
{kematian Bianca}
97
{Aldo akhirnya sadar dari koma}
98
{Rindu seorang istri pada suaminya }
99
{akhirnya Aldo bisa pulang}
100
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!