{Menemani mama tercinta}

    Valen menemani mamanya diruang itu, sedangkan Gio sibuk dengan handphonenya. Tiba-tiba pintu terbuka.

  "Mama." datanglah tuan Daniel menghampiri istrinya.

  "Sayang, Kamu tidak apa-apa kan." tuan Daniel begitu khawatir dengan kondisi istrinya yang terlihat lemas.

  "Tidak apa-apa." jawab Mama Monica dengan senyuman pada suaminya.

  Ekpresi mama Monica terlihat pucat, hingga nampak ada sedikit kebahagiaan yang sedang mama Monica rasakan.

   "Kenapa mama tersenyum begitu?" tanya Valen pada mamanya.

  "Mama hanya bahagia akhirnya kita bisa berkumpul lagi. Sebelumnya kita semua sibuk dengan pekerjaan kita masing-masing, tapi akhirnya kita bisa berkumpul lagi." valen pun memeluk mamanya.

  "Maaf kalau Valen salah dengan mama." ucap Valen yang merasa bersalah.

  Tuan Daniel dan Gio hanya bisa terdiam mendengar ucapan mama Monica.

  "Sudahlah sayang, jangan menangis begitu." ucap mama Monica.

  "Maaf jika Valen belum Bisa membahagiakan mama." ucap Valen yang menangis dipelukkan mamanya.

  "Iya sayang." jawab Mama Monica yang membalas pelukkan putrinya.

  Mereka begitu menikmati waktu kebersamaan mereka, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 8 malam. Valen keluar dari kamar mamanya.

  Ternyata di Handphonenya tertera ada 2 pesan masuk di Handphone miliknya.

  "Aduh aku lupa." Valen segera balik menghubungi Aldo.

  "Hallo."

  "Hallo juga." jawab Aldo.

  "Maaf aku baru buka pesanmu, aku sedang ada dirumah sakit sekarang." jawab Valen yang baru mengabari Aldo.

  "Apa, rumah sakit?"

  "Iya, tadi sore kakakku telepon jika mama sekarang masuk rumah sakit." jawab Valen pada Aldo.

  "Lalu bagaimana keadaan mamamu sekarang?" tanya Aldo pada Valen.

  "Mama baik-baik saja, hanya faktor kelelahan saja."

  "Oh begitu ya." jawab Aldo yang sedari tadi menunggu balasan dari Valen.

  "Kamu sudah makan malam?" tanya Aldo pada Valen.

  "Aku belum makan malam." jawab Valen yang lupa karena kesibukannya menjaga mamanya yang sedang sakit.

  "Tuh kamu lupa lagi."

  "Aku janji setelah ini Aku akan makan malam." jawab Valen pada aldo.

  "Ya sudah, lebih baik kamu makan sekarang." perintah Aldo pada Valen.

  "Iya, tenang saja." jawab valen yang begitu santai.

   Sambungan telepon langsung terputus, Valen pun kembali kedalam menemui mereka semuanya.

  "Papa."

  "Iya sayang." jawab tuan Daniel pada putrinya.

  "Valen tinggal dulu ya, Valen mau cari makan dulu diluar." pamit Valen pada papanya.

  "Ya sudah, hati-hati dijalan." pesan tuan Daniel pada putrinya.

  "Hey, tunggu. Kakak mau ikut juga." Kak Gio lari mengejar adiknya yang sudah keluar dari ruangan itu.

  Kak Gio lari menghampiri adiknya. "Kakak mau makan juga?" tanya Valen pada kakaknya.

  "Iya dik, sekalian mau ngopi." jawab kak Gio, mereka berdua langsung pergi keluar mencari makanan.

  Akhirnya mereka mendapatkan lokasi untuk mereka makan malam. Sesekali menunggu pesanan mereka asyik mengobrol, obrolan mereka terlihat serius dan Valen mendengar apa perkataan dari kakaknya.

  "Baik kak, nanti Valen coba." jawab Valen yang mencoba apa yang diperintahkan oleh kakaknya.

  "Nanti kalau kamu kesulitan, kamu tanya saja pada asisten kakak. Masalah ruko itu sudah beres, tinggal kamu isi." jawab Kak Gio pada adiknya.

  "Itu beres kak, makasih sudah bantu." ucap Valen yang begitu dimudahkan dan juga didukung oleh kakaknya.

  "Iya dik." jawab Gio yang membalas dengan senyuman.

  Keduanya menikmati makan malam bersama, apalagi kak Gio masih fokus dengan handphone miliknya.

  "Ayo kakak, jangan main handphone terus." ucap Valen yang baru saja selesai makan malam sedangkan kakaknya sibuk dengan Handphonenya.

  "Iya dik, sebentar." jawab Kak Gio pada adiknya.

  Akhirnya mereka berdua keluar dari tempat itu. Mereka kembali lagi ke rumah sakit itu, didalam mamanya sudah tertidur.

  "Ternyata Mama sudah tidur." ucap Valen yang melihat mamanya tidur nyenyak.

  "Biarkan mamamu istirahat, baru saja perawat memberikan obat untuk mamamu agar bisa istirahat." ucap tuan Daniel pada putrinya.

  "Lebih baik kamu pulang, biar papa yang menjaga mamamu." perintah tuan Daniel pada putrinya.

  "Lebih baik Valen saja yang menunggu mama, bukannya papa besok papa harus kerja" kata Valen pada papanya.

  Tuan Daniel terdiam saat putrinya berkata itu padanya. "Baiklah, papa titip mama dulu." kata Tuan Daniel pada putrinya.

  Valen membalas dengan anggukkan, akhirnya tuan Daniel dan kak Gio pergi dari rumah sakit.

  Malam ini, Valen yang menunggu mama sendirian dirumah sakit. Dia tidur disofa yang sudah ada diruang itu. Didalam ruangan itu juga ada kulkas mini yang bisa dia pakai untuk menyimpan makanan dan minuman.

  Valen menikmati minuman dingin yang sudah dia beli saat dia keluar bersama kakaknya.

  Dan juga membeli beberapa cemilan yang dia beli juga ditempat itu. Akhirnya valen tiduran disofa, dia memilih untuk istirahat setelah seharian dia disibukkan dengan aktivitas ditempat kerjanya dan kini dia harus menjaga mamanya yang sedang sakit.

  Pagi hari

  Valen masih tidur di sofa dengan posisi selimut masih menutupi badannya. Tiba-tiba saja dia dibangunkan oleh kakaknya.

  "Adik." kata kak Gio yang mencoba membangunkan adiknya.

  "Ada apa kak?" tanya Valen yang baru bangun dari tidurnya.

  "Ayo bangun, ini sudah pagi." kata Kak Gio yang baru datang dari rumah sakit.

  Kak Gio sibuk membuka satu-persatu kantong plastik yang dia bawa dari rumah.

  "Pagi ma." sapa Valen pada mamanya.

  "Pagi juga sayang." jawab mama Monica.

  "Ini untuk kamu dik." kak Gio memberikan sesuatu pada dirinya.

  "Ini apa kak?" tanya Valen pada kak Gio.

  "Itu sarapan pagi untuk kamu." jawab Kak Gio yang sengaja membawa makanan untuk adiknya.

 "Terimakasih kak." jawab Valen, yang langsung mendapatkan balasan anggukkan dari kakaknya.

  Valen langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka, setelah itu barulah dia menikmati sarapan pagi yang dibawa kakaknya untuknya.

  Kak Gio pun terlihat sudah siap dengan baju kerja. "Kakak tinggal dulu ya." pamit Kak Gio pada adiknya.

  "Iya kakak." jawab Valen.

  "Mama, aku tinggal berangkat ke kantor dulu. Jika mama butuh sesuatu mama minta pada Valen." pesan Gio pada mamanya yang masih terbaring sakit.

  "Iya nak." jawab Mama Monica pada putranya.

  Akhirnya Gio pergi dari tempat itu, kini hanya ada Valen yang masih menemani mamanya.

   "Mama ayo makan dulu, Valen suapin." ucap Valen yang ingin membantu mamanya.

  "Mama bisa makan sendiri sayang." jawab mama Monica.

  "Sudahlah ma, jangan protes." Akhirnya Valen menyuapi mama yang saat itu sedang makan pagi.

  "Mama."

  "Ada apa sayang." jawab Mama monica yang sudah selesai sarapan pagi.

  "Valen ingin bicara serius dengan mama." kata Valen yang terdengar ucapan putrinya yang terdengar serius.

  "Apa kamu sedang ada masalah?" tanya mama Monica pada putrinya yang terlihat ada sesuatu yang sedang putrinya tutupi.

Terpopuler

Comments

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

next thor

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 {awal tinggal dikost} ****
2 { kesibukan awal}
3 { hari santai berkumpul teman}
4 {Curhatan mereka}
5 {Bekerja keras}
6 {keputusan yang tepat}
7 {Diawal perkenalan}
8 {Mengenal lebih dekat}
9 {Bertemu kedua kalinya}
10 {Rasa kagum dari seseorang}
11 {perhatian}
12 {mengungkapkan cinta}
13 {Lebih dekat}
14 {Menemani mama tercinta}
15 {Kejujuran Valen}
16 {Rindu berat}
17 {jalan bersama}
18 {Kedatangan Gio dikost Valen}
19 {Pertemuan Gio dengan Aldo}
20 {rencana ingin melamar}
21 {melamar Valen}
22 {menerima lamaran dari Aldo}
23 {Kejujuran Valen pada keluarganya}
24 {keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25 {pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26 {pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27 {Segera cepat menikah}
28 {jalan-jalan berdua}
29 {rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30 {kehangatan suasana di panti asuhan}
31 {Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32 {makan malam berdua}
33 {Aldo bertemu dengan mantannya}
34 {Rasa khawatir Aldo}
35 {pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36 {berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37 {Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38 {lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39 {kasih sayang seorang ibu}
40 {pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41 {cinta yang begitu besar untuk Valen}
42 {Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43 {berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44 {hari pernikahan Aldo dan Valen}
45 {hari bahagia kedua pengantin}
46 {perasaan gugup dari Valen}
47 {melayani suami tercinta}
48 {bulan madu}
49 {ke romantis pengantin}
50 {pulang dari bulan madu}
51 {keputusan tinggal dirumah Valen}
52 {keputusan aldo berhenti bekerja}
53 {waktu bersama istri}
54 {mencari identitas Aldo}
55 {awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56 {pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57 {Hadiah mobil untuk Aldo}
58 {perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59 {ke kost Aldo}
60 { Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61 { dendam yang terpendam}
62 {ketulusan Aldo membantu}
63 {kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64 {perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65 {Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66 {kepulangan tuan Daniel}
67 {kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68 {Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69 {Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70 {curhat tuan Kevino pada Aldo}
71 {kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72 {kabar bahagia kehamilan Valen}
73 {kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74 {Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75 {tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76 {kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77 {pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78 {Rencana rahasia tuan Kevino}
79 {Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80 {perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81 {berkunjung kemakam mama Aldo}
82 {pertemuan pertama Aldo}
83 {kejadian kelam}
84 {kelicikkan nyonya Angel}
85 {rencana gagal }
86 {tidak tinggal diam}
87 {pertemuan 2 keluarga}
88 {Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89 {Identitas Aldo terbongkar}
90 {Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91 {tragedi mengenaskan}
92 {Aldo mengalami koma}
93 {kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94 {Sisi kejam dari Gio}
95 {terbongkar kejahatan tuan Bara}
96 {kematian Bianca}
97 {Aldo akhirnya sadar dari koma}
98 {Rindu seorang istri pada suaminya }
99 {akhirnya Aldo bisa pulang}
100 Akhir cerita
Episodes

Updated 100 Episodes

1
{awal tinggal dikost} ****
2
{ kesibukan awal}
3
{ hari santai berkumpul teman}
4
{Curhatan mereka}
5
{Bekerja keras}
6
{keputusan yang tepat}
7
{Diawal perkenalan}
8
{Mengenal lebih dekat}
9
{Bertemu kedua kalinya}
10
{Rasa kagum dari seseorang}
11
{perhatian}
12
{mengungkapkan cinta}
13
{Lebih dekat}
14
{Menemani mama tercinta}
15
{Kejujuran Valen}
16
{Rindu berat}
17
{jalan bersama}
18
{Kedatangan Gio dikost Valen}
19
{Pertemuan Gio dengan Aldo}
20
{rencana ingin melamar}
21
{melamar Valen}
22
{menerima lamaran dari Aldo}
23
{Kejujuran Valen pada keluarganya}
24
{keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25
{pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26
{pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27
{Segera cepat menikah}
28
{jalan-jalan berdua}
29
{rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30
{kehangatan suasana di panti asuhan}
31
{Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32
{makan malam berdua}
33
{Aldo bertemu dengan mantannya}
34
{Rasa khawatir Aldo}
35
{pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36
{berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37
{Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38
{lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39
{kasih sayang seorang ibu}
40
{pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41
{cinta yang begitu besar untuk Valen}
42
{Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43
{berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44
{hari pernikahan Aldo dan Valen}
45
{hari bahagia kedua pengantin}
46
{perasaan gugup dari Valen}
47
{melayani suami tercinta}
48
{bulan madu}
49
{ke romantis pengantin}
50
{pulang dari bulan madu}
51
{keputusan tinggal dirumah Valen}
52
{keputusan aldo berhenti bekerja}
53
{waktu bersama istri}
54
{mencari identitas Aldo}
55
{awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56
{pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57
{Hadiah mobil untuk Aldo}
58
{perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59
{ke kost Aldo}
60
{ Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61
{ dendam yang terpendam}
62
{ketulusan Aldo membantu}
63
{kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64
{perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65
{Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66
{kepulangan tuan Daniel}
67
{kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68
{Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69
{Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70
{curhat tuan Kevino pada Aldo}
71
{kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72
{kabar bahagia kehamilan Valen}
73
{kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74
{Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75
{tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76
{kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77
{pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78
{Rencana rahasia tuan Kevino}
79
{Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80
{perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81
{berkunjung kemakam mama Aldo}
82
{pertemuan pertama Aldo}
83
{kejadian kelam}
84
{kelicikkan nyonya Angel}
85
{rencana gagal }
86
{tidak tinggal diam}
87
{pertemuan 2 keluarga}
88
{Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89
{Identitas Aldo terbongkar}
90
{Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91
{tragedi mengenaskan}
92
{Aldo mengalami koma}
93
{kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94
{Sisi kejam dari Gio}
95
{terbongkar kejahatan tuan Bara}
96
{kematian Bianca}
97
{Aldo akhirnya sadar dari koma}
98
{Rindu seorang istri pada suaminya }
99
{akhirnya Aldo bisa pulang}
100
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!