{ kesibukan awal}

   Valen mengendarai kendaraannya dengan santai, kebetulan juga situasi dijalan sedang tidak ramai hanya ada beberapa kendaraan yang lewat.

  Akhirnya Valen sampai di tempat tujuannya. Situasi diluar penuh dengan kendaraan sepeda motor milik pengunjung.

  Valen santai masuk ke dalam, dengan beberapa karyawan yang sibuk melayani tamu mereka.

  Valen langsung masuk keruang belakang, kebetulan tempat ruang kerja dia ada dibelakang samping ruang gudang.

  Valen langsung duduk ditempat kursi kerjanya, dengan posisi komputer didepannya.

  "tok... tok..." terdengar suara ketukkan dari pintu.

  "Masuk." datanglah seorang wanita yang sibuk memegang buku ditangannya.

  "Selamat pagi mbak."

  "Pagi." jawab Valen yang baru saja menyalakan komputernya.

  "Maaf mbak ini laporan pagi ini." wanita itu langsung memberikan map pada Valen.

  Valen mengeceknya, setelah mengecek barulah dia mengembalikan map itu pada wanita itu.

"Kamu urutkan lebih rapi, setelah itu kamu cek barang digudang. Jika ada barang rusak kamu sendirikan." perintah Valen pada Mira yang bertanggung jawab dibagian gudang.

"Baik mbak." jawab Mira yang langsung keluar dari ruangan itu.

Valen mulai sibuk mengecek data masuk yang ada di komputernya. Tak terasa sudah 2 jam Valen duduk mengerjakan pekerjaan didepan komputer.

"Lelah juga." batin Valen yang mulai berdiri dari tempat duduknya, dia segera keluar dari ruangan kerjanya.

Situasi didalam masih ramai dengan adanya 3 pelanggan yang mengantri didepan meja kasir.

Valen langsung keluar dari tempat kerjanya, dijalan sebelah kanan ada warung makan yang sudah buka. Valen pun kesana mumpung waktunya dia makan siang.

Valen langsung masuk ke dalam warung makan itu, didalam warung makan itu ada beberapa orang yang sedang makan ditempat itu.

"Bu mau beli." ucap Valen yang sudah berdiri didepan meja kaca.

"Berapa bungkus mbak?" tanya ibu penjual itu.

"4 bungkus bu, lauknya telur balado dengan ayam goreng bu." jawab Valen yang melirik beberapa menu yang ada dimeja.

"Siap mbak." ibu penjual itu segera membuat pesanan dia. Valen duduk menunggu di barisan belakang dekat orang-orang yang saat itu makan ditempat itu.

Tiba-tiba datanglah seorang ibu dengan anak kecil yang ingin membeli nasi bungkus.

"Ibu, Damar ingin makan ayam goreng bu." anak kecil itu rewel.

"Uang ibu tidak cukup, nak." jawab ibu itu yang langsung mendapatkan respon kecewa pada putranya, sontak saja Valen mendengar pembicaraan ibu dan anak itu.

"Kasihan sekali anak itu." batin Valen, dari arah samping ada seorang wanita sibuk membereskan gelas kotor yang ada dimeja.

"Mbak." Panggil Valen pada pelayan itu yang begitu terlihat sibuk membereskan gelas kotor.

"Iya, ada apa." tanya wanita itu.

"Berikan ibu itu nasi bungkus dengan lauk ayam goreng 3 bungkus ya. Nanti saya yang bayar, jangan bilang kalau saya yang bayar." perintah Valen pada pelayan itu.

"Baik mbak." wanita itu bergegas membisikkan sesuatu pada ibu penjual itu.

Ibu penjual itu langsung membuat pesanan itu.

"Ini nasi bungkusnya." sontak saja ibu itu kaget.

"Kenapa 3 bungkus, saya beli satu bungkus." ucap ibu itu yang ke bingungan.

"Sudahlah, bawa saja." ucap ibu penjual itu.

"Tapi."

"Sudah bawa saja kasihan anak ibu." ucap Ibu penjual itu.

"Ya sudah, terimakasih ya bu." ucap ibu itu yang begitu terharu. Ibu penjual itu membalas dengan senyuman.

Akhirnya ibu dan anak itu pergi. Ibu penjual itu langsung menemui Valen yang sedari duduk menunggu.

"Ini nasi bungkusnya mbak." ucap ibu penjual itu.

"Sudah ibu hitung dengan 3 bungkus nasi itu kan?" tanya Valen pada ibu penjual itu.

"Sudah mbak." jawab ibu penjual itu, Valen memberikan uang itu pada ibu penjual itu.

"Tidak ada uang yang pas ya mbak?" tanya ibu penjual itu.

"Tidak ada bu, kembalinya untuk ibu saja." jawab Valen yang lupa bawa uang pas.

"Beneran mbak?" tanya ibu penjual itu.

"Iya bu, ya sudah bu saya pamit dulu." jawab Valen yang segera pergi dari tempat itu.

Dibelakang Valen tidak sadar jika pembicaraan mereka didengar oleh 4 pria yang sedang makan disana.

"Baik juga dia." ucap pria itu yang masih menikmati makan siang ditempat itu.

"Aku kira wanita itu pelit."

Ibu penjual itu datang membawa pesanan minuman untuk mereka.

"Ini mas." ibu penjual itu melayani mereka.

"Maaf bu, saya mau tanya?" tanya pria itu pada ibu penjual itu.

"Iya mas, ada apa?"

"Saya mau tanya tentang mbaknya tadi." Ibu penjual itu langsung mengerti apa yang dimaksudkan oleh laki-laki itu , ibu penjual itu menceritakan tentang kejadian itu.

"Jadi begitu." Akhirnya mereka berempat mengerti apa yang terjadi. Mereka berempat melanjutkan makan siang mereka.

"Ternyata masih ada orang baik." jawab Aldo yang mengakui wanita itu masih peduli dengan orang sekitarnya.

Mereka bertiga setuju dengan apa yang Aldo katakan, tiba-tiba salah satu dari mereka langsung memberi kode.

"Ayo cepat kita habiskan. kurang 10 menit lagi,Waktu istirahat kita mau habis." mereka langsung cepat menghabiskan makan siang mereka dan kembali lagi bekerja.

Ditempat lain

Valen baru saja datang ditempat kerjanya. Didepan kasir ada 2 orang yang masih berjaga.

"Anita, Lily."

"Iya mbak." jawab Anita yang baru saja selesai merapikan kantong plastik.

"Lebih baik kalian istirahat, dibelakang ada makanan untuk kalian berdua. Jika bisa kalian jaga bergantian ." kata Valen yang mengingatkan sudah waktunya mereka istirahat.

"Iya mbak." jawab mereka berdua, Valen pun menuju ruang belakang. Valen meletakkan nasi bungkus diruang belakang, Sedangkan Valen makan diruang kerjanya.

Valen pun belajar untuk hidup sederhana dengan menikmati makan bungkus tanpa dia harus makan di restoran. Valen pun belajar dari semua pengalamannya, hingga membuat sadar diri untuk lebih belajar menghargai sesuatu.

Dari kejadian yang dulu pernah dia alami membuat dia sadar diri untuk berubah dan mencari yang baik untuknya. Hingga dia memulai belajar bisnis hingga sampai sekarang bisnis yang dia jalankan membuahkan hasil.

Setelah selesai makan siang, dia segera keluar keruang kerjanya.

"Aku tinggal dulu ya." pamit Valen pada mereka berdua yang saat itu berjaga didepan meja kasir.

"Iya mbak." jawab mereka berdua, Valen langsung pergi dengan sepeda motor miliknya.

Valen pergi menuju toko roti, dia sengaja membeli sesuatu cemilan roti untuk dia makan di kost.

Setelah selesai membayar, Valen segera pulang ke kostnya. Setelah sampai di kost Valen segera merapikan beberapa buku yang tertumpuk di atas meja.

Valen pun tiduran diatas tempat tidurnya dengan santai memainkan Handphone miliknya.

Tiba-tiba saja Handphone miliknya berdering.

"Hallo sayang."

"Mama." jawab Valen yang kaget mamanya telepon dirinya.

"Bagaimana kabar kamu sayang?" tanya Mama Monica Pada putrinya.

Terpopuler

Comments

Osie

Osie

valen shift siang katanya..tapi kok suasana kerjanya pagi

2024-11-12

0

awesome moment

awesome moment

g cm perempuam yg suka jd keroppi

2024-11-15

0

martina melati

martina melati

br tahu ternyt para pria bisa kepo jg y... kira perempuan aja yg kepo/Smirk/

2024-11-13

0

lihat semua
Episodes
1 {awal tinggal dikost} ****
2 { kesibukan awal}
3 { hari santai berkumpul teman}
4 {Curhatan mereka}
5 {Bekerja keras}
6 {keputusan yang tepat}
7 {Diawal perkenalan}
8 {Mengenal lebih dekat}
9 {Bertemu kedua kalinya}
10 {Rasa kagum dari seseorang}
11 {perhatian}
12 {mengungkapkan cinta}
13 {Lebih dekat}
14 {Menemani mama tercinta}
15 {Kejujuran Valen}
16 {Rindu berat}
17 {jalan bersama}
18 {Kedatangan Gio dikost Valen}
19 {Pertemuan Gio dengan Aldo}
20 {rencana ingin melamar}
21 {melamar Valen}
22 {menerima lamaran dari Aldo}
23 {Kejujuran Valen pada keluarganya}
24 {keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25 {pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26 {pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27 {Segera cepat menikah}
28 {jalan-jalan berdua}
29 {rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30 {kehangatan suasana di panti asuhan}
31 {Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32 {makan malam berdua}
33 {Aldo bertemu dengan mantannya}
34 {Rasa khawatir Aldo}
35 {pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36 {berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37 {Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38 {lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39 {kasih sayang seorang ibu}
40 {pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41 {cinta yang begitu besar untuk Valen}
42 {Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43 {berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44 {hari pernikahan Aldo dan Valen}
45 {hari bahagia kedua pengantin}
46 {perasaan gugup dari Valen}
47 {melayani suami tercinta}
48 {bulan madu}
49 {ke romantis pengantin}
50 {pulang dari bulan madu}
51 {keputusan tinggal dirumah Valen}
52 {keputusan aldo berhenti bekerja}
53 {waktu bersama istri}
54 {mencari identitas Aldo}
55 {awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56 {pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57 {Hadiah mobil untuk Aldo}
58 {perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59 {ke kost Aldo}
60 { Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61 { dendam yang terpendam}
62 {ketulusan Aldo membantu}
63 {kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64 {perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65 {Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66 {kepulangan tuan Daniel}
67 {kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68 {Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69 {Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70 {curhat tuan Kevino pada Aldo}
71 {kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72 {kabar bahagia kehamilan Valen}
73 {kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74 {Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75 {tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76 {kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77 {pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78 {Rencana rahasia tuan Kevino}
79 {Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80 {perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81 {berkunjung kemakam mama Aldo}
82 {pertemuan pertama Aldo}
83 {kejadian kelam}
84 {kelicikkan nyonya Angel}
85 {rencana gagal }
86 {tidak tinggal diam}
87 {pertemuan 2 keluarga}
88 {Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89 {Identitas Aldo terbongkar}
90 {Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91 {tragedi mengenaskan}
92 {Aldo mengalami koma}
93 {kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94 {Sisi kejam dari Gio}
95 {terbongkar kejahatan tuan Bara}
96 {kematian Bianca}
97 {Aldo akhirnya sadar dari koma}
98 {Rindu seorang istri pada suaminya }
99 {akhirnya Aldo bisa pulang}
100 Akhir cerita
Episodes

Updated 100 Episodes

1
{awal tinggal dikost} ****
2
{ kesibukan awal}
3
{ hari santai berkumpul teman}
4
{Curhatan mereka}
5
{Bekerja keras}
6
{keputusan yang tepat}
7
{Diawal perkenalan}
8
{Mengenal lebih dekat}
9
{Bertemu kedua kalinya}
10
{Rasa kagum dari seseorang}
11
{perhatian}
12
{mengungkapkan cinta}
13
{Lebih dekat}
14
{Menemani mama tercinta}
15
{Kejujuran Valen}
16
{Rindu berat}
17
{jalan bersama}
18
{Kedatangan Gio dikost Valen}
19
{Pertemuan Gio dengan Aldo}
20
{rencana ingin melamar}
21
{melamar Valen}
22
{menerima lamaran dari Aldo}
23
{Kejujuran Valen pada keluarganya}
24
{keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25
{pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26
{pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27
{Segera cepat menikah}
28
{jalan-jalan berdua}
29
{rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30
{kehangatan suasana di panti asuhan}
31
{Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32
{makan malam berdua}
33
{Aldo bertemu dengan mantannya}
34
{Rasa khawatir Aldo}
35
{pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36
{berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37
{Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38
{lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39
{kasih sayang seorang ibu}
40
{pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41
{cinta yang begitu besar untuk Valen}
42
{Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43
{berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44
{hari pernikahan Aldo dan Valen}
45
{hari bahagia kedua pengantin}
46
{perasaan gugup dari Valen}
47
{melayani suami tercinta}
48
{bulan madu}
49
{ke romantis pengantin}
50
{pulang dari bulan madu}
51
{keputusan tinggal dirumah Valen}
52
{keputusan aldo berhenti bekerja}
53
{waktu bersama istri}
54
{mencari identitas Aldo}
55
{awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56
{pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57
{Hadiah mobil untuk Aldo}
58
{perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59
{ke kost Aldo}
60
{ Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61
{ dendam yang terpendam}
62
{ketulusan Aldo membantu}
63
{kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64
{perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65
{Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66
{kepulangan tuan Daniel}
67
{kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68
{Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69
{Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70
{curhat tuan Kevino pada Aldo}
71
{kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72
{kabar bahagia kehamilan Valen}
73
{kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74
{Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75
{tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76
{kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77
{pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78
{Rencana rahasia tuan Kevino}
79
{Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80
{perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81
{berkunjung kemakam mama Aldo}
82
{pertemuan pertama Aldo}
83
{kejadian kelam}
84
{kelicikkan nyonya Angel}
85
{rencana gagal }
86
{tidak tinggal diam}
87
{pertemuan 2 keluarga}
88
{Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89
{Identitas Aldo terbongkar}
90
{Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91
{tragedi mengenaskan}
92
{Aldo mengalami koma}
93
{kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94
{Sisi kejam dari Gio}
95
{terbongkar kejahatan tuan Bara}
96
{kematian Bianca}
97
{Aldo akhirnya sadar dari koma}
98
{Rindu seorang istri pada suaminya }
99
{akhirnya Aldo bisa pulang}
100
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!