{perhatian}

Malam hari

  Valen sedang menikmati makan malamnya, mie kuah dengan campuran sosis. "Enak juga." kata Valen yang jarang makan malam dengan makanan siap saji.

  "Kenapa tidak dari dulu." batin Valen yang baru kali ini menikmati enaknya mie kuah.

  Akhirnya makan malam Valen selesai juga,valen kembali lagi menyelesaikan pekerjaan.

  "tok... tok..."

  "Masuk." teriak Valen yang masih duduk dengan laptop dimejanya.

  Ternyata itu Almira yang masuk kedalam kamarnya.

  "ada apa mir?" tanya Valen.

  "Ini, aku mau ngajak kamu keluar jalan-jalan malam ini. Kamu mau ikut tidak?" tanya Almira yang berniat ingin mengajaknya jalan-jalan.

  "Maaf malam ini aku tidak bisa ikut kalian keluar. Aku masih sibuk mengerjakan pekerjaan ." kata Valen yang sibuk dengan pekerjaan, di lantai masih berantakan beberapa lembar kertas yang harus dia edit.

  "Jadi beneran kamu tidak bisa?" tanya Almira sekali lagi.

  "Iya mir, maaf ya." jawab valen yang sibuk dengan pekerjaannya.

  "Ya sudah tidak apa-apa." jawab Almira yang melirik beberapa kertas berantakkan dilantai.

  "Jadi semuanya kamu kerjakan?" tanya Almira begitu banyak kertas yang belum dia selesaikan.

  "Iya tapi ini masih mendingan belum lagi yang hari kemarin, malah lebih banyak lagi." jawab Valen yang menghentikan pekerjaan.

  "pekerjaanmu dibagian apa?" tanya Almira lagi.

  "Bagian gudang, pengecekan barang keluar dan masuk." jawab Valen yang sengaja berbohong pada Almira.

  "Oh begitu ya." jawab Almira yang mulai mengerti apa pekerjaan Valen.

  "Ya sudah, aku tinggal dulu." pamit Almira pada Valen.

  "Ya mir." jawab Valen yang melanjutkan pekerjaannya.

  Setelah kepergian Almira, Valen merasa lega. Akhirnya dia bisa menjawab pertanyaan dari Almira tadi.

  "Untung aku bisa asal menjawab, kalau tidak terbongkar penyamaranku." jawab Valen yang menutup rapat tentang identitas sebenarnya.

  Valen pun melanjutkan pekerjaan hingga malam.

  Pagi hari

  Valen sudah bangun dari tidurnya, tangannya terasa sedikit pegal setelah semalam mengetik dilaptop.

  Valen langsung mandi, ternyata kamar mandi sedang dipakai. Dia kembali ke kamarnya menunggu sampai temannya selesai.

  Setelah selesai dipakai, kini giliran dirinya untuk mandi pagi.

Beberapa menit kemudian

  Valen sudah selesai, semua perlengkapan sudah dia siapkan kini tinggal Valen berangkat kerja.

  Diluar sudah ada mereka yang sudah siap berangkat.

  "Diomongi baru nonggol dia, panjang umur." ucap Dini yang baru saja lihat Valen keluar dari kamarnya.

  "Ada apa?" tanya Valen pada mereka berempat.

  "Kemarin malam kurang seru, kamu tidak ikut keluar sama kami." ucap Resty yang terlihat murung.

  "Ya maaf, bagaimana lagi kalau sudah pekerjaan aku tidak bisa aku tinggal." jawab Valen yang benar-benar sibuk.

  "Sudahlah, kamu harusnya mengerti. Dia sibuk karena pekerjaan bukan hal lain." jawab Almira yang mengerti kesibukan yang sedang dia kerjakan.

  "Lebih baik kita berangkat sekarang, sebelum kita semua terlambat." kata Bunga yang lebih dulu pergi meninggalkan mereka yang saling berdebat.

  Pada akhirnya mereka semua berangkat bekerja, Valen pun sudah sampai di tempat kerja.

  "Selamat pagi mbak Valen." sapa Lily yang saat itu berjaga di shift pagi.

  "Pagi juga." jawab Valen yang menyapa Lily,Valen pun masuk ke ruang kerjanya.

  Dia sudah dihadapkan dengan komputer yang sudah ada dimeja kerjanya. Hingga dia selesaikan hingga semua selesai.

  Dia pun ingat dengan janjinya dengan seseorang. Siapa lagi jika bukan Aldo, dia sudah berjanji nanti malam mereka akan keluar bersama.

  Valen segera menyelesaikan pekerjaannya.

  Siang hari

  Valen masih disibukkan dengan pekerjaan, tiba-tiba pintunya diketuk.

  " Tok... Tok.."

  "Masuk." teriak Valen, dan yang mengetuk pintunya adalah Mira.

  "Ini mbak laporan yang baru." jawab Mira yang membawa selembar kertas.

  "Ya sudah kamu letakkan dimeja." jawab Valen yang masih fokus didepan komputer.

  "Mbak, ini ada untuk mbak Valen." Mira memberikan sekotak roti yang terbungkus rapi didalam kotak.

  "Terimakasih, kebetulan saya belum makan." jawab valen yang lupa untuk sarapan pagi bahkan dia pun telat untuk makan siang.

  Mira pun membalas dengan senyuman, Mira pun keluar dari ruangan Valen. Valen pun menikmati roti dari Mira.

  Dia pun melanjutkan pekerjaan sambil memakan roti yang diberikan Mira untuknya.

  Sore hari

  Valen terlihat begitu lelah, setelah seharian bekerja didepan komputer. Valen meraih minuman yang ada disamping mejanya.

  "Ahhh lelah juga." Valen benar-benar kelelahan setelah seharian bekerja.

  Valen melirik jam tangannya. Waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, saatnya dia pulang. Dengan cepat dia segera merapikan barang miliknya, Satu-persatu barang dia masukkan kedalam tas.

  Valen pun segera keluar dari ruang kerjanya. Dia melihat sibuknya Anita melayani tamu. Valen pun bergegas keluar dari tempat kerjanya.

  Valen pun segera pulang ke kostnya,saat sampai dikost. Valen bertemu dengan mereka yang baru saja pulang dari kantor.

  "Kalian baru pulang ya." sapa Valen pada mereka berempat.

  "Iya len, biasa pekerjaan dikantor makin menumpuk." jawab Bunga yang terlihat begitu kelelahan.

  "Ya sudah ayo kita istirahat." ajak Valen yang sudah rindu dengan tempat tidurnya.

  " ayo." jawab Resty yang menjawab dengan suara teriakan cukup keras.

  "Bisa tidak kalau ngomong jangan berteriak begitu." jawab Dini yang merasa telinganya kesakitan mendengar teriakan dari Resty.

  Akhirnya mereka semua masuk kedalam kost mereka, berakhir dengan mereka masuk kedalam kamar mereka masing-masing.

  "Ahh nyamannya." Valen tiduran ditempat tidurnya. Bahkan rasa lelah seharian bekerja berakhir ditempat tidur yang begitu nyaman.

  Malam hari

  Valen sudah siap dengan pakaian santainya, dengan jaket dan topi yang dia pakai.

  Setelah dia keluar dari kamarnya, situasi diluar begitu sepi tidak ada kehadiran mereka semuanya.

  "Mereka semua kemana?" batin Valen yang melihat situasi diluar sepi. Valen memilih segera berangkat, Valen berangkat ke taman kota tempat pertemuan dia dengan Aldo.

  Setelah setengah jam berjalan, akhirnya Valen sampai juga di taman kota. Dia mencari duduk sembari menunggu kedatangan Aldo.

  Dia mendapatkan tempat duduk didekat pohon cemara, Valen duduk menunggu kedatangan Aldo.

  Tiba-tiba dari belakang ada suara memanggil namanya.

  "Valen." mendengar suara itu dia langsung menoleh kebelakang.

  "Aldo." sapa Valen yang saat itu sudah menunggu kedatangan Aldo. Aldo langsung duduk disamping Valen.

  "Sudah lama menunggu ya?" tanya Aldo pada Valen.

  "Belum lama, baru saja aku sampai." jawab Valen sembari menikmati suasana ramai ditempat itu.

  Begitu banyak anak muda berkumpul ditempat itu. "Sebaiknya kita pindah tempat saja, lihat kanan kiri kita." begitu banyak orang berkumpul dan rata-rata mereka pasangan.

  "Memangnya salah kita duduk disini?" tanya Aldo pada Valen.

  "Lihat sekitar kita, nantinya kita di kira pasangan kekasih." jawab Valen yang merasa risih.

  "Tak masalah jika orang akan beranggapan seperti itu." jawab Aldo yang mulai berani bicara seperti itu.

Terpopuler

Comments

awesome moment

awesome moment

ngode2

2024-11-15

0

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

semangat thor

2024-11-12

0

lihat semua
Episodes
1 {awal tinggal dikost} ****
2 { kesibukan awal}
3 { hari santai berkumpul teman}
4 {Curhatan mereka}
5 {Bekerja keras}
6 {keputusan yang tepat}
7 {Diawal perkenalan}
8 {Mengenal lebih dekat}
9 {Bertemu kedua kalinya}
10 {Rasa kagum dari seseorang}
11 {perhatian}
12 {mengungkapkan cinta}
13 {Lebih dekat}
14 {Menemani mama tercinta}
15 {Kejujuran Valen}
16 {Rindu berat}
17 {jalan bersama}
18 {Kedatangan Gio dikost Valen}
19 {Pertemuan Gio dengan Aldo}
20 {rencana ingin melamar}
21 {melamar Valen}
22 {menerima lamaran dari Aldo}
23 {Kejujuran Valen pada keluarganya}
24 {keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25 {pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26 {pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27 {Segera cepat menikah}
28 {jalan-jalan berdua}
29 {rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30 {kehangatan suasana di panti asuhan}
31 {Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32 {makan malam berdua}
33 {Aldo bertemu dengan mantannya}
34 {Rasa khawatir Aldo}
35 {pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36 {berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37 {Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38 {lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39 {kasih sayang seorang ibu}
40 {pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41 {cinta yang begitu besar untuk Valen}
42 {Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43 {berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44 {hari pernikahan Aldo dan Valen}
45 {hari bahagia kedua pengantin}
46 {perasaan gugup dari Valen}
47 {melayani suami tercinta}
48 {bulan madu}
49 {ke romantis pengantin}
50 {pulang dari bulan madu}
51 {keputusan tinggal dirumah Valen}
52 {keputusan aldo berhenti bekerja}
53 {waktu bersama istri}
54 {mencari identitas Aldo}
55 {awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56 {pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57 {Hadiah mobil untuk Aldo}
58 {perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59 {ke kost Aldo}
60 { Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61 { dendam yang terpendam}
62 {ketulusan Aldo membantu}
63 {kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64 {perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65 {Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66 {kepulangan tuan Daniel}
67 {kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68 {Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69 {Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70 {curhat tuan Kevino pada Aldo}
71 {kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72 {kabar bahagia kehamilan Valen}
73 {kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74 {Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75 {tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76 {kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77 {pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78 {Rencana rahasia tuan Kevino}
79 {Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80 {perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81 {berkunjung kemakam mama Aldo}
82 {pertemuan pertama Aldo}
83 {kejadian kelam}
84 {kelicikkan nyonya Angel}
85 {rencana gagal }
86 {tidak tinggal diam}
87 {pertemuan 2 keluarga}
88 {Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89 {Identitas Aldo terbongkar}
90 {Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91 {tragedi mengenaskan}
92 {Aldo mengalami koma}
93 {kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94 {Sisi kejam dari Gio}
95 {terbongkar kejahatan tuan Bara}
96 {kematian Bianca}
97 {Aldo akhirnya sadar dari koma}
98 {Rindu seorang istri pada suaminya }
99 {akhirnya Aldo bisa pulang}
100 Akhir cerita
Episodes

Updated 100 Episodes

1
{awal tinggal dikost} ****
2
{ kesibukan awal}
3
{ hari santai berkumpul teman}
4
{Curhatan mereka}
5
{Bekerja keras}
6
{keputusan yang tepat}
7
{Diawal perkenalan}
8
{Mengenal lebih dekat}
9
{Bertemu kedua kalinya}
10
{Rasa kagum dari seseorang}
11
{perhatian}
12
{mengungkapkan cinta}
13
{Lebih dekat}
14
{Menemani mama tercinta}
15
{Kejujuran Valen}
16
{Rindu berat}
17
{jalan bersama}
18
{Kedatangan Gio dikost Valen}
19
{Pertemuan Gio dengan Aldo}
20
{rencana ingin melamar}
21
{melamar Valen}
22
{menerima lamaran dari Aldo}
23
{Kejujuran Valen pada keluarganya}
24
{keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25
{pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26
{pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27
{Segera cepat menikah}
28
{jalan-jalan berdua}
29
{rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30
{kehangatan suasana di panti asuhan}
31
{Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32
{makan malam berdua}
33
{Aldo bertemu dengan mantannya}
34
{Rasa khawatir Aldo}
35
{pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36
{berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37
{Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38
{lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39
{kasih sayang seorang ibu}
40
{pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41
{cinta yang begitu besar untuk Valen}
42
{Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43
{berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44
{hari pernikahan Aldo dan Valen}
45
{hari bahagia kedua pengantin}
46
{perasaan gugup dari Valen}
47
{melayani suami tercinta}
48
{bulan madu}
49
{ke romantis pengantin}
50
{pulang dari bulan madu}
51
{keputusan tinggal dirumah Valen}
52
{keputusan aldo berhenti bekerja}
53
{waktu bersama istri}
54
{mencari identitas Aldo}
55
{awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56
{pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57
{Hadiah mobil untuk Aldo}
58
{perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59
{ke kost Aldo}
60
{ Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61
{ dendam yang terpendam}
62
{ketulusan Aldo membantu}
63
{kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64
{perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65
{Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66
{kepulangan tuan Daniel}
67
{kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68
{Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69
{Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70
{curhat tuan Kevino pada Aldo}
71
{kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72
{kabar bahagia kehamilan Valen}
73
{kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74
{Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75
{tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76
{kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77
{pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78
{Rencana rahasia tuan Kevino}
79
{Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80
{perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81
{berkunjung kemakam mama Aldo}
82
{pertemuan pertama Aldo}
83
{kejadian kelam}
84
{kelicikkan nyonya Angel}
85
{rencana gagal }
86
{tidak tinggal diam}
87
{pertemuan 2 keluarga}
88
{Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89
{Identitas Aldo terbongkar}
90
{Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91
{tragedi mengenaskan}
92
{Aldo mengalami koma}
93
{kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94
{Sisi kejam dari Gio}
95
{terbongkar kejahatan tuan Bara}
96
{kematian Bianca}
97
{Aldo akhirnya sadar dari koma}
98
{Rindu seorang istri pada suaminya }
99
{akhirnya Aldo bisa pulang}
100
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!