{Pertemuan Gio dengan Aldo}

  "Aku juga sudah, nanti siang aku mampir ke tempat kerjamu ya." balas pesan Aldo pada Valen.

  "Ya sudah, nanti siang aku tunggu." balas valen lagi. Nampak begitu bahagia Valen dengan pesan yang dikirim Aldo untuknya.

  Setelah dia membalas pesan dari Aldo, Valen segera berangkat. Dia memilih berangkat lebih dulu karena pekerjaan di tempat kerjanya masih menumpuk.

  Saat Valen ingin keluar dari kost, ada Almira yang saat itu baru saja keluar dari kamar mandi.

  "Valen."

  "Eh kamu al." sapa Valen yang sibuk memakai sepatu.

  "Ini baju jam berapa, Pagi-pagi sekali kamu berangkat kerja." ucap Almira yang mengeringkan rambutnya dengan handuk.

  "Biasa pekerjaan menumpuk di tempat kerja, apalagi pak boss sudah pulang dari luar kota." ucap Valen yang beralasan pada Almira.

  "Oh begitu, la kamu sudah sarapan?" tanya balik Almira pada Valen.

  " sudah tadi, sama roti." jawab Valen yang makan dengan roti yang diberikan oleh kakaknya.

  "Aku mau berangkat sekarang." pamit Valen yang berlari meninggalkan Almira.

  Almira hanya bisa membalas dengan menggelengkan kepala kearah Valen yang begitu lari cepat meninggalkan kost.

    Valen pun segera berangkat dengan sepeda motor yang selalu menemaninya.

  Akhirnya Valen datang juga, didepan ada Lily yang baru saja membuka pintu depan.

  "Pagi mbak Valen." sapa Lily pada Valen.

  "Pagi juga." balas sapaan dari Lily.

  "Ada apa mbak Valen masuk Pagi-pagi sekali, biasanya jam 7 mbak?" tanya Lily pada atasannya.

   "Ada pekerjaan yang harus saya selesaikan, apalagi saya tidak mau sampai telat pulang." jawab Valen yang langsung pergi masuk keruang kerjanya.

  Valen pun sudah dihadapkan beberapa pekerjaan yang harus dia selesai. Hingga batas waktu nanti siang dia harus bertemu dengan Aldo.

  Sedangkan ditempat lain Aldo dan ketiga sahabatnya baru saja tiba di kantor. Mereka sudah duduk di tempat mereka masing-masing.

  Dengan posisi komputer yang belum menyala, mereka pun langsung menyalakan komputer mereka masing-masing dengan obrolan santai mereka.

   Datanglah atasan mereka yang datang menghampiri mereka berempat.

  "Aldo."

  "Iya pak." jawab Aldo yang langsung berdiri dari tempat duduknya.

  "Hari ini kamu ikut rapat denganku, akan ada seseorang yang akan menjadi bagian rekan kerja di perusahaan kita. Jadi siapkan dokumen yang diperlukan." perintah atasannya pada Aldo.

  "Baik pak." jawab Aldo yang segera mengerjakan tugasnya.

  Setengah jam kemudian

  Aldo sudah berkumpul diruang rapat, aldo pun mempersiapkan semuanya. Tiba-tiba saja pintu terbuka.

  "Tuan Gio." sapa pria itu pada orang yang dia tunggu.

  Mereka saling berjabat tangan, dan posisi mereka duduk saling berhadapan.

  "Aldo serahkan dokumen itu." Aldo segera menyerahkannya, Aldo pun maju kedepan menjelaskan semuanya.

  Beberapa menit kemudian

  "Sekian penjelasan dari saya tuan." tuan Gio terdiam mendengar penjelasan dari Aldo.

  " Baiklah, semuanya dokumen sudah saya cek ." ucap Tuan Gio yang selesai mengeceknya.

"Saya bersedia dengan proposal itu." jawab Tuan Gio yang bersedia bergabung dengan perusahaan yang dimana tempat kerja Aldo.

"Terimakasih sudah menjadi bagian rekan bisnis dari kami." mereka saling berjabat tangan, setelah selesai barulah tuan Gio keluar.

"Sepertinya keberuntungan mendatangi kita." Aldo membalas dengan anggukkan. kini perusahaan yang dimana dia kerja, semakin menunjukkan perubahan yang cukup pesat.

Tiba-tiba pandangan Aldo tertuju pada sesuatu. Aldo segera mengambil barang yang tergeletak di kursi.

"Pasti ini dompet milik pria tadi." Aldo segera lari mengejarnya.

Dari ke jauhan Aldo melihat pria iyu yanh hendak akan masuk kedalam mobilnya.

"Tuan Gio." teriak Aldo pada tuan Gio yang akan hendak pergi dari tempat itu.

"Iya, ada apa?" tanya balik tuan Gio pada pria itu.

"Ini tuan, dompet anda ketinggalan." Aldo langsung menyerahkannya secara langsung.

Gio pun melihat dompet itu.

"Benar, itu dompet milik saya." Tuan Gio langsung mengambil barang miliknya.

"Tadi saya tidak sengaja melihat ada dompet jatuh di tempat duduk anda tuan. Semuanya pun masih lengkap tuan." kata Aldo yang langsung menyerahkan dompet itu.

"Terimakasih." jawab Gio dengan menganggukkan kepala.

"Sama-sama tuan Gio." jawab Aldo yang langsung kembali ke tempat kerjanya.

Setelah pergi dari tempat itu, Gio pergi ke suatu tempat yang tidak jauh dari lokasi saat ini.

Ternyata Gio ada didepan lokasi adiknya bekerja,Gio segera masuk kedalam.

"Permisi."

"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu." jawab Lily yang saat itu yang jaga kasir.

"Saya ingin bertemu dengan Valen." ucap Gio yang mencari adiknya.

"mbak Valen ya, kebetulan ada. Tapi maaf siapa nama tuan?" tanya Lily pada pria itu.

"Dari Gio." jawab Singkat Gio.

"Baik tuan, akan segera saya temui mbak Valen dulu." Lily langsung pergi menemui Valen.

Beberapa menit kemudian

"Silakan tuan, mbak Valen sudah menunggu tuan didalam." Lily pun mengarahkan pria itu.

Gio pun masuk ke dalam, Valen masih sibuk mengerjakan pekerjaannya.

"Kakak." sapa Valen yang langsung berdiri dari tempat duduknya.

Valen langsung memeluk kakaknya, Kak Gio. Pun membalasnya.

"Bagaimana kabar kamu?" tanya Kak Gio yang bertanya kabar dengan adiknya saat ini.

"Baik-baik saja kak, tumben kakak main kesini." kata Valen yang langsung duduk di sofa didekat kakaknya.

"Kakak tadi ada urusan pekerjaan, sekalian kakak mampir kesini melihat kamu." jawab Gio yang merindukan adiknya.

"Oh gitu." jawab Valen yang begitu senang dengan hadirnya kakaknya di tempat kerjanya.

"Valen."

"Iya kak, ada apa?" tanya balik Valen pada kakaknya.

"Tadi kakak sudah kesana dan langsung mengeceknya." jawab Kak Gio pada adiknya.

"Maksud kakak apa?" tanya balik Valen yang masih kurang mengerti apa yang dikatakan kakaknya.

Kak Gio langsung menceritakan semuanya pada adiknya.

"Jadi kakak berhasil?" tanya Valen.

"Iya, kakak berhasil dan kakak sudah menjadi bagian dari mereka dan kakak menjadi investor dari perusahaan itu." ucap Kak Gio yanh menjelaskan dia berhasil. Reaksi Valen begitu bahagia,akhirnya kakaknya mau membantu dirinya.

"Makasih ya kak, sudah mau menolong Valen." ucap Valen yang begitu senang.

Kak Gio membalas dengan anggukkan. tiba-tiba pintu terbuka, datanglah Lily datang membawa minuman untuk mereka.

"Terimakasih lily." ucap Valen pada karyawannya.

"Sama-sama mbak." jawab Lily yang langsung pergi meninggalkan keduanya yang masih terlihat serius dengan pembicaraan mereka.

"Ya sudah kakak mau balik ke kantor dulu,ingat jangan telat makan." pesan kak Gio pada dirinya.

"Iya kak, tenang saja." jawab Valen yang berakhir dengan perpisahan mereka ditempat kerja Valen.

Siang hari

Valen masih sibuk diruang kerjanya, hingga dia melirik jam di dinding. Tak terasa waktu menunjukkan pukul 12 siang. Waktunya dia istirahat, apalagi dia ingat dengan janjian akan bertemu dengan Aldo.

Terpopuler

Comments

Inyoman Raka

Inyoman Raka

kak gio dan almira dijadiin jodoh

2024-04-19

3

lihat semua
Episodes
1 {awal tinggal dikost} ****
2 { kesibukan awal}
3 { hari santai berkumpul teman}
4 {Curhatan mereka}
5 {Bekerja keras}
6 {keputusan yang tepat}
7 {Diawal perkenalan}
8 {Mengenal lebih dekat}
9 {Bertemu kedua kalinya}
10 {Rasa kagum dari seseorang}
11 {perhatian}
12 {mengungkapkan cinta}
13 {Lebih dekat}
14 {Menemani mama tercinta}
15 {Kejujuran Valen}
16 {Rindu berat}
17 {jalan bersama}
18 {Kedatangan Gio dikost Valen}
19 {Pertemuan Gio dengan Aldo}
20 {rencana ingin melamar}
21 {melamar Valen}
22 {menerima lamaran dari Aldo}
23 {Kejujuran Valen pada keluarganya}
24 {keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25 {pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26 {pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27 {Segera cepat menikah}
28 {jalan-jalan berdua}
29 {rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30 {kehangatan suasana di panti asuhan}
31 {Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32 {makan malam berdua}
33 {Aldo bertemu dengan mantannya}
34 {Rasa khawatir Aldo}
35 {pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36 {berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37 {Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38 {lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39 {kasih sayang seorang ibu}
40 {pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41 {cinta yang begitu besar untuk Valen}
42 {Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43 {berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44 {hari pernikahan Aldo dan Valen}
45 {hari bahagia kedua pengantin}
46 {perasaan gugup dari Valen}
47 {melayani suami tercinta}
48 {bulan madu}
49 {ke romantis pengantin}
50 {pulang dari bulan madu}
51 {keputusan tinggal dirumah Valen}
52 {keputusan aldo berhenti bekerja}
53 {waktu bersama istri}
54 {mencari identitas Aldo}
55 {awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56 {pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57 {Hadiah mobil untuk Aldo}
58 {perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59 {ke kost Aldo}
60 { Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61 { dendam yang terpendam}
62 {ketulusan Aldo membantu}
63 {kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64 {perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65 {Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66 {kepulangan tuan Daniel}
67 {kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68 {Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69 {Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70 {curhat tuan Kevino pada Aldo}
71 {kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72 {kabar bahagia kehamilan Valen}
73 {kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74 {Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75 {tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76 {kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77 {pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78 {Rencana rahasia tuan Kevino}
79 {Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80 {perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81 {berkunjung kemakam mama Aldo}
82 {pertemuan pertama Aldo}
83 {kejadian kelam}
84 {kelicikkan nyonya Angel}
85 {rencana gagal }
86 {tidak tinggal diam}
87 {pertemuan 2 keluarga}
88 {Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89 {Identitas Aldo terbongkar}
90 {Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91 {tragedi mengenaskan}
92 {Aldo mengalami koma}
93 {kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94 {Sisi kejam dari Gio}
95 {terbongkar kejahatan tuan Bara}
96 {kematian Bianca}
97 {Aldo akhirnya sadar dari koma}
98 {Rindu seorang istri pada suaminya }
99 {akhirnya Aldo bisa pulang}
100 Akhir cerita
Episodes

Updated 100 Episodes

1
{awal tinggal dikost} ****
2
{ kesibukan awal}
3
{ hari santai berkumpul teman}
4
{Curhatan mereka}
5
{Bekerja keras}
6
{keputusan yang tepat}
7
{Diawal perkenalan}
8
{Mengenal lebih dekat}
9
{Bertemu kedua kalinya}
10
{Rasa kagum dari seseorang}
11
{perhatian}
12
{mengungkapkan cinta}
13
{Lebih dekat}
14
{Menemani mama tercinta}
15
{Kejujuran Valen}
16
{Rindu berat}
17
{jalan bersama}
18
{Kedatangan Gio dikost Valen}
19
{Pertemuan Gio dengan Aldo}
20
{rencana ingin melamar}
21
{melamar Valen}
22
{menerima lamaran dari Aldo}
23
{Kejujuran Valen pada keluarganya}
24
{keluarga Valen ingin bertemu dengan Aldo}
25
{pertemuan Aldo dengan mama Monica}
26
{pertemuan dengan keluarga besar dari keluarga Valen}
27
{Segera cepat menikah}
28
{jalan-jalan berdua}
29
{rencana mereka pergi ke panti asuhan}
30
{kehangatan suasana di panti asuhan}
31
{Curhatan Valen pada ibunya Aldo}
32
{makan malam berdua}
33
{Aldo bertemu dengan mantannya}
34
{Rasa khawatir Aldo}
35
{pertemuan Aldo dengan mama Monica }
36
{berdiskusi tentang rencana pernikahan mereka}
37
{Kedatangan ibu Nisya dirumah keluarganya Valen}
38
{lamaran Aldo diterima oleh keluarga Valen}
39
{kasih sayang seorang ibu}
40
{pergi ke butik memilih gaun pernikahan}
41
{cinta yang begitu besar untuk Valen}
42
{Pamitnya ibu Nisya untuk pulang}
43
{berkunjung dirumah Valen atas perintah mama monica}
44
{hari pernikahan Aldo dan Valen}
45
{hari bahagia kedua pengantin}
46
{perasaan gugup dari Valen}
47
{melayani suami tercinta}
48
{bulan madu}
49
{ke romantis pengantin}
50
{pulang dari bulan madu}
51
{keputusan tinggal dirumah Valen}
52
{keputusan aldo berhenti bekerja}
53
{waktu bersama istri}
54
{mencari identitas Aldo}
55
{awal kerja diperusahaan milik keluarga istrinya}
56
{pertemuan kedua kalinya Aldo dengan tuan Kevino}
57
{Hadiah mobil untuk Aldo}
58
{perubahan pada Aldo dimata mantannya}
59
{ke kost Aldo}
60
{ Rencana tersembunyi dari tuan Kevino}
61
{ dendam yang terpendam}
62
{ketulusan Aldo membantu}
63
{kecemburuan Yunita dengan Aldo}
64
{perginya Yunita dari apartemen kekasihnya}
65
{Nekadnya Yunita mendekati Aldo}
66
{kepulangan tuan Daniel}
67
{kecurigaan Aldo dengan tuan Kevino}
68
{Valen dilabrak mantan pacar suaminya }
69
{Kedatangan Aldo dikantor tuan Kevino}
70
{curhat tuan Kevino pada Aldo}
71
{kebenaran Aldo putra dari tuan Kevino}
72
{kabar bahagia kehamilan Valen}
73
{kabar bahagia untuk keluarga Valen}
74
{Valen begitu bahagia dengan kabar kehamilannya}
75
{tuan Kevino bicara jujur pada Aldo}
76
{kebahagiaan Aldo bertemu dengan ayah kandungnya}
77
{pertemuan tuan Kevino dengan keluarga Valen}
78
{Rencana rahasia tuan Kevino}
79
{Aldo kaget pelaku penabrak istrinya}
80
{perdebatan antara tuan Kevino dan Nyonya Angel}
81
{berkunjung kemakam mama Aldo}
82
{pertemuan pertama Aldo}
83
{kejadian kelam}
84
{kelicikkan nyonya Angel}
85
{rencana gagal }
86
{tidak tinggal diam}
87
{pertemuan 2 keluarga}
88
{Dendam seseorang pada tuan Kevino}
89
{Identitas Aldo terbongkar}
90
{Aldo dan tuan Kevino mengunjungi panti asuhan}
91
{tragedi mengenaskan}
92
{Aldo mengalami koma}
93
{kedatangan ibu Nisya dirumah sakit}
94
{Sisi kejam dari Gio}
95
{terbongkar kejahatan tuan Bara}
96
{kematian Bianca}
97
{Aldo akhirnya sadar dari koma}
98
{Rindu seorang istri pada suaminya }
99
{akhirnya Aldo bisa pulang}
100
Akhir cerita

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!