'apa yang sebenarnya terjadi disini??' gumam Asraf dengan dirinya yang langsung terdiam setelah mendengar proposal tersebut..
"Tuan Ron Beg-x" kata asraf ingin menyuarakan pendapat namun dipotong oleh Ron
"bisakah kamu memanggil saya tanpa gelar Tuan atau sejenisnya? sebenarnya saya cukup resah dan risih mendengar diri saya diagungkan sejak istri saya meninggal dunia dan beliau mempercayakan saya untuk memimpin keluarga Jonathan ini yang padahal diri saya hanya seorang suami yang sedang mencari pekerjaan pada 6 tahun lalu" Kata Ron dengan sikap mulai gerah akan situasi yang ia miliki
"mohon Tuan Ron jangan berkata seperti itu. bagaimanapun anda adalah orang terhormat di muka bumi ini terlepas dari anda seorang manusia biasa atau bukan itu tidak kami para bawahan permasalahkan karena Nona Irene mempercayakan nama besar keluarga untuk anda pimpin dan kelola dengan baik dan itu terbukti selama 5 tahun terakhir anda membuktikan bahwa anda adalah pemimpin yang diharapkan oleh semua orang termasuk Nona Irene" tiba-tiba seorang pria tua datang menghampiri mereka berdua dengan berwibawa pria tua itu mendekat..
Asraf hanya terdiam canggung melihat situasi sekarang karena dirinya melihat seseorang yang baru dan belum ia kenali
"Ahh. kamu pasti penasaran siapa pria tua ini. Asraf?... Perkenalkan dia adalah Tuan Ivy Wils namato. dia adalah seorang akuntan sekaligus Asisten pribadi saya dikala saya berada di kantor" kata Ron memperkenalkan Ivy. pria tua yang tiba-tiba muncul tersebut
"Salam kenal Tuan Asraf. terimakasih telah menerima undangan saya" kata Wils dengan menunduk hormat..
"Ah ya benar. beliau lah yang mengundang kamu dan merekomendasikan kamu dalam permasalahan ini" kata Ron juga membenarkan maksud dari Wils.
"oh berarti itu anda. terimakasih telah mengundang saya. sungguh kehormatan dapat diundang oleh keluarga Jonathan yang terhormat.. Tuan Wils" kata Asraf berdiri lalu memberikan salam hormatnya
"tak perlu sungkan. Tuan Asraf. anda dapat memanggil saya dengan Wils. saya senang jika anda memanggil saya seperti itu" kata Wils dengan tersenyum
"begitupun saya. mohon bantuan untuk selanjutnya" kata Asraf sedikit membungkuk sebagai tanda hormat..
Ron menyuruh Asraf untuk kembali duduk dan kini mata pria tua berusia 80 Tahun itu menatap Wils..
"apa yang dilaporkan?" Tanya Wils
"Aheem.. Tuan Ron. seperti diskusi kita sebelumnya yang membahas penemuan Minyak Gas di Gaza ternyata setelah diselidiki lebih lanjut oleh Divisi Tim USI (Unidentification & Searching Information) ternyata tidak sesederhana itu dikarenakan Divisi USI menemukan sekitar 30 Miliar barel Minyak Bumi dan dapat diproduksi paling besar adalah 130 ribu per barel dan juga menurut analisis saya kurang lebih bahwa Sumber daya ini dapat bertahan hingga 50-100 tahun mendatang dan kami juga menemukan sumber daya lain yaitu Kobalt yang berlokasi di Gaza Utara atau tepatnya di Atara. disana kami menemukan bahwa sumber daya kobalt ditemukan sebesar 5.3 miliara Kobalt dan dapat dicadangkan sebesar hingga 1.53 Miliar Kobalt dan dapat diproduksi hingga sebesar 30 ribu per hari juga menurut anlisis saya bahwa sumber daya ini dapat bertahan hingga 20 sampai 30 tahun mendatang" kata Wils menjelaskan semua informasi yang ia dapatkan dari tim eksplorasi..
Ron hanya mengangguk tersenyum lalu menatap Asraf
"bagaimana? apa kamu sudah memiliki keputusan?" Tanya Ron pada Asraf..
"sungguh Alhamdulillah jika Tanah yang kami tinggali ternyata diberkati oleh Allah dan mungkin saat ini kami belum dapat memanfaatkan untuk Rakyat. sungguh penemuan ini membuat saya bahagia" kata Asraf dengan tersenyum bahagia ketika Gaza memiliki banyak sumber daya belum diketahui..
Asraf menghelas nafas sebentar dan lalu menatap Ron dengan tajam
"tanpa mengurangi rasa hormat saya. Tuan Ron. Izinkan kami berperang dan berdiri di atas tanah kami dengan mempersembahkan nyawa dan harta kami dalam memerdekakan Palestina dan seluruh wilayahnya lalu mengusir bangsa penjajah dari tanah kami. izinkan saya mewakili seluruh rakyat Palestina kami berterimakasih atas kemurahan hati dan rasa simpati anda tentang kami.. sungguh saya pribadi tidak akan melupakan hal ini" kata Asraf dengan tegas
"namun proposal yang saya pilih adalah yang pertama. Saya dapat membangun militer dan Politik kami dengan perlahan-lahan namun pasti. saat ini kami telah berencana mengevakuasi rakyat Palestina yang berada di tepi barat demi minimalisir korban jiwa apabila kami menyerang seluruh wilayah kami yang diduduki oleh Penjajah zionis tersebut dan saya tidak melarang anda dalam membantu Palestina. nama anda akan kami kenang sekaligus Indonesia adalah negara yang sejak awal telah mendukung kemerdekaan kami dan kami tidak akan melupakan hal ini" kata Asraf dengan tegas dan berwibawa..
Ron dan Wils terkejut dengan jawaban tegas milik Asraf yang sudah bulat tersebut namun kecuali bagi Rozi. Rozi melihat itu dengan tersenyum..
"seperti nya kita gagal meyakininya. Wils" kata Ron dengan tersenyum..
"Haha anda benar Tuan" Wils menjawab dengan tertawa kecil..
"seperti yang kami duga. bahwa kamu akan menolak proposal kami dan saya tetap akan mendukung kemerdekaan Palestina sebagaimana saya sebagai umat muslim dan juga sebagai warga negara republik Indonesia yang memiliki satu visi dengan bapak proklamator kami. Ir. Soekarno yang juga terus mendukung Palestina menjadi sebuah negara yang merdeka di atas seluruh wilayah nya" kata Ron dengan tersenyum..
"tetapi bantuan kami hanya berupa persenjataan yang akan diselundupkan melalui mesir atau jika kamu memiliki alternatif lain. kamu dapat hubungi kami dan kami juga akan mengirimkan kebutuhan pangan masyakarat melalui PMI internasional sebagai media nya" kata Ron dengan mengeluarkan sebuah handphone..
"kamu akan menemui Jendral Militer keluarga Jonathan. dengan menekan angka 9 nanti akan diberikan lokasi yang ditentukan. kamu tidak perlu khawatir akan dibunuh atau apapun karena tujuan keluarga Jonathan adalah melanjutkan cita-cita bung karno dalam memperdekakan negara Palestina" kata Ron lalu menyerahkan handphone yang cukup jadul namun paling tidak handphone tersebut masih berfungsi dalam melacak lokasi yang telah dibagikan..
"Terimakasih atas perhatian dan dukungan anda. Tuan Ron dan harapan anda dan Ir. Soekarno tetap kami jalankan sepenuh hati kami" kata Asraf sedikit membungkuk sebagai tanda hormat
"jangan membungkuk di masa depan nanti karena hari yang akan mendatang kita akan dipertemukan kembali Dengan keadaan yang sederajat dan setara dalam Kekayaan dan kekuasaan" kata Wils dengan penuh ketegasan namun tetap tersenyum ramah..
"benar apa yang diucapkan oleh Asisten ku. Asraf. kamu mulai sekarang dapat memanggil ku tanpa gelar atau pak tua Ron. itu juga boleh. Hahaha" kata Ron dengan tertawa..
Asraf yang mendengar itu hanya bisa tersenyum bahagia melihat kondisi seperti ini ternyata berpihak kepada nya..
"Oppsss. seperti nya kita sudah mengobrol terlalu lama. sudah jam 1:30 ternyata. tidak terasa. Hahaha" kata Ron yang menyadari bahwa hari semakin malam
"Rozi. antarkan. asraf kembali ke kamar nya" Perintah Ron kepada kepala pelayan nya tersebut..
"baik Tuan Ron. mari Tuan Asraf ikut saya untuk ke kamar anda" kata Rozi dengan patuh..
Asraf pun berdiri lalu memberikan salam hormat ala militer sebelum pamit untuk ke kamar nya..
"anak itu menarik. Bukan Wils?" Tanya Ron setelah kepergian Asraf dari tempat obrolan tersebut..
"benar. Tuan namun disayangkan bahwa dia menolak proposal yang kedua padahal itu bagus untuk Nona muda Emilia" kata Wils yang juga menghelas nafas karena tidak sesuai harapan keduanya..
...----------------...
...BYE...
...----------------...
Author:
Novel belum TAMAT !
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
miyamura kun~
mantap
2024-03-14
2