1 Minggu Kemudian - 13 Januari 2019
-suatu tempat di jalur Gaza-
"apa yang membuat mu membocorkan informasi sepenting ini?" ucap seorang pria dengan tatapan tajamnya
"kelompok mu itu PALS kan? Palestina Liberation State tapi mengapa informasi penting ini sungguh aneh bagiku?" kata pria tersebut sambil menatap sebuah kertas beserta foto-foto
"apa tujuan anda memberitahu semua informasi ini. Tuan Asraf?" tanya Pria itu dengan tatapan intimidasi.
"Seperti yang duga dari Tuan Ibram Qina Akbar petinggi sekaligus Anak pendiri HAmas. begitu perhatian dengan detail kecil" kata Asraf dengan tersenyum
Ibram yang mendengar itu terkejut bahwa lawannya ternyata mengetahui identitas dirinya
dan saat ini juga Asraf sedang bertemu salah satu kelompok perlawanan Zionis terbesar di Gaza. yaitu HAmas. Ibram Qina Akbar adalah Keturunan dari Pendiri kelompok tersebut..
"Kami PALS tidak mengangkat senjata dalam perlawanan walaupun kami juga tetep mempegang senjata tapi itu bukan cara kami" kata Asraf dengan menyerahkan sebuah handphone miliknya...
"Saya Mahija Fahmidah Asraf. pemimpin sekaligus pendiri Kelompok PALS. Saya berbeda dengan anda dan pendiri dari kelompok lain. Saya melawan lawan rezim zionis dengan media sosial dan berita. salah satu yang bisa anda lihat. Al Aizrah adalah salah satu perusahaan berita terbesar dan sudah terverifikasi internasional. saya adalah pemilik mutlak yang baru atas perusahaan tersebut" kata Asraf
"Senjata memang cukup. Tuan Ibram namun saat ini mereka menggunakan Media Sosial & berita untuk menebarkan kebohongan dan kebohongan tentang Gaza. anda dan aku juga yang lainnya" kata Asraf..
"kelompok anda dicap teroris oleh barat dan dipanaskan dan diberitakan oleh Sosial media internasional namun Al Aizrah Tidak lah sama dengan perusahaan berita internasional lainnya. berpusat di negara Kuwait dan menjadi perusahaan berita independen pertama di arab dan di internasional juga Al Aizrah membela dan terus mendukung penindas dari segala penjuru dunia termasuk di Gaza. Palestina kita tercinta" kata Asraf dengan menjelaskan panjang dan kali lebar..
"Kelompok kami tidak sebesar anda dan sehebat anda. dibawah perlindungan Allah Yang esa. Anda membawa kelompok anda sampai kepuncak panggung politik Palestina hingga sekarang Secara De Facto anda mimpin wilayah ini" Kata Asraf melanjutkan..
"proposal ini seperti saya menjebak anda namun bagaimanapun ini juga kekuatan kami belum cukup dalam melakukan penyerangan dan hanya satu-satu nya cara adalah berkerjasama dengan anda" kata Asraf dengan jujur bahwa proposal yang ia bawa seperti tidak ada keuntungan bagi si penerima.
"namun dengan cara ini juga mencegah kekayaan ku yang ku gunakan dalam melawan zionis tidaklah terblokir. Saya berharap Anda mengerti" kata Asraf dengan tatapan tajam nya..
Ibram mendengar itu secara seksama dan melihat tidak ada kebohongan yang berarti dari Asraf tersebut...
"masuk sebagai orang terkaya di dunia versi majalah forbes dengan harta kekayaan $10.406 Miliar Dollar (Rp: 162 Triliun) dan aku tak menyangka bahwa kamu tinggal di Gaza. dengan harta dan kekayaan mu pasti bisa keluar dari tempat yang orang-orang barat adalah tempat tersuram dan tak memiliki masa depan oleh dunia internasional" kata Ibram dengan dengan tersenyum menatap Asraf..
"Tentu apa yang dikatakan oleh Tuan Ibram adalah benar namun percuma meninggalkan kampung halaman bersama kekayaan ku dengan kesendirian tanpa keluarga? aku ingin membalas dendam ku terhadap keluarga ku dan bangsa ku yang setiap detik. menit. bulan dan tahun yang terbunuh!" dengan semangat 45 Asraf menunjuk emosi nya
"menggunakan kekayaan ku untuk dunia menyaksikan Gaza yang dan Palestina yang dijajah dan perkocaci oleh bangsa yang katanya pilihan Tuhan namun bersikap sampah dan iblis! aku membutuhkan kekuatan anda dan Pasukan anda yang hebat! anda menggunakan otot dan saya menggunakan otak. proposa dan ajakan ini adalah yang menjebak dan akan merugikan anda namun percayalah ini patit kita coba dan semua nya harus masuk dalam persatuan ini!" kata Asraf dengan menggebu-gebu 45..
Ibram terkejut dengan mental dan keberanian serta kejujuran yang diberikan oleh Asraf yang berakhir membuatnya tersenyum melihat hal tersebut..
"Tuan Asraf. dendam terhadap Zionis adalah bukan anda sendiri. saya berharap anda tidak memborong semua itu!" kata Ibram dengan tersenyum lalu berdiri
"selain itu. dimana Rumah sakit yang anda sebut dalam kontrak?" tanya Ibram dengan menatap langit biru
Asraf mendengar pertanyaan itu hanya tersenyum juga karena sudah tahu kemana arah perbincangan selanjutnya
......---------------......
...BYE...
...--------------...
Author:
Nama ibram adalah fiksi!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Muhammad Rezki
....
2024-10-21
0
Halu
belom masuk tuh minimal 150M USDT baru masuk jajaran orang terkaya
2024-05-24
0
miyamura kun~
muantap
2024-03-14
1