Kairo. Mesir
Saat ini. salah satu bawahan Cheza sudah berada di Kairo. Mesir dan entay bagaimana caranya Cheza dapat menuju negeri sembrang dan terhindar dari lintas perbatasan kedua negara tersebut
"Assalamualaikum. Pak. boleh saya bertanya pasar ada dimana?" Tanya Cheza kepada salah satu pejalan kaki
"walaikum salam. Silahkan anda Lurus saja. tidak jauh mungkin sekitar 5 menit dari posisi kita berdiri" kata Bapak itu menunjukkan jalan
"Terimakasih pak. saya izin pamit. Assalamualaikum" kata Cheza dengan sopan
"walaikum salam" kata Bapak itu menjawab..
Cheza pun melanjutkan perjalanan nya dan Bapak-bapak yang sebelumnya dirinya tanyakan masih pemandangi nya
'siapa ya pemuda itu? ciri khas kayak orang barat tapi mata dan hidung kayak orang Arab. apa dia blasteran?' batin Bapak itu yang memang sedikit bingung dengan perawakan Cheza
Ciri khas Cheza dan bawahan lainnya memang begitu. memiliki Ciri wajah khas orang barat tepatnya Eropa namun struktur tubuh hingga mata dan hidung mengikuti orang arab dan orang-orang lainnya pun juga akan berkomentar serupa ketika melihat cheza..
5 menit kemudian
"Assalamualaikum. Pak. izinkan saya bertanya. apakah saya boleh memborong makanan bapak?" Tanya Cheza kepada seorang pedagang
"Shalom. maaf anak muda. bapak bukanlah orang Muslim. tapi jika anak muda mau memborong dagangan saya. tentu saya senang" kata bapak penjual itu dengan nadan canggung
"astaga. maafkan saya pak. Saya tidak tahu. Tapi kira-kira berapa 1 sisir pisang nya pak? dan pisang apa yang bapak jual?" cheza nenyesal mengetahui kesalahannya dan tak lupa bertanya
"Tidak masalah. anak muda. Hehehe. Ini bapak jual pisang susu. bapak menjual per sisir yang dihargai E£30 Pounds (USD$: 0.71 | Rupiah: 14 Ribu) jadi kamu mau beli berapa sisir. anak muda?" Tanya Bapak penjual pisang
Cheza tidak menjawab melainkan menghitung berapa sisir pisang yang di bawa oleh bapak penjual pisang tersebut
"saya mau semua nya. berapa pak?" tanya Cheza
Cheza sudah tahu berapa harga yang dirinya akan bayar namun cheza ingin melihat seberapa bersih dan jujur bapak penjual pisang tersebut..
"30x10. totalnya E£300 Pounds. bagaimana anak muda?" tanya Bapak penjual setelah menghitung jumlah keseluruhan pisang nya tersebut
"Oke pak. saya beli" Kata Cheza dengan tersenyum
Cheza pun mengeluarkan dompet nya dari kantong dan juga terlihat dompet sudah disesakkan oleh banyaknya lemharan uang
"ini Pak" kata Cheza yang memberikan beberapa lembar uang
"baiklah. sebentar bapak siapkan untuk mu tapi anak muda. kenapa banyak sekali kamu membeli pisang? apakah ada tamu di rumah mu?" Tanya Bapak Penjual pisang yang keheranan
Sikap yang ditunjukkan bapak penjual pisang itu tidak cheza permasalahkan dah hanya bisa tersenyum
"1 sisir untuk orang rumah dan sisanya untuk dibagikan kepada memperlukan" kata Cheza yang tidak sepenuhnya berbohong..
pada kenyataannya pisang itu akan menjadi salah satu paket makanan yang akan disiapkan sebagai bantuan untuk masyarakat Gaza..
2 menit kemudian
butuh beberapa menit penjual pisang itu memasukkan ke dalam plastik karena mengingat betapa jumbo pisang tersebut harus di akali dengan plastik belanjaan yang lebih besat
"Terimakasih ya pak. saya izin pamit" kata Cheza
"Terimakasih juga. salam kepada keluarga. semoga Tuhan Yesus memberkati orang-orang baik seperti anda" kata Bapak tersebut
Cheza hanya tersenyum mengangguk
bagi cheza itu bukanlah masalah bagaimanapun manusia diwajibkan saling toleransi dan cinta kasih. Doa Bapak penjual Pisang tersebut langsung diamankan oleh Cheza..
Beranjak dari pedagang pisang. kini Cheza masuk lebih dalam ke pasar Karena dirinya hendak membeli beberapa susu dan minuman
10 menit kemudian
Terlihat barang belanjaan nya telah penuh bahkan hampir tangannya tidak mempegang salah satu plastik belanjaan.
"Hai anak muda. mengapa belanjaan mu sungguh banyak? apakah kamu mau membuat sesuatu lalu menjualnya atau ada keluarga besar datang bertamu?" Tanya Seorang pria yang sedari tadi memperhatikan Betapa repot nya cheza dalam membawa barang belanjaan
"Sebenarnya tidak sepenuhnya tidaklah buat saya. sebagian besar akan dibagikan dan sisanya untuk orang rumah" jawab cheza sekena nya
"sungguh pemuda berhati mulia kamu. anak muda" kata Pria itu dengan takjub
"tapi kepada siapa kamu akan membantu? di kairo tepatnya sekitar pasar. pemerintah setempat sudah menyediakan penampungan orang-orang miskin dan yatim piatu. apakah kamu akan memberikan ke mereka?" tanya pria itu
"Benar dan juga selain disini ada untuk orang sekitar rumah saya" Cheza hanya bisa menjawab sebisa mungkin
"berapa jauh rumahmu dari pasar? Jika jauh. mari paman bantu antarkan kamu" tanya Pria itu
"Tidak perlu pak. rumah saya tidak begitu jauh. cukup naik bus sekali saja" kata cheza menolak
Tidak ingin berpasangka buruk atau pun menolak uluran tangan orang lain untuk menolongnya namun Cheza hanya terus waspada kepada siapapun kecuali Tuannya dan rekan kerja nya..
Pria itu ternyata mengetahui kalau cheza terus menjaga jarak dan waspada kepadanya dirinya namun pria itu tidak marah
"Jangan khawatir Anak muda. saya bukan orang jahat. saya adalah salah satu anggota organisasi non pemerintah yaitu organisasi palang merah internasional yang diutus oleh PBB untuk membantu pemerintah pusat dalam meringankan angka kemiskinan dan anak-anak tanpa orang tua. saya saat ini lagi cuti tugas sekaligus mencari anak-anak yang terlantar untuk dibawa ke posko-posko bantuan" kata Pria itu menjelaskan dan menyerahkan kartu anggota sekaligus identitas nya.
Cheza menerima kedua identitas tersebut sambil mendengarkan penjelasan panjang lebar
"Saya adalah Wilis Andrana. Kelahiran 1932. Saya masuk anggota organisasi palang pada 64 tahun lalu atau tepatnya ketika saya berumur 23 tahun. mesir adalah negara ke-14 saya. saya ditugaskan setiap negara pada 5 tahun sekali" kata Wilis menjelaskan
"apakah anda percaya saya kalau saya bukan orang jahat?" tanya Wilis
"Saya percaya. maafkan saya pak wilis tapi terimakasih atas bantuan anda. saya bisa sendiri" kata cheza lalu menyerahkan kembali kedua identitas tersebut
"Baiklah. saya tidak memaksa dan kalau kamu butuh bantuan atau menemukan anak-anak terlantar atau juga orang yang membutuhkan pertolongan. kabari saya melalui nomor ini. tenang aja. ini nomor dinas saya bukan nomor pribadi" kata Wilis menyerahkan kartu nomor yang jelas tertera logo palang merah dan kedua logo internasional seperti logo Unicef dan PBB
"Baiklah. Terimakasih" kata Cheza menerima dan kembali melanjutkan perjalanan
Cheza pun berjalan kembali dengan berusaha agar belanjaan nya tidak jatuh.
"oh ya tempat saya berdi--" Ingin menyelesaikan ucapan nya namun terhenti ketika tidak melihat sosok Cheza yang baru saja mengobrol bersama nya
"kemana pemuda itu?" Tanya Wilis dengan bingung
Sementara itu..
cheza sudah kembali ke jalur Gaza dan dirinya ternyata sudah ditunggu oleh para rekan-rekan nya
"Cheza. ternyata kamu sudah kembali" suara tegas itu pun tiba-tiba terdengar ditelinga cheza
...----------------...
...BYE...
...----------------...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 100 Episodes
Comments
Cucu 23
Pisang kesukaan ku
2025-02-21
0
Äï
30 pounds 14k kah? ah sudah lah malas aku berkomentar tentang mata uang
2023-12-28
1
nomor 2
harus nay salam orang muslim luar itu beda oi Jagan di samakan sama orang indo jadi GK bagus
2023-11-30
3