"Sudah aku katakan fokuslah menjaga dan menemani Gio, untuk urusan Toko bakery biar orang lain yang mengurusnya!" ucap Tom sebelum berangkat kerja setelah menemani putranya bermain.
Ya, Tom hanya ingin Tiara lebih banyak meluangkan waktunya bersama Gio, agar putra mereka tidak merasa kesepian seperti yang tadi diucapkannya.
"Tidak Tom, aku tidak bisa mempercayakan Toko ku pada orang lain," ucap Tiara tak mau kalah.
"Kau memang egois!" sahut Tom dengan tajam. "Kau tidak bisa membedakan mana yang lebih penting dalam hidupmu! Ingat kesehatan Gio adalah yang paling utama, jika sampai puteraku kenapa-kenapa kaulah yang harus disalahkan!" ucapnya sembari beranjak dari tempat tersebut.
"Tunggu! Kau bilang aku egois?" sentak Tiara dengan menahan langkah suaminya. "Bisa-bisanya kau berbicara seperti itu, apa kau tahu toko bakery itu satu-satunya mata pencaharianku selama ini. Jika aku kehilangan toko itu karena mempercayakannya pada orang lain, kami akan makan dari mana?"
"Dariku," jawab Tom dengan tegas. "Ingat Tiara kita sudah menikah, jadi semua kebutuhan kalian adalah tanggung jawabku."
Tiara menggelengkan kepalanya. "Ya, hanya untuk saat ini. Tapi setelah kita berpisah nanti, bagaimana?"
"Tidak akan ada perpisahan jika kau ingin." Tom menyentuh wajah Tiara dengan lembut. Kemarahan yang ia rasakan selama beberapa hari ini hilang begitu saja saat melihat raut wajah sendu sang istri. "Berikanlah satu kesempatan padaku untuk membuat pernikahan kita ini berhasil, demi kebahagiaan Gio juga," pintanya dengan menggenggam tangan Tiara.
"Tidak!" Tiara menggelengkan kepalanya dengan menghempaskan tangan Tom. "Aku tidak bisa, karena bagiku pernikahan kita ini hanyalah sebuah alat untuk menyembuhkan Gio, tidak lebih," tolak Tiara dengan tegas bahkan tanpa memikirkannya terlebih dahulu. "Ingat malam ini kau jangan lembur, agar kita bisa melakukannya lagi."
Setelah mengucapkan hal tersebut, Tiara beranjak pergi meninggalkan Tom tanpa menatap ke belakang meski hanya sesaat. Ia terus berjalan menuju kamar Gio, sampai akhirnya melihat sang putra yang tengah mewarnai dengan ditemani pengasuhnya.
"Apa aku memang egois?" tanya Tiara dalam hati sambil menatap intens putranya.
Ya, mungkin untuk masalah toko bakery Tiara akan mendengarkan saran dari Tom dengan menyerahkannya pada orang kepercayaannya. Agar ia bisa memiliki banyak waktu untuk Gio. Tapi untuk permintaan Tom yang meminta satu kesempatan untuk memperbaiki pernikahan mereka demi kebahagiaan Gio. Tiara tidak akan pernah bisa memberikan kesempatan itu, karena luka masa lalu yang sudah ditinggalkan Tom terlalu dalam sampai rasa cinta itu lenyap tak bersisa.
*
*
"Aku bilang kerjakan yang benar!" Tom melempar berkas yang diserahkan oleh karyawan bagian keuangan yang duduk di hadapannya.
"Ba-baik, Tuan," ucap karyawan tersebut dengan ketakutan.
"Tunggu apa lagi? Cepat pergi!" sentak Tom dengan emosi.
Karyawan tersebut pun langsung pergi dengan setengah berlari meninggalkan ruangan tersebut.
"Sebenarnya ada apa, Tuan?" tanya Zack yang mengerti kalau tuan Tom tengah emosi, karena sejak tadi atasannya itu memarahi semua karyawannya tanpa terkecuali dirinya sendiri.
Tom menghela napas sembari mengusap wajahnya dengan kasar, untuk meredakan emosi yang sejak tadi menyelimuti hatinya.
"Aku bingung bagaimana lagi caranya untuk menghadapi Tiara," ucap Tom dengan menatap langit-langit ruangannya. "Kebencian di hati Tiara sepertinya sudah mendarah daging."
Zack hanya diam mendengar keluh kesah tuannya, karena ia bingung harus memberikan saran seperti apa mengingat ia juga tidak terlalu punya pengalaman tentang asmara.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Ray Siddiq
enggak egois kok, cuma jaga jaga aja, apabila penyakit si Tom kambuh, ada persiapan 😇😇😇😇
2025-01-31
0
Ray Siddiq
Zack puyeng lah tuh, mending suruh nguras kolam 😂😂😂
2025-01-31
0
Ernawati Naysha
luka hati susah diobati
2024-08-02
1