"Kenapa diam?" tantang Tom dengan tersenyum sinis. "Kau marah jika aku meminta anak-anak kita setelah perceraian nanti?"
"Kau..." tunjuk Tiara dengan penuh amarah.
Ya, jelas Tiara merasa marah dengan ucapan Tom. Karena dengan seenaknya pria itu merubah perjanjian mereka dengan ingin memiliki Gio.
"Kau harus ingat dengan perjanjiannya! Setelah melahirkan nanti, kita akan berpisah dan kau boleh mengambil bayi itu tapi tidak dengan Gio."
"Apa?"
Tom sampai menggelengkan kepalanya karena merasa tak percaya dengan apa yang dikatakan Tiara. Dengan semudah itu istrinya mau memberikan bayi yang akan dilahirkannya nanti tanpa berpikir dua kali. Dan hal tersebut membuat Tom sadar, jika kebencian Tiara begitu besar kepadanya sampai tak menginginkan bayi yang bahkan belum mereka buat.
"Jadi sekarang cepat hamili aku, karena aku tidak ingin membuang waktu hanya untuk —" Bibirnya tak dapat berucap saat Tom membekapnya dengan sebuah lumatan kasar.
Bahkan pria itu mendorongnya ke atas ranjang dan menyentuhnya tanpa kelembutan sama sekali. Ya, kegiatan panas yang seharusnya dapat dinikmati oleh sepasang pengantin baru itu, kini hanya sebuah kegiatan bertukar keringat tanpa adanya sentuhan penuh cinta.
Bahkan setelah keduanya selesai dengan benih yang dikeluarkan Tom pada rahim istrinya. Pria itu langsung pergi begitu saja meninggalkan Tiara yang masih terbaring di atas ranjang dengan tubuh polos yang hanya tertutup selimut.
"Ya, begini lebih baik Tom. Tidak boleh ada cinta di antara kita terutama aku, karena aku tidak ingin terluka kembali hanya karena mencintaimu."
*
*
Setelah kejadian pagi panas diantara mereka, hubungan Tom dan Tiara kembali dingin dan hanya bertegur sapa jika di hadapan Gio. Bahkan aktivitas ranjang di malam hari hanya sebuah tuntutan agar Tiara cepat mengandung, dan setelah tugas itu selesai keduanya akan tidur tanpa bertukar cerita terlebih dahulu seperti yang dilakukan pasangan suami-istri lainnya.
Seperti kegiatan di pagi ini, Tom dan Tiara sarapan pagi bersama putra mereka dengan diselingi pembicaraan hangat hanya agar Gio merasa nyaman.
"Daddy, boleh aku masuk sekolah lagi," pinta Gio, karena ia merasa jenuh terus berada di dalam rumah.
Walaupun rumah yang saat ini ditinggalinya sangatlah besar, karena ia dan Mommy nya kini tinggal di rumah milik Dad Tom. Tapi tetap saja Gio merasa kesepian di saat Daddy nya pergi ke kantor dan Mommy nya mengurus toko bakery.
Tom yang ditanya menatap pada Tiara, agar wanita itu yang menjawab pertanyaan putra mereka. Karena sejujurnya ia merasa kasihan melihat Gio yang terus berada di rumah tanpa adanya aktivitas, tapi juga tidak ingin kalau kesehatan putranya drop karena kelelahan.
"Sayang, Gio boleh sekolah lagi kalau sudah sembuh," bujuk Tiara yang paham betul jika putranya merindukan bermain dan belajar bersama teman-temannya
Ya, putranya sempat masuk Kindergarten sebelum akhirnya keluar karena penyakit Leukemia Myeloid yang dideritanya.
"Lalu kapan Gio akan sembuh?" tanyanya dengan sendu. Karena ia merasa tubuhnya mudah lelah hingga kerap jatuh pingsan dan masuk rumah sakit. Belum lagi Gio harus meminum obat-obatan dari dokter dan menjalani pengobatan lainnya.
Baik Tiara maupun Tom saling menatap, lalu menghela napas mereka karena tak mampu menjawab pertanyaan putra mereka. Dan sebagai gantinya Tom pasti akan membawa Gio bermain sebentar meskipun pria itu harus terlambat masuk kerja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 40 Episodes
Comments
Lisa Icha
saking marah Dan traumanya Tiara hanya memikirkan kesihatan anaknya wpun hanrga dirinya dipertaruhkan dlm perkahwinan ini
2024-04-19
3
Suharnani
Buatnya sama"gak ikhlas ya gak jadi"tuh calon bayi
2024-03-27
0
Wati_esha
Tq update nya ya.
2024-03-17
0