Sesampainya di kediaman Fuutie Li,
"Okaerinasai Fuutie-sama... Syaoran-sama...."
Sambutan Wey san pada Tuan rumah dan tuan muda nya, dia sudah pulang terlebih dahulu setelah mengantar Syaoran tadi.
"Terimakasih Wey san"
Fuutie menjawab dengan ramah sambutan Wey san, dia langsung menuju ke Kamarnya, namun sesaat sebelum dia masuk dia tak sengaja mendengar pembicaraan Wey dengan adiknya,
Dia berhenti dan mendengarnya dengan serius,
....
"Aku mau langsung ke kamar Wey"
Syaoran terlihat letih setelah seharian menghabiskan waktu dengan sekolah dan segala kegiatannya.
"Baik Tuan, Saya juga sudah mencucikan baju seragam tuan, seperti yang anda minta"
Wey selalu memanjakan dan menuruti keinginan sang tuan muda nya, namun kali ini beliau terlihat sedikit cemas atas apa yang sebenarnya di lakukan dan di rahasiakan oleh sang tuan muda Li-nya itu.
"Ssstt...jangan keras keras Wey ini kan rahasia"
Syaoran berbisik pada Wey san agar dia tutup mulut, dia tidak ingin sang kakak mengetahui apa yang sedang direncanakannya.
Sementara Sang kakak yang dari tadi terdiam agak sedikit bingung dengan pembicaraan mereka, dia mulai menaruh curiga pada sang adik,
"Baju .. Maksudnya baju apa..."
ucapnya dalam hati dengan penuh tanda tanya.
............
Syaoran menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya yang luas,
"Fiuhhh...." Syaoran menghela nafas.
Untung tidak ketahuan kak Fuutie fikirnya.
"Drrrttt.." Bunyi Ponsel Syaoran.
"Kau sudah sampai Asrama?"chat dari Sakura.
"Kau sedang apa Li?"chat dari sakura lagi.
"Pasti kau sedang sibuk ya?" chat dari Sakura lagi.
"Maafkan aku kalau aku terlalu cerewet ya, ya sudah kalau kau mau istirahat" chat itu berakhir.
Ternyata sepulang Syaoran dari rumah Sakura, dia mengirimkan banyak chat.
"Ya Tuhan... Dia sampai berkali kali mengirimkan pesan padaku... Itu artinya dia sangat mengkhawatirkanku"
senyuman kecil mengembang di sudut bibir Syaoran, dia merasa ada yang mengkhawatirkan dirinya selain keluarga dan pelayannya.
"Maaf aku baru membaca pesanmu, kau tidak marah padaku kan?"
Beberapa menit kemudian.
"Tidak, aku tidak marah Li"
Sakura adalah seorang gadis yang polos dan baik hati, dia tidak akan mungkin bisa marah tanpa sebab yang berarti.
"Bolehkah aku meneleponmu?"
Syaoran ingin memastikan bahwa gadis di seberang sana benar benar tidak kecewa padanya.
"Boleh" balas Sakura.
"piip..." suara telepon tersambung.
"Hallo Li, kau baru saja pulang ya?"
Sakura akhirnya bicara langsung pada Syaoran tanpa mengetik chat lagi.
"Hallo, maaf ya tadi aku tergesa gesa pulang, padahal aku masih ingin mengobrol lebih lama denganmu..."
Seketika pipi Sakura sedikit memerah.
"Benarkah itu.. adakah yang ingin kau tanyakan padaku?"
tanya Sakura penuh semangat.
"Aku hanya ingin bertanya bolehkah besuk aku mengantarmu pulang lagi?"
Syaoran berusaha keras untuk bisa mendekati dan mengenal Sakura.
"Besuk sepulang sekolah sepertinya aku langsung berbelanja, jika kau mau kau boleh ikut".
"Apa berbelanja?"
"Baiklah.. Kira kira pukul 15.10 aku akan sampai di depan gerbang sekolahmu ya" jawab Syaoran.
"Sampai jumpa besuk".Tutup Sakura.
Telepon itu berakhir.
........
"Tok tok.."suara pintu diketuk dari luar.
"Syaoran, ibu menelepon..."Teriak Fuutie dari depan pintu kamar Syaoran.
"Masuk lah kak" kata Syaoran.
Lalu ponsel Fuutie di terima oleh Syaoran.
"Hallo ibu, iya hari ini aku ikut kak Fuutie menemui Klien nya" kata Syaoran dalam telepon dengan sang ibu.
"Kau harus terbiasa dengan itu, karena suatu saat kau sendirilah yang akan melakukan tugas tugas Kak Fuutie, kau mengerti?".Nasehat sang Ibu Zelan Li.
"Baik ibu, aku mengerti" jawab Syaoran patuh pada ibunya.
"Jangan terlambat makan, ku dengar kau sering tak menghabiskan makan siangmu di Sekolah, ada apa? Apakah menu nya tidak enak? Jika benar ibu akan menyuruh Wey-san untuk membawakan bekal untukmu" saran Zelan untuk sang anak.
"Ah.. Tidak usah bu"(sambil melirik Fuutie).
Fuutie hanya tersenyum polos seperti tidak punya dosa.
"Ibu bicara apa?"tanya Fuutie penasaran.
Dan tak dijawab oleh Syaoran, kemudian dia melanjutkan obrolan nya dengan sang ibu,
"Ibu tenang saja, akhir akhir ini aku memang kurang nafsu makan, padahal makanan nya enak kok, di rumah masakan Wey enak, di kantin sekolah juga lezat"Jawab Syaoran berusaha menghilangkan kekhawatiran sang ibu.
"Baiklah kalau begitu, aku sudah menyuruh Wey san untuk memulai lagi latihan bela diri denganmu, tiap hari minggu saja saat kau sedang libur, agar tubuhmu lebih bugar dan tetap fokus" Suruh Yelan.
"Baik ibu? "Syaoran mematuhi perintah sang ibu.
"Beladiri.. yuhuu adikku bakalan jadi ninja hahaha..." Fuutie menguping pembicaraan ibunya dan sang adik.
Syaoran hanya menunjukkan expresi lelahnya.
"Yasudah sekarang kau harus istirahat , jangan lupa makan Sayur dan buah buahan yang cukup ya, kalau kau merasa tubuhmu kurang Fit konsumsilah Vitamin". Pesan pesan Yelan pada sang anak bungsu kesayangannya.
Tiba tiba terdengar suara lain dari sebelah ibu Yelan,
"Syaoraaan.... Kau tidak rindu kakak!" nyalakan tombol video call dong" Tiba tiba Fei mei li kakak keempat Syaoran memotong pembicaraan Ibu nya dengan adik laki lakinya itu.
"tuut... "Tersambung Video call.
"Hallo Syaoran.. Hallo Serigala kecil... hallo hallo..."Ketiga kakak Syaoran yang lain ikut muncul di layar video call.
Seketika suasana yang tadinya hangat antara Syaoran dengan sang ibu Zelan langsung berubah riyuh, Ketiga Saudara perempuan Syaoran memang gadis gadis yang super ceriwis dan terlalu sayang dengan adik bungsunya itu.
"Syaoran, gimana sekolah kamu di Jepang seru gak?" tanya Fan ren li kakak ketiga Syaoran.
"Berjalan baik kak" jawab Syaoran.
"Terus terus gimana temen temennya ? bukankah kamu masuk kelas Idol D1, mengagumkan pasti banyak artis artis Jepang ya" tanya Shiefa li
"Biasa saja kak Shiefa".
Syaoran lelah ditanya tanya terus oleh ketiga kakaknya.
"Sudah sudah kalian ini selalu saja ingin tahu semua hal tentang Syaoran, lebih baik biar kan dia istirahat, besuk dia harus kembali bersekolah" Kata sang ibu mengakhiri video call mereka.
"Bye bu, bye semua...."tutup Fuutie.
Tiba tiba,
"Siapa gadis itu?"
Fuutie tiba tiba menanyakan kalimat yang membuat Syaoran terhentak kaget. Dia menoleh tajam ke arah kakak nya Fuutie.
Fuutie menatap kembali Syaoran dengan tatapan tajam.
Kedua nya saling menunjukan gesture wajah serius,
"Akiho atau Tomoyo?"
tanya Fuutie
"Maksud kakak?"
Syaoran mengernyitkan alisnya dan masih bertanya tanya namun sedikit melepas ketegangan karena ternyata bukan tentang Sakura.
"Siapa diantara kedua nya yang paling cocok denganmu ? Sebagai teman atau bahkan lebih?" tanya Fuutie penuh keseriusan.
"Memangnya untuk apa kakak bertanya tentang hal seperti itu, aku tidak mempunyai perasaan terhadap siapapun, bahkan tidak keduanya, mereka kan temanku".
Pernyataan Syaoran menegaskan pada Fuutie bahwa dirinya tidak mudah menyukai seseorang. Apakah terkecuali Sakura?
"Kau memang tampan, tapi sudah kakak bilang wajahmu ini mubazir, kalau pemuda lain sepertimu pasti sudah memanfaatkan wajah dan kedudukanmu itu"
Fuutie bangga kepada adiknya, dia semakin memahami bahwa perkataan ibunya memang benar sang adik adalah sosok yang kuat dan tegas, dia berharap semoga kelak di masa depan dia benar benar bisa melanjutkan Gurita bisnis Li's Acompany dengan baik.
"Kurasa pertanyaan itu lebih cocok untuk kak Fuutie"
Perkataan Syaoran seketika menjebak Fuutie dengan pertanyaanya sendiri. Fuutie tidak menyangka pernyataan seorang Serigala kecil itu mampu meluluhkan hatinya yang setegar batu karang.
Mungkin Syaoran sedikit kurang sopan, tapi memang pada kenyataannya Fuutie tidak pernah serius dalam berhubungan, dia hanya mendekati Pria hanya untuk tujuan tertentu saja seperti menjalin hubungan kerjasama dengan klien, atau mendapatkan investasi demi mendapat modal mengembangkan perusahaannya, setelahnya dia akan meninggalkan pria pria itu.
"..."
Fuutie terdiam seribu bahasa, dia tidak percaya kata kata itu keluar dari mulut Syaoran. Selama ini dia telah memendam kesedihan di balik segala senyuman dan candaannya.
Syaoran merasa tidak yakin,
"Maaf"
Kemudian dia memegang kedua tangan Fuutie kakaknya,
"Maafkan aku kak.. Aku berjanji tidak akan pernah mengatakan hal bodoh itu lagi pada kakak".
Syaoran mengeratkan pegangan tangannya pada sang kakak, seolah membujuk Fuutie melihat ke arahnya dan memaafkan perkataannya..
"Terimakasih Syaoran... Kau memang adik yang pengertian..."
Bersambung,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Amalia²
aku sangat kagum terhadap keluarganya syaoran. bener² keluarga yg hangat, biarpun sudah memiliki segala hal yg dia punya, bahkan gk pernah memandang rendah seseorang
2025-02-19
1
🟢 ⍣⃝ꉣꉣariista🔰π¹¹™ᴳᴿ🐅ᴹᴿˢ᭄
Si serigala kecil, pangeran tampan dan imut sedang vc an dgn keluarganya ibu dan kakak² cewek, keluarga yang hangat syaoran dan kakak²
2024-08-06
3
⍣⃝ꉣꉣ𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf𖤍ᴹᴿˢ᭄Nitaᴳ𝐑᭄
awasssss kk fuutie nguping... ketahuan tar... /Smug/
2024-07-29
2