Pov Sakura
Gara-gara onichan kerja paruh waktu lagi dan tidak bilang terlebih dahulu, aku jadi belanja nya kemalaman deh, "hiks".
"Buggh .. bugh, kau masih mau melawan kami bocah!!" suara 2 orang berandalan mengeroyok seseorang di gang yang tadi kulewati.
Apa itu? Itu tidak benar, aku harus melapor Polisi!
Parkir disini dulu saja sepeda nya,
Nah itu dia Pos nya,
"Pak! Pak! Di dalam gang itu sedang ada pengeroyokan pak! " kataku.
"Baik akan saya tangani" pak polisi menjawab.
Seketika aku berlari bersama kedua orang polisi patroli malam itu ke arah dalam gang tersebut.
Aku terbelalak ketika melihat yang dikeroyok adalah seorang pemuda. sepertinya aku pernah melihatnya, tapi dimana....
Kami-sama (神様 )... dia keliatan buruk... apakah dia tidak terluka.
Aku mendekatinya dan mengulurkan tanganku untuk membantu dia berdiri.
Aku menatap wajah orang itu, dan tubuhnya ternyata tinggi sekali, mungkin hampir setinggi kak Touya sepertinya.
Wajah itu lusuh karena berkelahi dengan berandal tadi, aku mengamati dengan teliti jika ada yang terluka, mungkinkah di bagian pelipisnya , alisnya, matanya, pipinya, dagunya atau mungkin bibirnya...ternyata semua baik baik saja hanya memar di bagian pelipis dan tidak ada yang terluka, tetapi hey!! kenapa aku harus melihat ke arah sana //////
Syukurlah....aku lega orang yang aku khawatirkan kenapa kenapa ternyata baik baik saja.
pov Sakura end
...........
"Okaerinasai!" jawab Penghuni di dalam rumah.
"Sakura-chan Kau sudah pulang?" Sambut seorang lelaki paruh baya dengan gaya rambut belah pinggirnya yang sedikit tinggi dan elegan, beserta menyusul seorang wanita yang lebih muda darinya dengan wajah cantik dan rambut ikal panjang nya.
"Otou san... Oka san... Tolong bantu aku!"Sakura memohon pada kedua orang tuanya untuk segera datang menghampiri nya.
...Fujitaka Kinomoto(Ayah sakura, beliau dulu bekerja di sebuah perusahaan swasta hingga memutuskan untuk membuka usaha sendiri membuka kedai Ramen)....
...Nadeshiko kinomoto (Ibu Sakura, Beliau membantu usaha suami nya, dan merupakan seorang ibu yang sangat cantik, ramah dan lembut)....
"Nani?" Kedua nya tiba tiba menghampiri dan setengah kaget...karena...
"Astaga.. kau membawa siapa Sakura chan?" tanya Sang Ibu.
""Watashi no namae wa 'Li Syaoran' desu"kata Pemuda di samping Sakura.
""Ano..." Sakura terkaget (karena dari awal sampai lupa cowok ini belum memperkenalkan diri kepada nya dari awal bertemu saat kejadian penodongan tadi).
"Selamat datang di rumah kami, silahkan masuk". Kedua orang tua Sakura yang amat ramah itu pun mempersilahkan Syaoran masuk.
Terhuyung-huyung.... Syaoran hampir hilang keseimbangan, sampai sampai badan nya hampir jatuh ke arah Sakura yang ada di sebelahnya.
"Opss... Pelan pelan saja" Sakura memapah Syaoran yang berjalan masih agak lemah.
Seketika Ayah dan Ibu Sakura kaget luar biasa Selain tiba tiba Syaoran hampir jatuh ke arah Sakura, Mereka bertanya tanya kenapa pemuda ini berpenampilan kotor dan bisa tiba tiba datang kerumah mereka dan diajak oleh putri mereka pulang?.
"Sakura apa yang terjadi pada pemuda ini? Dan siapa dia?"Tanya Ayah Sakura tegas dan sambil memeriksa khawatir apa yang terjadi pada keduanya.
"Aku melonongnya ayah.. Tadi dia dikeroyok Preman dan hampir ditodong di gang"Jawab Sakura menjelaskan kejadian sebenarnya.
"Baiklah.. Baiklah.. Cepat bawa dia masuk.. Kasian dia lemas sekali sepertinya" Sahut sang Ibu..
Kemudian Sakura masih memapahnya sampai ke ruang tamu keluarga hangat itu.
"Arigatou" Syaoran berterimakasih.
"Aku akan membuatkan Teh untuk nya" Ibu Sakura berkata.
"Terimakasih ibu.." Sakura berterima kasih pada sang ibu sambil tersenyum.
"Aku akan mengambil kan P3k untuk mu, tunggu di sini ya" suruh Sakura pada Syaoran.
"Kau tinggal dimana nak? Malam malam begini tadinya kau hendak pergi kemana?" tanya Ayah sakura mengintrogasi pemuda itu.
"Saya tidak sengaja diserang kedua preman itu ketika saya hendak pergi ke Toserba". Jelas Syaoran.
"Baiklah.. Lain kali kau harus hati-hati ya.. Kau sepertinya belum mengenal area ini?"tanya Ayah Sakura lagi.
"Baik pak...Saya.. "Syaoran gugup ingin menjawab,
Sampai Sang ibu datang membawakan teh untuk si pemuda ini.
"Silahkan diminum nak" Ibu sakura mempersilahkan.
"Te... terimaksih" Syaoran gugup pada kedua orang tua Sakura.
"Kami ijin ke belakang sebentar ya..." sang ibu meminta diri sambil melirik sang suami di sebelahnya.
"PSsstt... Sayang... "(mengkode Suaminya untuk pergi ke ruangan lain.
Mereka berdua pun pergi ke ruangan lain meninggalkan tamu yang lemah itu.
Apa yang mereka bicarakan?
"Sayang... Dia itu siapa?" tanya sang istri.
"Aku juga tidak tau, tapi dari ceritanya dia sepertinya orang baru disini" jawab Sang Ayah.
"Tapi kenapa Sakura harus membawa nya pulang kerumah, kalau Touya tau dia pasti akan sangat marah!" Ibu nya bertanya tanya.
"Sudahlah tidak baik memikirkan yang macam macam, kita harus menolong orang yang kesulitan, sepertinya pemuda itu adalah orang yang baik dan sopan, jadi tidak mungkin dia bermaksud buruk kepada putri kita" Ayah sakura menjelaskan.
"Baiklah kalau ayah merasa tidak keberatan... Tapi.. Ini pertama kali nya Sakura mengajak lawan jenis mampir kerumah, dan kenapa tiba tiba begini? Malam malam lagi ? Dan jika diliat liat anak muda itu lumayan ganteng sih ...hihi" kata Ibu Sakura sambil bercanda dengan suaminya.
.....
Sakura datang membawa peralatan P3k nya dan menghampiri Syaoran di ruang tamu.
"Aduh.." Suara syaoran menahan perih sedikit.
"Sepertinya tadi tidak ada luka, ternyata tetap ada sedikit ya, tapi tidak apa apa tenang saja aku akan memberi nya antiseptik agar lukanya cepat kering" kata Sakura.
Syaoran hanya diam dan menatap setiap gerakan Sakura.. Meski memerah namun dia menikmati momen itu...
"Done" Kata Sakura selesai menutup luka di pelipis Syaoran dengan plester..
Lalu,
"Ganti lah pakaianmu dengan ini nak" tiba tiba Ayah menghampiri mereka lagi.
"Terima kasih banyak, tetapi saya sudah diperlakukan sangat baik disini, saya rasa saya ingin pulang sekarang" Syaoran ijin untuk pulang.
"O begitu, memangnya kau sudah lebih baik?" tanya Ayah Sakura pada Syaoran.
"Iya" Jawab Syaoran menyakinkan.
"Lain kali ber hati-hati lah ketika berjalan di gang gang sepi pada malam hari nak, disini mungkin berbeda dengan tempat asalmu?" pesan Ibu sakura kepada pemuda itu
"Baiklah.." jawab Syaoran.
Akhirnya mereka bertiga mengantarkan Syaoran sampai ke depan pintu, dan ketika Syaoran memakai sepatunya sang ayah agak kaget dan baru memperhatikan penampilan pemuda ini..
"Arloji itu asli ?..." tanya Ayah sakura.
"Oh ini pemberian ibuku sewaktu aku berulang tahun" Jawab Syaoran.
Meneliti di setiap gerak gerik anak muda yang masih membuat mereka curiga dan heran itu.
Sakura mengantar Syaoran sampai keluar pintu Ruko nya..
"Terima kasih banyak sudah menolongku dan mempersilahkan aku untuk mampir ke Rumahmu" Syaoran sangat berterima kasih pada Sakura
"Sama sama Li" jawab sakura dengan tersenyum manis.
Tapi masih ada perasaan khawatir didalam nya...
"Apakah Ayahku perlu mengantarmu pulang sampai ke Asrama?" tanya Sakura sekali lagi.
"Tidak.. Tidak usah aku akan naik taxi saja".
"Apa taxi?... Disini kan mahal naik taxi" tanya Sakura keheranan, seorang penghuni asrama sekolah sepertinya suka mengirit irit pengeluaran, tapi ini...
"Baiklah.. berhati hatilah.. Aku akan menemanimu mencegat taxi di depan" kata Sakura.
"Tidak usah, aku bisa sendiri, lagipula ini sudah jam 10.30 kau seharusnya segera istirahat, bukan kah besuk pembelajaran pertama kita".tegas Syaoran.
"Baiklah... hati hati dijalan" Sakura berpesan.
"Tunggu... bolehkah aku meminta nomer HP mu?" pinta Syaoran.
"Tentu saja boleh.." jawab Sakura sambil membacakan nomer Hp nya kepada Syaoran.
"Aku akan menelepon mu jika sudah sampai asrama" kata Syaoran.
"Baiklah" kata Sakura.
.....
"Taxi..!!" Syaoran menghentikan taxi.
"Kemana?" Tanya pengemudi taxi.
"Distrik 2 / Blok 28 / Rumah nomor 8" Jawab Syaoran singkat
Blok 28? Perumahan elite? Dan bukan ke Asrama sekolah.. Ya tentu saja karena memang sang tuan muda tidak mungkin tinggal di asrama? tidak akan pernah..
.....
Akhirnya dia pulang dengan perasaan lega..
Bersambung,
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Amalia²
wajar sih kalau bapaknya sakura bertanya kayak gitu, karena menurutnya terlalu aneh. masa iya orang biasa bisa memakai atau membeli arloji semahal itu. tapi syaoran sangat beruntung dan apes ya🤣 di satu sisi dah berhasil bertemu dengan kedua ortu sakura, tapi di sisi lain dia juga terkena apes. karena belum lama menginjak kaki di tempat tersebut, sudah ada preman yg ingin membegalnya. terlebih posisinya pas ketemu sama ortu sakura, dengan penampilan yg sakura berantakan
2025-01-22
1
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀ❤️⃟Wᵃf●⑅⃝ᷟ◌ͩ❀∂я
orang tua sakura sangat baik dan ya wajarlah kaget malam" anaknya membawa laki" ke rumahnya
2025-01-23
1
ᴳᴿ🐅ᵘᵐ𝐀⃝🥀🤎💛ᵍᵖ✍️⃞⃟𝑹𝑨●⑅⃝ᷟ◌
Kalo tidak biasa berbohong mudah diketahui ya kalo berbohong, Tuan muda yang menyamar jadi orang biasa ya Shaoran
2025-01-19
0