.....
Kini Sepasang remaja itu berjalan kaki bersama melewati gang gang menuju rumah Sakura.
"Maaf ya tadi aku terlambat datang"
Syaoran memulai obrolan manis nya dengan gadis berambut coklat pendek dan poni ber antena itu.
"Iya tidak apa apa Li, karena aku juga baru saja keluar dari Gerbang"
Sakura mendorong sepeda nya sambil berjalan beriringan dengan langkah kaki pemuda di samping nya.
"Bukankah seharusnya kelas selesai tepat jam 15.00 ya?".tanya Syaoran.
"Iya, tapi tadi ada tugas yang belum aku selesaikan .."
Sakura terdiam dan menghentikan langkahnya, dia merasa sedih akan sesuatu.
Spontan Syaoran merasakan getir yang sedang dirasakan gadis itu.
"Ma-maaf jika aku menyinggung perasaanmu, maksudku bukan seperti itu,, jangan kau masukan ke hati ya"
Syaoran tiba tiba merasa tidak enak pada Sakura karena tiba tiba wajahnya murung.
Namun kemudian Sakura menoleh padanya dengan tersenyum,
"Tidak apa apa kok tenang saja, aku hanya kecewa pada diriku sendiri kenapa aku sulit sekali mempelajari matematika dan english, padahal aku sudah masuk SMA"
"Karena itu ?"
Tanya Syaoran dengan santainya
"Iya"
"Aku akan mengajarimu"
Senyuman percaya diri dan sedikit sombong terlihat dari Gesture Syaoran, dia memang murid yang jenius di SD dan SMP, tidak heran dia sangat yakin akan mampu mengajari Sakura gadis incarannya ini.
"Ini Kesempatan emas" katanya dalam hati.
"Benarkah Li ?"
Sakura memasang wajah antusiasnya, dia amat berharap bahwa yang dia dengar ini benar, maka dari itu dia mengulurkan jari kelingking nya pada Syaoran
"Janji"
"Janji"
Kedua nya saling mengaitkan jari kelingking masing masing, degup jantung Syaoran semakin tak menentu.
"Arogatou" Sakura mengucapkan terimakasih.
....
"Ngomong ngomong kau cocok sekali memakai seragam itu Li"
Sakura melihat ke arah Syaoran dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Emm.. Kau juga sangat manis memakai seragammu itu" balas Syaoran memuji.
Kedua nya sama sama memerah, Namun mereka segera melanjutkan perjalanannya dan sampai lah diujung gang dan sampai di depan Ruko milik orang tua Sakura.
Dan yang berbeda adalah terdapat sebuah kedai Mie Ramen di depan ruko itu,
Kedai Mie ramen ini memang portable, bisa dengan mudah di bongkar dan dipindahkan, tujuannya agar Ayah Sakura Fujitaka bisa dengan mudah berpindah tempat jika sewaktu waktu ada bazar atau food festival. Pantas saja Syaoran kemarin tidak melihat nya karena sudah di bongkar kembali.
"Ini Kedai Mie ramen milik siapa?" tanya Syaoran.
"Inilah Kedai Mie ramen keluargaku, Ayahku yang mengelolanya sendiri" Sakura menjelaskan.
"Sugoooi.. itu artinya Ayahmu seorang Chef ya?"
Syaoran penasaran apalagi dia juga sedang mempepajari tentang bisnis, sudah pasti dia sangat ingin tau tentang salah satu jenis bisnis makro ini.
"Ahaha tidak juga Li, tapi resep resep masakan ayahku sungguh luar biasa, ramen ini pun semua yang mengolah ayahku sendiri, sedang ibuku hanya membantunya, Kau mau mencobanya?" kata Sakura.
".... Boleh..."
Syaoran merasa tenang karena sudah tidak melihat kesedihan di raut wajah Sakura.
........
Tiba tiba seseorang didalam kedai memanggil
"Sakura-chan kamu sudah pulang ?kenapa hanya diam di situ cepat masuklah, dan eh.... Kamu?"
Ibu Sakura Terkaget ketika melihat putrinya pulang diantarkan seorang pemuda yang baik hati dan tampan itu.
"Haii" Syaoran memberi hormat pada ibu Sakura.
Dan si ibu membalas nya,
"Kau mampir kesini lagi Li?"
"Iya bu, boleh kan Li main kesini lagi?"
Tanya Sakura pada ibu nya dan sekaligus berharap diberikan izin.
"Tentu saja boleh Sakura"
Nadeshiko tersenyum hangat dan manis mempersilahkan Sakura mengajak teman baru nya ini berkunjung kembali, asalkan Sakura juga senang berteman dengan pemuda itu.
"Ibu tau tidak Li ini siswa yang berbakat loh, Dia bilang lain kali dia akan mengajariku Matematika dan juga English, pelajaran yang sulit sekali bagiku... "
Tiba tiba Sakura memberitahukan pada ibunya tentang hal itu.
"Benarkah itu Li?" tanya Nadeshiko meyakinkan
"Ti ... ti... tidak juga kok bu.. "jawab Syaoran malu malu.
"Kau ini anak yang baik dan suka merendah ya, pasti kau termasuk murid unggulan di sekolahmu" kata Nadeshiko menerka nerka.
Syaoran hanya tertunduk malu menutupi wajahnya yang sedikit tersipu.
"Baiklah suruh dia masuk dulu, ibu mau membantu ayahmu dulu ya Sakura".
"Haii..." jawab Sakura.
Sesaat ketika sampai didepan pintu rumah Sakura,
"Kriiiett..." suara pintu dibuka dari dalam.
"Kak Touya!!!"
Sakura terkaget bukan main karena tiba tiba ada kakaknya di rumah.
"Sejak kapan kau belajar tidak sopan ketika masuk ke rumah ucapkan lah salam, Kaiju!".
Kata Touya sambil menyilangkan kedua belah tangannya dan melempar padangan ke kedua remaja di depan nya itu.
"Maafkan aku Oni-chan , aku kan tidak tahu kalau kau sedang berada di rumah, dan lagi aku punya nama dan namaku bukan Kaiju(monster)!!"
Jawab Sakura kesal pada Kakaknya yang selalu menjahili nya itu.
"Memang kau seorang monster, mana mengerti sopan santun"
Goda Touya pada sang adik yang kawai itu.
"kakaaakk..." protes Sakura.
Touya tidak mempedulikan rengekan Sang adik dan malah melirik seorang pemuda di belakang Sakura.
Matanya mengarah ke Syaoran, dan kembali melihat Sakura dengan penuh tanda tanya.
"Perkenalkan nama saya "Syaoran li".Syaoran memperkenalkan diri.
"Haii, Aku Touya kakak Sakura". Touya membalas perkenalan diri Syaoran.
Di ruang tamu Keluarga Sakura,
"Silahkan duduk dulu Li, aku akan membuatkan minum untukmu".
"T-terima kasih".
Syaoran menjawab Sakura dengan sedikit gemetaran , dia bergidik ngeri karena ada sepasang mata dengan sorot tajam mengancam mengamatinya dari tadi.
Touya menatap Syaoran dengan lekat, membuat Syaoran pun ketakutan penyamarannya akan ketahuan bahwa dia adalah pemuda yang ditemui nya di Festival Nyuugakushiki.
"Li Syaoran.. Kau bermarga Li? , itu bukan marga orang Jepang" tanya Touya mengagetkan.
"Y-ya.. Saya dari Hongkong kak" jawab Syaoran gugup.
"Marga Li dari Hongkong, sepertinya tidak asing" kata Touya mengorek ngorek.
Syaoran mengucapkan segala doa yang dia tau, dia berharap kali ini Tuhan akan melindungi nya lagi.
"Seragam mu berbeda dengan Sakura, kenapa kau bisa kenal adikku?".tanya Touya lagi.
"Saya.. Tidak sengaja bertemu..." Jawab Syaoran gugup dan berusaha menjelaskan.
Tiba tiba, Nadhesiko masuk dan berkata,
"Touya sudahlah, bukannya ibu sudah memberitahumu tentang teman baru Sakura ini kemarin kenapa kau masih bertanya tanya lagi pada Li"
Touya masih menatap Syaoran seolah olah dia sedang menginterogasi seorang tersangka.
Namun ibu Sakura adalah seorang ibu yang peka dan lembut, dia tidak ingin ada perselisihan yang tidak perlu.
"Kasian dia baru saja pulang dan mengantar adikmu ke rumah, bukankah lebih baik jika adikmu ada yang menemani pulang sampai rumah dengan selamat" kata Nadeshiko.
"Hmmm..." Touya melunak.
Sambil menggandeng lengan Touya sang ibu mencoba mencairkan suasana...
"Maafkan Touya ya Li, dia memang seorang kakak yang sangat Protektif pada adiknya, Dia seorang sister Complex" kata ibu Touya sambil mengusap kepalanya.
Syaoran hanya mengangguk, dia berfikir bahwa hangat sekali keluarga ini..
Teringat dia dengan kehangatan yang sama dalam keluarga nya di Hongkong, Walau agak sedikit berbeda, Sang Ibu Li zelan memang memliki kepribadian yang berbanding lurus dengan ibu Sakura 'Nadeshiko', jika Nadeshiko adalah seorang ibu yang Lembut dan ramah, Li zelan seorang ibu yang lebih sedikit dingin dan keras dalam mendidik kelima anaknya, Tidak memungkiri itu dikarenakan setelah kepergian ayah Syaoran untuk selama lamanya karena terserang penyakit jantung di usia nya yang masih muda, beliau meninggalkan sang Istri Zelan dan ke lima anak mereka dengan tanggung jawab yang berat yang harus dipikul Zelan seorang diri.
"Silahkan Li kun" sebuah jus Orange dan Cake sudah di sajikan Sakura di ruang Tamu.
"Terima kasih, maaf merepotkanmu Sakura" jawab Li merasa tidak enak.
Sakura malah tersenyum dan mengajak Li menikmati sajian nya itu.
Tak lama,
"Drrrtt... Drrrt" Suara ponsel Syaoran berbunyi.
Itu panggilan dari Fuutie...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 165 Episodes
Comments
Amalia²
eh buset, kakanya sakura galaknya minta ampun.sampai² membuat syaoran jadi takut, takut kalau identitasnya di kenali sebagai pangeran kecil dari keluarga li. tapi jadi penasaran juga sih, kira² kalau di syaoran ketahuan anak dari keluarga li. kira² apa yg akan di lakukan sama kakanya sakura yaa🤔
2025-01-29
2
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀ❤️⃟Wᵃf●⑅⃝ᷟ◌ͩ❀∂я
🤔kalau ketahuan gimna ya apa yang akan dilakukan sama kakaknya sakura makin penasaran saja
2025-01-23
2
🟢 ⍣⃝ꉣꉣariista🔰π¹¹™ᴳᴿ🐅ᴹᴿˢ᭄
Gemesin banget berdua ini berjalan berdua ke rumah sakura sweet banget yaa..
2024-07-31
3