Rayna tentu tau itu pesan dari siapa, diri nya sangat yakin jika nomor asing itu adalah nomor orang yang menculik nya kemarin
Sedang kan Kesya sahabat Rayna yang melihat Rayna kaget tentu saja bertanya-tanya
"Rayna ada apa?, apa terjadi sesuatu" tanya Kesya sedikit tahu bahwa saat ini sahabat nya sedikit terkejut saat melihat ponsel milik nya
Sedang kan Rayna sendiri yang mendengar pertanyaan sahabat nya berusaha menetral kan wajah nya agar sahabat nya itu tidak curiga
"Tidak aku baik-baik saja, sebentar ya aku mau mengangkat telepon dulu" ucap Rayna sedang kan Kesya yang mendengar itu hanya menganggu kan kepala
Rayna langsung saja menjauh dari sahabat nya itu
Ia hanya takut jika sahabat nya itu akan mendengar pembicaraan nya nanti
Saat berada di tempat yang lumayan sepi Rayna langsung saja menghubungi nomor ponsel orang yang menelpon nya tadi, ia bahkan tidak tau nama pria
Diri nya sudah berharap-harap cemas ia hanya tidak mau jika di paksa dan di culik seperti kemarin
Panggilan pun tersambung tapi idak juga diangkat, hingga panggilan kedua barulah diangkat yang mana itu membuat Rayna bernafas lega
"Ha-halo tuan ada apa" tanya Rayna terbata-bata
"Kenapa" ucap suara orang di sebrang sana
Rayna sendiri langsung saja bingung seolah-olah diri nya lah yang membutuh kan sesuatu padahal tadi orang di seberang sana lah yang menghubungi nya dan mengancam diri nya, jika berani ingin sekali ia memarahi pria menyeram kan itu
"Bukan nya tuan tadi menelpon saya" ucap nya sangat pelan
"Kita akan bertemu nanti di cafe xx lokasi nya nanti akan saya kirim kan, jangan mencoba-coba untuk kabur karena itu tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah terjadi" ucap suara itu dan panggilan pun di mati kan sepihak bahkan sebelum Rayna mengeluar kan suara dan menolak nya
Rayna yang mendengar itu pun langsung menghela nafas nya lemas padahal diri nya sudah berharap-harap tidak berurusan dengan orang yang menurut nya sangat menakut kan itu
Namun ternyata Dewi Fortuna tidak berpihak kepada nya bahkan ia sempat bingung lantaran pria yang menculi knya itu tiba-tiba sudah mempunyai nomor milik nya
Di pertemuan nanti ia harus bertanya dan melurus kan apa yang seharus nya tidak terjadi
Bastian tersenyum sangat puas saat panggilan berakhir ia sudah tidak sabar bertemu dengan sugar baby-nya itu namun sial nya kesenangan nya terganggu saat ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar
Sesegera mungkin diri nya membalikan ekspresi wajah nya seperti biasa nya
"Masuk" ucap Bastian dari dalam
Dan Sekertaris yang perpakaian seksi pun masuk mengantar kan berkas
"Ini mr saya mau mengantar kan berkas yang membutuh kan tandatangan anda" ucap nya sedikit di lembut lebut kan bahkan belahan dada nya sengaja di perlihat kan namun Bastian fokus pada pekerjaan nya dan langsung mengusir wanita tersebut
Wanita itu pun langsung keluar, diri nya tidak cukup berani untuk berada di dalam ruangan tersebut
Setelah mengangkat panggilan tersebut barulah Rayna kembali ke sahabat nya
"Maaf kan aku karena membuat kamu menunggu lama sya" ucap Rayna kepada sahabat nya Kesya
"Nggak apa-apa kok na lagian gw nunggu nya sambil makan, jadi santai aja" ucap Kesya yang melihat sahabat nya merasa bersalah
"Yk aku sudah selesai makan mungkin sebentar lagi akan masuk apalagi sekarang dosen killer itu yang akan mengajar" ucap Kesya kepada sahabat nya itu
Rayna yang mendengar pun menganggu kan kepala nya setuju
Singkat cerita saat ini sudah pukul 01.00 dini hari
Dan ternyata sopir yang mengantar kan tadi sudah stand by menunggu diri nya
Lantas Rayna langsung saja menuju mobil tersebut dan masuk ke dalam mobil
"Pak kita nggak langsung pulang tolong anterin saya ke kafe xx" ucap Rayna kepada sopir tersebut
Sedang pak sopir itu pun langsung mengangguk kan kepala nya paham dan mengantar sang nona muda ke tempat yang ingin dituju nya
Tidak membutuh kan waktu yang cukup lama hanya sekitar 25 menit, mobil pun berhenti di depan cafe yang Bastian kirim ke ponsel Raynna tentu nya
Sebelum turun Rayna berbicara terlebih dahulu kepada sang supir
"Bapak nggak usah nunggu nanti kalau saya mau pulang saya akan kabarin bapak soal nya saya nggak tahu kapan pulang nya takut nya lama" ucap Rayna kepada pria paruh baya yang menjadi sopir nya
Sedang kan sang supir mengangguk kan kepala pertanda mengerti
Alasan Rayna mengapa supir yang mengantar nya ia suruh pulang lantaran diri nya takut ketahuan oleh sang supir bahwa ia sedang menemui pria dewasa di dalam Cafe tersebut dan akan melapor kepada sang papa
Ia sangat mengetahui baga mana orang tua nya begitu menjaga nya, buka tanpa alasan hanya saja diri nya takut apa yang sang papa lihat tidak seperti yang Rayna ingin kan
Diri nya juga sudah mengabari sang mama bahwa akan belajar terlebih dahulu di cafe agar sang mama tidak mencemas kan dirin nya seperti kemarin
Meski Itu semua hanya bohong, ia Rayna bohong tentang diri nya yang berkata akan belajar padahal diri nya akan menemui Bastian di dalam Cafe tersebut
Kini diri nya pun sudah keluardari mobil dan mobil yang mengantar nya pun berjalan menjauh
Sevelum memasuki Cafe diri nya mengambil nafas sebanyak-banyak nya terlebih dahulu sebelum bertemu dengan orang yang tempo lalu menculik nya
"Saat ia memasuki Cafe terlihat lah seorang mendekat ke arah nya
"Permisi apa benar ini atas nama nona Rayna Atmaja" tanya seorang tersebut
"Iya saya sendiri memang nya ada apa ya" ucap Rayna bertanya balik
"Saya pegawai di caffe ini , dan saya adalah orang yang akan mengantar anda ke ruangan tuan Bastian" ucap pelayan caffe tersebut
Rayna sempat berpikir siapa itu Bastian dan akhir nya diri nya yakin bahwa orang yang akan menemui nya itu adalah Bastian nama nya lantaran memang diri nya tidak tahu nama pria itu dari kemarin
Rayna pun mengikuti langkah seorang wanita ke suatu tempat ruangan tertutup diri nya sedikit takut takut di bohongi
"Silakan masuk nona, kalau begitu saya permisi terlebih dahulu" ucap pelayan itu membungkuk setelah itu pergi
Rayma pun memasuki ruangan itu dengan takut-takut dan terlihat lah orang yang dikenal nya, orang yang sama orang yang pernah diri nya lihat kemarin dan saat ini sedang duduk
Diri nya tidak tahu sekarang mau berbuat apa mau manggil nya atau mendekat bahkan semua nya begitu menakut kan bagi nya
Ia hanya bisa berdiri tidak jauh dari pintu tempat diri nya masuk tadi
"Ngapain berdiri di situ duduk" ucap Bastian tiba tiba
Sedangkan Raina yang mendengar suara itu langsung kaget dan berjalan mendekat ke arah nya dan duduk di sofa yang lumayan jauh dari jarak pria tersebut
"Ada apa tuan menyuruh saya ke sini, dan bagai mana anda bisa tahu nomor ponsel saya" tanya Rayna terbata-bata
"Kamu tidak perlu tahu dan itu tidak penting apapun yang aku ingin kan itu bisa dengan mudah aku dapat kan termasuk nomor ponsel mu" ucap Bastian yang mana itu membuat Rayna ketakutan
"Baca dan tanda tangani" ucap Bastian menyerah kan sebuah kertas yang diri nya taruh de meja
"Apa itu tuan" tanya Rayna takut-takut lantaran mata tajam itu terus menatap diri nya dan itu membuat nya sangat takut
Bastian tidak menjawab yang mana itu membuat Rayna bertambah ketakutan ia langsung saja mengambil kertas itu dan
Diri nya membaca seksama isi di dalam nya, Rayna begitu terkejut tentang apa yang berada di dalam kertas itu
Apalagi saat membaca nya tangan nya seakan-akan tidak bisa memegang kertas itu
Kertas berisikan kontrak menjadi Sugar Baby dari seseorang yang tidak diri nya kenal
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 390 Episodes
Comments