Sedangkan di Mansion lain terlihatlah seorang gadis yang sedang mengadu kepada kedua orang tuanya setelah makan malam berakhir
"Pa ma masak tadi siang aku nungguin Rayner hampir 1 jam di cafe dia malah nggak jadi jemput aku dan malah nganterin pacarnya" ucap gadis itu yang tak lain adalah Reyna Atmaja
"Nggak papa dong sayang berarti adik kamu bertanggung jawab mau mengantar pacarnya, terus kenapa kamu marah kakak kan bisa naik taksi atau minta jemput pak sopir" ucap sang Mama kepada anak perempuannya itu
"Gimana Rayna nggak bete orang pertamanya dia sendiri yang menawarkan ingin menjemput Rayna kok tapi setelah Rayna nunggu 30 menit eh dengan seenaknya tuh orang menyebalkan malah bilang tidak bisa menjemput karena ingin mengantar pacarnya" omelnya sambil menatap sang adik dengan mata menyalang seakan-akan ingin membunuhnya saat ini juga
Sedangkan sang Papa hanya menggelengkan kepala itu sudah biasa dilakukan kedua kakak beradik yang selalu berantem
Sedangkan Mamanya itu langsung paham kenapa kakaknya kenapa bisa sebete ini
Wanita yang dipanggil mama itu pun langsung menatap anak laki-lakinya itu dengan mata teduhnya
"Apa benar begitu Raynrr" tanya sang mama kepada anak laki-lakinya
"Iya ma awalnya aku memang ingin mengantar kakak pulang dan menyuruhnya menunggu di cafe tapi tiba-tiba saja pacar Rayn tidak dijemput sopirnya padahal dia mau ada les dan akhirnya Rayner pun memutuskan untuk mengantarnya ke tempat les soalnya dia udah terlambat" ucap Rayner menjelaskan kepada sang mama
Awalnya tadi saat di rumah dirinya ingin meminta maaf kepada sang kakak namun kakaknya itu sepertinya sudah terlanjur kesal hingga mengabaikan dirinya begitu saja
Akhirnya sang Mama pun menghela nafasnya
"Kakak itu kan bukan keinginan adik kamu yang membatal kan menjemput kamu tapi kan karena pacar adik kamu lebih membutuhkan daripada Kakak" ucapnya kepada anak perempuannya itu
"Nggak tahu ah Rayna ngambek sama kalian, udah tahu Rayner salah tapi malah dibela terus" setelah itu beranjak pergi menuju kamarnya
Rayna awalnya mengadukan sang adik agar orang tuanya itu memberitahu sang adik agar tidak seenaknya jika benar-benar tidak mau menjemput nya tapi nyatanya kedua orang tuanya malah seolah membela Rayner membuat ia kesal
Sedangkan mama dan Papa nya hanya menghela nafas ini adalah pertama kalinya anak perempuannya itu marah
"Kalau kamu tidak benar-benar ingin menjemput kakak kamu kamu jangan berjanji kamu sudah sering seperti itu, dan sekarang kakak kamu benar-benar sedang marah kamu tau kan kakak kamu seperti apa" ucap sang Mama menasehati putranya itu
Sedangkan Rayner hanya menganggukkan kepala jujur dirinya benar-benar merasa bersalah kepada sang kakak yang sebenarnya umur mereka sama
Meski Rayna dan Rayner berantem dari kecil sampai besar namun mereka saling menyayangi begitupun dengan Rayner dirinya begitu menyayangi sang kakak dan benar-benar menjaganya, seolah olah diri nyalah yang seorang kakak
Bahkan Rayner yang melarang Rayna untuk berpacaran lantaran sifatnya yang kekanak-kanakan seolah-olah dirinya lah yang seharusnya menjadi kakak dan benar benar menjaganya lantara kakak nya itu begitu polos dan benar benar di manja oleh keluarganya
Untung saja kedua orang tuanya menyetujui dirinya saat tidak memperbolehkan sang kakak mempunyai pacar
"Ya udah Pa ma kalau begitu aku mau ke kamar kakak dulu" ucap Rayner kepada mama dan papanya
Kedua orang tuanya itu kan hanya menganggukkan kepala
"Dari kecil sampai sekarang mereka sering berantem, tapi untung mereka tetap saling menyayangi satu sama lain ya pa" ucap perempuan tersebut kepada suaminya
" Iya aku juga salut banget sama mereka, saling berantem tapi saling menyayangi dan sifat mereka juga seperti ketukar aku khawatir sama Rayna yang begitu polos sama kayak kamu dulu" ucap sang suami yang mana itu membuat sang istri langsung malu
"Kita harus benar-benar menjaga nya, aku nggak mau kalau sampai ada laki-laki yang berani mendekatinya dan berakhir menyakitinya" ucap sang suami
Sedangkan di sisi lain saat ini Rayner benar-benar mengetuk pintu sang kakak namun sang kakak rupanya benar-benar marah hingga ketukannya yang berulang kali pun dihiraukan oleh pemilik kamar itu
"Kak buka pintunya atau aku akan mendobraknya saat ini juga" ucap Rayner
Namun masih saja belum ada sahutan dari sang empu
Saat dirinya benar-benar akan mendobraknya tiba-tiba pintu langsung terbuka
"Apa sih berisik aku mau tidur" ucap Rayna dengan ketus nya bahkan Rayner bisa melihat bahwa sang kakak enggan menatap nya
"Maaf soal tadi siang aku benar-benar tidak tahu kalau akan berakhir seperti itu" ucap Rayner
"Terserah kamu lyagian aku sudah tidak mau tahu aku capek mau istirahat" jawab Rayna setelah itu langsung menutup pintunya kembali
Sedangkan Rayner menghela nafas dirinya tahu bahwa kakaknya itu benar-benar marah
Rayner pun langsung menuju kamar miliknya mungkin dirinya akan meminta maaf besok lagi dan membujuk kembarannya itu
Sedangkan saat ini di kamar Rayna langsung saja merebahkan tubuhnya sambil memeluk guling dengan erat lantaran dirinya masih model ngambek kepada mama papa dan juga adiknya
Saat ini matahari sudah mulai memunculkan sinarnya
Dan di Mansion lain laki-laki dewasa rupanya sudah melakukan aktivitas olahraganya padahal jam masih menunjukkan pukul 07.00 pagi
Bukankah terlalu pagi?, namun tidak bagi Bastian dirinya sudah melakukan olahraga sedari jam 06.00 tadi
Setelah dirasa sudah cukup ia langsung memasuki kamar untuk mandi dan menuju kantor, cukup pagi memang namun apa boleh buat dirinya harus benar-benar mengurus kepindahannya dari inggeris ke New York
Kini pria dewasa itu pun sudah memakai jas dengan setelan jas berwarna hitam dengan jam tangan yang melingkar di tangannya dengan sangat indah nya
Setelah dirasa semuanya sudah selesai dan rapi Bastian langsung keluar dari kamar nya
Berkendara menuju kantor miliknya
Bastian sendiri adalah pria yang bisa dibilang tidak membutuhkan sopir pribadi, lantaran ia lebih menyukai menyetir sendiri
Kadang asisten pribadinya yang ia sangat percayai yang akan menjadi supirnya
Namun tentu saja itu jarang dilakukan mengingat asistennya itu juga sibuk menjadi ekretaris pribadinya juga orang kepercayaan nya
Saat ini Bastian langsung memasuki kantor miliknya
Dengan mata tajam seperti seekor elang dan perawakan yang tinggi gagah juga wajah yang sangat tampan bak dewa Yunani
Para karyawan dibuat terpesona oleh tampang Bosnya itu
Mereka memang belum pernah melihat wajah asli dari pemilik perusahaan tempat ia bekerja dan sekarang mereka sudah mengetahuinya
Lantaran kemarin sudah ada pemberitahuan bahwa akan ada pemilik perusahaan yang akan datang mulai besok, dan karyawan pun bisa menebak bahwa pria dengan wajah yang dipahat dengan sempurna oleh sang pencipta itu adalah sang atasan
Apalagi dengan setelan jas mahal yang hanya ada beberapa di dunia juga jam yang entah berpa harga nya
Sedangkan Bastian sendiri melihat para karyawan menatap ke arah dirinya tidak peduli, lantaran dirinya sudah terbiasa di tatap sangat mendamba seperti itu di manapun dirinya berada
Asalkan mereka tidak nengusik ketenangannya ia tidak peduli sama sekali
Saat ini Bastian Tengah berkutat di meja kebesarannya,
Namun tiba-tiba mamanya menyuruh dirinya menjemput di sebuah Cafe
Iya Mama Bastian menelpon dirinya dan menyuruh menjemput di cafe saat ini juga bahkan mamanya itu tidak mau orang lain yang menjemputnya Bastian yang mendengar itu tentu saja mendengus kesal tidak suka namun Iya tetap melakukannya
Diri nya yakin mama nya itu sengaja seperti itu lantaran sejak kemarin saat diri nya menginjak kan kaki di New York diri nya tidak menemui sang mama sama sekali lantaran kesibukan nya
"Bagaimana mungkin mama menyuruhku menjemputnya sedangkan banyak supir yang bisa ku suruh, cih mama benar-benar membuatku kesal" ucap Bastian lirih namun akhirnya dirinya berdiri dari kursi kebesarannya juga
Ia pun langsung keluar dari perusahaan dan melajukan mobilnya ke lokasi yang telah mamanya kirim
Setelah sampai di tempat tujuan ternyata parkirnya sangat penuh dan itu membuat dirinya harum harus menaruh mobilnya di seberang jalan, yang mana itu benar benar membuat nya sangat kesal namun apa boleh buat
Mau tidak mau iya harus menyeberangi jalan terlebih dahulu untuk ke cafe tempat sang Mama berada
Saat akan menyeberangi jalan tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada panggilan masuk yang mana itu membuat dirinya benar-benar kesal lantaran ponselnya yang terus berdering seharian ini, ingin sekali ia melemparnya namun itu tidak mungkin
Bastian tentu saja mengangkat panggilannya, yang ternyata itu dari sekretarisnya sambil berjalan menyeberangi jalan tanpa menoleh ke sembarang arah terlebih dahulu
Sedang kan di sisi lain saat seorang gadis yang sepertinya akan menuju Cafe tempat favorit nya tiba-tiba melihat seorang pria yang sedang berteleponan namun bukan itu yang yg membuat gadis itu terus menatapnya
Pasalnya dari belakang ada mobil yang akan menabrak pria dewasa itu yang ia sadari bahwa pria yang sedang berteleponan itu tidak tahu bahwa nyawanya dalam bahaya
Lantaran dari cara jalannya yang begitu santai sambil berteleponan awalnya gadis berambut panjang itu akan mengabaikannya dan pura-pura tidak tahu namun hati nuraninya itu tidak bisa mengabaikannya begitu saja Ia pun berteriak sambil berlari ke pria yang akan ditabrak dengan cepat dan mendorongnya hingga mereka berdua pun terjatuh di samping jalan
"Om awas di belakang ada mobil" teriak gadis tersebut sambil berlari ke arah Bastian
Sedangkan Bastian sendiri yang mendengar tarikan seorang gadis pun masih tidak paham hingga gadis tersebut mendorongnya dan alhasil mereka berdua terjatuh di samping jalan raya bahkan ponselnya entah terlempar ke mana
"Auhhhh" ringis gadis yang mendorongnya tadi
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 390 Episodes
Comments
Astri
kmbar
2024-05-14
0
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
thor novel ini lanjutan kisah anak kembar David dan Bella ya... Rayna dan Rayner
2023-07-11
1