Saat ini Xuan Yi tengah berjalan menuju pasar, untuk melihat orang yang menginginkan taring kelinci bermata merah yang dia miliki. Karena dia telah berjanji akan menemuinya.
Tiba di tengah pasar, Xuan Yi melihat beberapa orang dari keluarga itu sedang berdiri di samping papan pengumumuan, yang terdapat beberapa kertas.
"Nona, anda akhirnya datang." Ucap laki-laki yang mendatangi rumah Xuan Yi.
"Iya."
"Aku juga sudah disini, dan menunggu lama. Jadi cepat berikan taring kelinci bermata merah itu pada kami." Ucap laki-laki yang mengusir Xuan Yi 2 hari yang lalu.
Xuan Yi tidak peduli dengan apa yang laki-laki itu katakan, karena hari ini dia akan memberikan hukuman pada orang yang sangat sombong dan angkuh itu.
"Di era modern, tidak ada yang berani berkata seperti itu padaku. Karena mereka takut jika aku akan membuat mereka mati mengeenaskan. Tapi disini, bahkan bukan hanya keluarga, tetapi orang lain pun berani bersikap sonbong di depan ku."
Laki-laki yang datang ke rumah Xuan Yi menatap anaknya dengan tajam, sebab dia merasa jika anaknya itu sudah keterlaluan kepada Xuan Yi.
"Dasar anak bod0h! Kau sudah melakukan kesalahan pada nona Li 2 hari yang lalu, dan tidak meminta maaf. Lalu sekarang kau justru berkata seperti itu padanya." Ucap laki-laki itu.
"Ayah, dia hanya wanita lemah. Taring kelinci bermata merah itu juga mungkin dia dapatkan dari orang lain."
"Kau...."
"Cukup! Aku sudah tidak ingin memberikan taring kelinci bermata merah ini lagi kepada kalian. Kita lihat, seberapa lama orang itu bisa bertahan dengan keadaannya yang sekarang." Ucap Xuan Yi dengan dingin.
"Nona, mohon jangan seperti itu. Maafkan anak saya, dia masih muda dan tidak....."
"Jika di lihat, usianya sudah mencapai usia untuk menikah. Bahkan mungkin sudah pantas menggendong anak, tetapi anda berkata jika dia masih muda. Apakah anda tidak ingin anak anda menikah dan memberikan anda cucu, tuan?"
Laki-laki itu terdiam, sebab apa yang Xuan Yi katakan benar jika anaknya itu memang sudah seharusnya menikah. Tetapi karena selalu di manjakan oleh istrinya, dia belum juga menikah dan bersikap seperti itu.
"Hanya seorang anak yang selalu di manjakan, yang tidak akan bisa menghargai dan akan menyombongkan diri di depan orang lain. Juga tidak bisa bersikap dewasa, selalu meremehkan orang jika terlihat lemah atau miskin. Dan anda juga sama seperti anak anda, tuan. Jadi, kalian carilah sendiri taring kelinci bermata merah itu. Aku tidak ingin berurusan dengan keluarga seperti kalian." Ucap Xuan Yi lagi.
Orang-orang yang melihat dan mendengar ucapan Xuan Yi saling berbisik dan menatap orang dari keluarga itu.
Anak dari keluarga itu memang selalu bersikap arogan terhadap orang lain, bahkan sering menindas ketika dia berjalan di pasar, dan tidak sengaja tersentuh oleh orang lain. Seolah jalanan itu adalah miliknya sendiri.
"Nona, saya mohon nona. Saya sangat membutuhkannya." Ucap laki-laki itu.
"Ayah, untuk apa ayah memohon seperti itu padanya? Kita dapat...."
Plak!
"Dasar anak kurang ajaar! Ini semua karena ibumu yang selalu memanjakan mu! Saat ini kakek mu sedang sakit di rumah, dan sangat membutuhkan taring kelinci bermata merah itu, tetapi kau masih saja bersikap seperti itu pada orang yang akan menolong kita!" Seru laki-laki itu kepada anaknya.
"Ayah, ayah memukul ku hanya karena wanita r3ndahan itu?"
"Aku bahkan akan memenggal kepalamu jika kakek mu meninggal, karena terlambat mendapatkan taring itu!"
Kedua tangan anak laki-laki itu mengepal, karena dia tidak terima jika ayahnya telah memukul dirinya di depan banyak orang, hanya karena Xuan Yi dan taring kelinci bermata merah itu.
Sementara Xuan Yi yang melihat itu hanya diam, sudah sering dia menjumpai hal seperti itu sebelum dia berpindah tempat. Jadi, dia tidak terkejut atau heran.
"Berikan pil ini pada ayah anda, ini bisa mengurangi rasa sakit jantung dan sesak pada dadanya." Ucap Xuan Yi seraya memberikan sebuah botol kecil pada laki-laki itu.
"Nona, anda....."
"Selagi dia bisa bertahan, kalian carilah taring itu. Di dalam ada 5 pil. Kalian bisa memberikannya 1 pil sehari."
Setelah mengatakan hal itu, Xuan Yi meninggalkan mereka semua.
"Master, anda benar-benar tidak mau menolong mereka?" Ucap Heilin.
"Apa kau tidak bisa melihat, bagaimana interaksi antara kedua ayah dan anak itu?"
"Maksud master, mereka hanya berpura-pura saja?"
Xuan Yi mengangguk, "Benar, jadi untuk apa aku membantu orang yang sangat tidak bisa menghargai orang lain seperti mereka itu. Aku memberi mereka 5 pil yang sangat bagus, itu sudah termasuk menolong mereka."
"Mereka membutuhkan bantuan, tetapi bersikap seolah master yang membutuhkan batu energi yang mereka miliki."
"Biarkan saja. Mencari taring ini tidaklah mudah, biarkan mereka berusaha sehingga mereka mengerti bagaimana harus menghargai orang lain."
"Iya, master."
Xuan Yi berjalan menuju toko obat yang tidak jauh dari tempatnya tadi.
"Master, untuk apa kita ke toko obat?" Ucap Heilin.
"Kau berkata setelah aku memakan rumput kuning bisa membuatku lebih mudah dalam menyerap energi, jadi aku pikir aku ingin membuat pil dari rumput kuning itu. Dan aku yakin jika kau tahu bahan obat yang tepat untuk rumput kuning itu."
"Master, anda ingin membuat sebuah pil dari rumput kuning itu?"
"Benar, jadi aku bisa meminumnya tanpa harus merebusnya terlebih dulu, apalagi saat aku mencobanya, rasa rumput itu sangat pahit."
"Baik, saya mengerti. Saya akan mengatakan bahan obat yang sesuai dengan rumput kuning itu."
"Dan juga, kau harus membuat pil itu."
"Saya, master?"
"Benar. Karena aku tidak tahu bagaimana cara membuat obat."
"Baik, saya akan membuat pil itu untuk master."
"Terima kasih, kau sangat membantu."
"Itu sudah menjadi tugas saya untuk membantu anda, master."
Xuan Yi mengangguk.
Heilin hanya bisa mematuhi apa yang Xuan Yi perintahkan, sebab itu sudah menjadi tanggung jawabnya dalam membantu Xuan Yi memperkuat dirinya, dan juga melindungi Xuan Yi dari bahaya.
Sekarang mereka telah tiba di depan toko obat, dan Xuan Yi segera berjalan masuk ke dalam.
"Nona, apakah anda memerlukan bahan obat, atau ingin membeli obat?" Ucap seorang penjaga toko pada Xuan Yi.
"Tolong berikan aku bahan obat yang ada di atas kertas ini."
Xuan Yi memberikan selembar kertas berisi bahan obat yang dia inginkan pada penjaga toko itu. Dan tentu itu adalah bahan obat yang Heilin katakan pada Xuan Yi sebelumnya.
"Baik, tolong tunggu sebentar nona. Saya akan mengambilkannya." Ucap penjaga toko obat itu.
Xuan Yi mengangguk.
"Wah lihatlah siapa ini? Seorang wanita lemah yang baru bisa membuka spirit kekuatannya di usia 16 tahun?"
Xuan Yi menoleh setelah mendengar sebuah suara, yang sepertinya itu di tujukan untuknya.
"Master, bukankah dia adalah salah satu putri dari paman anda?" Ucap Heilin.
Xuan Yi menatap Qian Xu yang berdiri tidak jauh dengan sifat sombongnya.
"Aku pikir siapa orang yang berbicara, ternyata putri bungsu dari keluarga Yan yang saat tinggal di rumah keluarga Li, selalu mengambil perhiasan milik ku." Ucap Xuan Yi dengan tenang.
"Kau!"
Mendengar apa yang di katakan oleh Xuan Yi, orang-orang yang berada di dalam toko obat itu seketika melihat Qian Xu dengan tatapan yang menghina dan saling berbisik.
Qian Xu awalnya ingin mempermalukan Xuan Yi, yang baru bisa membuka spirit kekuatan di usia yang sudah dewasa itu. Tetapi saat ini justru dia yang merasa di permalukan.
(Di zaman kuno, usia di atas 15 tahun sudah di anggap dewasa. Dan usia 18 tahun sudah cukup umur untuk menikah).
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
X'tine
wkwkwwk... kena batunya...
2024-04-19
0
𝐀⃝🥀❤️⃟Wᵃf🍾⃝ͩ ᷞᴛͧʀᷡɪͣ𝗚ˢ⍣⃟ₛ
ini namanya gali lubang buat orang lain tapi kejeblos sendiri 🤣🤣🤣 malu GAK tuh Qian Xu 🤭😛😏
2024-04-03
2
Kartika Lina
xuan yi dilawan,, bunuh diri itu namanya nona 😏
2024-03-10
0