Di dalam sebuah ruang baca, Guan Lin tengah serius melihat sebuah buku yang ada di tangannya. Tetapi ingatannya tertuju pada wanita yang dia lihat di dalam hutan dan di atas gerobak sekitar satu minggu yang lalu.
Dengan kesal karena tidak dapat berkonsentrasi, Guan Lin meletakan buku yang tengah dia baca di atas meja.
"Sepertinya aku harus mencari tahu siapa wanita itu, karena sebentar lagi aku akan kembali ke perguruan dan akan disana selama 1 sampai 2 bulan." Ucap Guan Lin seraya berdiri dari kursinya.
Guan Lin keluar dari ruang bacanya dan berjalan pergi, untuk mencari tahu siapa wanita yang telah membuatnya bertanya-tanya itu.
...----------------...
Setelah beberapa hari Xuan Yi masuk ke dalam rumahnya melewati pintu gerbang di depan rumahnya sendiri, dan beberapa orang juga telah melihatnya. Kali ini Xuan Yi telah terbiasa keluar masuk dari sana.
Dan tetap sama seperti saat awal dia masuk ke dalam rumahnya lewat pintu utama untuk yang pertama kali, hari ini pun dia mendapatkan tatapan penuh tanya dari orang-orang yang melihatnya keluar.
"Keluarga Yan itu benar-benar telah membuat Li Xuan Yi hidup seperti orang yang tidak di kenal oleh orang lain. Pantas saja semua orang menatapku dengan penuh tanya, dan saling berbisik seperti itu." Ucap Xuan Yi.
Meski banyak orang yang menatapnya tetapi Xuan Yi tidak peduli. Dan saat ini dia tengah berjalan menuju sebuah tempat baca umum.
(Kalau disini namanya perpustakaan umum 😊).
Setelah sampai disana, Xuan Yi berjalan memasuki tempat itu. Dan tentu saja, kedatangannya membuat orang-orang yang ada di dalam sana melihatnya dengan penuh tanya, sebab baru kali ini mereka melihat wanita yang begitu cantik masuk ke dalam ruang baca umum itu.
"Siapa wanita itu? Aku belum pernah melihatnya." Ucap salah seorang laki-laki yang melihat Xuan Yi.
"Aku juga baru kali ini melihatnya, dia sangat cantik." Ucap yang lainnya.
Xuan Yi berjalan menaiki tangga untuk mencari buku di lantai atas.
Guan Lin yang juga berada disana melihat Xuan Yi berjalan, seraya melihat-lihat buku yang berdiri dengan rapi di atas rak.
"Aku sedang mencari tahu siapa dia, dan saat ini dia berada di depanku." Gumam Guan Lin.
Guan Lin berjalan ke arah Xuan Yi, dan berpura-pura mencari sebuah buku.
Xuan Yi yang menyadari jika seseorang tengah memperhatikannya mencoba menghindar, dia berjalan dengan cepat dan dalam sesaat menghilang dari pandangan Guan Lin.
"Kemana dia, sebelumnya dia....."
"Apakah anda mencari saya, tuan?" Ucap Xuan Yi yang sudah berada di belakang Guan Lin.
Guan Lin terdiam, karena dia telah ketahuan tengah memperhatikan bahkan mengikuti Xuan Yi.
"Tuan, bukankah tidak baik jika anda bersikap seperti itu?" Ucap Xuan Yi lagi.
Guan Lin menatap Xuan Yi, dan dia sedikit terkejut ketika melihat wajah Xuan Yi dari dekat.
"Dia masih sangat muda, tetapi kekuatan yang dia miliki sudah luar biasa seperti itu."
Xuan Yi yang melihat laki-laki di depannya hanya diam, berbalik.
"Bukankah merahasiakan kekuatanmu yang sebenarnya juga tidak baik, nona?" Ucap Guan Lin yang membuat langkah Xuan Yi terhenti.
"Seseorang akan menyembunyikan kekuatannya untuk melindungi diri dari musuhnya, seperti halnya dengan ular yang melindungi dirinya di balik semak." Ucap Xuan Yi tanpa menoleh.
Setelah mengatakan itu, Xuan Yi berjalan meninggalkan Guan Lin disana sambil membawa dua buah buku yang berada di tangannya.
"Pasti tidak akan ada yang menyangka dan percaya, jika wanita yang terlihat lemah itu adalah wanita yang memiliki spirit kekuatan cukup kuat di negara ini." Ucap Guan Lin melihat kemana Xuan Yi pergi.
Sementara itu, setelah keluar dari ruang baca umum. Heilin yang sejak tadi bersembunyi di dalam kantong kain milik Xuan Yi keluar.
"Master, apakah anda sudah menemukan kedua buku itu?" Ucap Heilin.
"Kau baru keluar, apakah kau tidur?"
"Tentu saja saya tidak berani keluar master, laki-laki yang berbicara dengan master memiliki spirit kekuatan level 8 yang cukup kuat, jika saya keluar, dia pasti langsung bisa melihat saya. Tanpa harus membuka mata bayangan terlebih dulu."
Xuan Yi mengangguk, "Jadi laki-laki tadi memiliki spirit kekuatan level 8?"
"Benar, master. Dan itu artinya hanya tinggal 1 level lagi dia akan menjadi seorang ahli spirit."
"Aku tidak mengerti dengan tingkatan spirit seperti itu."
"Master, di dunia ini memiliki 2 kekuatan. Yang pertama adalah spirit kekuatan, dan memiliki 9 level. Setelah melewati level 9, dia akan menjadi seorang ahli spirit. Yang artinya dia telah menguasai berbagai kekuatan, keahlian dan juga menguasai seni beladiri rahasia."
"Seni beladiri rahasia?"
"Benar, itu adalah seni beladiri yang akan terbuka dalam ruang spirit yang kita miliki, ketika kita telah menjadi seorang ahli spirit."
Xuan Yi yang tidak begitu memahami penjelasan dari Heilin hanya mengangguk, dan tetap berjalan menuju rumahnya.
"Aku telah mengambil dua buku tentang kekuatan yang aku miliki, yaitu api dan juga seni beladiri pedang."
"Master baca terlebih dulu, saya akan membantu master untuk menyerap ilmu itu, sehingga memudahkan anda mempelajari dua teknik kekuatan itu."
"Baiklah jika begitu."
Xuan Yi mempercepat jalannya menuju rumah, karena dia akan mempelajari dua buku yang baru saja dia pinjam dari ruang baca umum.
"Master, mohon berhenti dan berjalanlah ke arah kiri." Ucap Heilin dengan tiba-tiba.
"Apa yang ada disana?"
"Saya merasakan sesuatu, dan saya ingin memastikannya."
"Baiklah, jika begitu kita akan kesana lebih dulu."
"Iya, master."
Xuan Yi lalu berjalan ke arah yang Heilin katakan, dia berbelok ke kiri dan disana dia melihat sebuah kebun bambu ungu yang tidak terurus, karena mungkin tidak ada pemiliknya.
"Ini hanya kebun bambu ungu, untuk apa kita kemari?" Ucap Xuan Yi.
"Tetaplah berjalan master, kita sudah semakin dekat."
Xuan Yi yang penasaran menuruti apa yang naga itu katakan.
"Tolong berhenti disini, master." Ucap Heilin setelah mereka berjalan cukup ke dalam.
Setelah Xuan Yi berhenti, Heilin terbang dari atas bahu Xuan Yi ke arah sebuah batu yang tidak begitu besar, lalu melihat ke arah bawah batu itu.
"Benar apa yang saya rasakan." Ucap Heilin.
"Apa yang kau temukan disana?" Ucap Xuan Yi seraya berjalan mendekati batu itu.
"Saya menemukan batu energi level 6, master. Dan bukan hanya itu, saya juga menemukan rumput kuning yang bisa membantu anda mempercepat menyerap energi yang ada disini."
"Energi yang ada disini?"
Heilin mengangguk, "Benar, master. Setelah anda memakan rumput kuning ini, anda akan merasakan energi yang cukup besar disini."
"Tetapi aku tidak merasakan apapun disini."
"Kebun bambu ungu ini sepertinya di segel oleh seseorang, dan anda hanya bisa merasakannya setelah memakan rumput kuning ini."
"Lalu bagaimana kau bisa merasakannya?"
"Saya adalah hewan spiritual, dan hanya hewan spiritual di atas level 6 saja yang bisa merasakan energi itu."
"Jadi karena itu, kebun bambu ungu ini seperti kebun yang tidak terurus?"
"Benar, tuan. Sepertinya begitu."
"Baiklah, kita kembali sekarang. Dan aku akan mencoba menyerap beberapa batu energi yang kemarin aku dapatkan, setelah itu besok aku akan memakan rumput kuning yang kau katakan tadi, lalu datang lagi kemari."
"Baik, master. Dan untuk berjaga-jaga, saya akan membuat siapapun tidak bisa melihat kebun bambu ungu ini."
"Iya, itu sangat bagus."
Heilin lalu membuat tempat itu seolah menghilang dan berubah menjadi hutan kecil biasa, setelah selesai, Xuan Yi berjalan keluar dari dalam kebun bambu ungu itu dengan membawa batu energi level 6, dan rumput kuning yang sangat berharga itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 59 Episodes
Comments
Susanto Llg
sampai bab 16 gak tau sampai tingkat berapa tu MC. atau memang autornya LP atau memang ga naik2 meskipun banyak menghabiskan batu energi
2024-03-05
2
Lala Kusumah
semangat Xuan Yi, kamu pasti bisa.... lanjuuuuutttt....
2023-07-09
0
Selly Rizki Melina
Next
2023-07-09
2