Bab 8

Praaaaaang!

"Bagaimana bisa anak lemah itu melakukan ini pada keluarga kita, dan juga dia... Dia sudah berhasil membuka spirit kekuatan yang ada dalam dirinya." Ucap nyonya Yan dengan geram.

"Selama ini kita sudah meremehkannya, dan sepertinya dia tidak akan dengan mudah melepaskan kita." Ucap tuan Yan.

"Tidak akan melepaskan kita dengan mudah? Dia memang sudah berhasil membuka spirit kekuatan miliknya, tetapi level kekuatannya masih jauh di bawah Xiu An."

"Kau benar, aku akan meminta guru besar dari perguruan Xuang untuk menerima Xiu An dan mengajarinya ilmu tenaga dalam, agar spirit kekuatannya meningkat, dan level Xiu An naik."

"Benar, kita akan membuat anak itu menyesal karena telah mengusir keluarga kita dari rumah ini."

Nyonya Yan mengeratkan giginya, dia tidak terima jika harus keluar dari rumah besar itu dan harus kembali tinggal di dalam rumah kecil mereka yang dulu.

...----------------...

Di sebuah rumah makan, dua orang laki-laki bernama Qin Guan Li (orang yang melihat Xuan Yi di hutan), dan Ling Hao Min (keponakan kaisar) melihat rombongan keluarga Yan, tengah berjalan sambil membawa barang-barang mereka.

"Bukankah itu keluarga Yan, kenapa mereka berjalan sambil membawa barang seperti itu? Bukankah mereka memiliki kereta kuda?" Ucap Ling Hao Min.

"Maksud mu keluarga yang tinggal di kediaman keluarga Li itu?"

Hao Min mengangguk, "Benar, itu dia."

"Mungkin mereka sudah di usir dari sana oleh putri dari keluarga Li."

"Itu tidak mungkin, putri satu-satunya keluarga itu adalah putru yang tidak memiliki kekuatan. Bahkan dia terkenal dengan wanita yang tidak bisa membuka spirit kekuatannya."

Qin Guan Li menatap Hao Min, "Benarkah?"

"Tentu saja, berita ini sudah tersebar di kota."

Guan Li hanya mengangguk, karena dia tidak pernah mendengar berita tentang putri dari keluarga Li itu. Sebab dia baru tiba di kota beberapa hari, setelah berlatih di salah satu perguruan milik klan terkuat di negara Chang itu.

Qin Guan Li

Putra pertama dari keluarga Qin

Keluarga terhebat dan terbesar ke 2 di negara Chang

Satu-satunya orang yang memiliki spirit kekuatan level 8.

Ling Hao Min

Anak satu-satunya keluarga Ling

Merupakan keponakan dari kaisar Chang

Memiliki sifat yang liciik, dan suka pada wanita cantik.

...----------------...

Esok harinya, Xuan Yi yang sudah berada di luar rumahnya , berjalan menuju tempat penjualan pelayan dan pengawal yang ada di pinggiran kota.

Namun sebelum sampai disana, dia melihat dua orang laki-laki dan perempuan yang sepertinya kakak beradik duduk di samoing sebuah rumah, sambil memegang sebuah papan bertuliskan 'Mohon jadikan kami pelayan anda'.

"Melihat dari tulisan dan wajah mereka, sepertinya mereka orang yang bisa di percaya." Ucap Xuan Yi pelan.

Xuan Yi berjalab ke arah mereka dan berjongkok tepat di depan kedua orang itu.

"Apa kalian benar ingin menkadi seorang pelayan?" Ucap Xuan Yi.

"Benar nona, mohon terima kami untuk menjadi pelayan anda." Ucap laki-laki di depan Xuan Yi.

"Tetapi aku tidak memiliki kekuatan, bahkan tidak bisa membuka spirit kekuatan ku."

"Nona, saya memiliki spirit kekuatan level 3. Saya bisa melindungi nona, dan adik saya bisa membantu nona membersihkan rumah dan memasak makanan untuk nona."

Xuan Yi mengangguk, "Bagus, apa yang aku pikirkan benar. Mereka bisa ku jadikan pengawal dan pekayan pribadi ku."

Xuan Yi berdiri, "Kalian bangunlah, aku akan membelikan kalian beberapa pakaian dan makanan."

"Terima kasih nona, terima kasih." Ucap kedua kakak beradik itu dengan perasaan bahagia.

"Kalian tidak perlu sampai seperti itu, aku akan memperlakukan kakian dengan baik. Jika kalian bisa setia dan juga memperlakukan ku dengan baik."

"Tentu nona, kami bersumpah akan selalu setia dan menghormati nona. Karena nona telah memberikan kami pekerjaan dan kehidupan."

Xuan Yi tertegun mendengar ucapan dari laki-laki di depannya.

"Apakah... Kalian tidak mempunyai orang tua?" Ucap Xuan Yi.

Kedua kakak beradik itu menggelengkan kepala mereka.

"Kedua orang tua kami sudah meninggal sejak saya berusia 11 tahun, dan adik saya berusia 7 tahun, nona."

Xuan Yi kembali mengangguk, "Baiklah, jika begitu kalian akan hidup denganku. Karena kedua orang tuaku jiga telah meninggal sekitar 4 tahun yang lalu."

"Terima kasih nona, kami tidak akan mengecewakan nona." Ucap mereka berdua.

"Iya."

"Nona, mohon berikan nama kepada kami." Ucap laki-laki itu.

"Nama?"

"Benar nona, setelah orang tua kami meninggal, kami selalu di kejar oleh orang-orang yang menganggap kami anak oembawa s*al. Jadi kami ingin nona memberikan nama pada kami, agar kami tidak membawa kes*alan bagi nona."

Xuan Yi mengerutkan keningnya, "Orang-orang pada masa kuno ini, kenapa memiliki pemikiran yang sulit di pahami?"

"Baiklah, aku akan memberikan kalian nama, kau adalah seorang kakak. Jadi aku akan memberikanmu nama Huang Yan, dan kau akan ku beri nama Huang Mei."

"Terima kasih atas nama yang telah nona berikan pada kami." Ucap Huang Yan dan Huan Mei bersamaan.

"Baik, sekarang kita harus mencari sumur terlebih dulu. Kalian harus membersihkan wajah kalian, setelah itu aku akan membelikan pakaian untuk kalian berdua."

"Baik, terima kasih nona."

Xuan Yi mengangguk, dan mereka bertiga pun pergi untuk mencari sumur yang tidak jauh dari tempat mereka saat ini.

"Baiklah, kalian tunggu disini lebih dulu. Aku akan segera kembali." Ucap Xuan Yi setelah mereka tiba di sebuah sumur yang ada di belakang sebuah ladang.

"Baik nona." Ucap mereka berdua.

Xuan Yi lalu pergi dengan cepat, dia berniat untuk membelikan pakaian untuk Huang Yan dan Huang Mei. Karena dia tidak mungkin membawa mereka dengan pakaian yang mereka pakai saat ini, dia khawatir jika mereka ikut, mereka hanya akan di hina oleh orang-orang yang ada di dalam toko yang akan Xuan Yi datangi.

Tak berapa lama, Xuan Yi kembali menemui mereka. Tetapi saat dia berada tidak jauh dari mereka, dia melihat 4 orang laki-laki sedang mengerumini mereka.

"Beraninya mereka menganggu kedua orang ku!" Ucap Xuan Yi.

Kedua tangan Xuan Yi mengepal, dan tepat saat salah satu di antara sekelomook orang itu akan memukul Huang Mei, Xuan Yi melemparkan sebuah batu kearah mereka, dan mengenai kepala orang yang akan memukul Huang Mei tadi.

"Aaaaaakh! Kurang4jar, siapa yang berani melempari ku?" Ucap laki-laki itu dengan kesal.

"Aku yang melemparkan batu itu." Ucap Xuan Yi sambil memainkan batu yang ada di tangannya.

"Hehh, hanya seorang wanita lemah. Beraninya kau padaku!"

"Kau belum tahu kekuatan orang lain, tetapi memandang lemah orang itu."

"Banyak bicara, serang wanita itu!"

"Baik."

Terpopuler

Comments

Nurhariani Nunung Hakim

Nurhariani Nunung Hakim

lanjut

2023-08-03

0

Kania Rahman

Kania Rahman

selalu saja seperti itu, sungguh terlalu 💪💪

2023-07-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!