Bab.18
Pengawal datang membawa Cello dalam gendongan nya, membawanya masuk langsung ke dalam kamar Kaisar. Di dalam kamar besar itu, sudah berjejer para penghuni Istana. Raja, Ratu, bahkan Ibu kandung Pangeran Alex.
Bibi Neri berwajah gugup, dia tidak tau Cello akan sembuh dari demam nya bahkan nanah yang sebelumnya begitu terlihat mengerikan kini sudah mulai mengering.
"Jadi ini anak itu?" tanya Kaisar langsung.
Alex melihat Cello yang sudah terlihat sehat, wajah anak itu tidak memerah karena demam lagi. Perasaan bersalah karena menuduh Esmera semakin menghantamnya.
"Apa namamu Cello?" tanya Pangeran Otis.
Cello mengangguk.
"Apa Tabib sudah memeriksanya?" tanya Kaisar pada pengawal.
"Sudah Yang Mulia Kaisar, Tabib mengatakan tubuhnya sudah mulai membaik."
"Apa terakhir kali Putri Esmera mendatangimu, dia menyakitimu?" tanya Pangeran Otis langsung.
Anak kecil itu menggeleng, "Putri hanya meraba keningku, membersihkan kakiku lalu mengoleskan obat. Setelah itu saya meminum obat yang diberikan Putri dari dalam kotak aneh."
"Apa ada yang dikatakan Putri?"
"Putri hanya mengatakan membutuhkan obat pereda panas, saya tidak mengerti lagi apa yang dibicirakan Putri," Cello menggeleng.
Pangeran Otis menyudahi interogasinya, dia menoleh pada Ayahnya. " Kaisar, bagaimana menurutmu?"
"Sudah dipastikan Putri Esmera hanya mencoba mengobati anak ini seperti Putri mengobatiku dan Pangeran Yaron. Kau salah dengan tuduhan mu, Alex. Bagaimana kau ingin memperbaiki hukuman yang seharusnya tidak kau berikan pada Putri Esmera?"
Raja Gilmer terus menerus menggeleng, kenapa akhir-akhir ini hampir semua anak-anaknya mengecewakan. Bagaimana dia akan menunjuk Putra Mahkota baru jika semua terlalu tidak memuaskan? Bahkan Pangeran Levon yang ia harapkan, kini malah mendengar istrinya bermasalah?!
"Ayah, bagaimana jika menanyakan pendapat Putri Esmera?" pinta Pangeran Otis.
"Bukankah dia tidak bisa bergerak?"
"Aku akan menggendong nya dengan hati-hati. Jika diperkenankan," sahut Pangeran Otis.
"Tidak! Dia masih istriku, jangan menyentuhnya sembarangan!" Alex menolak, tangan nya mengepal. Insting nya sebagai lelaki bisa merasakan jika Paman nya menyukai istrinya, dia tidak rela.
Pangeran Otis mengangkat sebelah alisnya, tapi tak berani membalas ucapan keponakan nya.
"Aku mengijinkan, bawa Esmera kesini." Timpal Kaisar.
"Kakek..." sekali lagi Alex hanya bisa menghela nafas pasrah.
Pangeran Otis tak menunggu lama, membalikkan tubuhnya menuju kamarnya.
"Putri, aku akan membawamu ke hadapan semua orang. Semua sedang menunggu, izinkan aku menggendongmu. Apa punggung mu akan baik-baik saja?"
Safire mengangguk, "Aku sudah lebih baik, mungkin obat dari tabib sangat bagus ditambah obat pereda nyeri yang kuminum."
"Aku akan hati-hati," Pangeran membenarkan selimut yang menutupi kulit telanjang punggung Safire, bagian depan tubuh masih tertutup gaun yang dipakai.
"Berpegangan lah pada leherku," pinta Pangeran Otis setelah membalikkan tubuh Safire menghadap ke atas.
Safire menurut, dia mengaitkan kedua tangannya di leher Pangeran Otis.
Hufff ! Pangeran Otis mengangkat tubuh ringan Safire dengan penuh kelembutan lalu berjalan menuju kamar Kaisar.
"Kami datang." Pangeran Otis sengaja mengeraskan suaranya, mata semua orang kini tertuju pada mereka berdua.
"Apa Putri akan dibaringkan? Tidak memungkinkan untuk Putri duduk di kursi, lukanya masih sangat parah," ujar Pangeran Otis.
Kaisar melihat mata putra bungsunya melembut saat menatap wajah Putri Esmera, suaranya bahkan sangat sarat kekhawatiran yang berlebihan.
Apa putraku menyukai Esmera? Batin Kaisar penuh dugaan.
"Kau pangku saja Putri dalam pelukan mu, dan kau yang duduk!" ujar Kaisar.
Pangeran Otis mengangguk dengan semangat bahkan tak memperdulikan tatapan tajam dari Alex. Dia duduk di salah satu kursi masih sambil memeluk tubuh lemah Putri dengan penuh perhatian.
Safire bahkan tak sadar menyanderkan kepalanya di dada Pangeran Otis, pemandangan hangat itu teramat menyakiti perasaan Alex.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Kardi Kardi
hmmmm. SAKITNYA TUH DI SINIIIII
2025-02-08
1
Asiana Tyas
rasain kau alex...menyia-nyiakan istri yg baik hanya utk nenek lampir..
2024-12-26
0
Shinta Dewiana
mantap....pastikan eamera berpisah dg ai alex
2025-02-04
0